6 April 2026
Beranda blog Halaman 42247

MNC: IHSG Masih Dilanda Tekanan Jual

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11), MNC Securities memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia akan bergerak di kisaran 4.935-4.994.

“Diprediksi indeks masih akan dilanda tekanan jual pada hari ini,” kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya, Selasa (11/11).

Menurutnya, pola Six Black Crows terbentuk atas IDX mengindikasikan Bearish Continuation.

Adapun sejumlah saham yang layak dibeli pada hari ini adalah PTPP, BMRI, TLKM, ADHI, UNTR, WIKA dan UNVR.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PKS Berharap Golkar Tak Keluar dari KMP

Jakarta, Aktual.co — Politikus PKS Zulkieflimansyah mengatakan, siapapun nanti yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang baru, dirinya berharap partai bentukan Presiden Soeharto itu agar tetap berada di Koalisi Merah Putih (KMP).
Sebab, Ketua Umum Golkar yang sekatang, Aburizal Bakrie adalah ketua presidium KMP.
Dirinya mengakui jika banyak partai, termasuk Golkar, setiap ada perubahan kepemimpinan, maka ada perubahan kebijakan.
“Saya berharap ada proses baru di Golkar (Golkar tetap di KMP),” kata anggota DPR RI ini dalam sebuah acara di televisi Nasional, Selasa (11/11).
Menurut dia, dengan Golkar tetap di KMP sebagai penyeimbang yang kuat di Parlemen, maka akan bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“KMP akan menjadi check and balances yang profesional bagi pemerintahan Presiden Jokowi.”
Sebagaimana diketahui, Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IX pada Januari 2015. Salah satu mata acara dalam Munas tersebut adalah memilih ketua umum untuk periode mendatang.
Sampai saat ini sudah ada beberapa kader Golkar yang digadang-gadang menjadi calon ketua umum, seperti Agung Laksono, MS Hidayat, Priyo Budi Santoso, Zainudin Hambali, Airlangga, Agus Gumiwang, dan Hajrianto Tohohari.
Selain tujuh orang tersebut, incumbent Aburizal Bakrie dikabarkan juga maju sebagai calon ketum Golkar.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Jokowi Harus Segera Cari Pengganti Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakaan, Presiden Joko Widodo harus segera menetapkan pengganti Kapolri, setelah dirinya menunjuk Jaksa Agung baru nanti.
Hal itu sebagai salah satu realisasi harapan rakyat Indonesia dalam penegakan hukum.
“Setelah menetapkan Jaksa Agung yang baru, Jokowi-JK harus segera menetapkan pengganti Kapolri,” kata dia melalui keterangan tertulis, Selasa (11/11).
Dia mengatakan, Kapolri dan Jaksa Agung yang baru akan mengimbangi kinerja Menteri Hukum dan HAM, serta Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan yang baru. Sehingga, diharapkan para pejabat baru ini bisa bersinerji dan saling melengkapi serta tidak ada ketimpangan satu sama lain dalam membangun sistem hukum di pemerintahan Jokowi-JK.
“IPW berharap Jokowi-JK memilih figur profesional untuk Jaksa Agung dan Kapolri. Khusus untuk Jaksa Agung sebaiknya bukan dari kalangan partai maupun kalangan internal kejaksaan. Sehingga Jaksa Agung dan Kapolri bisa agresif memburu para pengemplang pajak, mafia pajak, mafia proyek, mafia migas, mafia hukum, dan mafia lainnya serta para koruptor yang selama ini menggerogoti kekayaan negara.”
“Kejaksaan dan Polri harus diarahkan pemerintahan Jokowi-JK bisa mengimbangi dan melengkapi kinerja KPK selama ini. Sehingga ke depan para koruptor dan penjarah kekayaan negara bisa diberantas. Apa artinya Revolusi Mental jika para mafia dan koruptor masih mengkoptasi negeri ini,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Menurut Penelitian, Perasaan Ada Hantu Berasal dari Pikiran Manusia

Jakarta, Aktual.co — Pernahkah Anda merasa ada hantu di sekitar lingkungan Anda? menurut sebuah penelitian, perasaan seseorang tentang adanya hantu – sebuah perasaan bahwa seseorang ada di dekat Anda ketika tidak ada sorang pun di ruangan – terletak pada pikiran
menurut penelitian tersebut, para ilmuwan mengungkapkan, mereka telah mengidentifikasi bagian otak yang bertanggung jawab untuk menghasilkan sensasi-sensasi seram.
Dr Giulio Rognini dari Swiss Federal Institute of Technology (EPFL) mengatakan: “Sensasi tersebut sangat jelas. Mereka merasa kehadiran seseorang tetapi tidak bisa melihatnya.”
Dia menambahkan perasaan seperti itu umum dirasakan mereka yang mengalami kondisi ekstrim, seperti pendaki gunung dan penjelajah dan orang-orang dengan beberapa kondisi neurologis, antara lain.
Para peneliti meneliti otak dari 12 orang dengan gangguan saraf yang telah dilaporkan merasakan kehadiran hantu. Mereka menemukan bahwa semua pasien tersebut memiliki beberapa jenis kerusakan pada bagian otak yang berhubungan dengan kesadaran diri, gerakan dan posisi tubuh dalam ruangan.
Kondisi otak yang jadi bingungDi ilmuwan selanjutnya, para ilmuwan meneliti 48 relawan yang sehat, dimana sebelumnya relawan tersebut tidak mengalami aktivitas paranormal,d an merancang percobaan untuk mengubah sinyal saraf di wilayah-wilayah tersebut pada otak mereka. 
Mereka menutup mata para relawan dan meminta mereka untuk memanipulasi robot dengan tangan mereka. Ketika mereka melakukan ini, robot lain mengikuti gerakan-gerakan ini di punggung para relawan. Ketika gerakan terjadi di bagian depan dan belakang tubuh relawan pada waktu yang sama, mereka tidak melaporkan ada yang aneh.
Namun ketika ada jeda antara waktu gerakan, sepertiga dari peserta melaporkan ada kehadiran hantu di ruangan, dan beberapa merasa ada hingga empat penampakan di sana.
Dua dari partisipan merasa sensasi tersebut sangat aneh, sehingga meminta agar percobaan dihentikan. Para peneliti mengatakan bahwa interaksi yang aneh dengan robot untuk sementara mengubah fungsi otak di daerah yang terkait dengan kesadaran diri dan persepsi posisi tubuh.
Tim peneliti percaya ketika orang merasakan kehadiran hantu, otak menjadi bingung: otak salah memahami posisi tubuh dan mengidentifikasi itu sebagai tubuh orang lain. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Current Biology. Dikutip dari laman berita BBC, Senin (10/11). 

Van Dijk Nilai Evan Dimas adalah Pemain Hebat

Jakarta, Aktual.co — Penyerang Tim Nasional (Timnas) senior Indonesia, Sergio Van Dijk menilai mantan kapten Timnas U-19, Evan Dimas Darmono, sebagai seorang pemain yang hebat dan berbakat.

“Dia (Evan) pemain hebat, terlihat dari caranya bermain,” katanya seusai mengikuti sesi latihan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, ditulis Selasa (11/11).

Sergio menilai Evan Dimas memiliki bakat yang hebat dan memiliki visi bermain sepak bola yang baik.

Pemain naturalisasi tersebut berharap, kelak Evan Dimas bisa menjadi pemain yang bisa bermain di salah satu klub ternama di Eropa atau di Asia.

“Saya dengar dia mendapat tawaran dari klub Jepang, itu bagus untuk dia, ” tambahnya.

Selama beberapa hari berlatih dengan Evan, Sergio menganggap Evan Dimas memiliki teknik yang bagus, baik itu tendangan dan teknik mengolah bola.

“Dia memiliki pasing yang baik, dan saat berlatih, dia sempat membuat gol,” kata Sergio yang saat ini membela salah satu klub di Thailand.

Sebelumnya Evan Dimas bersama enam pemain timnas U-19, di antaranya Maldini Pali, Ilham Udin, dan Paolo Sitanggang telah dipanggil oleh Pelatih Timnas senior Indonesia Alfred Riedl untuk mengikuti pemusatan latihan di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang.

Dari enam pemain tersebut tersisa hanyalah Evan Dimas yang dipersiapkan oleh Riedl jelang Piala AFF 2014 yang akan diselenggarakan di Vietnam.

Sedangkan menurut Asisten pelatih Wolfgang Pikal, Evan Dimas memiliki peluang yang besar untuk dimainkan saat bertemu Timor Leste pada Selasa, (11/11) di Stadion GBK.

Artikel ini ditulis oleh:

Seleksi Jaksa Agung, Pengamat Sarankan Jokowi Libatkan Polisi dan Kejagung

 Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan tidak hanya melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menelisik rekam jejak calon pejabat negara. Untuk itu, Jokowi diminta turut serta melibatkan institusi penegak hukum lainnya, untuk menyeleksi calon pejabat negara yang akan membantunya dalam pemerintahan hingga lima tahun kedepan.
Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA Uchok Sky Khadafi menilai, pelanggaran yang dianggap melawan hukum bukan hanya sekadar tindak pidana korupsi, tetapi juga termasuk pidana umum lainnya. Oleh karena itu Uchok meminta kepada bekas Walikota Solo itu untuk melibatkan dua lembaga penegak hukum yakni Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung), guna men-tracking calon pejabat tersebut.
“Tindak pidana umum seperti narkoba, pelecehan, dan kejahatan lainnya juga temasuk pelanggaran yang harus dihindari pejabat negara. Jadi presiden perlu melibatkan Kejaksaan dan Polri,” kata Uchok kepada Aktual.co, Jakarta, Senin (10/11).
Bahkan kata Uchok, bukan hanya lembaga-lembaga negara saja yang perlu ikut dilibatkan. Pasalnya, keterlibatan lembaga negara ini sarat dengan kepentingan politik, sehingga masukan atau saran dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk menentukan pejabat yang akan diangkat.
“Apalagi data rekam jejak ini yang memberikan masyarakat. Maka sangat tidak adil bila rekam jejak hanya dilihat dari satu sisi saja. Masyarakat juga perlu dilibatkan,” ujarnya.
Mantan anggota DPR periode 2009-2014 Nudirman Munir berpendapat, Jokowi harus meminta clearance (surat bersih) dari Polri dan Kejaksaan Agung. Hal itu guna memastikan bahwa rekam jejak pejabat negara seperti menteri dan calon Jaksa Agung bersih dari segala perkara yang melanggar hukum.
“Jadi, bukan cuma dari KPK dan PPATK untuk memastikan pejabat negara itu bersih dari korupsi. Pidana umum lainnya juga perlu disoroti,” kata Munir.
Menurut dia, clearance dari Polri dan Kejagung sangat perlu, sehingga pejabat yang ditunjuk tidak menimbulkan persoalan ketika menjabat di pemerintahan selama lima tahun ke depan. “Ranah tindak pidana umum lain sangat luas. Mulai dari kasus narkoba, pencemaran nama baik, pelecehan perempuan, penipuan, penggelapan dan lainnya,” ujarnya.
Clearance dari kedua lembaga penegak hukum tersebut bisa diberlakukan secara surut untuk para anggota kabinet yang sudah dipilih dan dilantik oleh Presiden. Terlebih pada calon Jaksa Agung, agar mereka bisa bekerja dan tidak terbebani oleh berbagai persoalan. “Ini sekaligus ujian bagi para pejabat untuk benar-benar jujur kepada Presiden dan rakyat sebagai pemilik kedaulatan dalam artian sesungguhnya,” jelasnya.
Sebelumnya presiden Joko Widodo telah menunjuk KPK dan PPATK, sebagai lembaga yang dipercaya menelusuri rekam jekak para menteri Kabinet Kerja. Bahkan, dikabarkan Jokowi juga akan melakukan hal serupa dalam menseleksi calon Jaksa Agung.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain