5 April 2026
Beranda blog Halaman 42266

Jusuf Kalla Dianggap Plt Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam pidatonya menyebut Jusuf Kalla bukan sebagai Wakil Presiden, namun Pelaksana tugas (Plt) Presiden.
“Wakil Presiden saja sudah sibuk luar biasa, apalagi sekarang Pelaksana tugas Presiden,” kata Zulkifli saat membuka kegiatan Cerdas Cermat MPR RI, di gedung Nusantara V gedung Parlemen, Jakarta, Senin (10/11).
Kehadiran Jusuf Kalla di Gedung Nusantara V MPR/DPR ini dalam rangka membuka lomba Cerdas Cermat MPR RI. Jusuf Kalla duduk didampingi oleh pimpinan MPR di urutan paling depan, saat mendengarkan sambutan dari Zulkifli Hasan.
Zulkifli yang juga politikus PAN itu mengatakan jika JK adalah Plt Presiden, lantaran saat ini Presiden Joko Widodo sedang berada di luar negeri, untuk menghadiri tiga agenda internasional, yaitu Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Beijing, Tiongkok, G-20 Summit di Brisbane, Australia dan ASEAN Summit di Myanmar.

Artikel ini ditulis oleh:

Fraksi KMP di DPRD Diminta ‘Lawan’ Arogansi Mendagri

Jakarta, Aktual.co —Gerakan Masyarakat Jakarta meminta fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih di DPRD DKI untuk tidak mengalah begitu saja dengan tafsiran Perpu no 1 tahun 2014 versi Mendagri Tjahjo Kumolo yang meminta pelantikan Plt Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dilakukan pada 18 November 2014.
Dikatakan penasehat GMJ, Habib Rizieq, apa yang dilakukan Mendagri bisa dibilang sebagai bentuk arogansi kekuasaan.
Tak hanya itu, dia juga mengingatkan kalau Ahok tetap dilantik pada 18 November nanti, maka bukan tidak mungkin akan terjadi gesekan di masyarakat Jakarta.
“Jangan sampai mendagri menggunakan arogansi kekuasaan. Kalau begitu nanti masyarakat di bawah akan menggunakan arogansi kedaulatan,yang akan menimbulkan hal – hal yang tidak kita inginkan. Kami minta dengan sangat KMP tidak menerima pelantikan, dan kami dukung KMP kalau melantik Gubernur tandingan, sampai ada rekonsiliasi yang jelas dimana Ahok tidak diterima,” tegasnya, di DPRD DKI, Jalan kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (10/11).
Lebih lanjut Rizieq menjelaskan andaikata Ahok dilantik dengan arogansi kekuasaan Mendagri, maka KMP berhak melakukan hak angket dan hak Interplasi. Karena apa yang disampaikan GMJ ini sesuai konstisional.
Dia pun mewanti-wanti apabila terjadi pelantikan dengan sepihak berdasarkan arogansi kekuasaan dari Kemendagri maka GMJ tidak bisa menjamin apabila DKI Jakarta tidak kondusif.
“Kami tidak main-main makin hari makin serius. Jangan sampai mereka marah. Suasana kondusif sangat berpengaruh. Kita tidak mau nanti Ahok dilantik masyarakat di bawah melakukan arogansi kedaulatan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, surat yang dilayangkan Mendagri Tjahjo Kumolo pada 28 Oktober lalu agar DPRD DKI segera melantik Ahok jadi Gubernur DKI definitif dianggap gegabah dalam menafsirkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (perpu) no 1 tahun 2014.
Di mana Rizieq menilai Tjahjo gegabah menafsirkan Perpu no 1 tahun 2014 dengan menggunakan Pasal 203 yang menjelaskan apabila terjadi kekosongan gubernur maka wakil gubernur mengisi jabatannya sesuai UU 32.
“Sedangkan Gubernur Jokowi diangkat dengan Undang-Undang 29 tahun 2007. Jadi jangan menafsirkan secara sepihak, tidak boleh ada pejabat publik menafsirkan perundang-undangan untuk mementingkan politik sepihak,” ujarnya.
Dengan memaksakan tafsiran atas Perpu tersebut untuk memerintahkan pelantikan Ahok segera dilakukan, Rizieq menilai Mendagri telah melakukan arogansi kekuasaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Meme Lucu Film AADC Ajak Serta Kota Bekasi

Jakarta, Aktual.co — Film legendaris Ada Apa Dengan Cinta (AADC) yang telah dibuatkan sekuelnya, menemukan antusias banyak penggemarnya di Indonesia. Banyak sekali yang penasaran dengan lanjutan film tersebut setelah sebelumnya menceritakan tentang perpisahan antara Cinta dan Rangga di Bandara.
Terlepas dari rilisnya film lanjutan AADC yang berdurasi 10 menit, beberapa gambar lucu menarik perhatian akhir-akhir ini. Banyak sekali gambar-gambar sindiran lucu yang dibuat oleh para meme ini dengan adegan-adegan komunikasi yang dilakukan antara Rangga dan Cinta.
Seperti yang diketahui bahwa film ini disponsori oleh salah satu palikasi chatting paling dikenal, maka dari itu mereka memakainya untuk membuat gambar-gambar dan kata-kata menghibur dengan menggunakan tokoh film lanjutan AADC ini. Bahkan kota Bekasi yang sedang di bully pun ikut bermain dalam adegan lucu di beberapa gambar.

Kemendagri Tergesa dan Arogan, Tentukan Ahok Dilantik 18 November

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Dalam Negeri dianggap terlalu tergesa-gesa menyatakan pelantikan Plt Gubernur Basuki Thaja Purnama (Ahok) dilantik pada 18 November nanti.
Disampaikan penasehat Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) Habib Rizieq Sihab, surat yang dilayangkan Mendagri Tjahjo Kumolo pada 28 Oktober lalu agar DPRD DKI segera melantik Ahok jadi Gubernur DKI definitif itulah yang dianggapnya gegabah dalam menafsirkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (perpu) no 1 tahun 2014.
Di mana Rizieq menilai Tjahjo gegabah menafsirkan Perpu no 1 tahun 2014 dengan menggunakan Pasal 203 yang menjelaskan apabila terjadi kekosongan gubernur maka wakil gubernur mengisi jabatannya sesuai UU 32.
“Sedangkan Gubernur Jokowi diangkat dengan Undang-Undang 29 tahun 2007. Jadi jangan menafsirkan secara sepihak, tidak boleh ada pejabat publik menafsirkan perundang-undangan untuk mementingkan politik sepihak,” ujarnya, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (10/11).
Dengan memaksakan tafsiran atas Perpu tersebut untuk memerintahkan pelantikan Ahok segera dilakukan, Rizieq menilai Mendagri telah melakukan arogansi kekuasaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Prof Edi Swasono: Jangan Pilih Dirut Pertamina Tak Pro Blok Mahakam

Jakarta, Aktual.co — Guru Besar Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia, Prof. Sri Edi Swasono mengatakan agar direktur utama (Dirut) PT Pertamina haruslah orang pro terhadap persoalan Blok Mahakam. Salah satunya, mampu mengambil peran pengelola Blok Mahakam oleh Pertamina.
“Kalau dia (dirut Pertamina) tidak pro terhadap Mahakam itu ditarik menjadi pertamina, jangan dipilih,” kata dia disela-sela acara diskusi bertajuk ‘Kembalikan Mahakam’, di Ruang GBHN, Gedung Nusantara V, di Jakarta, Senin (10/11).
Oleh karena itu, sambung dia, Presiden Jokowi harus memilih orang yang tepat untuk memberikan jabatan Dirut Pertamina. Terutama yang benar-benar mampu melakukan nasionalisme Blok Mahakam tersebut.
“Dirut (Pertamina) yang baru harus pro dengan Makaham. Harus menasionalisme mahakam, kalau tidak gombal itu,” tandas dia.
Seperti diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Aktual.co, nama-nama calon Dirut Pertamina dari eksternal yang sedang menjalani Fit and Proper di PT DDI adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso, (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto, (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom). (Baca: Rifnaldi Firmansyah Calon Dirut, Pertamina Hancur).
Kabarnya, calon kuat dalam bursa kandidat tersebut adalah Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut di-endorse langsung oleh  Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Wapres Jusuf Kalla. Sementara lima nama lain hanya sekedar pembanding.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Akademisi: Rinaldi Firmansyah Tidak Layak Jabat Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Mencuatnya nama mantan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Rinaldi Firmansyah sebagai kandidat kuat Direktur Utama PT Pertamina menuai berbagai kritikan. Pasalnya, Rinaldi dinilai merupakan sosok yang tidak paham mengenai sektor minyak dan gas.

Pengamat Politik Energi dan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun mengatakan bahwa secara substansial sosok Rinaldi bukanlah orang yang memahami dunia migas dan problem-problem bisnis yang ada di sektor migas.

“Menurut saya, secara substansial sebetulnya Rinaldi tidak paham tentang Migas. Mengingat dia sebelumnya hanya merupakan dirut Telkom yang jelas tidak ada hubungannya dengan Migas,” kata Ubedillah ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (10/11).

Selain itu, lanjutnya, jika melihat rekam jejaknya, jelas Rinaldi bukanlah orang yang paham akan permasalahan bisnis yang ada di sektor migas.

“Meski mungkin secara manajerial dia mampu berada di posisi tertinggi Pertamina, tapi patut diperhatikan juga bahwa Rinaldi merupakan sosok yang sangat politis. Nilai nasionalismenya diragukan dan cenderung neolib,” ujarnya.

Menurutnya, akan sangat berbahaya ketika Dirut perusahaan plat merah sekaliber Pertamina memiliki karakter yang politis. Tentu itu akan berdampak negatif bagi perusahaan.

“Karena akan ada conflict of interest. Jelas dia syarat akan kepentingan  apalagi seperti diketahui dia di endorse oleh Rini Soemarno dan Jusuf Kalla,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan telah melakukan tahapan uji fit and proper terhadap para calon Direktur Utama Pertamina dalam beberapa hari terakhir. Fit and Proper di berlakukan ke seluruh Direksi yang ada sekarang dan plus ada 6 calon eksternal Direksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Aktual.co, nama-nama calon Dirut Pertamina dari eksternal yang sedang menjalani Fit and Proper di PT DDI adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso, (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto, (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom). Kabarnya, calon kuat dalam bursa kandidat tersebut adalah Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut diendorse langsung oleh  Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Wapres Jusuf Kalla. Sementara lima nama lain hanya sekedar pembanding.

Untuk melakukan uji fit and proper, Rini juga dikabarkan telah menunjuk PT. Daya Dimensi Indonesia (DDI), perusahaan manajemen konsultan berlokasi di Mega Kuningan untuk memberikan penilaian calon direksi Pertamina.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain