19 April 2026
Beranda blog Halaman 42376

Rupiah Melemah 36 Poin, Sentuh Rp12.184

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah sebesar 36 poin menjadi Rp12.184 dibandingkan sebelumnya Rp12.148 per dolar AS.

“Penguatan dolar AS masih didukung oleh sentimen fundamental dari ekonomi Amerika Serikat menyusul beberapa data ekonomi yang dinilai mengalami perbaikan sehingga mendorong pelaku pasar uang cenderung masuk ke instrumen dolar AS,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Zulfirman Basir di Jakarta, Jumat (7/11).

Menurut dia, mata uang dolar AS dinilai masih menarik menyusul data klaim pengangguran AS yang baru dirilis menunjukan mengalami penurunan, dengan demikian pemulihan ekonomi di Paman Sam itu masih berlanjut.

Di sisi lain, lanjut dia, dolar AS juga terbantu oleh terkoreksinya mata uang Euro setelah bank sentral Eropa (ECB) menegaskan kesiapannya untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut jika dibutuhkan.

Kendati demikian, Zulfirman Basir mengatakan bahwa penguatan dolar AS masih dibatasi oleh antisipasi investor yang bersikap waspada menjelang publikasi data “non-farm payroll” dan tingkat pengangguran AS yang sedianya akan dipublikasikan pada akhir pekan waktu setempat.

“Data itu menjadi salah satu indikator yang dapat turut menentukan seberapa cepat Federal Reserve akan mulai menaikan suku bunganya,” katanya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, masih cukup kuatnya kabar yang beredar mengenai wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebelum awal tahun 2015 menahan laju dolar AS terhadap rupiah lebih tinggi di pasar keuangan dalam negeri.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada hari Jumat ini (7/11), tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp12.149 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp12.179 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hadapi MEA, Kemendag Ngeluh Laboratorium Kurang Banyak

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pengembangan Mutu Barang Ditjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag, Chandrini Mestika Dewi mengatakan bahwa Kemendag akan siap menghadapi MEA 2015. Namun menurutnya ada beberapa hal yang harus dikaji lebih jauh lagi, seperti pengadaan laboratorium.

“Kami siap hadapi MEA tahun depan, namun ada beberapa hal yang menurut kami harus diperhatikan lagi. Laboratorium kami total ada 16, untuk laboratorium pengembangan mutu jumlahnya hanya enam. Ini masih kurang,” ujar Chandrini usai konferensi pers di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat (7/11).

Hal yang sama juga dikatakan Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag, Widodo. Menurutnya untuk satu jenis barang harus ada lima laboratorium, hal ini bertujuan untuk efisensi. Selain itu, Widodo juga mengtakan perlu ada kerjasama dengan universitas di Indonesia untuk uji laboraturium.

“Standarnya itu kan satu jenis barang ada lima lab, ini kita cuma punya 16 lab secara keseluruhan. Harus ada kerjasama dengan kampus-kampus yang labnya terakreditasi, misalnya IPB. Kita bisa datang ke lab IPB untuk uji lab disana, ini akan membuat proses semakin cepat,” pungkasnya.

Untuk diketahui selama bulan Januari-Agustus 2014 terdapat 82 produk yang masih dalam proses uji laboratorium, terdiri dari 39 produk dalam negeri dan 43 produk impor.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Media AS Sebut Ratusan Tentara Amerika Terpapar Zat Kimia

Jakarta, Aktual.co — Lebih dari 600 tentara AS sejak tahun 2003 melaporkan bahwa mereka terpapar bahan kimia di Irak dengan jumlah yang jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan Pentagon sebelumnya.
Pernyataan ini pertama kali dilaporkan oleh New York Times, yang telah terungkap dalam serangkaian artikel bulan November bahwa pasukan Amerika menangani gudang penyimpanan bahan kimia yang sudah mengalami penuaan dan terkadang diperintahkan untuk tidak memberitahukan temuan-temuan mereka di gudang tersebut.
Pentagon dinilai gagal untuk mengenali skala kasus yang dilaporkan dari paparan bahan kimia atau menawarkan pelacakan yang tepat dan pengobatan bagi tentara yang mungkin telah terpengaruh bahan kimia tersebut menulis harian New York Times mengutip pejabat pertahanan.
Sebelum invasi AS ke Irak pada 2003, Presiden George W. Bush meminta Baghdad untuk menyembunyikan senjata aktif program pemusnah massal.
Pasukan AS tidak menemukan bukti program aktif, tetapi mereka tidak menemukan sisa-sisa persediaan kimia tersebut sedangkan mereka juga tidak terlatih untuk menangani bahan-bahan tersebut, berdasarkan laporan dari harian tersebut.
New York Times awalnya menemukan 17 kasus tentara Amerika yang mengalami kerusakan dari sarin atau agen sulfur mustard dan sekitar delapan zat kimia berbahaya lainnya.
“Tapi berdasarkan pemeriksaan catatan militer terbaru yang diminta oleh kepala Pentagon Chuck Hagelhas menemukan bahwa ratusan tentara memberitahu militer bahwa mereka terpapar,” kata pejabat tersebut membenarkan laporan Times.
Hagel telah memerintahkan pemeriksaan medis baru bagi pasukan dan veteran yang terkena dampak dan para pejabat telah menyediakan hotline telepon nasional yang memungkinkan orang untuk melaporkan potensi eksposur dan mencari perawatan medis.

Pengamat: Jokowi Jangan Salah Pilih Kepala BIN

Jakarta, Aktual.co — Pengamat intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk berhati-hati memilih calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
“Sosok Kepala BIN ke depan harus memiliki pola kerja yang cenderung matang dalam mengelola deteksi aksi dan deteksi dini serta lebih “outward looking” ketimbang inward looking,” kata politisi Partai Hanura ini, di Jakarta, Jumat (7/11).
Mantan anggota Komisi I DPR periode 2009-2014 ini, mengatakan, Kepala BIN seyogyanya tak hanya memahami intelijen pertahanan, keamanan, ekonomi dan cyber, melainkan dapat mengerti dalam mengatasi perang non tradisional.
Sosok yang cocok bagi Presiden Jokowi, bukan sosok yang banyak bicara. Akan tetapi sosok yang banyak kerja. Bahaya sekali, jika BIN dipimpin oleh orang yang tak punya integritas dan ambivalent dalam loyalitasnya, serta banyak omong atau bergunjing, tuturnya.
Menurut dia, untuk memilih calon Kepala BIN tidak harus pernah menjabat di BIN, tetapi harus memiliki pengetahuan bidang intelijen yang luas, dan memiliki konsep untuk menjadikan masyarakat di seluruh negeri memiliki kemampuan ‘early detection’ dan ‘early warning’.
Upaya pencegahan, kata Nuning sapaan Susaningtyas, dapat lebih diutamakan daripada penanggulangan. Masyarakat harus menjadi agen lapangan informal, sehingga perlu kemampuan penggalangan.
“Dalam dunia intelijen moderen di Indonesia tidak bisa lepas dari kriteria, pimpinan lembaga Intelijen yang paham  dan update, tidak out of date terhadap semua aspek-aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.
Kepala BIN nantinya harus memahami perkembangan regional dan internasional sehingga bisa merumuskan potensi ancaman keamanan nasional untuk disajikan secara faktual kepada presiden. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan sebagaimana kebijakan yang dicanangkan.
Oleh karena itu, Nuning menegaskan kembali, diperlukan kriteria seorg Kepala BIN yang cakap, smart, jujur, berani, serta bertanggungjawab. Fleksible, tapi memiliki disiplin dan integritas tinggi, loyalitas serta visioner.

Artikel ini ditulis oleh:

Sebuah Mortir Aktif Ditemukan di Lahan Kosong

Surabaya, Aktual.co — Sebuah mortir aktif ditemukan di  lahan kosong di kawasan Gunungsari Indah Blok DD RT 03, RW 09 Surabaya.
Tim Gegana Polda Jatim langsung memeriksa mortir pada lokasi yang sebelumnya sudah dipolice line oleh jajaran Polsek Karangpilang. Hasilnya, mortir tersebut diketahui berjenis lontar (Mortir M. 68) dengan panjang 60 cm dan diameter 10 cm. 
“Rencananya memang akan diledakkan. Tapi daya ledaknya terlalu besar dan tidak memungkinkan. Daya ledaknya bisa mencapai radius 200 meter.  Sementara lahan yang awalnya akan digunakan untuk lokasi ledakan juga tidak memungkinan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Karangpilang Surabaya, AKP Novi Herdianto di lokasi, (7/11).
Karena alasan keselamatan penduduk itulah,  akhirnya mortir tersebut dievakuasi ke Mako. Sementara, yang pertama kali menemukan mortir itu adalah Sunaryo, Warga Kedurus Surabaya. Kendati pria 49 tahun ini menemukannya sejak Kamis (06/11) malam, namun dirinya baru melapor ke Polisi Jumat siang.
Sunaryo sendiri sehari harinya berprofesi sebagai pemulung. Kamis malam itu, saat dia sedang mengais plastik dan sampah lain, tiba-tiba dia tersangkut sebuah besi seperti bom yang dilihatnya dalam film perang.
“Kaget sekali mas. Langsung saya tinggal pergi saja. Takut kalau saya berlama lama di sini. Kalau meledak gimana?” Ujarnya.
Setelah semalam suntuk tak bisa tidur karena terfikir temuannya tersebut, Sunaryo pun memutuskan untuk melaporkannya ke Polisi.

Pemprov DKI Bangun Enam Taman Anak

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun enam taman anak untuk menunjang Ibu Kota sebagai Kota Layak Anak.

“Pembangunan enam taman anak termasuk satu taman di Kabupaten Kepulauan Seribu,” kata Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Veronika Basuki di Balai Kota, Jumat (7/11).

Ia mengatakan enam taman anak tersebut antara lain dibangun di wilayah Sungai Bambu dan Cililitan dengan luas taman antara 1.000 meter persegi hingga 1.500 meter persegi.

Tanah yang menjadi taman tambahnya merupakan milik Pemda DKI Jakarta. Taman tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas yang ramah bagi anak-anak.

Istri Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ini mengatakan ada 31 indikator untuk menetapkan sebuah wilayah sebagai kota layak anak dan Jakarta terus berupaya memenuhi indikator tersebut.

Indikator tersebut antara lain hak bermain, berkerasi, berkumpul, berserikat, hidup dengan orang tua, kelangsungan hidup dan tumbuh berkembang.

Anak-anak juga berhak mendapatkan nama, identitas, kewarganegaraan, pendidikan, informasi, standar kesehatan paling tinggi dan standar hidup yang layak.

Sementara itu anak-anak juga berhak mendapatkan perlindungan pribadi dari tindakan sewenang-wenang, dari perampasan kebebasa, siksaan nonfisik, penyalahgunaan obat-obatan, eksploitasi seksual, eksploitasi pekerja anak, penculikan dan perdagangan anak.

Kota Layak Anak menjadi penting di Jakarta karena dari total penduduk, 33 persennya adalah anak-anak.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain