4 April 2026
Beranda blog Halaman 42198

Kadin: Dirut Pertamina Harus Miliki Kompetensi Migas

Jakarta, Aktual.co —   Pencalonan Direktur Utama (Dirut) Pertamina menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan. Wakil Ketua Kadin bagian Perdagangan, Chris Kanter mengatakan pihaknya akan mendukung siapapun calon Dirut Pertamina yang baru. Namun, menurutnya dirut Pertamina haruslah seseorang yang memiliki kompetensi di sektor migas.

“Saya mendukung siapapun calon Dirut Pertamina yang baru. Kriteria yang jelas untuk pemimpin perusahaan minyak sebesar Pertamina haruslah orang yang berkompeten di bidangnya, minyak dan gas,” ujar Chris di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Rabu (12/11).

Lebih lanjut Chris menjelaskan tentang pemilihan Dirut yang terkesan tertutup, dirinya enggan memberikan komentar.

“Pokoknya mau itu proper test nya terbuka atau tertutup urusan pemerintah. Yang penting, Dirutnya kompeten dan bisa bertanggung jawab. Untuk nama calonnya siapa saya ngga tahu tuh,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Aktual.co, nama-nama calon Dirut Pertamina dari eksternal yang sedang menjalani Fit and Proper di PT DDI adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso, (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto, (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom).

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean, Rinaldi  adalah orang yang bermasalah pada saat menjadi Dirut Telkom terkait kasus Pengadaan Internet Kecamatan. Dimana pada saat itu ia bersama dengan Arief Yahya yang sekarang sudah jadi menteri, keduanya tidak mampu menyelesaikan pekerjaan internet kecamatan.

Lain halnya dengan Menteri BUMN Rini Soemarno, ketika dikonfirmasi bahwa sejumlah kalangan mempertanyakan sosok Rinaldi Firmansyah menjadi Kandidat Dirut Pertamina, dirinya menjawab bahwa yang diutamakan adalah kemampuan sebagai pemimpin, bukan kemampuan teknis.

“Yah kan nanti dianalisa total, dilihat minimal yang utamanya adalah kemampuannya sebagai pemimpin. Tehnikalnya atau kemampuan teknisnya itu bisa di dapat, tapi kemampuan memimpin dan integrasi itu sangat penting,” ujar Rini.

Rini menegaskan, analisa utama adalah keberanian untuk melakukan perubahan, integrasinya bersih atau tidak, kemampuannya memimpin serta karakter nasionalis yang berarti harus memikirkan kepentingan bangsa.

“Kalau teknis itu bisa dibeli,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sambut Investor, Ignatius Jonan Permudah Perizinan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan hari ini menjadi salah satu pembicara dalam US Invesment Summit. Acara tersebut diselenggarakan oleh Kamar Dagang Amerika Serikat (AmCham) dan organisasi-organisasi bisnis Indonesia.

Dalam pidatonya yang dibeberkannya hari ini, Rabu (12/11) Jonan mengatakan bahwa perizinan di Indonesia harus disederhanakan. Selain itu Jonan juga mengatakan dirinya welcome dengan investor.

“Saya tadi menyampaikan tentang mempersingkat perizinan. Ada yang mau bikin izin itu sampai tiga tahun, ini kan tidak efisien. Selain itu juga tentang usaha supaya transportasi jadi lebih baik. Investor datang silakan, saya welcome asal sesuai peraturan. Karena kalau mengandalkan APBN saja tidak akan cukup,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK Lelang 42 Barang Sitaan Hasil Korupsi

Jakarta, Aktual.co —  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang 42 unit barang hasil sitaan dari kasus-kasus korupsi, di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (12/11). 
“Bukan barang rampasan tahanan, tapi barang yang statusnya dirampas untuk negara melalui putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa melalui pesan singkat, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/12).
Menurut Priharsa, kegiatan lelang ini dilakukan setidaknya satu tahun sekali.
Ada 42 barang sitaan yang dilelang KPK. Barang-barang tersebut ada yang berupa handphone dengan berbagai merk, laptop merk Toshiba, netbook merk Fujitsu, dan proyektor bermerk Toshiba. Harga limit yang diajukan juga beragam. Tergantung jenis barang yang dilelang.
Lelang tersebut dibuka untuk umum. Sebelum pelaksanaan lelang, peserta diminta menyerahkan uang jaminanlelang sejumlah yang tertera di daftar barang. Uang jaminan tersebut berbeda-beda pada setiap barang. Kisaran uang jaminan itu antara Rp 20.000 sampai dengan Rp 300.000.
Bagi pemenang lelang diwajibkan melunasi harga lelang serta biaya lelang sebesar dua persen. Pelunasan tersebut paling lambat diberikan pada lima hari kerja setelah disahkan sebagai pemenang lelang.
Jika tidak dilunasi, maka pemenang lelang akan dianggap wanprestasi dan uang jaminannya akan disetorkan ke kas negara. Selain itu, peserta tersebut juga akan dimasukkan ke dalam daftar hitam lelang.
Uang hasil lelang, kata Priharsa, akan diserahkan ke kas negara. Setoran tersebut akan diserahkan dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Gitaris Carlos Santana Pakai Batik di Video Klipnya

Jakarta, Aktual.co — Dalam video musik yang berjudul Saideira ada yang menarik perhatian saat kita menontonnya. Video yang diposting pada 1 Mei 2014 lalu ini menampilkan sang gitaris handal musisi Carlos Santana dalam balutan setelan baju batik Indonesia! 
Ia tampil begitu memukau sambil memainkan gitar PRS-nya. Selain itu baju batik yang ia kenakan juga membuat kita sebagai warga Indonesia menjadi makin bangga. Karena batik menjadi pilihan modelnya dalam video musiknya. Tak hanya itu, 
Pada kolom komentar para penggemar sangat antusias dengan penampilan Santana yang berbatik itu. Salah satunya pengguna bernama Ciska yang berkomentar, “Sebagai orang Indonesia, aku benar-benar bangga dan tersanjung dengan Santana, seorang gitaris jenius mengenakan batik Indonesia, Viva Indonesia! Viva Santana!”
Santana sebelumnya juga pernah memakai batik dalam video klip lain berjudul Into The Night. Video yang merupakan kolaborasinya bersama Chad Kroeger ini rilis tahun 2007 silam. Anda bisa melihatnya dalam video clip musiknya yang sudah diunggah dalam internet atau youtube. Dikutip dari Informasi spesial, Rabu (12/11).

Komisi III DPR Tanggapi Konflik TPI

Jakarta, Aktual.co — Sengketa kepemilikan TPI, menuai tanggapan dari DPR RI, tanggapan itu muncul dari Ketua Komisi III Azis Syamsudin.
Kata Politisi Golkar itu menilai Mahkamah Agung tidak dapat memeriksa perkara TPI yang tengah berlangsung di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).
“Perkara yang ditangani BANI seharusnya tidak boleh diperiksa MA,” ungkapnya.
Kata Azis Syamsudin, hal tersebut melanggar kompetensi absolut yang dimiliki pengadilan BANI.
Sekedar diketahui, sengketa kepemilikan saham TPI masih dalam proses penyelesaian di BANI. Hal itu sudah tertuang dalam nota kesepakatan pihak PT Berkah dengan pihak Siti Hardiyanti Rukmana. Namun, sengketa ini masuk ke ranah pengadilan umum hingga Mahkamah Agung (MA)

Artikel ini ditulis oleh:

Kebijakan Pelarangan Motor, Ini Saran Pengamat

Jakarta, Aktual.co —Pengamat kebijakan publik Aidil Akbar menyarankan Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya untuk memperhatikan beberapa hal sebelum mulai memberlakukan kebijakan pelarangan sepeda motor melintasi Bundaran HI hingga Jalan Medan Merdeka Barat pada Desember mendatang. 
Pertama, perlu ada pengkajian mengenai pengalihan arus bagi pengendara motor. 
Karena Akbar menilai kemungkinan tidak semua pengendara motor bersedia untuk memarkirkan kendaraannya di gedung dan menggunakan kendaraan umum atau bis tingkat gratis.
Kedua, perlu diperhatikan lahan parkir yang mudah diakses. Ketiga memperhatikan kesiapan akomodasi seperti bis tingkat.
“Bis tingkat kalau mau diberdayakan boleh saja, asalkan diperhatikan kapasitasnya mencukupi atau tidak. Kalau mencukupi ya bisa saja dimaksimalkan, tetapi saya lihat sejauh ini masih kurang,” ujarnya.
Penyediaan bis tingkat yang hanya 10 unit menurutnya memang belum mencukupi untuk menampung para pengendara sepeda motor yang terkena dampak pemberlakuan kebijakan itu nantinya.
“Memang susah jika Pemprov mengeluarkan kebijakan seperti itu. Belum tentu efektif jika tidak ada kesiapan yang efektif mengenai akomodasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang mengatakan akan menyediakan bis tingkat gratis sebagai bentuk ‘kompensasi’ atas diberlakukannya kebijakan pelarangan sepeda motor melintasi Bundaran HI sampai Jalan Medan Merdeka Barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain