4 April 2026
Beranda blog Halaman 42072

Suap MK, KPK Kembali Periksa Kasmin

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa tersangka mantan Calon Wakil Bupati Lebak Kasmin Bin Saelan, terkait kasus dugaan suap sengketa pilkada lebak. 
“Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/11).
Pada kasus ini, selain Kasmin, KPK juga menetapkan Amir Hamzah sebagai tersangka.
Penetapan Amir dan Kasmin ini merupakan pengembangan kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah Lebak yang juga menyeret Akil Mochtar, Ratu Atut Chosyiah, Tubagus Chaeri Wardana, serta Susi Tur Andayani.
Keduanya disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Mereka diduga memberikan hadiah atau janji kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jelang Pelantikan Ahok, TNI dan Polri Gelar Apel Pengamanan

Jakarta, Aktual.co —Jajaran Kepolisian RI, TNI, dan Satpol PP menggelar upacara rutin setiap tanggal 17 sekaligus menggelar apel dalam rangka persiapan pengamanan pelantikan Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur definitif.
Upacara digelar di Markas Polda Metro Jaya Senin (17/11), pukul 07.00 WIB yang diikuti oleh 1.600 personil gabungan TNI, Polri dan Satpol PP.
Di upacara tersebut, Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo mengatakan perlu antisipasi di pelantikan Ahok. Mengingat kemungkinan aksi unjuk rasa yang akan datang dari berbagai kelompok masyarakat, baik yang menolak kenaikan BBM ataupun menolak Ahok sebagai gubernur.
“Adanya kemungkinan kelompok masyarakat yang akan berunjuk rasa menolak kenaikan BBM dan lainnya agar diwaspadai,” ujar Agus di Jakarta, Senin,(17/11).
Sementara itu, Ahok yang turut hadir pada upacara tersebut memastikan bahwa pelantikannya sebagai Gubernur DKI Jakarta akan dilakukan pada esok hari atau lusa.
“Saya sudah bicara dengan Pak Presiden kemarin. Hari ini surat Keputusan Presidennya sedang disiapkan oleh Setneg. Jadi pelantikannya mungkin besok atau hari Rabu,” ujarnya.
Untuk tempat pelantikannya nanti, Ahok belum dapat memastikan apakah dilakukan di Istana atau di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Pada kesempatan yang sama pula, Kapolda Metro Jaya Unggung Cahyono menyatakan kesiapan personilnya untuk mengamankan pelantikan tersebut. Menurutnya ada 10.184 personil gabungan yang akan diterjunkan dan terbagi dalam beberapa ring untuk memastikan kelancaran pelantikan.
“Personil gabungan itu terdiri dari aparat Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Pemda DKI. Ini merupakan bentuk kesiapan aparatur untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyambut prosesi pelantikan ini,” ujarnya di acara tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Faktor Penyebab Munculnya Geng di Sekolah

Jakarta, Aktual.co —Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai ada bebeberapa faktor yang membuat para siswa membuat kumpulan atau geng di sekolahnya.
Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Susanto, mengatakan faktor pertama yang membuat siswa membentuk geng di sekolahnya yakni lantaran mereka diinisiasi untuk show eksklusifitas kepada kelompok lain.
“Kecenderungannya pencarian identitas diri,” ujarnya, di Jakarta, Senin (18/11).
Lalu ada faktor regenerasi atau tradisi turun temurun dari kakak kelas atau alumni dan disertai ancaman dari pihak lain, sehingga siswa membentuk geng sekolah.
Tak hanya itu, ujar Susanto, adanya ancaman dari kelompok eksternal juga bisa membuat siswa membuat geng. Contohnya ada kelompok geng yang mengancam sekolah tertentu. “Sehingga siswa di sekolah itu membuat geng.” Menurut Susanto, pihak sekolah dalam hal ini mesti benar-benar memberikan perhatian dan jangan sampai geng-geng tersebut berkembang di sekolah. Karena faktor permisifitas (pembiaran) dari sekolah juga bisa membuat geng-geng itu semakin berkembang. 
Untuk mengantisipasi munculnya bibit-bibit geng di sekolah-sekolah, menurutnya, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi ke seluruh warga dan sekolah-sekolah.
“Sekolah juga harus mendeteksi sejak dini terhadap aktifitas siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah,” ujar Susanto. 
Sekolah juga harus mampu membangun sistem kontrol yang ketat agar tidak kecolongan dengan kehadiran geng-geng tersebut. “Membangun mekanisme monitoring yang baik oleh pihak sekolah agar tidak ada bibit geng pelajar.”
Beban berat bagi sekolah untuk memberantas bibit-bibit geng yang bisa memicu terjadinya konflik internal maupun eksternal. 
Namun dengan tekad yang kuat dan bantuan dari seluruh warga sekolah bisa mewujudkan sekolah yang bebas dari geng-geng yang kerap memicu terjadinya tawuran antar sekolah di Jakarta ini.
Diberitakan sebelumnya, dinas Pendidikan DKI mengatakan telah mengantongi 15 geng di sekolah-sekolah yang ditengarai jadi pemicu tawuran antar sekolah yang kerap terjadi di Jakarta. Ke-15 geng itu diketahui sudah diwanri-wanri agar membubarkan diri.
Kehadiran geng-geng di sekolah diduga merupakan bibit faktor tawuran antar sekolah. Pihak sekolah seolah membiarkan munculnya geng-geng anarkisme tersebut. Akhirnya Dinas Pendidikan pun turun tangan dengan mendata sekolah mana saja yang memiliki geng dan membubarkan organisasi ilegal tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Panglima TNI: Ada Upaya Kecilkan Peran Intelijen

Jakarta, Aktual.co — Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengungkapkan setelah zaman reformasi persoalan intelijen menjadi kacau balau, bahkan ada upaya untuk mengecilkan peran dan fungsi intelijen.
“Hampir sebagian kita tahu, hampir sebagian pejabat tahu, hampir sebagian masyarakat tahu dan merasakan, tetapi sebagian besar itu juga tak berbuat apa-apa dan hanya menikmati kondisi ini,” katanya saat menjadi inspektur upacara pembukaan Sekolah Manajemen dan Analis Intelijen di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (17/11).
Jenderal TNI berbintang empat ini mengemukakan dalam situasi seperti saat ini, bisanya sebagian besar masyarakat hanya memerikan komentar, mengeluh dan bahkan cenderung menyalahkan orang lain.
“Tapi tak ada upaya yang serius untuk menangani itu,” kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini.
Kondisi itu, lanjut Panglima TNI, sudah berlangsung lama, sehingga persoalan intelijen menjadi lemah dan tak berdaya.
Untuk mengembalikan Indonesia yang memiliki intelijen yang kuat bukan persoalan yang mudah, namun membutuhkan waktu relatif lama.
“Dulu kita punya tokoh dan master intelijen yang hebat dan diakui oleh dunia, seperti Benny Moerdani dan Hendropriyono. Namun ke arah sini belum ada lagi master intelijen Indonesia,” tutur Panglima TNI.
Oleh karena itu, Panglima TNI menginginkan untuk memperkuat Badan Intelijen Strategis (Bais) dan jajaran intelijen di lingkungan TNI.

Artikel ini ditulis oleh:

LMND Sebut Jokowi Antek Neolib

Malang, Aktual.co — Mahasiswa yang tergabung dalam liga mahasiswa untuk demokrasi (LMND) menggelar aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) didepan kantor DPRD Kota Malang.
Dalam salah satu spanduknya mereka menyebut Presiden RI Jokowi sebagai antek neolib, karena kebijakannya soal penaikan harga BBM ini. Sebab, pemerintah menaikkan harga BBM ditengah kondisi harga minyak dunia yang turun.
“Kenaikan harga BBM sangat meresahkan rakyat kecil,” kata Melyusti Kabkorle, ketua eksekutif LMND Kota Malang, disela aksi.
Tak hanya kenaikan BBM, rencana mendatangkan investor asing kedalam negeri juga dianggap mahasiswa sebagai bagian dari kebijakan Neolib ala Jokowi. Alasannya, pada masa pencitraan mantan Gubernur DKI Jakarta ini dikenal pro rakyat, namun beberapa kebijakannya malah membuat negara tidak bisa mandiri.
“Konsep Trisakti Jokowi hanya bualan semata,” cetusnya.
Menurut LMND pemerintah saat ini sedang membodohi rakyat dengan menyusun RAPBN berdasar asumsi harga minyak dunia 105 USD/Barel, padahal, harga minyak dunia saat ini adalah 80 USD/barel.
“Ini bentuk pembodohan terhadap rakyat kecil,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pejabat Militer Kolombia Diculik Kelompok Gerilyawan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengatakan bahwa seorang jenderal tentara Kolombia hilang pada Minggu (16/11), di kawasan yang dikenal sebagai wilayah kegiatan kelompok sayap kiri FARC.
Peristiwa tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan dalam proses perdamaian di negara Amerika Selatan itu.
Santos memerintahkan Menteri Pertahanan Juan Carlos Pinzon untuk menuju ke daerah tertutup di Choco, yang merupakan bagian dari kota Quibdo, guna menyelidiki dugaan penculikan terhadap Brigjen Ruben Alzate.
“Kami menginginkan para penangkapnya agar segera membebaskannya dengan aman,” kata Santos melalui akun Twitter.
FARC, yang dibentuk pada 1964, memiliki sekitar 8.000 pejuang dan merupakan kelompok gerilya terbesar di Amerika Latin serta merupakan kelompok yang terlama melancarkan konflik bersenjata.
Organisasi FARC kini menutup dialog dengan pemerintah Kolombia, yang berusaha mencapai kesepakatan perdamaian serta mengakhiri konflik selama lima dasawarsa.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain