1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42271

Terkait Dirut Pertamina, Menteri BUMN: Masih Dalam Proses

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku bahwa pihaknya hingga saat ini masih melakukan analisa terkait siapa yang akan menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang telah ditinggalkan Karen Agustiawan sejak 1 Oktober 2014 lalu.

“Masih diproses. Kami juga tadi menganalisa secara hukum,” kata Rini saat ditemui usai menggelar Rapim di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/10).

Menurutnya, saat ini aksi korporasi yang nantinya akan dilakukan oleh Pertamina masih bisa dipertanggungjawabkan oleh jajaran Dewan Komisaris BUMN energi tersebut. Selain itu, dirinya menegaskan bahwa tidak akan melakukan secara cepat dalam mengusulkan calon-calon Direktur Utama Pertamina kepada presiden, mengingat Pertamina merupakan Perusahaan yang sangat besar.

“Pertamina adalah perusahaan BUMN yang sangat besar sehingga kami tidak mengusulkan begitu saja kepada presiden,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kemarin Rini menyebutkan bahwa waktu Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina akan habis masa jabatannya per 1 November 2014.

Sebagai informasi, sebelumnya sempat mencuat bahwa nama Darwin Silalahi disebut-sebut akan menjadi kandidat kuat seagai bos Pertamina. Darwin sendiri saat ini tengah menjabat sebagai CEO Shell Indonesia. Selain Darwin muncul juga nama Widyawan Prawiraatmaja dan Ahmad Faisal.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rapim Perdana, Rini: KBUMN Harus Bisa Dorong Visi-Misi Presiden

Jakarta, Aktual.co — Setelah resmi dilantik sebagai Menteri BUMN periode 2014-2019, Rini Soemarno pada hari ini (28/10) langsung menggelar Rapat Pimpinan di Kementeriannya guna menyamakan visi misi kerja BUMN selama lima tahun ke depan.

“Rapat saja karena terus terang ini kan rapat pertama saya. Saya bertemu dengan semua deputi dan Sesmen untuk membahas hal apa yang sudah dilakukan dan hal-hal apa saja yang akan diperbaiki,” kata Rini saat ditemui usai Rapim di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/10).

Ia memaparkan, salah satu hal yang dibicarakan saat rapim adalah ke depan harus bisa mendukung visi misi Presiden Jokowi sehingga BUMN bisa menjadi agen pembangunan. Menurutnya, penyamaan visi misi BUMN dengan visi misi Presiden Jokowi sangat diharuskan agar BUMN menjadi agen pembangunan sehubungan dengan efisiensi.

“Salah satu yang kami bicarakan adalah Kementerian BUMN harus bisa mendukung visi misi Presiden,” ucapnya.

Rapat perdana Menteri BUMN yang digelar di lantai 19 gedung Kementerian BUMN itu dihadiri oleh jajaran eselon I seperti Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, dan Perhubungan Dwijanti Tjahjaningsih.

Hadir pula Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lain Gatot Trihargo, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Hary Susetyo Nugroho.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Masyarakat Harus Awasi Kementerian ESDM dan BUMN

Jakarta, Aktual.co — Saat ini, masyarakat maupun lembaga penegak hukum harus pro-aktif mengawasi dua kementerian basah yang diduga menjadi sapi perah. Keduanya adalah Meneg BUMN di bawah kepemimpinan Rini Soemarno maupun Kementerian ESDM di bawah kendali Sudirman Said.
“Saya mensinyalir dua kementerian itu akan menjadi mesin ATM parpol, karena pengalaman membuktikan saat Laksamana Sukardi menjabat Meneg BUMN semua asset BUMN seperti Indosat, Texmaco, penjualan tangker Very Large Crude Carrie (VLCC) dilego murah, sementara uang hasil penjaulan tidak pernah disetor ke kas negara, tapi mengalir ke parpol tertentu,” tegas pengamat politik Rusmin Effendy menjawab wartawan di Jakarta, Selasa (28/10).
Rusmin menambahkan, dalam waktu dekat ini, akan terjadi pergantian empat direksi kakap yakni, Pertamina, Telkom, PLN, dan SKK Migas. “Informasi yang saya terima, pergantian direksi ini akan menjadi agenda pertama yang akan dilakukan Rini Soemarno untuk menempatkan orang-orang tertentu,” tambahnya. 
“Bisa kita bayangkan apakah proses pergantian direksi BUMN yang selama ini melalui Tim Penilai Akhir (TPA) akan berlaku atau calonnya di drop tanpa melalui seleksi. Sekarang ini, para mafia migas  dibawah bendera Soemarno Inc sedang berupaya menempatkan orang-orangnya mengisi keempat BUMN tersebut,” papar dia.
Karena itu, lanjut dia, penempatan Rini Soemarno yang dipertahankan mati-matian oleh parpol tertentu merupakan skenario untuk mengamankan pergantian para direksi BUMN, selain ada agenda lain untuk menjual asset-asset BUMN. Apalagi pengangkatan Sudirman Said sebagai Menteri ESDM merupakan praktik persekongkolan para mafia migas pada saat-saat injury time kabinet akan diumumkan.
“Sekali lagi, Jokowi tak mampu menolak desakan parpol tertentu yang memaksakan nama Sudirman Said bahkan dikabarkan telah terjadi transaksional politik dengan pihak-pihak tertentu. Apalagi Sudirman Said bukanlah figur yang kompeten menduduki pos kementerian ESDM, selain tidak memiliki pengalaman di bidang migas juga memiliki rekam jejak dan track record yang jelek saat menjabat sebagai Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina tanpa alasan yang jelas. Pembentukan ISC sendiri belakangan diketahui bagian dari skenario mafia migas dan lembaga tersebut telah merugikan keuangan negara, namun kasusnya tak pernah diusut,” ujar Rusmin.

Kucurkan Dana ke Daerah Penyangga, Ahok Tunggu Persetujuan DPRD

Jakarta, Aktual.co —Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengharap DPRD DKI bisa segera menyetujui rencana pengucuran dana bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke empat daerah penyangga Ibukota. 
Kata Ahok, untuk menggelontorkan dana itu saat ini tinggal menunggu ketok palu dari DPRD DKI saja.
“Tinggal nunggu DPRD aja nih. DPRD kan punya nurani, ini kan buat bersama kok, kalau buat saya kan mungkin susah,” ujar Ahok di Balaikota DKI, Selasa (28/10).
Lagipula, ujar Ahok, pemberian dana tersebut akan dibarengi dengan pengawasan ketat dari lembaga pengawas, yakni Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Kan ada BPKP. Selain itu ada pertanggungjawaban setelah pelaksanaan, ada auditnya. Laporan kepada kami yang sudah di audit. Kalau tidak ada auditnya tidak kami beri bantuan lagi tahun depan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Pemprov DKI berencana untuk memberikan dana bantuan sebesar Rp100 miliar rupiah ke empat daerah penyangga Ibukota, yakni Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor.
Bantuan diberikan agar daerah-daerah tersebut melakukan pembangunan yang dapat bermanfaat bagi konektivitas dengan Jakarta.
Sebagai contoh dalam revitalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur jalan. 
Namun rencana itu mendapat penolakan dari Fraksi Gerindra di DPRD DKI.  
Diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni tegas menolak rencana Pemprov DKI tersebut. 
Menurutnya pengucuran dana seperti itu bukan solusi untuk mengatasi masalah-masalah di Jakarta, khususnya banjir dan macet.
Untuk urusan Jakarta sebagai Ibukota, menurutnya pemerintah pusat harusnya lebih berperan dan turun tangan di masalah pendanaannya.
“Jadi tidak perlu Pemprov DKI Jakarta yang memberikan bantuan itu,” kata dia, 14 Oktober lalu.
Kebijakan itu, menurutnya membebani anggaran daerah dan dana itu seharusnya dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih tepat. 
Terkait persoalan banjir di Jakarta, kata politisi asli Betawi tersebut, penyebab utamanya adalah di soal penanganan Sungai Ciliwung. 
“Solusinya itu hanya satu, untuk mencegah banjir itu. Buat waduk di Ciawi, Bogor untuk menampung air dari Sungai Ciliwung,” kata dia.
Selain menganggap kebijakan itu tidak tepat, Ghoni juga mempermasalahkan sikap Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang lebih dulu gencar menyampaikan rencana pengucuran dana itu, tanpa lebih dulu membicarakannya ke DPRD DKI.
“Sekarang itu jadi topik yang hangat dibicarakan di dewan. Padahal belum tentu DPRD menyetujui itu,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perundingan Calon AKD dan Pimpinan Komisi Dilakukan di Mana Saja

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengungkapkan jika upaya perundingan pemilihan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR dilakukan di luar forum dewan.
“Rundingan kita lakukan setiap hari, setiap malam. Rundingan kita lakukan sampai di tempat tidak resmi kayak kafe-kafe. Jadi, sudah dilakukan. Ini lah saatnya kita menunjukan kepada masyarakat. Karena kalau tidak ini menghambat anggota Dewan,” ucap Fadli di gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/10).
Fadli juga mengatakan, hingga saat ini masih ada empat fraksi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, dan Hanura) yang belum menyerahkan nama-nama untuk ditempatkan di Komisi dan alat kelengkapan dewan. Sedangka, PPP sudah memberikan.
Lebih lanjut, Fadli menegaskan, tidak menambah waktu lagi untuk batas penyerahan nama alat kelengkapan dewan.
“Ya, (paripurna kali ini) terakhir, empat kali paripurna cukuplah. Kalau mau gugat, silakan,  Kita lanjutkan tidak ada masalah. Kita akan hadapi,” paparnya.
Untuk diketahui, dijadwalkan rapat paripurna akan digelar pada pukul 14.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Dipindah ke Rusun Pulogebang, Warga Ngeluh Hidup Tambah Susah

Jakarta, Aktual.co —Puluhan penghuni rumah susun Pulogebang Jakarta Timur berdemo di depan gedung DPRD DKI Jakarta. 
Kelompok warga yang menamakan dirinya Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) bersama warga miskin penghuni rusun menuntut agar Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan DPRD DKI memberi solusi atas permasalahan yang ada di rusun.
Koordinator aksi Haryanto menyampaikan ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan.
Yakni mereka meminta adanya standarisasi harga sewa rusun, menuntut diberikannya lapangan kerja dan bantuan modal usaha untuk penghuni rusun. 
Selain itu, mereka juga menuntut Pemprov DKI agar segera memperbaiki sarana dan prasana yang sudah tidak layak di rusun dan memperbaiki manajeman dan tata kelola rusun. 
“Karena saat ini kita bukan enak di rumah susun malah makin susah, hutang tambah banyak, kerja juga susah,” kata Haryanto, saat orasi di depan gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/10).
Mereka juga menuntut agar Ahok memberi perhatian kepada warga korban gusuran yang ditempatkan di tiap rusun.
“Selama ini kita gak diperhatiin, pindah rumah bukan enak malah tambah susah. Kita minta diperhatikanlah sama pak Ahok yang bentar lagi jadi gubernur,” tegas Haryanto.
Saat ini sepuluh perwakilan dari SPRI telah diterima Anggota DPRD dari Fraksi PDI-P Gembong Warsono di lantai delapan gedung DPRD DKI Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain