7 April 2026
Beranda blog Halaman 42118

Mendagri Terima Usul DPRD DKI

Jakarta, Aktual.co —Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pihaknya telah menerima usul DPRD DKI Jakarta terkait pengangkatan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur definitif DKI Jakarta.

“Surat dari Ketua DPRD DKI tentang usulGubernur DKI Jakarta sudah diterima Kemendagri. Saya akan melaporkan langsung ke Sekretaris Negara Prayitno besok (Sabtu, 15/11),” kata Tjahjo di Jakarta, Jumat malam (14/11).

Berdasarkan surat dari DPRD DKI Jakarta tersebut, Mendagri berkewajiban meneruskannya kepada Presiden Joko Widodo guna penerbitan Keppres bagi Ahok.

Akan ada dua Keppres yang diterbitkan, yakni pemberhentian Ahok dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan pengangkatannya sebagai Gubernur hingga akhir masa jabatan 2017.

Sementara itu terkait waktu pelantikan, Tjahjo mengatakan, hal itu menjadi wewenang Setneg dalam menentukan kapan pelantikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga 2017.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dodi Riyadmadji menjelaskan bahwa Ahok, sebagai Wagub sekaligus Pelaksana Tugas Gubernur, berhak menduduki posisi nomor satu di Provinsi DKI Jakarta, sesuai dengan perintah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Dalam Perppu tersebut memuat pasal 203 yang menyatakan bahwa dalam hal terjadi kekosongan jabatan Gubernur hasil pilkada berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemda, maka yang menggantikannya sampai dengan berakhir masa jabatan adalah Wakil Gubernur.

Sehingga, lanjut Dodi, dalam hal ini pasal 173 di Perppu tersebut, seperti yang dilontarkan pihak-pihak oposisi Ahok, tidak dapat diterapkan.

“Kalau melihat Perppu Nomor 1 Tahun 2014, itu mengatur pelaksanaan pilkada untuk 2015 yang pemilihannya tunggal yakni hanya memilih gubernur, bupati dan wali kota saja, tanpa wakil (non-paket). Sehingga tidak masuk akal kalau di kasus DKI Jakarta ini mengacu pada pasal 173,” ujarnya.

Keabsahan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga 2017 berlaku setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keppres pengangkatan dan pelantikannya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Forum Jurnalis Aceh Kecam Tindak Kekerasan Polisi Terhadap Wartawan

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Wartawan Aceh yang tergabung dalam Forum Jurnalis Aceh Antikekerasan mengecam tindak kekerasan yang dilakukan kepolisian terhadap wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kecaman tersebut disampaikan dalam unjuk rasa di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (14/11), aksi tersebut diikuti puluhan wartawan dari berbagai media massa.

Unjuk rasa yang berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut sempat menjadi tontonan masyarakat. Dalam aksi tersebut, para pewarta juga sempat melakukan teater jalanan.

Selain itu massa wartawan juga mengusung beberapa spanduk yang bertuliskan kecaman terhadap kepolisian, di antaranya, “Kami Pencari Berita, Bukan Pencari Perkara”.

Reza Nasir, koordinator aksi, mengatakan pemukulan jurnalis di Makassar, Sulawesi Selatan adalah intimidasi terhadap kemerdekaan pers. Oleh karena itu, kasus pemukulan ini harus diusut tuntas.

“Kami jurnalis Aceh mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan kepolisian terhadap wartawan. Tidak seharusnya polisi melakukan tindak kekerasan karena kepolisian merupakan pengayom masyarakat,” kata Reza Nasir, Karena itu, kata Reza Nasir, jurnalis Aceh mendesak Kapolri turun tangan menyelesaikan kasus pemukulan terhadap wartawan. Sebab, hak jurnalis dalam bertugas dan dilindungi undang-undang telah dirampas oleh kepolisian.

“Kapolri harus bertanggung jawab dan segera mencopot Kapolda Sulawesi Selatan serta memproses secara hukum oknum polisi yang telah memukul wartawan,” tegas Reza Nasir.

Kepolisian, lanjut Reza Nasir, kepolisian harus bisa membuktikan bahwa tidak akan ada lagi kekerasan terhadap wartawan. Sebab, tugas-tugas jurnalistik dipayungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers.

“Ini kekerasan pertama yang dilakukan oleh kepolisian terhadap wartawan di era pemerintahan baru sekarang ini. Dan ini sangat memalukan. Kami berharap semoga tidak akan ada lagi kekerasan terhadap wartawan,” kata Reza Nasir.

Tindak kekerasan dialami wartawan terjadi saat demonstrasi di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (13/11), terkait penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Beberapa wartawan menjadi korban dalam aksi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Alwari Makasar Sesali Tindakan Anarkistis Aparat

Jakarta, Aktual.co —Aliansi Wartawan Radio Indonesia (ALWARI) Makassar menyesalkan tindakan anarkis aparat Kepolisian yang melakukan pengrusakan fasilitas Kampus UNM dan penganiayaan pada sejumlah jurnalis.
“Tindakan oknum aparat Kepolisian itu sangat tidak elegan dan anarkis karena melakukan tindakan represif terhadap jurnlis yang sedang meliput demo isu kenaikan BBM,” kata Ketua Alwari Makassar, Fitriyani di Makassar, Jumat (14/11).
Menurut dia, perilaku oknum polisi tersebut tidak menunjukkan bila mereka adalah pengayom masyarakat.
Dia mengatakan, slogan kepolisian selama ini tidak bernilai apa-apa dengan kejadian anarkis di Universitas Negeri Makassar (UNM).
“Saya juga heran, kenapa aparat kita itu menjadi beringas seperti itu? Siapakah yang sebenarnya main hakim sendiri?” katanya.
Berkaitan dengan hal itu, maka Alwari menuntut agar pelaku tindakan anarkisme tersebut segera diproses secara hukum. Begitu pula jika ada mahasiswa yang merusak kampusnya, harus diproses.
Hal itu mengingat bahwa mahasiswa membayar SPP, karenanya jika ada pengrusakan berarti merusak fasilitas sendiri.
“Nah, ini tidak ada sumbangsih apa-apa malah merusak. Harus diusut tuntas siapa pelaku pengrusakan fasilitas kampus UNM dan penganiayaan rekan-rekan Jurnalis yang sedang bertugas,” ujarnya.
Bahkan, kalau perlu lebih transparan lagi, suruh tunjuk siapa yang memberikan perintah pengrusakan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kapolda Sulsel Akan Tindak Anggotanya Yang Terbukti Aniaya Wartawan

Jakarta, Aktual.co — Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Anton Setiadji berjanji kepada seluruh wartawan bahwa tindak penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh anak buahnya merupakan yang terakhir kalinya terjadi.

“Saya berjanji, ini tidak akan lagi terjadi di masa mendatang. Ini terakhir kalinya ada anggota yang menganiaya wartawan dan ini janjiku,” katanya di Makassar, Jumat.

Kepada sejumlah wartawan, dirinya meminta agar melaporkan setiap anggotanya yang melakukan penganiayaan itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) dan selanjutnya ke bagian Profesi dan Pengamanan (Propam).

Anton berjanji hanya akan menindak anggotanya jika memang ada laporan yang masuk dan dilengkapi dengan bukti.

“Kalau memang jelas pelanggaran hukumnya, maka laporkan dan jika ada bukti-buktinya juga serahkan kepada penyidik agar segera diproses,” katanya.

Mantan Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Mabes Polri itu menyatakan sangat mengetahui persis kerja jurnalistik, apalagi wartawan dilindungi Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Selain itu, dirinya mengaku siap bertanggung jawab atas apa yang terjadi di lapangan, di mana dirinya mendapat laporan jika banyak anak buahnya mengejar para wartawan dan menganiayanya serta merusak fasilitas wartawan seperti kamera dan handy camera.

Anton juga membantah kalau dalam insiden pengamanan aksi unjuk rasa yang berakhir bentrok itu ada komando yang memukul rata semuanya termasuk para wartawan yang meliput aksi unjuk rasa tersebut.

“Saya tegaskan tidak ada komando (perintah) seperti itu. Perintahnya jelas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) tetapi menganiaya wartawan itu tidak ada,” katanya.

Sementara itu, dari beberapa wartawan yang mengalami kasus kekerasan dalam bentrokan antara mahasiswa dan polisi, baru seorang yang telah melapor ke polisi. Wartawan yang telah melapor yakni Waldhy, kontributor Metro TV di Makassar.

Kepala Biro Metro TV Makassar Herman Hafsah saat ditemui di sela-sela aksi solidaritas wartawan Makassar di Polrestabes Makassar, menuntut agar pelaku pengeroyokan semua wartawan di Makassar segera diproses.

“Kalau Waldhy sudah melapor langsung kemarin di Polrestabes, di mana karyawan saya mengalami luka robek di pelipis kirinya. Setelah mendapat lima jahitan di lukanya oleh tim medis RS Faisal, Waldhy langsung melapor. Kalau yang lainnya saya belum tahu, tapi kemarin saya ajak ramai-ramai pergi melapor. Kami harap kasus ini segera diproses dan tindak tegas seluruh anggota polisi yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan,” katanya.

‘Kebringasan’ polisi yang sedang bertugas mengawal aksi unjuk rasa penolakan pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Jalan AP Pettarani, depan kampus UNM Makassar, Kamis, berakhir bentrok dengan mahasiswa setelah Wakapolrestabes Makassar AKBP Totok Lisdiarto terluka karena anak panah.

Pascakecelakaan itu, ratusan polisi gabungan langsung mengejar semua mahasiswa hingga ke dalam kampus dan para wartawan yang berada di belakang polisi juga menjadi sasaran amuk para polisi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Purek Unhas Diciduk Saat Pesta Sabu

Jakarta, Aktual.co —Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Musakkir diringkus aparat kepolisian saat “pesta” sabu bersama mahasiswi Nilam di kamar 312 Hotel Grand Malibu, Makassar.

“Ada informasi yang diterima kalau ada pesta narkoba di Hotel Malibu dan anggota yang mendapat laporan itu memastikan ke lokasi kejadian dan mendapati pelaku sedang nyabu di dalam kamar hotel,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Syamsu Arib di Makassar, Jumat (14/11).

Bukan cuma Prof Musakkir yang merupakan guru besar itu tetapi juga dosen lainnya bernama Ismail Alrip SH MKN yang diamankan karena diduga ikut menikmati barang terlarang tersebut.

Bahkan, setelah penangkapan ketiga orang dari kalangan dosen dan mahasiswa Unhas itu, polisi kemudian menggeledah kamar 205 dan menangkap dua orang lagi yakni Syamsuddin (44) dan Ainun (18).

“Karena informasinya yang menggunakan narkoba bukan cuma di satu tempat, tetapi di beberapa kamar, akhirnya kita geledah kamar yang dimaksud dan mendapati mereka lagi nyabu,” katanya.

Syamsu menjelaskan penangkapan Syamsuddin dan Ainum merupakan tindak lanjut dari pengembangan kasus atas tersangka Ito yang merupakan staf Zona Cafe di daerah Daya yang lebih awal diciduk di rumahnya.

Syamsu menjelaskan jika para pengajar yang tertangkap sedang nyabu itu adalah orang terpelajar dengan disiplin ilmu hukum pidana dan bahkan salah satu dari keduanya itu adalah Ketua Lembaga Hukum (LBH) Unhas.

Kuasa hukum keduanya, Acram Mappaona Azis, menegaskan bahwa kedua kliennya yang berasal dari Fakultas Hukum Unhas itu sedang berada di hotel untuk keperluan akademik.

“Klien saya itu berada di hotel karena ada karya ilmiah yang mau dikerjakannya. Awalnya Pak Prof itu sendirian di dalam kamar, kemudian rekannya dan mahasiswanya datang belakangan,” katanya.

Mengenai kliennya terbukti atau tidak, ia menyarankan untuk menunggu hasil penyelidikan polisi karena urine yang bersangkutan masih diperiksa.

Wakil Ketua Senat Unhas Ambo Ala mengaku sudah mendapat informasi terkait tertangkapnya Pembantu Rektor III dan seorang dosen terkait kasus narkoba oleh Satuan Narkoba Polrestabes Makassar itu.

“Senat sudah mendapat infonya. Sementara dibahas oleh Majelis Etik Unhas. Terkait sanksinya, nanti diputuskan oleh komisi. Kita tunggu saja apa hasil penyelidikan polisi,” katanya.

Selain menangkap terduga pengonsumsi sabu, polisi juga menyita dua paket sabu lengkap dengan alat hisapnya serta menyita 1 gram sabu, dua butir ekstasi dan satu alat penghisap sabu (bong).

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Masuk Musim Hujan, Pengawasan Kali Bekasi Ditingkatkan

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai mengintensifkan pengawasan terhadap aliran Kali Bekasi untuk mengantisipasi banjir menyusul dimulainya musim hujan pada November 2014.
“Saat ini kami sudah mulai memasuki lagi musim hujan. Sesuai pengalaman biasanya akan timbul banjir di sekitar bantaran akibat luapan Kali Bekasi,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Agus Dharma di Bekasi, Jumat.
Menurut dia, Kali Bekasi yang merupakan gabungan dari aliran Sungai Cikeas dan Cileungsi merupakan pemicu banjir terparah di wilayah setempat setiap tahunnya.
“Titiknya ada di sekitar Perumahan Pondokgede Permai (PGP), Lottemart Bekasi Selatan, dan Tuluk Pucung Bekasi Utara,” katanya.
Dikatakan Agus, pihaknya juga merasa perlu melibatkan sejumlah petugas bendungan sungai yang selama ini bertanggung jawab atas aliran sungai di Kali Bekasi.
“Kami akan undang petugas Bendung Kali Bekasi dan Katulampa untuk mengintensifkan lagi komunikasi selama musim hujan kali ini,” katanya.
Menurut dia, komunikasi dengan petugas bendung dibutuhkan agar saat terjadi peningkatan debit, petugasbendug terkait bisa segera melepas alirannya menuju hilir dan menghindari potensi banjir yang parah.
Selain itu, pihaknya juga telah membentuk lima kampung siaga berbasis masyarakat untuk emningkatkan pengawasan di lokasi rawan banjir.
“Kampung siaga ini juga ada di sekitar bantara Kali Bekasi yang siap menyampaikan laporan secara berkala seputar kondisi permukaan air Kali Bekasi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain