20 April 2026
Beranda blog Halaman 42332

Bingung Bahas Kartu Sakti dengan DPR Mana, Jokowi Dianggap Tak Mau Tahu Aturan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo mengatakan jika dirinya tidak tahu ke DPR yang mana dia harus berhadapan sebelum menerbitkan tiga kartu sakti, yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Menanggapi kebingungan Presiden, Koordinator Presidium Forum Mahasiswa Aktivis Pemerhati Hukum dan Demokrasi Indonesia  Andi Awal Mangantarang menilai jika Presiden Jokowi lucu.
Sebab, kata dia, saat Jokowi bingung mau menghadap ke DPR mana, berarti Jokowi sudah tidak paham dengan peraturan. DPR yang dipimpin Setya Novanto Cs adalah DPR yang sah. Mereka sudah diakui konstitusi dengan menjalankan UU MD3 dan tata tertib dewan.
“Jokowi ini lucu. Jokowi tidak tahu atau tidak mau tahu aturan,” kata Andi, Senin (10/11).
Dirinya menduga Jokowi juga berarti secara tidak langsung melegitimasi DPR tandingan yang dimotori PDIP Cs. Padahal secara konstitusi, DPR tandingan versih KIH ini tidak sah.
“Inikah kabinet profesional yang digemborkan-gemborkan? Mengerti aturan bernegara saja tidak paham, apalagi mau urus rakyat Indonesia? Rakyat sebenarnya tidak butuh film drama ‘pencitraan ala blusukan’, tapi yang rakyat mau solusi nyata? Tapi mana ada solusi kalau menabrak aturan. Makanya ini hanya lucu-lucuan,” kata Andi. 
Seperti diketahui, di Parlemen saat ini memang ada dua kubu. Kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Dimana KIH yang merupakan pendukung pemerintah membentuk DPR tandingan karena merasa keinginannya tidak diakomodir KMP.

Artikel ini ditulis oleh:

Pantau Kartu Sakti dan Penaikkan Harga BBM, IHSG Berpeluang Melemah

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini (10/11), MNC Securities memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bergerak pada kisaran 4.964-5.026.

“Indeks diprediksi masih berpeluang melemah pada hari ini,” kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya, Senin (8/11).

Menurutnya, hal tersebut terjadi seiring pelaku pasar menanti kejelasan rencana kenaikan BBM bersubsidi serta terkait penerbitan dan pendistribusian “3 Kartu Sakti” Jokowi.

“Pola Four Black Crows terbentuk atas IDX mengindikasikan Bearish Continuation,” ujarnya.

Adapun sejumlah saham yang layak dibeli pada hari ini adalah TBIG, GGRM, PTPP, SILO, SMGR, BBRI, KLBF, dam CTRA.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

WKSI: Laju IHSG Sulit Keluar dari Pelemahan

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan kemarin mendarat di zona merah. Aksi profit taking membuat IHSG sulit keluar dari pelemahannya.

Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan bahwa masih ada imbas pemangkasan ekonomi internal yang menyulitkan posisi IHSG untuk memenuhi target pertumbuhan APBN. Selain itu, ia juga mengatakan berbaliknya asing mencatatkan nett sell tidak mampu menaikkan laju IHSG.

“Tampaknya masih adanya imbas pemangkasan ekonomi internal yang menyulitkan posisinya untuk memenuhi target pertumbuhan dalam APBN dan berbaliknya asing mencatatkan nett sell (dari nett buy Rp 351,25 miliar miliar menjadi nett sell Rp -183,75 miliar) kurang mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. Padahal laju Rupiah sedang mengalami kenaikan namun, tertutupi oleh sentimen negatif tersebut. Ditambah lagi, laju bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah membuat IHSG makin menderita,” ujar Reza dalam risetnya.

Pada perdagangan Senin (10/11) Reza memperkirakan laju IHSG akan berada pada rentang support 5.019-5.025 dan resisten 5.050-5.082. Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG kian tertekan dan berpotensi melanjutkan pelemahannya.

“Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG kian tertekan dan berpotensi melanjutkan pelemahannya. Apalagi jika laju bursa saham global tidak mampu memberikan imbas pergerakan positif jelang akhir pekan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kartu Sakti Jokowi Harus Ditunda, Ini Alasannya

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Presidium Forum Mahasiswa Aktivis Pemerhati Hukum dan Demokrasi Indonesia (Formakpi) Andi Awal Mangantarang mengatakan, tiga kartu sakti Presiden Jokowi, Kartu Indonesia Sehat (KIH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), harus ditunda.
Hal itu lantaran ketiga kartu itu belum jelas dari mana anggarannya, belum berkoordinasi dengan DPR RI, dan belum jelas dasar hukumnya.
“Kami meminta hendaknya Jokowi menunda seraya memperbaiki sistem, melakukan validitas data penerima agar tepat sasaran, serta memperjelas legitimasi hukumnya,” kata dia, Senin (10/11).
Dirinya pun berharap program kartu sakti tersebut mengedepankan transparansi.
“Saya rasa kalau benar dan transparansi serta tepat sasaran untuk rakyat kecil, kritikan sekeras apapun tak masalah,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

WKSI: Pergerakan Rupiah Cenderung Variatif

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah di akhir pekan kemarin terapresiasi setelah pelaku pasar merespon positif rilis data-data Jerman dan Perncis yang lebih baik dari sebelumnya. Hal tersebut berimbas pada laju Euro.

Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan bahwa adanya ekspektasi akan penurunan pada payrolls AS membuat laju Dolar Amerika Serikat (AS) terkena profit taking dan melemah. Di sisi lain, penguatan tipis terhadap Yen turut melemahkan Dolar AS dan dimanfaatkan Rupiah untuk menguat.

“Di sisi lain, penguatan tipis Yen setelah rilis kenaikan investasi di Jepang turut melemahkan US$ sehingga dapat dimanfaatkan Rupiah untuk menguat,” ujar Reza dalam risetnya yang diterima di Jakarta, Senin (10/11).

Pada perdagangan hari ini, Reza memperkirakan Rupiah berada di atas level resisten 12.170, yaitu Rp12.165-12.130 kurs tengah Bank Indonesia (BI).

“Laju Rupiah sedang mencoba berbalik menguat. Namun demikian, laju nya masih rentan terhadap pembalikan arah dan pergerakannya pun cenderung variatif,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rabu, Presiden Paparkan Konsep Poros Maritim di Myanmar

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo akan memaparkan konsep poros maritim yang diusung pemerintahannya dalam pertemuan puncak Asia Timur (East Asia Summit), di Myanmar, 12-13 November.
“Presiden akan menggunakan KTT Asia Timur untuk menjelaskan dengan lengkap komponen-komponen dari poros maritim dunia, jadi di Myanmar,” kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Beijing, Minggu (9/11) malam waktu setempat.
Forum EAS mewadahi sepuluh negara Asia Tenggara –Indonesia, Myanmar, Vietnam, Brunei, Thailand, Laos, Kamboja, Singapura, Filipina dan Malaysia– dengan delapan mitranya yaitu Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, AS, Rusia, Selandia Baru, Australia dan India.
Sementara itu dalam pertemuan puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Beijing, Tiongkok, Presiden hanya akan menyampaikan mengenai konektivitas maritim atau tol laut.
“Maritime connectivity saja, tol lautnya saja. Tol laut hanya merupakan satu komponen dari komponen-kompenen poros maritim,” kata Andy.
Dia mengatakan, saat Indonesia menjadi tuan rumah APEC pada 2013 salah satu proposal Indonesia memang konektivitas.
Menurut Seskab, dalam tiga tahun akan dikembangkan 24 pelabuhan, empat di antaranya pada 2015.
Saat ini, kata dia, pemerintah tengah membahas usulan mempertemukan konsep tol laut Indonesia dengan gagasan jalur sutera abad 21 Tiongkok.
“Kalau gagasan jalur sutera abad 21 Tiongkok kan proyek infrastruktur, pertama jalur darat trans-siberia, dari Moskow sampe Shanghai. Kedua, konektivitas maritim dari Afrika sampai Hindia, lompatnya di India, Bangladesh, Myanmar terus masuk ke Selat Malaka atau lewat selatan yang masuk lewat Selat Lombok, Selat Sunda, dari situ terus ke utara masuk ke laut tingkok selatan,” kata dia.
Tiongkok, tambah Seskab, memang sudah lama mempunyai program itu yang menghubungkan tata niaga dari Eropa-Asia Tengah-Asia Timur melalui darat dan tata niaga dan jalur energi dari Afrika-Asia Selatan-Asia Timur.
Presiden Joko Widodo selama sembilan hari melakukan kunjungan kerja ke tiga negara untuk menghadiri pertemuan puncak APEC di Tiongkok, ASEAN di Myanmar dan G20 di Australia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain