19 April 2026
Beranda blog Halaman 42375

Akhir Pekan, IHSG Ditutup Anjlok 46,81 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup melemah sebesar 46,81 poin atau 0,94 persen ke posisi 4.987,42. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 10,33 poin (1,22 persen) ke level 847,28.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa sentimen positif dari bursa saham AS tadi malam tereliminir oleh sentimen dalam negeri menyusul belum adanya kepastian penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sehingga IHSG melemah.

“Sentimen internal lebih memberikan dampak yang lebih besar ketimbang sentimen yang muncul dari eksternal,” katanya di Jakarta, Jumat (7/11).

Ia menambahkan bahwa dalam ketidakpastian itu, pemodal cenderung mengambil langkah pelepasan aset karena ketidakpastian kenaikan BBM dapat mempercepat inflasi yang dapat menimbulkan kecemasan pelaku pasar.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa pelaku pasar saham yang tidak sabar menunggu penaikan BBM bersubsidi itu melakukan aksi jual saham.

“Di tengah minimnya sentimen positif, ketidakpastian menjadi sentimen negatif walaupun pergerakan bursa saham eksternal relatif positif,” katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, pelaku pasar direkomendasikan untuk tetap melakukan akumulasi saham secara selektif.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 191.404 kali dengan volume mencapai 4,97 miliar lembar saham senilai Rp4,61 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 99,07 poin (0,42 persen) ke level 23.550,24, indeks Nikkei NAIK 87,90 poin (0,52 persen) ke level 16.880,38 dan Straits Times melemah 4,57 poin (0,14 persen) ke posisi 3.286,39.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

14 BUMD Terima Suntikan Dana Dari Pemprov DKI

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan suntikan dana berupa Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada 14 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI.

“Sejauh ini, nilai PMP yang telah diajukan kepada DPRD DKI mencapai Rp11,3 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar Rp4,2 triliun apabila dibandingkan dengan PMP 2014 sebanyak Rp7,1 triliun,” kata Sekda Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Saefullah di Jakarta, Jumat (7/11).

Hal tersebut diketahui setelah diserahkannya rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) kepada DPRD DKI Jakarta.

Berdasarkan dokumen KUA-PPAS tersebut, sebanyak 14 BUMD DKI yang akan menerima PMP, antara lain PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sebanyak Rp4,7 triliun, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebanyak Rp550 miliar dan PD Pengelolaan Air Limbah (PAL) Jaya sebanyak Rp270 miliar.

Kemudian, PT Bank DKI sebanyak Rp1,5 triliun, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebanyak Rp2 triliun, PD Pasar Jaya sebanyak Rp1,08 triliun, PT Jakarta Tourisindo sebanyak Rp500 miliar dan PT Pembangunan Jaya Ancol sebanyak Rp500 miliar.

Lalu, PT Penjamin Kredit Daerah, PD Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang, PT Pembangunan Sarana Jaya, PT Kawasan Berikat Nusantara dan PT Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta meminta agar DPRD DKI segera membentuk alat kelengkapan guna mempercepat mempercepat proses pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015.

“Kita meminta agar DPRD DKI segera membentuk alat kelengkapan, seperti komisi-komisi untuk melakukan pembahasan KUA-PPAS ini, sehingga pengesahan APBD DKI 2015 juga bisa segera disahkan,” ujar Saefullah.

Dia mengungkapkan KUA-PPAS tersebut merupakan acuan bagi DPRD DKI Jakarta sebelum mengesahkan APBD DKI Tahun Anggaran (TA) 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polda DIY: Pelaku Penembakan Rumah Amien Rais Gunakan Senjata Rakitan

Yogyakarta, Aktual.co — Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pujiastuti menyebut pelaku teror penembakan di rumah Amien Rais, Pandeansari, Condongcatur, Depok, Sleman melakukan aksinya dengan senjata rakitan. 
Pasalnya, dari hasil olah TKP dari tim Labfor Polda Jateng terhadap proyektil dan selongsong peluru, diketahui terdapat sejumlah ketidakcocokan. 
Di mana, ukuran selongsong peluru yang ditemukan tidak sesuai atau lebih kecil dari ukuran normal. Selain itu juga tidak ditemukan alur pada proyektil peluru yang biasa ada di senjata keluaran pabrikan. Sehingga, Polda DIY pun menyimpulkan senjata yang digunakan pelaku merupakan senjata rakitan.
“Dilihat dari hasil olah TKP, senjata yang digunakan pelaku adalah senjata rakitan,” katanya Jumat (07/11/2014). 
Pihak Polda DIY sendiri telah membuat tim khusus dipimpin langsung Kapoda DIY Brigjen Polisi Oerip Soebagyo untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus tersebut. Selain memeriksa sejumlah saksi diantaranya Amien Rais, penjaga malam/satpam rumah Happy, sopir pribadi Darmanto dan anak Amien Rais, Ahmad Baihaqi Rais, Polda DIY juga akan melihat video relaman CCTV di sekitar TKP. 
Sejumlah CCTV tersebut berada di sejumlah lokasi, di antaranya pintu masuk kompleks perumahan dan toko minimarket yang berada di depan persis rumah Amien Rais. Sementara rumah Amien Rais sendiri diketahui tidak dipasang kamera CCTV.
“Rekaman CCTV ini akan menjadi bahan penyelidikan tim untuk menganalisis aktivitas mecurigakan di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Kemendag Awasi Produk Impor Sejak di Pra-Pasar

Jakarta, Aktual.co — Undang-Undang RI No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan Undang-Undang RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan menjadi dasar Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melakukan pengawasan terhadap produk. Pengawasan tersebut dilakukan pada produk impor dan dalam negeri.

Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag, Widodo mengatakan bahwa Kemendag melakukan dua jenis pengawasan, yakni pengawasan pra-pasar dan pengawasan di pasar. Untuk pengawasan pra-pasar di pelabuhan di lakukan oleh pihak Bea Cukai.

“Jadi kami melakukan pengawasan itu di dua tempat, pra-pasar dan di pasar. Kalau yang di pra-pasar pelabuhan itu Bea Cukai yang menangani,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat (7/11).

Lebih lanjut dikatakan Widodo ruang lingkup pengawasan terhadap barang dan jasa yang beredar di pasar terdiri dari SNI, label, klausa baku, pelayanan purna jual, dan cara pengiklanan. Sedangkan untuk barang dan jasa yang dilarang beredar yaitu hanya dapat didistribusikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Contohnya pengiklanan, iklan yang ada itu harus sesuai dengan produk yang dijual. Lalu untuk barang yang dilarang bredar itu contohnya seperti limbah B3, bahan senjata kimia, dan lainnya. Untuk barang jasa yang diatur tata niaganya seperti gula, beras, optik, itu wajib mematuhi peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa pengawasan pra-pasar terhadap produk impor terdiri dari instrumen Nomor Pendaftaran Barang dan Surat Pendaftaran Barang (NPB-SPB). Untuk pengawasan pra-pasar terhadap produk dalam negeri dilakukan instrumen Nomor Registrasi Produk (NRP).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPRD DKI: Ada Dua Faktor Rendahnya Penyerapan APBD

Jakarta, Aktual.co —Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali menilai, rendahnya tingkat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ibu kota pada 2014, dipengaruhi oleh dua faktor.

“Pertama, tingkat kehati-hatian dalam merealisasikan kegiatan-kegiatan,” katanya di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (7/11).

Kedua, kata dia, menyangkut terbatasnya sumberdaya manusia (SDM) yang menguasai sistem dan perangkat baru melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP). “Diakui semuanya mengalami kekurangan (SDM),” ungkapnya.

Atas dasar itu, Ashraf menerangkan, DPRD DKI mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperbanyak titik kerja di berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Artinya, (sistem) tetap ULP. Keberadaannya tetap di SKPD. Sehingga, lebih cepat memproses kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,” terangnya.

Menurutnya hal itu harus segera dilakukan karena keberhasilan pemerintah baik di provinsi ataupun nasional, bisa terukur dari tingkat penyerapan anggaran. Kata Ashraf, paradigma Pemprov DKI saat ini dalam mengelola anggaran pun harus berbeda dengan Orde Baru. Sebab ketika di bawah rezim Soeharto, pemakaian anggaran APBN atau APBD tak ada Sisa Lebih Penggunan Anggaran (SiLPA).

“Kalau dulu di masa Orde Baru, tidak ada SiLPA. Sekarang ini, bisa ada SiLPA. Jangan bangga (ada SiLPA), enggak boleh,” katanya mengingatkan.

Sehubungan dengan pemaparannya itu, Ashraf menegaskan bahwa penyelenggara anggaran adalah kewenangan pemerintah provinsi DKI bukan diselenggarakan oleh DPRD DKI.

“Karena kalau sekarang SiLPA-nya banyak, bagaimana nih uang rakyat kok enggak bisa dijalankan? Penyelenggara anggaran siapa kan pemda, bukan DPRD,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah DKI Jakarta, Endang Widjajanti, beberapa waktu lalu mengatakan, penyerapan anggaran secara keseluruhan pada September masih di bawah 30 persen dari total nilai sebesar Rp 72,9 triliun.

Endang beralasan, hal tersebut dipengaruhi beberapa masalah. Misalnya, banyak kegiatan yang masih berproses di ULP. Kedua, banyak dokumen dikembalikan dan SKPD Daerah diminta melengkapinya.

Pada 2012 lalu, sesuai data Badan Pengelolaan Keuangaan DKI, penyerapan anggaran mencapai 80 persen dari Rp 41,3 triliun. Penyerapan anggaran meningkat pada tahun 2013, karena mencapai 82 persen dari Rp 50,1 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Speed Boat Terbakar di Perairan Nusa Lembongan

Denpasar, Aktual.co — Sebuah speed boat terbakar di Perairan Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali. Kapal motor bernama JJ Fas Boat itu berangkat dari Pelabuhan Jungut Batu, Nusa Lembongan. Kapal berpenumpang 16 orang itu hendak menuju Sanur, Denpasar. 
Kapal yang bertolak sekira pukul 10.00 WITA mengalamami kerusakan pada salah satu mesinnya setelah 1,5 kilometer berjalan.
Kru kapal mengambil inisiatif untuk membersihkan mesin. Usai dibersihkan, begitu kapal kembali distarter terjadi ledakan pada tangki bahan bakar. 
“Ada korbaran api juga,” kata Kasat Reskrim Polres Klungkung Ajun Komisaris Nyoman Wirajaya, Jumat (7/11).
Mengetahui api membesar, para pemumpang yang terdiri dari 9 orang turis asing, 3 penduduk lokal dengan 2 anak buah kapal dan 2 kapten kapal itu berhamburan menyelamatkan diri.
Beruntung pada saat kejadian melintas kapal motor lain yang langsung menyelamatkan mereka. Empat orang terluka dalam musibah itu. Mereka adalah Gabriello Sansom, Olivier Babataile (keduanya asal Kanada), Buona Corsi Sara asal Italia dan satu warga lokal, Ni Komang Indah Ariasti. 
“Korban rata-rata mengalami luka bakar ringan,” kata dr Triana, petugas Puskesmas Nusa Lembongan.
Satu korban luka warga lokal akhirnya dirujuk ke rumah sakit Sanglah Denpasar karena menderita luka bakar cukup serius.

Berita Lain