4 April 2026
Beranda blog Halaman 42200

Targetkan Pembangkit Listrik 35.000 MW, ESDM Maksimalkan Potensi Batubara

Jakarta, Aktual.co — Dalam waktu lima tahun ke depan, Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan meningkatkan rasio sambungan listrik (elektrifikasi) hingga 99 persen. Setiap tahunnya, pemerintah akan meningkatkan rasio elektrifikasi minimal tiga persen.

“Kebutuhan listrik sampai tahun 2022 bakal meningkat signifikan sehingga perlu menambah pembangkit listrik. Saat ini, pemerintah telah menargetkan akan membangun pembangkit listrik mencapai 35 ribu mega watt (mw),” ujar  Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman di Jakarta, Rabu (12/11).
 
Salah satu langkah yang akan menjadi andalan untuk mencapai target tersebut adalah dengan memaksimalkan potensi batubara. Indonesia memiliki banyak cadangan pasokan batubara sehingga lebih layak diperhitungkan untuk dipergunakan.

“Pasokan batubara yang melimpah sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Diperkirakan hingga 10 tahun kedepan, batubara akan tetap menjadi pemasok utama bahan bakar pembangkit di Asia Tenggara,” tambahnya.

Ada beberapa faktor yang harus tetap diperhatikan dalam pemakaian batubara sebagai bahan bakar pembangkit, yakni keamanan pasokan, keekonomian dan lingkungan. Salah satu yang selalu menjadi sorotan terhadap penggunaan batubara sebagai bahan bakar terutama adalah faktor lingkungan.

“Ini harus diperhatikan juga, karena batubara menghasilkan emisi yang cukup besar, karena itu harus dicari dan dikembangkan teknologi untuk mengurangi emisi, sambil menunggu pengembangan energi baru terbarukan” kata dia.

Hingga saat ini, rasio elektrifikasi Nasional mencapai angka 82 persen, yang lima tahun sebelumnya hanya 65 persen. Sehingga, target rasio elektrifikasi dalam lima tahun kedepan naik hingga 99 persen masih bisa terjangkau.

Untuk melakukan target tersebut, pemerintah telah berkomitmen untuk memangkas proses perizinan dalam pembangunan pembangkit listrik. Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah terkait infrastruktur seperti jalan.
“Kalau infrastruktur jalan terutama di wilayah pelosok sudah dibangun, tentunya akan memudahkan untuk membangun jaringan kelistrikan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke luar negeri dalam rangka menghadiri pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), mengajak para pengusaha dan pemerintah negara-negara sahabat untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satu program yang ditawarkan yakni investasi di bidang pembangunan pembangkit listrik.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

AKSES: BUMN Terjebak Utang Rp3.110 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto meminta fungsi BUMN dikembalikan sesuai filosofinya yakni melayani kepentingan masyarakat terutama dalam penyediaan barang publik (public goods).

“Ini jadi persoalan mendasar karena saat ini BUMN kita cenderung hanya nomenklatur semu. Masyarakat awam selama ini banyak yang tidak tahu kalau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kita itu beberapa di antaranya tidak lagi dimiliki oleh negara secara de facto,” kata Suroto di Jakarta, Rabu (12/11).

Menurut dia, walaupun belum diprivatisasi, sebetulnya secara de facto sudah didominasi kepemilikannya dan juga kepentingannya oleh orang-perorangan dan bahkan didominasi oleh investor asing.

AKSES mendata jumlah BUMN hingga tahun 2013 sebanyak 139 Perusahaan dengan otal aset BUMN pada laporan keuangan akhir tahun 2013 sebanyak Rp4.082 triliun.

“Namun dari total aset tersebut, nilai ekuitas kita tinggal Rp972 triliun. Jadi BUMN kita terjebak pada utang sebesar Rp3.110 triliun,” katanya.

Oleh karena itu ia menilai saat ini nama milik negara dalam BUMN hanya nomenklatur semata, tapi sebetulnya beroperasi untuk kepentingan para kreditor dan juga investor asing.

“Kita harus merevisi kembali Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN yang sudah kapitalistik dan tidak jelas lagi misinya itu,” katanya.

Pihaknya menilai bisnis BUMN harus kembali difokuskan pada layanan public goods. Selain itu fungsi dan kinerja Kementerian BUMN sebagai kuasa pemegang saham juga harus diawasi.

“Jangan sampai mereka itu hanya jadi penjaga malam yang membiarkan perampasan aset kita terjadi meskipun perampasan sebetulnya juga sudah terjadi. Saham BUMN kita yang terlisting di Bursa Efek sudah banyak yang terdelusi hingga 90 persen. Itu artinya kita sudah tidak bisa lagi mengendalikan apa yang kita miliki,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Amir-Kasmin Jalani Pemeriksaan Intensif KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka kasus suap penanganan sengketa Pilkada Lebak, di Mahkamah Konstitusi Amir Hamzah dan Haji Kasmin.
Mereka bakal menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasusnya. “Keduanya bakal menjalani pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Rabu (12/11).
Amir Hamzah sudah tiba di KPK sekitar pukul 10.30 WIB. Mengenakan jaket cokelat, tak ada sedikitpun komentar yang diberikan Amir Hamzah terkait pemeriksaannya sebagai tersangka, termasuk kemungkinan langsung ditahan usai pemeriksaan.
Ini merupakan pemeriksaan pertama‎ keduanya dalam status sebagai tersangka. Belum didapatkan informasi apakah Amir Hamzah dan Kasmin akan langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan.
Amir Hamzah dan Kasmin ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK mengembangkan kasus suap Pilkada Lebak. Kasus itu mulanya menjerat empat orang, yakni Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan, Susi Tur Andayani dan Akil Mochtar.
Namun, dalam perjalanan kasus terkuak bahwa Amir Hamzah ikut berperan aktif dalam upaya menyuap Akil. Amir diketahui terus mendorong Atut dan Wawan untuk membantu pendanaannya dalam upaya memberikan suap terhadap Akil yang saat itu masih menjadi Ketua MK.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Ilmuwan Temukan Kuburan Massal Bayi Zaman Es di Alaska

Jakarta, Aktual.co — Para arkeolog yang bekerja di daerah terpencil di pedalaman Alaska telah menemukan situs kuburan massal bayi dan janin muda dari zaman es, yang diyakini sebagai jasad termuda yang ditemukan di Amerika pada masa kuno itu.
Makam tersebut yang ditemukan dari penggalian merupakan bayi-bayi dari zaman es yang diperkirakan berasal dari 11.500 tahun lalu, sehingga memberi pencerahan baru mengenai cara penguburan orang-orang kuno yang bermukim di hulu Sungai Matahari.
Kerangka utuh dalam jumlah besar ditemukan dalam makam dengan terowongan berbentuk melingkar disertai sejumlah “jimat-jimat” seperti tanduk dan dua proyektil batu yang semuanya dihias dengan warna merah oker.
Temuan dilakukan oleh para peneliti yang dipimpin Ben Potter, seorang arkeolog dari Universitas Alaska, tahun lalu.
Dalam makalah yang disiarkan Senin melalui laporan Jurnal Ilmiah National, tim peneliti mempelajari kerangka dan gigi dari satu bayi yang meninggal sesaat setelah dilahirkan, sedangkan jasad lain yang diperiksa adalah janin yang telah cukup umur.
Situs itu merupakan temuan situs termuda dari masa Plesitosen yang pernah ditemukan di AS dan satu-satunya tempat pemakaman pra-kelahiran dari masa tersebut.
Dari sepasang jasad yang ditemukan, diyakini sebagai perempuan, terukubur sedalam 40 cm, tertimbun jasad yang dikremasi dari seorang anak berumur 3 tahun yang telah ditemukan lebih dulu oleh tim di situs itu pada 2010.
“Dua bayi dikubur dengan disertai barang-barang dan satu bayi yang dikremasi, mewakili pengenalan mengenai jasad manusia di sub-artik Amerika Utara, dan memberi bukti bahwa masyarakat setempat pada masa itu sudah memiliki kebiasaan penguburan dengan penghormatan,” tulis para ilmuwan.
Tim yang meliputi pula Joel Irish dari Universitas John Moores, Liverpool, menyatakan bahwa situs itu memiliki kesamaan dengan cara pemakaman di daerah lain pada zamannya, termasuk dikelilingi terowongan melingkar, benda-benda jimat dan warna merah oker.
Para arkeolog meyakini bahwa proyektil batu yang dilekatkan di atas tanduk merupakan senjata dan memperlihatkan bahwa unsur perburuan sangat penting dalam upacara penguburan.
Mereka yang mencatat bahwa ikan dan mainan kecil memenuhi situs tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Jokowi Seperti Gadis yang Sedang Menelanjangi Diri untuk Persilakan Semua Laki-laki Menjamahnya

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Sidik menyayangkan Presiden Joko Widodo tidak menyampaikan visi dan sikap politik Indonesia terkait kerjasama regional Indonesia dalam forum resmi maupun tidak resmi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).
Menurut dia, tawaran kerjasama dan investasi dengan para aktor besar dan presentasi di forum CEO lebih mengambarkan visi presiden sebagai “marketing officer”.
Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan, bila dikaitkan dengan gagasan poros maritim yang bermakna membuka wilayah perairan Indonesia kepada pemain-pemain besar dunia, bisa berakibat jebolnya pagar wilayah kedaulatan maritim sebagai pintu masuk ke Indonesia.
Sementara wilayah daratan Indonesia akan jadi bancakan investor infrastruktur dari perusahaan-perusahaan multinasional asing. 
“Ini bisa berbahaya. Deklarasi Djuanda yang menegaskan pengakuan PBB terhada wilayah NKRI bisa porak-poranda. Harus diingat bahwa dalam forum APEC meski fokus pada isu ekonomi tapi sarat dengan kebijakan dan kepentingan politik negara pemain besar,” kata Mahfudz dalam keterangan tertulis, Rabu (12/11).
Bahkan dirinya mengatakan jika paparan presiden yang “full marketing” namun minim kebijakan politik seperti gadis yang sedang menelanjangi diri untuk persilakan semua laki-laki menjamahnya atas nama investasi.
Mahfudz mengingatkan, berdasarkan konstitusi dan UU Perjanjian Internasional, kebijakan-kebijakan luar negeri pemerintah yang fundamental dan berimplikasi luas harus dikonsultasikan lebih dulu dengan DPR.

Artikel ini ditulis oleh:

Energy Watch: Rinaldi Orang Gagal dan Bermasalah

Jakarta, Aktual.co — Mencuatnya nama mantan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Rinaldi Firmansyah sebagai kandidat kuat Direktur Utama PT Pertamina menuai berbagai kritikan. Pasalnya, Rinaldi dinilai merupakan sosok yang tidak paham mengenai sektor minyak dan gas.

Pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean menilai, sosok Rinaldy Firmansyah merupakan orang yang telah terbukti gagal dan bermasalah.

“Kabarnya memang Rini Soemarno sangat menginginkan Rinaldi Firmansyah jadi calon Dirut pertamina, saya heran kenapa Rini malah lebih suka memilih orang yang gagal dan bermasalah,” kata Ferdinand kepada Aktual.co, Rabu (12/11).

Menurutnya, Rinaldi adalah orang yang bermasalah pada saat menjadi Dirut Telkom terkait kasus Pengadaan Internet Kecamatan yang sudah menjadi kasus Hukum. Dimana pada saat itu ia bersama dengan Arief Yahya yang sekarang sudah jadi menteri, keduanya tidak mampu menyelesaikan pekerjaan internet kecamatan.

“Aneh ketika orang gagal dan bermasalah didorong jadi Dirut Pertamina yang besar,” jelasnya.

Kendati demikian, Ferdinand tidak menafikan jika Rinaldi memang gemilang dalam hal ekonomi. Akan tetapi, kata dia, Pertamina sekarang butuh sosok yang paham seluk beluk permainan dunia migas dan terutama harus  mengerti tentang energy secara makro karena tidak boleh lagi hanya fokus pada minyak tapi pada gas dan energy lain. Syarat paling mutlak adalah harus berani hadapi mafia.

“Saya melihat kedekatan Rinaldi pada Sofyan Djalil dan Rini justru menempatkan Rinaldi sebagai bagian dari permainan mafia,” tukasnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno membenarkan bahwa memang nama Rinaldi masuk ke dalam bursa kandidat Dirut Pertamina. Dikatakannya bahwa nama-nama yang masuk nominasi nantinya akan di analisa.

“Yah kan nanti dianalisa total, dilihat minimal yang utamanya adalah kemampuannya sebagai pemimpin. Tehnikalnya atau kemampuan teknisnya itu bisa di beli, tapi kemampuan memimpin dan integrasi itu sangat penting,” ujar Rini saat ditanyai mengapa mencalonkan Rinaldi sebagai kandidat Bos Pertamina, padahal Rinaldi tidak paham dunia migas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Aktual.co, nama-nama calon Dirut Pertamina dari eksternal yang sedang menjalani Fit and Proper di PT DDI adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso, (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto, (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain