11 April 2026
Beranda blog Halaman 42139

PB Wushu: Standarisasi Pelatih Tak Berjalan Baik

Jakarta, Aktual.co — Program stadarisasi pelatih yang dicetuskan oleh salah satu anggota Komisi X DPR RI, Yayuk Basuki, ternyata sudah tertera menjadi program Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu (PB Wushu), Iwan Kwok. Dikatakan oleh Iwan, program stadarisasi atlet sudah ada, namun implementasinya yang kurang tepat.

“Program standarisasi sudah aja sejak lama. Tapi tidak berjalan dengan baik, implementasinya tidak tahu seperti apa,” ungkap Iwan ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (14/11).

Lebih jauh disampaikan Iwan, bahwa banyak mantan atlet wushu yang jadi pelatih dan sudah punya sertifikat. Ada juga yang masuk Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) dan Program Indonesia Emas (Prima).

“Banyak yang masuk Disorda dan Prima, tapi bukan jadi pelatih, tapi kerja dibelakang meja,” jelasnya.

Yayuk yang juga mantan petenis nasional, pada saat rapat dengar pendapat antara Komisi X dengan KONI di Gedung DPR RI, Kamis (13/11), sempat menyarankan KONI untuk memiliki standarisasi pelatih.

Menurut Yayuk, lisensi yang dimiliki pelatih sangat penting untuk mendongkrak prestasi olahraga Indonesia.

“KONI harus mempunyai patokan untuk pelatih, baik pelatih lokal maupun luar negeri,” ujar mantan atlet tenis Nasional itu ketika Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan KONI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/11).

“Pengalaman saya ketika melatih di luar negeri, asisten saya ternyata pernah melatih juga di Indonesia. Kalau begitu mendingan pakai pelatih lokal,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Wartawan Di Semarang Gelar Aksi Solidaritas

Semarang, Aktual.co —Puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik maupun online menggelar aksi solidaritas terhadap pemukuluan wartawan di Makasar saat meliput aksi penolakan BBM.

Aksi solidaritas oleh berbagai jurnalis digelar di Bunderan Air Mancur Semarang, Jum’at (14/11).

Aksi dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Para jurnalis yang merupakan gabungan dari Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Semarang, Komunitas Diskusi Wartawan (KDW), Forum Wartawan Peliput Jawa Tengah (FWPJT) dan Perkumpulan Wartawan Indonesia (PWI) Semarang berkumpul di depan air mancur patung kuda Jalan Pahlawan.

Mereka mendesak kepolisian menuntaskan kasus dan menghukum pelaku kekerasan terhadap jurnalis di Makasar. Mereka juga membentangkan sejumlah atribut poster berisi ‘Tolak Kekerasan Terhadap Jurnalis’, ‘Jurnalis Kawan Bukan Lawan’, ‘Pak Polisi Sakitnya Tu Disini’ dan ‘Polisi Jahat’.

“Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan kami yang sama-sama berprofesi sebagai Jurnalis. Perlu diingat, profesi wartawan juga dilindungi undang-undang dan harus dihargai,” ungkap  Ahmad Antoni, salah satu jurnalis media di Semarang.

Menurutnya, dalam aksi kekerasan polisi terhadap yang awak media yang  menyebabkan tujuh jurnalis Makasar terluka sudah adalah imbas oknum polisi gagal memahami UU Pers. Di mana dalam UU No 40 tahun 1999 tentang pers yang dengan jelas melindungi jurnalis dalam bekerja.

“Mereka para oknum polisi yang jelas terlibat harus segera ditindak. Ini agar permasalahan serupa tak terjadi lagi, ” pungkasnya.

Diketahui, aksi brutal terhadap sejumlah jurnalis terjadi saat pengamanan demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi yang dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Kamis 13 November kemarin.

Tak hanya melukai sejumlah wartawan, bahkan sejumlah alat peliputan milik wartawan pun turut disita.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Kampung Apung Berharap Dapat Air Bersih

Jakarta, Aktual.co —Warga RT 10 RW 01 Kelurahan Pluit, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, atau yang biasa disebut Kampung Apung berharap adanya bantuan air bersih karena air di wilayahnya sudah tidak layak.
“Ya semoga ada bantuan air, air disini berwarna kuning juga bau, karena sumur terendam air lumpur,” kata Murni di Kampung Apung, Jumat (14/11).
Murni mengatakan untuk keperluan sehari-hari ia membeli air dengan harga Rp3.000 per dua jeriken dan sehari bisa membutuhkan enam jeriken air.
Ia menambahkan bila ada bantuan air bersih untuk warga Kampung Apung maka uang untuk membeli air dapat dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.
Selain itu Murni juga mengeluh tentang banyaknya nyamuk di wilayah tempat tinggalnya karena air yang selalu menggenangi Kampung Apung.
Ia merasa kasihan bila ada bayi dan anak kecil yang tidak bisa tidur akibat banyak nyamuk yang menyerang.
Menurut warga, Kampung Apung sudah tergenang air sejak tahun 1990 dan banyak warga yang sudah meninggikan rumahnya agar tempat tinggalnya tidak terendam.
Selain itu, juga ada ratusan makam yang terendam air dan tertutup tanaman eceng gondok sehingga ahli waris tidak dapat merawat makam keluarganya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Habiskan 2,6 Miliar Untuk Perbaikan Saluran Air, Kapuk Tetap Banjir

Jakarta, Aktual.co —Proyek senilai Rp 2,6 miliar untuk perbaikan saluran air di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat dinilai hanya buang-buang anggaran besar. Pasalnya perbaikan tersebut tidak memberikan dampak baik dan tidak mampu mengatasi genangan air di kawasan itu. 
Hal tersebut terbukti saat hujan mengguyur Ibukota Jakarta beberapa waktu belakangan, namun jalan tersebut masih mengalami genangan. Bahkan genangan air mampu mencapai ketinggian 25 sentimeter.
Ketua RW 01 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Rinan mengatakan bahwa perbaikan saluran pada sisi sebelah kanan Jalan Kapuk Raya yang lebarnya lebih dari 1,5 meter itu seperti mubazir. 
“Baru hujan sebentar saja sudah tergenang hingga 25 sentimeter, bagaimana nanti pas hujan deras dan lama, bisa setinggi apa banjirnya,” katanya kepada wartawan, Jumat (14/11). 
Saluran air di Jalan Kapuk Raya kata Rinan dikerjakan tahun 2013 lalu. Dan seluruh saluran diganti dengan beton cetakan leter U. Namun sayangnya pengerjaan proyek dinilai asal-asalan. 
“Perbaikan saluran itu juga berdampak pada kondisi Kampung Apung. Lantaran pengerjaannya yang sembarangan, membuat Kampung Apung sampai saat ini tidak kunjung surut. Padahal, rencananya bila saluran sudah bagus, air dari Kampung Apung akan mengalir ke saluran. Tapi nyatanya tetap saja tergenang,” tegas Rinan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kendala Penerapan BBG Menurut Dirjen Migas

Jakarta, Aktual.co — Demand Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap tahun terus meningkat, namun berbanding terbalik dengan ketersediaan. Untuk itu, diperlukan adanya energi alernatif, salah satunya dengan Bahan Bakar Gas (BBG).

Penelitian yang dilakukan Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menunjukkan bahwa dengan pemerintah investasi BBG Rp960 triliun maka selama 25 tahun akan mendapatkan keuntungan Rp1.900 triliun.

“Banyak alternatif yang sebenarnya bisa dilakukan pemerintah untuk menghemat BBM, salah satunya dengan BBG. Kalau pemerintah mau serius dan invest ke BBG senilai Rp960 triliun maka selama 25 tahun benefitnya itu Rp1.900 triliun,” ujar Direktur Utama KPBB Ahmad Safrudin di Hotel Aryaduta Jakarta, Jumat (14/11).

Menanggapi hal tarsebut Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Naryanto Walgimin mengatakan bahwa BBG sebelumnya sudah dilakukan pemerintah, namun saat ini sudah tidak berjalan lagi. Kendalanya yaitu infrastruktur SPBG dan converter kit.

“Dulu sudah dilakukan tapi ya ngga jalan, infrastruktur SPBG kita ngga banyak. Lalu untuk converter kit itu penyedianya ngga mau tanggung jawab kalau ada kerusakan,” pungkasnya.

Seperti diketahui converter kit adalah alat pengalihan BBM ke BBG yang dinilai bisa menjadi alternatif dalam pembatasan subsidi BBM.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kembalikan Fungsi Fasum dan Fasos, Ratusan Lapak Pedagang Tebet Bakal Digusur

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan penertiban terhadap bangunan yang dianggap telah mengganggu fungsi fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).
Kali ini Pemprov DKI melakukan penertiban ratusan lapak pedagang yang berdiri sejak puluhan tahun di bagian barat Taman Honda tepatnya di Jl Tebet Barat Raya RW 07 dan 08 Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Demikian dikatakan Wakil Walikota Jakarta Selatan, Tri Djoko saat melakukan sosialisasi terhadap para pedagang di Jakarta, Jumat (14/11).
“Kita akan terus mengembalikan fungsi lahan terutama fasos dan fasum untuk masyarakat. Dengan menjadikan lahan itu menjadi tempat usaha melanggar Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum dan penataan tata ruang kota yang baik,” katanya.
Menurut Tri, lahan yang berada di depan Rumah Susun (Rusun) Hanum masih terintegrasi dengan kawasan Taman Honda. Karena itu, akan dikembalikan fungsinya sebagai taman serta jalur hijau. 
“Agar dapat menjadi tempat interaksi sosial warga, olahraga dan juga rekreasi,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain