4 April 2026
Beranda blog Halaman 42079

Politikus Nilai BUMN Miliki Dua Kelemahan

Jakarta, Aktual.co — Seleksi jajaran direksi PT Pertamina yang dilakukan secara tertutup oleh Menteri BUMN Rini Mariana Soemarno membuat sebagian kalangan bertanya-tanya.

Bekas Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Erik Satrya Wardhana menyebut, meski tak mau menanggapi perorangan calon direksi PT Pertamina, namun selama ini perushaan plat merah yang dipimpin Rini Somearno itu mempunyai dua kelemahan, yaitu soal profesionalitas dan komitmen dalam kepentingan negara.

“Profesionlisme Direksi BUMN itu menurut saya dibawah rata-rata, mereka menerapkan profesionalisme korporasi-korporasi swasta besar. Kedua, kelemahan yang sangat mendasar, yakni komitmen meraka terhadap kepentingan negara itu sangat kecil sekali,” kata Erik di Jakarta, Minggu (16/11).

BUMN, kata dia, hanya bekerja seolah-olah sebagai korporasi swasta, namun secara mendasar mereka tidak ingat bahwa namanya BUMN.

“Bukan BUMS (Badan Usaha Milik Swasta). Ini kan Badan Usaha Milik Negara. Nah termasuk di dalam Pertamina.”

Dia menganggap, BUMN ini perusahaan yang merupakan turunan dari pasal 33 UUD 45. Oleh karena itu, dalam mencari direksi itu harus memenuhi kriteria.
“Kriteria orang yang mau, atau paham dengan bagamana pesan yang terkandung didalam pasal 33 terutama ayat (2), (3) UUD 45.”

Dia pun mencontohkan, seperti hal  mereka harus inisiatif mengusulkan kepada pemerintah untuk membangun refinery yang cocok dengan bahan mentah, dengan minyak mentah negara ini. Kemudian yang mau berkomitmen melakukan efisiensi dalam tata niaga.

“Karena disitulah sebetulnya awal dari kebocoran, disitulah awal dari inefisiensi. Jadi Dirut pertamina itu harus punya komitmen itu untuk menegakkan kedaulatan minyak atau energi di Indonesia ini. Jadi kata kuncinya itu. Dirut Pertamina harus merupakan orang yang punya komitmen untuk menegakkan kedaulatan energi di Indonesia.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Meresahkan Masyarakat, Anggota Geng Motor XTC di Bandung Dibekuk

Bandung, Aktual.co —Kelompok geng motor yang meresahkan masyarakat lantaran kerap melakukan aksi kejahatan di jalanan dengan menggunakan senjata tajam di Bandung, Jawa Barat, dibekuk kepolisian dari Sat Reskrim Polrestabes Bandung.
FA alias Bueuk (18), TS (18), YC alias Iduy (19), AD (19), dan S (19) yang merupakan anggota geng motor XTC ditangkap di beberapa tempat berbeda.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Mokhamad Ngajib mengatakan penangkapan para tersangka berdasarkan laporan masyarakat yang menjadi korban.
“Kita tangkap di beberapa lokasi berbeda. Kelimanya anggota kelompok bermotor xtc. Kelompok ini sudah beberapa kali melakukan aksi kejahatan di Kota Bandung,” katanya saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Minggu (16/11).
Ngajib menjelaskan, modus yang digunakan komplotan ini adalah dengan memepet korbannya yang menggunakan sepeda motor saat melintas di jalan sepi.
“Kemudian ditodong menggunakan sajam dan dirampas barang berharga. Bila melawan tidak segan-segan dilukai,” ucapnya.
Dari hasil keterangan yang diperoleh dari tersangka motif aksi kekerasan ini adalah untuk foya-foya. “Kebanyakan statusnya mahasiswa dan uangnya untuk hura-hura seperti minum-minuman keras,” ujarnya.
Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita dua unit telepon genggam merek Smartfren, telepon genggam merek Cross, satu unit sepeda motor dan satu bilah badik.
Para tersangka itu saat ini mendekam di Mapolsek Cibeunying Kaler dan terancam hukuman di atas lima tahun penjara sesuai dengan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Bahan Kimia Tabir Surya diduga Rusak Kesuburan Pria

Jakarta, Aktual.co — Beberapa peneliti AS pada Jumat (14/11) mengatakan, dua bahan kimia yang digunakan untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV) kelihatannya merusak kemampuan kaum pria untuk menjadi ayah.

Bahan kimia tersebut, yang dikenal sebagai Benzophenone-2, atau BP-2, dan 4OH-BP, masing-masing, bisa mengakibatkan penurunan 30 persen fecundity (kesuburan), kemampuan biologi untuk bereproduksi. Hal itu dikatakan beberapa peneliti dari Lembaga Kesehatan Nasional (NIH) dan Department of Healths Wadswoth Center di Negara Bagian New York. Itu terjadi karena bahan kimia yang diserap oleh kulit, dapat mencampuri hormon tubuh dan proses sistem kelenjar endokrin.

Tingkat kesuburan yang lebih rendah mungkin mengakibatkan lebih lamanya terjadi kehamilan, kata para peneliti itu pada American Journal of Epidemiology.

BP-2 dan 4OH-BP terdapat pada kelompok susunan yang disebut filter ultraviolet BP-Type –yang terdiri atas satu kelas sebanyak 29 bahan kimia, yang biasa digunakan pada tabir ultraviolet dan produk lain perawatan pribadi, untuk melindungi kulit dan rambut dari sinar matahari.

Para peneliti tersebut mempelajari 501 pasangan yang berusaha memiliki anak, dan mengikuti perkembangan mereka sampai hamil, atau selama satu tahun berusaha untuk mencatat waktu yang diperlukan perempuan untuk hamil, demikian laporan Xinhua, Sabtu (15/11) pagi.

Mereka juga memeriksa sampel urin peserta, dan mengukur kandungan lima saringan UV yang dipilih dan berkaitan dengan kegiatan yang mengganggu kelenjar endokrin. Perempuan peserta berusia antara 18 dan 44 tahun, dan lelakinya berumur 18 tahun. Tak seorang pernah menjalani pemeriksaan medis mengenai diagnosis kesuburan.

Artikel ini ditulis oleh:

AS kucurkan 425 juta dolar untuk bangun super-komputer tercepat

Jakarta, Aktual.co — Departemen Energi Amerika Serikat menghabiskan 425 juta dolar AS untuk riset komputasi skala ekstrim dan membangun dua super-komputer, yang akan menjadi komputer tercepat untuk riset ilmu-ilmu dasar dan senjata nuklir.

Departemen Energi memberikan 325 juta dolar AS untuk membangun super-komputer “Summit” di Oak Ridge National Laboratory di Tennessee dan “Sierra” di Lawrence Livermore National Laboratory, California. Sebanyak 100 juta dolar AS lainnya akan diberikan untuk riset teknologi “skala ekstrim komputasi super” sebagai bagian dari program yang disebut FastForward2, kata Departemen Energi Amerika Serikat dalam siaran pers, Jumat (14/11).

Komputer super yang dibuat dengan komponen dari IBM, Nvidia, dan Mellanox itu akan lima sampai tujuh kali lebih cepat dari komputer tercepat Amerika Serikat saat ini. Summit dan Sierra akan beroperasi dengan kecepatan masing-masing 150 petaflop dan 100 petaflops, lebih cepat dibandingkan dengan super-komputer teratas dunia Tianhe-2 di Tiongkok yang kecepatannya 55 petaflop, kata Nvidia dalam siaran pers terpisah.

IBM membangun super-komputer pertama untuk mencapai kecepatan satu petaflop, ukuran tepat tentang bagaimana kecepatan komputer menghitung, pada 2008, juga untuk Department Energi Amerika Serikat.

Para peneliti di seluruh dunia akan bisa mendaftar untuk menggunakan komputer Summit. Badan Keamanan Nuklir Amerika Serikat akan menggunakan Sierra “untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan efektivitas pencegahan nuklir tanpa pengujian,” kata Nvidia.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengelolaan Migas, Pemerintah Didesak Gunakan UUD 45 Pasal 33

Jakarta, Aktual.co —Pengamat ekonomi, Salamudin Daeng menuding ada intervensi dari luar yang mempengaruhi segala kebijakan Undang-Undang Indonesia. Salah satunya terkait kebijakan pemerintah untuk menaikkan BBM subsidi.
“Yang selama hampir 15 tahun ini mereka lakukan,” ujar Salamudin dalam diskusi di Bakoel Koffie Jakarta, Minggu (16/11).
Dengan kebijakan selama ini yang sudah diintervensi pihak asing, kata dia, maka dengan jumlah minyak sebanyak apapun yang dimiliki Indonesia, tidak akan berguna bagi rakyat. Sebab 82 persennya dikuasai asing.
Untuk itu dia dan Solidaritas untuk Pergerakan Aktifis Indonesia (Suropati) mendesak Pemerintah merubah sistem pengelolaan minyak dan gas (migas). Serta mengembalikannya sesuai Pasal 33 UUD 1945 ayat 3.
“Kita ingin pemerintah untuk kembali ke Pasal 33 UUD 1945 ayat 3 yang asli. Kalau sekarang ini kan mereka (asing) yang kuasai minyak, kita tinggal dikasih uang saja,” tegasnya.
Untuk diketahui, Pasal 33 UUD 1945 ayat 3 berbunyi “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat”. Namun pada kenyataannya saat ini, ada pihak-pihak tertentu yang justru mendominasi kekayaan alam Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Studi: Petir makin sering menyambar saat dunia bertambah hangat

Jakarta, Aktual.co — Sambaran petir akan meningkat sebanyak 12 persen di Amerika Serikat pada kenaikan rata-rata setiap satu derajat Celsius temperatur udara global. Demikian dikatakan beberapa peneliti AS, yang mempelajari dampak pemanasan global pada kegiatan petir.

Penelitian itu memperlihatkan, sambaran petir lebih sering terjadi ketika udara lebih panas dibandingkan dengan ketiga udara lebih dingin. Namun sulit untuk mengetahui, berapa banyak petir yang bisa diperkirakan saat temperatur global terus naik. Perkiraan sebelumnya telah meramalkan, sambaran petir dapat meningkat antara lima persen dan 100 persen, bagi setiap kenaikan satu derajat Celsius temperatur udara global.

Di dalam studi baru tersebut, David Romps dari University of California, Berkeley, dan rekannya memperkirakan dua properti atmosfir, yang dikenal sebagai kemampuan mengapung awan dan pengendapan, secara bersama mungkin menjadi penunjuk terjadinya petir.

Para peneliti itu mengabsahkan hipotesis mereka dalam berbagai pengamatan, dan kemudian menerapkannya dalam 11 model cuaca global. Tujuannya adalah untuk meramalkan peningkatan sambaran petir pada masa depan di seluruh Benua Amerika, wilayah tempat sambaran petir sering terjadi, dan dicatat dengan baik.

Temuan mereka, yang disiarkan pada Kamis (13/11), menunjukkan sambaran petir akan meningkat sebanyak 12 persen, dari jumlah tahunan saat ini sebanyak 25 juta, bagi kenaikan setiap satu derajat Celsius temperatur udara global. Makin banyak sambaran petir berarti makin banyak orang cedera, kata Romps, sebagaimana diberitakan Xinhua, Sabtu (15/11) pagi. Ia memperkirakan jumlah orang yang disambar petir setiap tahun berkisar dari ratusan sampai hampir seribu orang, dan sejumlah orang tewas.

Dampak penting lain dari peningkatan sambaran petir, katanya, ialah makin banyak terjadi kebakaran hutan, sebab separuh kebakaran –dan seringkali yang paling berat untuk ditanggulangi– dipicu oleh petir. Makin banyak sambaran petir juga sangat mungkin menggerakkan makin banyak nitrogen oksida di atmosfir, yang menggerakkan kendali kuat pada kemistri atmosfir.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain