5 April 2026
Beranda blog Halaman 42267

Akademisi: Rinaldi Firmansyah Tidak Layak Jabat Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Mencuatnya nama mantan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Rinaldi Firmansyah sebagai kandidat kuat Direktur Utama PT Pertamina menuai berbagai kritikan. Pasalnya, Rinaldi dinilai merupakan sosok yang tidak paham mengenai sektor minyak dan gas.

Pengamat Politik Energi dan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun mengatakan bahwa secara substansial sosok Rinaldi bukanlah orang yang memahami dunia migas dan problem-problem bisnis yang ada di sektor migas.

“Menurut saya, secara substansial sebetulnya Rinaldi tidak paham tentang Migas. Mengingat dia sebelumnya hanya merupakan dirut Telkom yang jelas tidak ada hubungannya dengan Migas,” kata Ubedillah ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (10/11).

Selain itu, lanjutnya, jika melihat rekam jejaknya, jelas Rinaldi bukanlah orang yang paham akan permasalahan bisnis yang ada di sektor migas.

“Meski mungkin secara manajerial dia mampu berada di posisi tertinggi Pertamina, tapi patut diperhatikan juga bahwa Rinaldi merupakan sosok yang sangat politis. Nilai nasionalismenya diragukan dan cenderung neolib,” ujarnya.

Menurutnya, akan sangat berbahaya ketika Dirut perusahaan plat merah sekaliber Pertamina memiliki karakter yang politis. Tentu itu akan berdampak negatif bagi perusahaan.

“Karena akan ada conflict of interest. Jelas dia syarat akan kepentingan  apalagi seperti diketahui dia di endorse oleh Rini Soemarno dan Jusuf Kalla,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan telah melakukan tahapan uji fit and proper terhadap para calon Direktur Utama Pertamina dalam beberapa hari terakhir. Fit and Proper di berlakukan ke seluruh Direksi yang ada sekarang dan plus ada 6 calon eksternal Direksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Aktual.co, nama-nama calon Dirut Pertamina dari eksternal yang sedang menjalani Fit and Proper di PT DDI adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso, (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto, (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom). Kabarnya, calon kuat dalam bursa kandidat tersebut adalah Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut diendorse langsung oleh  Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Wapres Jusuf Kalla. Sementara lima nama lain hanya sekedar pembanding.

Untuk melakukan uji fit and proper, Rini juga dikabarkan telah menunjuk PT. Daya Dimensi Indonesia (DDI), perusahaan manajemen konsultan berlokasi di Mega Kuningan untuk memberikan penilaian calon direksi Pertamina.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sore Nanti, Ahok Bahas KHL dengan Perwakilan Buruh

Jakarta, Aktual.co —Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan membuka dialog dengan para buruh yang belum puas dengan penetapan angka Komponen Hidup Layak (KHL) DKI sebesar 2,5 juta.
Sore nanti, kata Ahok, dirinya akan menemui perwakilan buruh guna berdiskusi mengenai penetapan KHL yang diketok Kamis lalu (6/11).
“Harusnya mereka gak demo, nanti saya mau terima mereka 15 orang. Sore mau ketemu mereka, saya udah kasih waktu diskusi sama mereka yang katanya mau ngasih masukan,” ujar Ahok di Balai Kota, Senin (10/11).
Ahok mengatakan penetapan KHL yang sekitar Rp 2,5 juta tidak bisa diganggu gugat. Namun, jika para buruh masih memiliki alasan kuat untuk menaikkan UMP, maka Ahok bersedia menerima untuk berdiskusi.
“Kalau tuntutan mereka yang tetep gak bisa kan kita udah punya rumus-rumusnya. Kalau mereka masih kasih alasan untuk naikan gaji aja, kita hrs diskusi dan debat. Tapi tetep UMP DKI sebulan ini harus putus setelah 10 persen dari KHL yaitu Rp 2,5 juta,” ujarnya.
Sebagai informasi, meskipun KHL sudah ditetapkan Kamis lalu, para buruh tetap melakukan demo untuk menuntut UMP DKI sesuai dengan keinginan mereka yaitu sekitar Rp 3,2 juta. 
Menurut buruh, hanya satu item yang disepakati untuk diganti pada rapat yang digelar pada Kamis kemarin, yakni dari terigu ke mie instan. Tapi, banyak item lainnya seperti teh, kopi, dan rekreasi yang sebenarnya belum disetujui oleh buruh.

Artikel ini ditulis oleh:

Agun Tuding DPP Golkar Bikin Skenario untuk Percepat Munas

Jakarta, Aktual.co — Politikus Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie memiliki skenario mempercepat pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IX Golkar dari rencana sebelumnya, awal Januari 2015 menjadi akhir November 2014.
“Dalam skenarionya mereka akan menggelar munas pada tanggal 27 November di Bandung,” kata Agun melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (10/11).
Dia menjelaskan DPP Partai Golkar telah melakukan rapat konsultasi nasional yang memutuskan bahwa penyelenggaraan rapimnas akan dilakukan di Yogyakarta tanggal 17-19 November 2014.
Dalam rapimnas tersebut sejatinya akan ditentukan waktu dan lokasi penyelenggaraan Munas IX Golkar. Namun, kata dia, sebelum rapimnas tersebut berlangsung, DPP Partai Golkar merencanakan rapat konsultasi nasional dengan para Ketua DPD I Golkar di Bali, untuk memastikan dalam rapimnas di Yogyakarta tercapai kesepakatan penyelenggaraan munas dipercepat menjadi akhir November 2014.
“Para Ketua DPP saat ini sudah dimintakan bahan laporan pertanggungjawaban di munas, yang dalam skenario mereka memang akan dipercepat,” kata dia.
Agun berpandangan bahwa langkah tersebut adalah upaya mau menang sendiri dengan cara-cara yang tidak demokratis.
Dalam rapat konsultasi dengan Ketua DPD I Golkar juga akan dipersiapkan bahan munas yang bakal diputuskan di rapimnas, dimana persyaratan untuk dapat maju menjadi ketua umum harus mendapatkan dukungan 10 DPD provinsi, dan 30 persen DPD kabupaten/kota.
“Jelas ini cara-cara penakut, yang tidak siap berlaga, dengan memotong kesempatan orang lain, agar dapat menyelonong sendirian, ujung-ujungnya aklamasi,” kata dia.
Agun menyatakan, Selasa (11/11) dirinya bersama Inisiator Gerakan Regenerasi Kemepimpinan lain, akan bertemu dengan Dewan Pertimbangan dan para calon ketua umum untuk mendesak diadakan rapat pleno DPP, guna membahas dan memutuskan waktu serta jadwal munas yang sesuai dengan AD/ART, dimana munas tidak hanya memilih ketua umum, tetapi juga memutuskan hal-hal strategi berkenaan dengan tantangan lima tahun kedepan masa depan partai Golkar, pemerintahan dan Negara menuju Cita cita Proklamasi 1945.

Artikel ini ditulis oleh:

Negosiator Kubu KIH: Ada Dua Cara Selesaikan Polemik di DPR

Jakarta, Aktual.co — Politikus PDIP yang juga negosiator dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) Pramono Anung mengatakan, ada dua cara untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di parlemen antara KIH dan KMP.
“Pertama, dilakukan perubahan UU MD3, cara kedua mengubah peraturan tentang Tata Tertib DPR. Pokok permasalahannya adalah keterwakilan anggota dewan di AKD dan badan,” kata Pramono disela-sela kunjungannya ke DPR RI bersama Bendahara umum PDIP, Olly Dondokambey untuk bertemu dengan pimpinan DPR.
Dirinya mengatakan, dari proses panjang kedua pihak saling menghargai dan tidak direndahkan. Suara di parlemen secara perlahan bisa diturunkan. 
Menurut dia, yang menjadi pemicu terjadinya polemik di DPR antara kubu KIH dan KMP mengenai keterwakilan anggota dewan di tiap alat kelengkapan dewan dan badan.
Dia pun memastikan tidak ada pemekaran AKD dan badan termasuk perubahan pimpinan AKD dan badan yang sudah terpilih tidak akan diubah lagi. Tapi yang akan diubah penambahan jumlah pimpinan di AKD dan badan.
“Tidak ada penambahan komisi yang ada adalah penambahan wakil alat kelengkapan dewan. Ini enggak ada kocok ulang,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Microsoft Office di Android Bakal Hadir Secara Gratis

Jakarta, Aktual.co — Aplikasi yang kita sering temui di dunia kerja, Microsot sekarang sudah merilis Microsoft Office-nya yang legendaris kepada dua kompetitornya, iOS dan Android. Yang lebih menggembirakan lagi, aplikasi “wajib punya” ini akan hadir secara gratis. 
Karena sekarang maraknya bermunculan ponsel Android Smartphone dan iOS. Banyak pengguna yang menginginkan aplikasi Office dari Microsoft yang memang lebih familiar di kalangan pecinta Windows. Namun pihak Microsoft masih belum mau mengeluarkannya karena perhitungan keuntungan.
Langkah yang diambil Microsoft ini terbilang sangat berani. Bagaimana tidak, keuntungan dari penjualan satu paket Office tersebut berkontribusi terhadap sekitar satu per tiga keuntungan total Microsoft. Jika Microsoft merilisnya secara gratis, berarti keuntungan Microsoft untuk aplikasi Office mobile-nya menjadi nol alias tanpa laba. 
Bahkan pengguna iPad masih memandang sebelah mata berita ini, mengingat pada awal tahun 2014 ini Microsoft juga sempat merilis aplikasi Office untuk iPad. Meski dapat di install secara gratis, namun ternyata pengguna iPad harus membayar ketika ingin membuat dokumen baru. Banyak pihak yang berspekulasi bahwa Microsoft telah merencanakan sesuatu dari perilisan Office gratisan ini.
Tetapi pihak Microsoft memastikan bahwa aplikasi Office kali ini benar-benar akan gratis diberikan kepada pengguna Android dan iOS. Kini membuat dokumen dan mencetaknya bisa dilakukan tanpa harus membayar sepeser pun. Dikutip dari informasi spesial, Senin (10/11).

Demo GMJ, Transjakarta Tutup Layanan Koridor Satu

Jakarta, Aktual.co —Transjakarta koridor 1 yang melayani rute Kota sampai Blok M sekitar pukul 10.00 WIB ditutup untuk batas waktu yang belum ditentukan. 
Penutupan dilakukan menyusul adanya demonstrasi dari massa Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) yang menuntut pelengseran Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 
Dituturkan salah seorang petugas Transjakarta di Halte Harmoni, semua rute dari arah Kota yang menuju Blok M hanya melayani sampai halte Harmoni.
“Ngga bisa lewat mbak macet parah, di HI lagi ada demo,” ujar petugas Transjakarta yang tidak mau ditulis namanya di Halte Harmoni Jakarta, Senin (10/11).
Lebih lanjut petugas tersebut mengatakan bahwa selain Transjakarta ternyata angkutan lain pun mengalami hal yang sama, tidak bisa menuju arah Blok M.
“Angkutan umum yang lain juga ngga bisa lewat, cari rute lain aja,” pungkasnya.
Untuk diketahui sampai saat ini tidak ada bus Transjakarta yang melewati Halte Monas sampai Halte Karet. Bagi pengguna Transjakarya yang ingin menuju arah Blok M bisa melalui rute busway koridor 9A naik dari Hale Harmoni tujuan Grogol, turun di Halte Semanggi dan pindah ke Halte Bendungan Hilir, dan bisa melanjutkan ke arah Blok M.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain