6 April 2026
Beranda blog Halaman 42183

Penyaluran Tiga Kartu Sakti Jokowi Rawan Konflik

Lumajang, Aktual.co —Program 3 kartu sakti unggulan Pemerintahan Presiden Joko Widodo, berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS), akan menimbulkan polemik tersendiri jika tidak dipersiapkan secara matang termasuk validasi dan verifikasi pendatan penerimaannya.

Drs. H. As’at Malik M.Ag, wakil Bupati Lumajang – Jatim ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, pemerintah daerah belum mengetahui mekanisme secara kongkrit bagaimana pendataan, verifikasi dan pendistribusiannya.

“Sejauh ini belum ada rapat ataupun koordinasi terkait rencana penyaluran 3 produk kartu jaminan sosial, pendidikan dan kesehatan dari pemerintah pusat tersebut. Namun, pemerintah daerah seperti kami di Pemkab Lumajang ini berharap bahwa pemberlakuannya dipersiapkan secara matang. Agar jangan terjadi polemik yang dapat berujung terjadinya konflik ditingkat bawah,” katanya.

Karena, menurutnya, berkaca dari penyaluran dana BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM di era pemerintahan Presiden SBY, telah menimbulkan konflik diberbagai Desa. “Sebab, data penerimanya belum akurat betul. Jadi, ada yang memang kondisinya layak menjadi penerima sesuai dengan sasaran, tapi tidak terdata. Begitu pula sebaliknya, ada yang kondisi perkeonomiannya sudah membaik, masih terdata. Ini yang kemudian memicu polemik, hingga sampai ada Desa yang menolak penyaluran dana BLT pada waktu itu, sebelum datanya diperbaiki terlebih dulu,” ungkap As’at Malik.

Fakta inilah, menurut Wabup Lumajang, pemerintah pusat semestinya bisa menunda penyaluran ketiga kartu ‘Sakti’ Jokowi itu sampai tahun berikutnya. Untuk sementara dilakukan persiapan matang, sampai bisa diterapkan dan dilaksanakan dengan baik.

“Kalau menurut saya, jika dipaksakan Tahun 2014, rasanya kok belum siap. Kalau Tahun 2015 mendatang, dengan meng-up grade data program lama, baru bisa diterapkan. Yang penting, kan ada cantolan hukumnya. Sehingga pemerintah daerah juga bisa menopang perencanaan, mensosialisasikan dan mendukung persiapan pelaksanaannya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai

Denpasar, Aktual.co —Nasib nahas menimpa Wayan Agus Rediawan asal Dusun Ketug-ketug, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Bocah 12 tahun yang tengah mandi di sungai malah tewas tenggelam di sungai.

Ceritanya, bocah yang baru duduk di bangku kelas 1 SMP itu hendak mandi di DAM usai berolahraga. Kala itu, hari masih pagi sekira pukul 08.30 WITA. Awalnya, korban tak mau mandi di sungai tersebut. Sebabnya karena ia tak bisa berenang. Sial bagi Agus, teman-temanya memaksa ia ikut nyemplung ke dalam sungai dengan kedalaman mencapai 8 meter tersebut.

Seorang saksi mata, Ketut Dika menjelaskan, kala itu Agus dipaksa oleh teman-temannya untuk berenang. Bahkan, salah seorang teman mereka menggendong Agus untuk menceburkannya.

 “Waktu digendong dia berontak dan terjatuh ke sungai. Sejak itu tak kelihatan lagi di permukaan,” jelas Dika, Rabu (12/11). Sementara itu, peristiwa itu lantas segera dilaporkan kepada pihak berwenang. 10 anggota dari Tim Rescue Basarnas Buleleng datang ikut mencari korban pada pukul 09.30 WITA.

Hingga pukul 12.00 WITA korban belum juga ditemukan. Hingga akhirnya diterjunkan tim penyelam. Bahkan seorang turis asal Australia ikut menyelam mencari korban.

Baru pada pukul 15.00 WITA tubuh akhirnya korban ditemukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Jasad korban dilarikan ke RSUD Buleleng untuk visum. Kondisi air yang keruh dan dingin menjadi kendala kami,” kata regu penyelam, Putu Mangku.

Artikel ini ditulis oleh:

Le Chong Wei Takut Tak Bisa Raih Mimpi

Jakarta, Aktual.co — Pemain bulu tangkis andalan Malaysia, Lee Chong Wei, takut tidak dapat meraih mimpinya menjadi juara dunia dan Olimpiade, menyusul skors akibat gagal dalam tes doping.

“Jika saya di-skors dalam waktu lama, itu akan berdampak pada kesempatan saya menjadi juara dunia pada 2015 dan juga meraih medali emas Olimpiade 2016,” kata Lee dalam wawancaranya kepada New Straits Times, Rabu (12/11).

Pebulutangkis peringkat pertama dunia itu mendapatkan hukuman sementara dan tidak dapat mengikuti kompetisi setelah tes doping, menunjukkan hasil positif kandungan deksametason dan berujung pada penundaan keikutsertaan Lee dalam pertandingan selama dua tahun.

“Hal yang selalu menjadi mimpi saya adalah memenangkan kedua kejuaraan itu. Itu juga menjadi alasan saya terjun dalam bidang olahraga,” kata pebulutangkis berusia 36 tahun itu.

Meski telah meraih peringkat lima dunia bulu tangkis selama bertahun-tahun dan masuk dalam partai final Olimpiade, Lee tidak pernah memenangkan kedua kejuaraan bergengsi dunia itu.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF), pada Selasa (11/11), memutuskan Lee dihukum penundaan keikutsertaan pertandingan karena melanggar aturan anti-doping sementara sebuah panel mempertimbangkan apakah Lee telah melakukan pelanggaran itu.

Hasil uji anti-doping terhadap sampel urin Lee pada Kejuaraan Dunia BWF Agustus di Copenhagen menunjukkan positif.

Lee mengatakan peralihan kejadian-kejadian yang dialaminya seperti sebuah “mimpi buruk” seraya menambahkan “tidak ada cara lain” dia dapat mengkonsumsi obat di luar naungan Institut Olahraga Nasional Malaysia.

“Saya telah menjadi pemain nasional di bawah Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) selama 15 tahun dan saya sangat khusus terkait cedera. Saya selalu berkonsultasi dengan Institut Olahraga Nasional untuk nasehat,” katanya.

Lee mengatakan tidak dapat mempercayai apa yang terjadi dengan dirinya dan selalu kembali ke pertandingan tanpa gagal meski sering kalah.

“Tidak mungkin saya bisa mendapatkan deksametason ke tubuh saya sendiri,” kata Lee.

Artikel ini ditulis oleh:

Satu Napi Kerobokan Asal New Zealand Hirup Udara Bebas

Denpasar, Aktual.co —  Satu narapidana asal New Zealand, Leeza Tracey Ormsby (38) hari ini menghirup udara bebas. Napi tahanan narkotika itu telah usai menjalani masa hukuman 10 bulan penjara lantaran. Leeza divonis 10 bulan penjara dalam kasus kepemilikan narkotika. Dia dijerat pasal 127ayat 1 UU Narkotika.

Kalapas Kelas IIA Kerobokan, Denpasar Sudjonggo menuturkan, saat menjalani hukuman Leeza sempat mendapat remisi 1 bulan penjara. “Kalau dilihat negaranya dia seharusnya pulang ke New Zealand.  Tapi yang lebih tahu Imigrasi. Saat pamitan kepada saya, dia sempat bilang ‘thank you’.  Saya baru bertemu dia itu saja,” kata Sudjonggo, Rabu (12/11).

Sudjonggo mengaku mengatakan kepada Lezza agar jangan sampai ia kembali lagi ke Lapas Kerobokan setelah ia menghirup udara bebas. “Selama di penjara dia ikut kegiatan merajut. Tadi banyak teman-teman dia (napi wanita) yang ikut mengantar sampai ruang registrasi,” katanya.

Leeza sendiri sempat membuat pesta perpisahan kepada teman-temannya. “Makan-makan saja,” imbuhnya. Pantauan di lapangan, Leeza ke luar dari pintu lapas sekira pukul 9.45 WITA. Ia mengenakan baju tanpa lengan motif loreng harimau dan celana 3/4 warna hitam. Ia membawa sebuah koper warna biru dan tas. Leeza lalu dibawa dua orang petugas Imigrasi menuju mobil. Saat ditanya, dia tidak banyak komentar. Leeza hanya bilang ia dalam suasana hati yang senang. “I’m happy,” tuturnya. Setelah itu, ia masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi tengah. “Saya mau tutup pintu,” kata Leeza dalam bahasa Indonesia.

Leeza ditangkap di vila tempatnya menginap di wilayah Dalung, Kuta Utara, Badung. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa hasis 26,97 gram, jenis MDMA (metil dioksi metamfetamin) atau sejenis ekstasi seberat 159,26 gram dan daun kering yang diduga dicampur dengan hasis seberat 0,30 gram.

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Seniman Borobudur Pameran “Seratus Persen Indonesia”

Jakarta, Aktual.co — Sedikitnya 73 seniman kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bersama lainnya berasal dari sejumlah kota, menggelar pameran lukisan dan patung bertajuk “Seratus Persen Indonesia”, 15 hingga 29 November 2014.
“Kami terinspirasi dengan jiwa dan semangat keindonesiaan almarhum Pak Boediardjo. Melalui pameran, kami mengaca kepada semangat keindonesiaan Pak Boed,” kata Ketua Bidang Pameran Seni Rupa Panitia “Mengenang Pak Boed” Yogi Setyawan di Magelang, Rabu (12/11).
Pameran yang digelar di Gandok Saraswati, kompleks Pondok Tingal, sekitar 500 meter timur Candi Borobudur itu, dilakukan para seniman, antara lain dari Borobudur, Magelang, Yogyakarta, Semarang, Solo, Jakarta, Wonosobo, dan Bali. Sekitar 35 di antara semua perupa yang pameran karya itu, tinggal di sekitar Candi Borobudur.
Boediardjo selain sebagai pejuang kemerdekaan, juga pernah memangku berbagai jabatan penting, seperti Atase Udara di Kairo, Mesir (1956-1961), Duta Besar Indonesia untuk Kamboja (1965-1968), Menteri Penerangan (1968-1973), Ketua Dewan Pers (1972), dan Duta Besar Indonesia untuk Spanyol (1976-1979), serta Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan (1980-1985).
Dia juga merintis pembangunan kompleks Pondok Tingal yang antara lain berupa pendopo dan gandok seni, museum wayang, tempat pertemuan, dan penginapan.
Boediardjo wafat 15 Maret 1997 dalam usia 72 tahun, dimakamkan di kampung halamannya di Desa Wanurejo, sekitar satu kilometer timur Candi Borobudur. Pengelola Pondok Tingal hingga saat ini secara rutin menggelar pentas wayang kulit, acara edukatif berupa dolanan dan dongeng anak di tempat tersebut, serta pementasan kesenian rakyat bernama “Padang Rembulan”. Tempat tersebut juga menjadi simpul penting kegiatan seni dan budaya masyarakat kawasan Candi Borobudur.
Yogi yang didampingi personel panitia lainnya, seperti Cipto Purnomo dan Albertus Nurdiyanto, mengatakan berbagai karya yang dipamerkan menebarkan pesan tentang kekayaan Indonesia.
“Pameran ini tidak mengutamakan aliran tertentu, namun berbagai karya aliran lukisan, seperti realis, surealis, dekoratif, abstrak, naif, abstrak-figuratif, dan karikatur, disuguhkan kepada masyarakat umum, termasuk wisatawan Candi Borobudur,” kata Yogi yang juga pengelola Galeri Lukisan “Yogi Stw” di tepi alur Kali Belan, di Dusun Srowol, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Aliran air sungai itu berhulu di Gunung Merapi.
Beberapa lukisan yang dipamerkan, antara lain berjudul “The Blue Temple” (Serli Nafa’a Yuana), “Borobudur Relief” (Tanggol Angien Jatikusumo), “Borobudur di Puncak Merbabu Terlihat dari Gunung Moyeng” (Godod Sutejo), “Felkur” (H. Agus Salim), dan “Atlantik Yang Hilang” (Andri Topo). Jumlah lukisan yang dipamerkan sekitar 100 karya dengan berbagai ukuran.
Beberapa karya patung juga dipamerkan dalam kesempatan yang akan dibuka oleh Dandung Bardo Kahono, putra sulung di antara tujuh anak almarhum Pak Boed itu, antara lain berjudul “The One for Every One” (Atek Deru), “Refleksi Kehidupan” (Septian Puji Andriyanto), dan “Five Thruth” (Yoga Budi Wantoro). Pembukaan pameran antara lain ditandai pementasan tarian rakyat, musik, demo melukis, teater, dan ketoprak.
Rangkaian agenda “Mengenang Pak Boed” (15 hingga 29 November 2014), berupa pameran seni rupa, donor darah, lokakarya penyembuhan holistik, lokakarya seni senam silat, ekshibisi pengolahan dan pameran batu mulia, pentas wayang kulit “Salya Begal” (karya Pak Boed), dongeng bocah, dan dolanan anak.

Artikel ini ditulis oleh:

Sumut Gelar Turnamen Golf Peduli Sinabung

Medan, Aktual.co — Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Sumatera Utara, akan menggelar Tournament Golf Peduli Sinabung, di Royal Sumatera, 15 November mendatang.

Hal itu terungkap dalam audiensi pengurus Golf Indonesia (PGI) Provinsi Sumatera Utara dengan Gubernur Sumatera Utara di Makodim I/BB, jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (12/11).

Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho mengatakan, dirinya mendukung dan mengapresiasi kegiatan amal itu. Gubernur berharap kegiatan itu dapat dimaksimalkan.

“Karena kegiatan ini manfaatnya kan dunia akhirat, saya harap bisa dimaksimalkan,” pinta Gubsu.

ketua PGI Provinsi Sumut, Ichsan Hakim Batubara, didampingi Wakil Ketua yang juga Aster Kodam I/BB, Kolonel Kav Bambang Supardi, Sahala Siagian dan panitia lainnya menyebutkan, 140 peserta akan unjuk ketangkasan dalam tournamen amal ini.

“Acara dimulai pukul 07.00 WIB. Alhamdulillah banyak yang ingin berpartisipasi yaitu anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, juga para pengusaha sudah positif ikut ambil bagian,” kata Ichsan.

Menurut Ichsan, semua dana yang terkumpul dalam penyelenggaraan tournamen, akan disumbangkan untuk kebutuhan pembangunan listrik dan air di relokasi Pengungsi Sinabung. Dana itu akan diserahkan melalui Dansatgas, yakni Dandim Tanah Karo serta Bupati Karo.

Sementara, Wakil Ketua Panitia Kolonel Bambang menambahkan pembangunan Listrik dan pengadaan air bersih dilokasi relokasi pengungsi itu rencananya akan diresmikan oleh Presiden.

“Begitu presiden nantinya akan resmikan tempat Relokasi maka listrik sudah ada juga air bersih,” katanya.

Setiap peserta, sambungnya akan dibebankan biaya sebesar Rp25 Juta dan diharapkan dana yang terkumpul bisa tercapai Rp10 M ditambah nantinya lelang suara Gubsu, Pangdam, Kapolda, Kejati, dan lainnya. “Target kita Listrik harus sudah masuk di Relokasi,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain