13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42215

AS Pembeli Terbanyak Nonmigas Bali 2014

Jakarta, Aktual.co —  Enam dari sepuluh mata dagangan ekspor nonmigas Bali terbanyak dikapalkan untuk memenuhi permintaan konsumen masyarakat Amerika Serikat (AS), sehingga 22 persen devisa daerah ini diperoleh dari negeri Paman Sam ini.

“Amerika Serikat masih tercatat sebagai konsumen terbanyak membeli aneka barang kerajinan dan nonmigas Bali lainnya termasuk hasil laut selama tahun 2014,” kata Nyoman Sudiana, pengusaha dan eksportit aneka barang kerajinan Bali, di Denpasar, Jumat (31/10).

Enam dari sepuluh besar produk nonmigas Bali yang diekspor itu adalah pakaian jadi bukan rajutan, kerajinan berbahan baku kayu, aneka kerajinan dari kain perca, dan produk daging serta ikan olahan Bali yang sebagian besar memasuki pasar AS.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali dalam laporannya menyebutkan, perolehan devisa nonmigas Bali selama Agustus 2014 mencapai 38,9 juta dolar AS, sekitar 8,5 juta dolar AS atau 22 persen di antaranya dibeli konsumen asal AS.

Berdasarkan data tersebut, pakaian jadi bukan rajutan hasil karya para perajin Bali yang laku selama Agustus 2014, bernilai 4,5 juta dolar AS, hampir 18,42 persen dijual kepada konsumen AS.

Begitupula perabotan rumah tangga, patung berbahan baku kayu produksi Pulau Dewata terbanyak diperdagangkan ke negeri Paman Sam yakni 39,07 persen dari seluruh devisa yang dihasilkan sebesar 8,7 juta dolar AS.

Sedangkan daging dan ikan olahan produksi industri dari Bali menghasilkan devisa 7,7 juta dolar AS, hampir 23 persen di antaranya dibeli konsumen AS, menyusul sisanya dibeli negara lainnya di dunia.

Konsumen asal Jepang mengimpor mata dagangan nonmigas Bali terbanyak kedua setelah AS, dengan nilai 3,7 juta dolar AS selama Agustus 2014, bertambah 12,5 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2013 hanya 3,2 juta dolar AS.

Konsumen Jepang mengeluarkan devisa hampir 30 persen dari realisasi ekspor ikan dan udang daerah Bali dalam memenuhi permintaan konsumen asal negeri matahari terbit itu, dari nilai seluruhnya sebanyak 7,7 juta dolar AS selama Agustus 2014.

Dari sepuluh mata dagangan ekspor nonmigas Bali yang memasuki pasar luar negeri selama Agustus 2014, ada sejumlah mata dagangan mengalami kenaikan dalam perolehan devisanya, tetapi ada juga yang berkurang.

Secara keseluruhan hasil perdagangan nonmigas Bali selama Januari–Agustus 2014 bernilai 352 juta dolar AS, sebanyak 75 juta dolar AS di antaranya hasil perdagangan dari AS, menyusul Jepang menyumbang 44,1 juta dolar AS, dan Singapura di urutan ketiga dengan perolehan devisa 33 juta dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Laba BCA Kuartal III Capai Rp12,2 Triliun

Jakarta, Aktual.co — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada kuartal III 2014 mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,2 triliun atau meningkat 17,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp10,4 triliun.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa kinerja laba bersih perseroan didorong dari peningkatan pendapatan operasional pada periode kuartal III 2014 sebesar 22,9 persen menjadi Rp30,1 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya Rp24,5 triliun.

“Pencapaian kinerja perseroan itu merupakan hal positif. BCA berhasil mempertahankan kinerja yang solid di tengah periode transisi politik maupun perlambatan ekonomi ,” ujarnya di Jakarta, ditulis Jumat (31/10).

Ia mengatakan bahwa sebagai respon terhadap tantangan perlambatan ekonomi dan transisi politik yang ditandai dengan pelantikan pemerintahan baru, BCA tetap fokus pada penerapan manajemen risiko yang “prudent” guna mencapai pertumbuhan kredit yang berkualitas, serta pada saat yang sama mendorong transaksi melalui “elektronic delivery channel” yang berbiaya lebih rendah.

Di tengah perlambatan ekonomi, lanjut dia, pendanaan BCA yang solid berhasil dipertahankan dengan dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp432 triliun, naik 7,9 persen dibandingkan kuartal III 2013.

“BCA senantiasa fokus pada keunggulan inti serta mempertahankan pertumbuhan kredit yang sehat,” katanya.

Jahja Setiaatmadja mengemukakan portofolio kredit BCA pada kuartal III 2014 tercatat meningkat 10,6 persen menjadi Rp330,7 triliun. Pertumbuhan kredit terutama berasal dari kredit pembiayaan bisnis yang berkontribusi 85,5 persen dari total pertumbuhan portofolio kredit.

“Kredit korporasi tercatat Rp112,5 triliun pada akhir September 2014, naik 13,7 persen. Sementara kredit komersial dan UKM tumbuh 11,8 persen menjadi Rp128,5 triliun, kredit konsumer tumbuh 5,4 persen menjadi Rp89,7 triliun,” paparnya.

Jahja Setiaatmadja menambahkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) berada di 75,9 persen dan “secondary reserves” tercatat sebesar Rp74,3 triliun atau 17,2 persen terhadap total dana pihak ketiga pada akhir September 2014.

“Untuk rasio kredit bermasalah tetap di level rendah yaitu 0,7 persen. Rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 17,2 persen pada akhir September 2014, naik dibandingkan periode sama tahun 15,8 persen, itu mempertegas posisi permodalan BCA masih sehat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Batan: Uranium Mamuju Dilirik Australia dan Perancis

Jakarta, Aktual.co —  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengakui jika kandungan uranium yang terdapat di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, telah dilirik oleh dua negara yakni Australia dan Perancis.

“Semenjak kandungan Uranium tersiar luas maka sejak itu pula ada dua negara yang telah melakukan pendekatan ke Batan. Sebetulnya, banyak negara-negara lain yang melirik Uranium, hanya saja terbentur dengan aturan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran,” kata Kepala Batan Prof Dr Djarot Sulistio Wisnubroto dalam keterangan persnya di kantor gubernur setempat, ditulis Jumat (31/10).

Menurut dia, aturan UU tersebut telah mempersempit ruang gerak bagi pemodal untuk melakukan pengelolaan tambang Uranium.

Bahkan kata dia, upaya melakukan revisi terhadap UU yang mengatur ketenaganukliran itu telah dilakukan. Hanya saja, dengan berbagai pertimbangan maka pemerintah dan DPR belum menyetujuinya.

“Mungkin saja aturan ini sengaja diperketat agar negara kita yang memiliki kandungan Uranium disimpan untuk tidak dikomersilkan pengelolaan dengan negara lain, tetapi diperuntukkan kebutuhan dalam negeri untuk dinikmati anak cucu kita dimasa depan,” ungkap Djarot.

Djarot menyebutkan, kandungan Uranium ini bukan untuk dikomersialkan, tetapi untuk pembangunan bangsa ini.

“Kandungan uranium di Mamuju tidak akan dikomersialkan setelah dilakukan penelitian tetapi untuk digunakan bagi kemajuan pembangunan bangsa,” jelasnya lagi.

Pengelolaan nuklir di Sulbar akan diarahkan untuk pembangunan bidang lain dalam rangka memajukan perekonomian negara dengan membangun produksi pertanian, perkebunan peternakan dan perikanan.

“Kerja sama yang dilakukan dengan pemerintah di Sulbar untuk memanfaatkan uranium untuk kemajuan pembangunan bangsa ke depan dengan meningkatkan produksi pertanian, pertanian perkebunan peternakan dan perikanan,” katanya.

Ia juga mengingatkan, agar masyarakat Sulbar tidak perlu takut akan dampak radiasi kandungan Uranium sepanjang belum dikelola dengan cara yang tidak benar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Gelar Sidang Paripurna Tandingan, Quorum KIH Dipertanyakan

Jakarta, Aktual.co —Di tengah hujan kritikan yang ditujukan kepada fraksi partai koalisi Indonesia hebat (KIH) bahwa tidak dewasa berdemokrasi, mengangkangi konstitusi pun dilontarkan elit politik maupun akademisi atas respon keputusan membuat parelemen tandingan.
Pun demikian, sepertinya tidak menyurutkan langkah kumpulan partai pendukung pemerintah ini untuk terus berjalan, salah satunya dengan menggelar sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR RI, Jumat (31/10) hari ini.
Lalu apa dasar hukum yang digunakan kubu KIH di Parlemen untuk tetap menggelar sidang Paripurna pemilihan pimpinan DPR versi mereka?
Pasalnya, Ahli Hukum Tata Negara, Prof. Jimly Asshiddiqie sempat mengatakan bahwa parlemen tandingan tidak pernah dikenal dan tidak pernah ada di dalam sistem ketata negaraan Indonesia. Artinya, tidak ada landasan hukum yang memberikan ruang untuk dibentuknya hal itu.
Bahkan, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengatakan jika pemikiran pembentukan parlemen tandingan itu bentuk ilegal dan makar.
Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai jika sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR versi KIH tidak akan sah. Alasannya, sudah jelas dari hitung-hitungan jumlah kursi di DPR RI, tidak memenuhi quorum.
“Jumlah mereka kan tidak lebih dari 40%. Jika begitu adanya tidak dapat menggelar sidang paripurna,” ucap Ray kepada aktual.co, di Jakarta, Jumat (31/10).
Untuk diketahui, dalam agenda pemilihan pimpinan versi KIH ini, setidaknya sejumlah nama dalam satu paket calon pimpinan sudah dibuat,  dengan komposisi Ketua Pramono Anung, Wakil Ketua Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua Syaifullah Tamliha, Wakil Ketua Patrice Rio Capella dan Wakil Ketua Dossy Iskandar.
Seperti apa suasana rapat paripurna yang rencanannya akan digelar pukul 09.00 WIB nanti?

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Andy Abdul Hamid

MNC: IHSG Berpeluang Rebound Seiring Penguatan Bursa AS

Jakarta, Aktual.co —  Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (31/10), MNC Securities memperkirakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 5.037-5.111.

“IHSG prediksi indeks berpeluang rebound seiring penguatan bursa AS,” kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya, Jumat (31/10).

Namun, Edwin juga mengatakan kuatnya pertumbuhan ekonomi AS bisa menjadi ‘batu sandungan’ kepada IHSG dan rupiah, karena ketika The Fed meningkatkan suku bunga, akan semakin banyak pula investor asing yang kembali ke bursa AS.

“Pola Hammer terbentuk atas IDX mengindikasikan munculnya profit taking,” ujarnya.

Adapun sejumlah saham yang layak dibeli pada hari ini adalah ADHI, CTRA, TLKM, KLBF, PTPP, BBRI, BMRI, UNTR, dan PGAS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kompolnas Minta Penghina Presiden Tak Dipidana

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Mabes Polri terus melakukan penyidikan kasus pencemaran nama baik terhadap Presiden Joko Widodo, dan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri melalui akun media sosial facebook dengan tersangka Mohammad Arsyad (MA).
Terkait hal tersebut, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala berharap kasus ini tak berlanjut karena yang dilakukan pelaku sebelum Jokowi jadi presiden.
Adrianus mengatakan, ketika itu MA melakukan tindakan penghinaan kepada Jokowi sebelum jadi presiden. Saat itu Jokowi masih warga biasa sehingga bisa jadi sasaran penghinaan oleh siapapun.
“Setelah tanggal 20 Oktober, Jokowi bukan orang biasa lagi. Telah melekat pada diri kehormatan seorang presiden. Tidak perlu pidana, cukup untuk memberikan awareness termasuk kepada masyarakat lain,” kata Adrianus kepada Aktual.co, Jakarta, Kamis (30/10).
Lebih jauh Adrianus mengungkapkan, sebelum Jokowi jadi presiden, banyak orang yang biasa menghina Jokowi. Dan sampai saat ini, banyak yang tergoda untuk membuat karikatur yang menghina.  Dia berharap agar Presiden Jokowi turun untuk menyudahi kasus ini. Apalagi ini masih di awal pemerintahannya.
Sementara itu Direktur Dirtipideksus Mabes Polri Brigjen Pol Kamil Razak mengatakan, Muhammad Arsad sendiri yang membuat dan mengedit foto seronok Jokowi dan Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Arsad kemudian menyebarnya melalui Facebook bernama Arsyad Assegaf.
“MA ditangkap karena dia memuat, menyebarkan dan memperbanyak gambar pornografi (Jokowi-Megawati),” kata Kamil Razak di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10).
Atas perbuatannya, lanjut Kamil, pria yang berprofesi sebagai tukang tusuk sate itu disangkakan melanggar UU Pornografi dengan Pasal Pornografi sesuai UU Nomor 44 Tahun 2008 dengan ancaman 12 Tahun Penjara. Tak hanya itu Polri juga melapisi dengan UU KUHP Pasal 310, 311 soal pencemaran nama baik.
Sebelumnya, seorang tukang tusuk sate Muhammad Arsad ditangkap Mabes Polri Kamis pekan lalu karena mengunggah gambar editan telanjang berwajah Joko Widodo (Jokowi) ke media sosial Facebook. Diketahui, pihak yang melaporkan Arsad adalah PDI Perjuangan, Hedri Yosodiningrat pada Juli 2014.
Razak mengatakan, kasus ini tetap lanjut meskipun tersangka telah meminta maaf. Namun polisi mengembalikan kasus ini kepada Presiden Jokowi. “Pelaku sudah minta maaf, itu silahkan urusan pelaku sendiri. Kita tidak melakukan inisiasi. Ini kembali pada kebijakan pak Jokowi,” kata Razak.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain