5 April 2026
Beranda blog Halaman 42268

Kemendagri Tergesa dan Arogan, Tentukan Ahok Dilantik 18 November

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Dalam Negeri dianggap terlalu tergesa-gesa menyatakan pelantikan Plt Gubernur Basuki Thaja Purnama (Ahok) dilantik pada 18 November nanti.
Disampaikan penasehat Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) Habib Rizieq Sihab, surat yang dilayangkan Mendagri Tjahjo Kumolo pada 28 Oktober lalu agar DPRD DKI segera melantik Ahok jadi Gubernur DKI definitif itulah yang dianggapnya gegabah dalam menafsirkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (perpu) no 1 tahun 2014.
Di mana Rizieq menilai Tjahjo gegabah menafsirkan Perpu no 1 tahun 2014 dengan menggunakan Pasal 203 yang menjelaskan apabila terjadi kekosongan gubernur maka wakil gubernur mengisi jabatannya sesuai UU 32.
“Sedangkan Gubernur Jokowi diangkat dengan Undang-Undang 29 tahun 2007. Jadi jangan menafsirkan secara sepihak, tidak boleh ada pejabat publik menafsirkan perundang-undangan untuk mementingkan politik sepihak,” ujarnya, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (10/11).
Dengan memaksakan tafsiran atas Perpu tersebut untuk memerintahkan pelantikan Ahok segera dilakukan, Rizieq menilai Mendagri telah melakukan arogansi kekuasaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Prof Edi Swasono: Jangan Pilih Dirut Pertamina Tak Pro Blok Mahakam

Jakarta, Aktual.co — Guru Besar Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia, Prof. Sri Edi Swasono mengatakan agar direktur utama (Dirut) PT Pertamina haruslah orang pro terhadap persoalan Blok Mahakam. Salah satunya, mampu mengambil peran pengelola Blok Mahakam oleh Pertamina.
“Kalau dia (dirut Pertamina) tidak pro terhadap Mahakam itu ditarik menjadi pertamina, jangan dipilih,” kata dia disela-sela acara diskusi bertajuk ‘Kembalikan Mahakam’, di Ruang GBHN, Gedung Nusantara V, di Jakarta, Senin (10/11).
Oleh karena itu, sambung dia, Presiden Jokowi harus memilih orang yang tepat untuk memberikan jabatan Dirut Pertamina. Terutama yang benar-benar mampu melakukan nasionalisme Blok Mahakam tersebut.
“Dirut (Pertamina) yang baru harus pro dengan Makaham. Harus menasionalisme mahakam, kalau tidak gombal itu,” tandas dia.
Seperti diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Aktual.co, nama-nama calon Dirut Pertamina dari eksternal yang sedang menjalani Fit and Proper di PT DDI adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso, (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto, (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom). (Baca: Rifnaldi Firmansyah Calon Dirut, Pertamina Hancur).
Kabarnya, calon kuat dalam bursa kandidat tersebut adalah Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut di-endorse langsung oleh  Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Wapres Jusuf Kalla. Sementara lima nama lain hanya sekedar pembanding.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Akademisi: Rinaldi Firmansyah Tidak Layak Jabat Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Mencuatnya nama mantan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Rinaldi Firmansyah sebagai kandidat kuat Direktur Utama PT Pertamina menuai berbagai kritikan. Pasalnya, Rinaldi dinilai merupakan sosok yang tidak paham mengenai sektor minyak dan gas.

Pengamat Politik Energi dan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun mengatakan bahwa secara substansial sosok Rinaldi bukanlah orang yang memahami dunia migas dan problem-problem bisnis yang ada di sektor migas.

“Menurut saya, secara substansial sebetulnya Rinaldi tidak paham tentang Migas. Mengingat dia sebelumnya hanya merupakan dirut Telkom yang jelas tidak ada hubungannya dengan Migas,” kata Ubedillah ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (10/11).

Selain itu, lanjutnya, jika melihat rekam jejaknya, jelas Rinaldi bukanlah orang yang paham akan permasalahan bisnis yang ada di sektor migas.

“Meski mungkin secara manajerial dia mampu berada di posisi tertinggi Pertamina, tapi patut diperhatikan juga bahwa Rinaldi merupakan sosok yang sangat politis. Nilai nasionalismenya diragukan dan cenderung neolib,” ujarnya.

Menurutnya, akan sangat berbahaya ketika Dirut perusahaan plat merah sekaliber Pertamina memiliki karakter yang politis. Tentu itu akan berdampak negatif bagi perusahaan.

“Karena akan ada conflict of interest. Jelas dia syarat akan kepentingan  apalagi seperti diketahui dia di endorse oleh Rini Soemarno dan Jusuf Kalla,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan telah melakukan tahapan uji fit and proper terhadap para calon Direktur Utama Pertamina dalam beberapa hari terakhir. Fit and Proper di berlakukan ke seluruh Direksi yang ada sekarang dan plus ada 6 calon eksternal Direksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Aktual.co, nama-nama calon Dirut Pertamina dari eksternal yang sedang menjalani Fit and Proper di PT DDI adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso, (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto, (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom). Kabarnya, calon kuat dalam bursa kandidat tersebut adalah Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut diendorse langsung oleh  Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Wapres Jusuf Kalla. Sementara lima nama lain hanya sekedar pembanding.

Untuk melakukan uji fit and proper, Rini juga dikabarkan telah menunjuk PT. Daya Dimensi Indonesia (DDI), perusahaan manajemen konsultan berlokasi di Mega Kuningan untuk memberikan penilaian calon direksi Pertamina.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sore Nanti, Ahok Bahas KHL dengan Perwakilan Buruh

Jakarta, Aktual.co —Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan membuka dialog dengan para buruh yang belum puas dengan penetapan angka Komponen Hidup Layak (KHL) DKI sebesar 2,5 juta.
Sore nanti, kata Ahok, dirinya akan menemui perwakilan buruh guna berdiskusi mengenai penetapan KHL yang diketok Kamis lalu (6/11).
“Harusnya mereka gak demo, nanti saya mau terima mereka 15 orang. Sore mau ketemu mereka, saya udah kasih waktu diskusi sama mereka yang katanya mau ngasih masukan,” ujar Ahok di Balai Kota, Senin (10/11).
Ahok mengatakan penetapan KHL yang sekitar Rp 2,5 juta tidak bisa diganggu gugat. Namun, jika para buruh masih memiliki alasan kuat untuk menaikkan UMP, maka Ahok bersedia menerima untuk berdiskusi.
“Kalau tuntutan mereka yang tetep gak bisa kan kita udah punya rumus-rumusnya. Kalau mereka masih kasih alasan untuk naikan gaji aja, kita hrs diskusi dan debat. Tapi tetep UMP DKI sebulan ini harus putus setelah 10 persen dari KHL yaitu Rp 2,5 juta,” ujarnya.
Sebagai informasi, meskipun KHL sudah ditetapkan Kamis lalu, para buruh tetap melakukan demo untuk menuntut UMP DKI sesuai dengan keinginan mereka yaitu sekitar Rp 3,2 juta. 
Menurut buruh, hanya satu item yang disepakati untuk diganti pada rapat yang digelar pada Kamis kemarin, yakni dari terigu ke mie instan. Tapi, banyak item lainnya seperti teh, kopi, dan rekreasi yang sebenarnya belum disetujui oleh buruh.

Artikel ini ditulis oleh:

Agun Tuding DPP Golkar Bikin Skenario untuk Percepat Munas

Jakarta, Aktual.co — Politikus Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie memiliki skenario mempercepat pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IX Golkar dari rencana sebelumnya, awal Januari 2015 menjadi akhir November 2014.
“Dalam skenarionya mereka akan menggelar munas pada tanggal 27 November di Bandung,” kata Agun melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (10/11).
Dia menjelaskan DPP Partai Golkar telah melakukan rapat konsultasi nasional yang memutuskan bahwa penyelenggaraan rapimnas akan dilakukan di Yogyakarta tanggal 17-19 November 2014.
Dalam rapimnas tersebut sejatinya akan ditentukan waktu dan lokasi penyelenggaraan Munas IX Golkar. Namun, kata dia, sebelum rapimnas tersebut berlangsung, DPP Partai Golkar merencanakan rapat konsultasi nasional dengan para Ketua DPD I Golkar di Bali, untuk memastikan dalam rapimnas di Yogyakarta tercapai kesepakatan penyelenggaraan munas dipercepat menjadi akhir November 2014.
“Para Ketua DPP saat ini sudah dimintakan bahan laporan pertanggungjawaban di munas, yang dalam skenario mereka memang akan dipercepat,” kata dia.
Agun berpandangan bahwa langkah tersebut adalah upaya mau menang sendiri dengan cara-cara yang tidak demokratis.
Dalam rapat konsultasi dengan Ketua DPD I Golkar juga akan dipersiapkan bahan munas yang bakal diputuskan di rapimnas, dimana persyaratan untuk dapat maju menjadi ketua umum harus mendapatkan dukungan 10 DPD provinsi, dan 30 persen DPD kabupaten/kota.
“Jelas ini cara-cara penakut, yang tidak siap berlaga, dengan memotong kesempatan orang lain, agar dapat menyelonong sendirian, ujung-ujungnya aklamasi,” kata dia.
Agun menyatakan, Selasa (11/11) dirinya bersama Inisiator Gerakan Regenerasi Kemepimpinan lain, akan bertemu dengan Dewan Pertimbangan dan para calon ketua umum untuk mendesak diadakan rapat pleno DPP, guna membahas dan memutuskan waktu serta jadwal munas yang sesuai dengan AD/ART, dimana munas tidak hanya memilih ketua umum, tetapi juga memutuskan hal-hal strategi berkenaan dengan tantangan lima tahun kedepan masa depan partai Golkar, pemerintahan dan Negara menuju Cita cita Proklamasi 1945.

Artikel ini ditulis oleh:

Negosiator Kubu KIH: Ada Dua Cara Selesaikan Polemik di DPR

Jakarta, Aktual.co — Politikus PDIP yang juga negosiator dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) Pramono Anung mengatakan, ada dua cara untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di parlemen antara KIH dan KMP.
“Pertama, dilakukan perubahan UU MD3, cara kedua mengubah peraturan tentang Tata Tertib DPR. Pokok permasalahannya adalah keterwakilan anggota dewan di AKD dan badan,” kata Pramono disela-sela kunjungannya ke DPR RI bersama Bendahara umum PDIP, Olly Dondokambey untuk bertemu dengan pimpinan DPR.
Dirinya mengatakan, dari proses panjang kedua pihak saling menghargai dan tidak direndahkan. Suara di parlemen secara perlahan bisa diturunkan. 
Menurut dia, yang menjadi pemicu terjadinya polemik di DPR antara kubu KIH dan KMP mengenai keterwakilan anggota dewan di tiap alat kelengkapan dewan dan badan.
Dia pun memastikan tidak ada pemekaran AKD dan badan termasuk perubahan pimpinan AKD dan badan yang sudah terpilih tidak akan diubah lagi. Tapi yang akan diubah penambahan jumlah pimpinan di AKD dan badan.
“Tidak ada penambahan komisi yang ada adalah penambahan wakil alat kelengkapan dewan. Ini enggak ada kocok ulang,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain