18 April 2026
Beranda blog Halaman 42384

Said Didu Benarkan ‘Fit and Propert Test’ Direksi BUMN Dilakukan Tertutup

Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan telah melakukan tahapan uji fit and proper  terhadap para calon Direktur Utama Pertamina dalam beberapa hari terakhir dan masih berlangsung hingga jelang akhir pekan ini.

Menanggapi proses yang tertutup tersebut, Ketua umum Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) Binsar Effendy Hutabarat menilai adanya hal yang mencurigakan.

“Tidak boleh seperti itu, terbukalah. Itu curang. Ini kan untuk perusahaan sekaliber Pertamina. Kalau ini terbuka kan kita tahu siapa calon-calonnya. Pertamina ini juga harapan terbesar bangsa,” kata Binsar kepada Aktual.co, Jumat (7/11).

Sementara itu, Pengamat BUMN Said Didu menyatakan bahwa mekanisme pemilihan Dirut BUMN sekaliber Pertamina memang harus dilakukan tertutup.

“Itu mekanisme resmi fit and proper test. Itu sudah berlangsung sejak 2005 dari sistem fit and proper test yang kita buat dulu. Harus tertutup, Direksi BUMN itu adalah pejabat profesional bukan pejabat publik murni jadi seleksinya harus secara profesional juga,” ujar Mantan Sekretaris Menteri itu.

Ia menegaskan bahwa tidak ada yang salah dari mekanisme tertutup tersebut.

“Tidak ada yang salah selama dilakukan tanpa intervensi pihak-pihak tertentu. Harus obyektif,” ucapnya.

Untuk diketahui, menurut sumber Aktual, dikabarkan ada beberapa nama yang menjadi kandidat dirut Pertamina dari eksternal seperti Budi Sadikin (Dirut Mandiri), Sunarso (Direksi Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN) Dwi Sucipto (CEO Semen Gresik), Rinaldi Firmansyah (mantan Dirut Telkom).  Namun, dari nama-nama tersebut kuat dugaan Rinaldi Firmansyah menjadi kandidat terkuat karena endorsment dari Rini Soemarno, Sofyan Djalil dan Jusuf Kalla.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemkot Jaksel Gandeng TNI dan Polri Punguti Sampah di Depan Mal Pejaten Village

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota (Pemkot) bersama TNI dan Polri melakukan gelar bersih-bersih daerah untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan. Sudah menjadi rahasia umum, bila musim hujan datang, maka Jakarta akan tergenang banjir. 
Wali Kota Jakarta Selatan, Syamsuddin Noor pagi tadi  mengatakan, kegiatan pembersihan lingkungan bertujuan mengantisipasi potensi adanya banjir yang terjadi di kawasan Jakarta Selatan.
“Kita sudah mendekati musim hujan, salah satu hal mengantisipasi potensi banjir. Kita bersih-bersih sampah,” kata Samsudin di Jakarta, Jumat (7/11).
Pihak Pemkot bersama TNI dan Polri melakukan bersih-bersih sampah dan menyapu trotoar Mal Pejaten Village, Pasar Minggu Jakarta Selatan
Selain memunguti sampah, kata Syamsuddin, pihaknya juga melakukan penertiban terhadap PMKS dan PKL liar yang berjualan di sekitaran saluran air.
“Sasarannya masalah kebersihan yang ada di sepanjang jalan ini, saluran, spanduk-spanduk yang melanggar, PMKS, PKL yang ada di saluran akan kita tertibkan juga,” ungkapnya.
Syamsuddin menambahkan, pembersihan sendiri akan dilakukan di sepanjang jalan depan Mall Pejaten Village hingga depan Taman Margasatwa Ragunan.
“Titik awal di Pejaten Village hingga berakhir di Ragunan. Minimal satu bulan sekali akan dilakukan. Untuk Pemda sendiri merupakan yang pertama kalinya melakukan ini. Ini juga bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Kami sendiri berharap, dengan adanya ini, masyarakat menjadi lebih sadar untuk berperan serta dalam menjaga lingkungan,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pekerja Inalum Tolak Penambahan Listrik ke PLN

Jakarta, Aktual.co — Serikat Pekerja PT Indonesia Assahan Aluminium (persero) atau Inalum minta Menteri BUMN menolak wacana keharusan perusahaan itu menambah pasokan listrik hingga 210 megawatt ke PT Perusahaan Listrik Negara untuk memenuhi kebutuhan Sumatera Utara.

“Penolakan itu mengacu pada kekhawatiran penambahan energi listrik itu ke PLN akan berdampak pada pengurangan produksi Inalum yang bisa mengancam pengurangan pekerja,” kata Ketua PUK Serikat Pekerja (SP) Logam Elektronik Mesin (LEM) Inalum, M. Ridwan di Medan, dikutip Aktual, Jumat (7/11).

Penambahan energi ke Sumut hingga totalnya 300 MW dari 90 MW yang sudah diberikan dewasa ini bisa mengurangi produksi Inalum hingga 50 persen.

Dengan pengurangan produksi, ada ancaman sebagian pekerja di PHK.

“Perlu diketahui, surplus energi di Inalum terjadi saat debit air Danau Toba bagus atau besar. Kalau tidak, energi itu bahkan tidak mencukupi untuk menghidupkan tungku,” katanya.

Mengacu pada kondisi itulah, maka SP Inalum berharap Menteri BUMN, Rini M Soemarno komitmen dengan pernyataan awalnya bahwa kurang logis mengharapkan energi dari Inalum kalau pasokan tersebut membuat Inalum terganggu.

Menteri BUMN ketika di Medan, memang menegaskan, kurang bijaksana mengharuskan Inalum menjual daya listrik kepada PLN kalau langkah itu berpengaruh terhadap pembatasan operasi tungku produksi alumunium Inalum yang telah mencapai hasil 265 ton.

Untuk itu, kata Rini, pihaknya akan mendesak PLN untuk mencari berbagai solusi dalam mengatasi krisis listrik di Sumut khususnya saat beban puncak pada malam hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Anak Bos Sentul City Diperiksa KPK

James Fredrich Kumala, anak dari Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri (BJA) dan Presiden Direktur PT Sentul City Cahyadi Kumala alias Swie Teng berada di ruang tunggu Gedung KPK Jakarta, Jumat (7/11/2014). James diperiksa sebagai saksi untuk ayahnya dalam kasus dugaan suap alih fungsi lahan di Bogor. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Kemarau Panjang, Jumlah Sapi Mati Kehausan di NTT Bertambah

Kupang, Aktual.co — Kupang, Aktual.co – Jumlah sapi yang mati kehausan akibat kekeringan kemarau panjang di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai Jumat (7/11) dilaporkan terus bertambah.

Jika selama periode September-Oktober sapi mati mencapai 200 ekor, mulai awal November jumlah sapi mati dilaporkan bertambah 15 ekor. Jumlah itu terdiri dari 11 ekor di Desa Oel’ekam, Kecamatan Mollo Tengah, dan empat ekor di Desa O’of, Kecamatan Kuatnana.

‎Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Jefri Un Banunaek yang baru saja kembali dari dua desa tersebut mengatakan, penyebab sapi mati karena kehausan akibat tempat penampungan air seperti embung sudah mengering. Saat ini satu-satunya sumber air ialah sumur milik warga.

‎Hanya saja air di sumur harus dikeluarkan sebelum diberikan ke sapi. “Sapi-sapi di sana dilepas mencari pakan dan air. Karena tidak adaair, sapi akhirnya mati kehausan,” kata Jefridi Kupang, Jumat (7/11).

‎Dia mengatakan beberapa sapi mati karena terjatuh ke tebing ketika mencari air di sungai. Masyarakat pun tidak bisa berbuat banyak karena kekeringan ini. Padahal, hal ini terjadi di seluruh wilayah dan berdampak luas.

‎Sementara itu sapi mati sebelumnya berjumlah 200 ekor terjadi di Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat. Sapi-sapi tersebut milik enam kelompok penerima bantuan pembibitan sapi potong dari Dinas Peternakan NTT.

‎Melki Batu, Ketua Kelompok Moenmese di Desa Salbait yang dihubungi pada kesempatan terpisah mengatakan, setiap kelompok kebagian 110 sapi terdiri dari 100 betina dan 10 jantan. Mulai Agustus 2014, petani kesulitan air dan pakan.

‎Selain itu, kata dia, sapi-sapi mudah terserang penyakit karena ketika disalurkan, banyak sapi dalam kondisi tidak sehat. Kenyataan itu mengakibatkan kondisi sapi terus memburuk apalagi tidak ada pasokan pakan dan minum memadai.

‎”Kami cari pakan dan air antara 5-10 kilometer dan saat seperti ini (kemarau panjang) sapi sulit mendapat air,” ujarnya.

‎Adapun sapi yang mati menurut dia, dipotong kemudian daging sapi dibagi bersama anggota kelompok.

‎Meskipun persoalan sapi mati kehausan sudah terjadi sejak September, sampai saat ini belum ada penanganan dari Dinas Peternakan NTT maupun Dinas Peternakan Timor Tengah Selatan.

Serapan Anggaran Dishub DKI Paling Rendah

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M. Akbar mengakui rendahnya penyerapan anggaran di dinasnya pada APBD 2014. Ia beralasan ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dilelang.
“Ya memang, ada beberapa kegiatan yang enggak bisa dilelang, ada juga satu kegiatan yang seharusnya pengadaan karena masih perkara jadi di-stop anggarannya,” ujar Akbar di Jakarta, Jumat (7/11).
Sebagai informasi, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkapkan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta hingga akhir tahun 2014 baru mampu menyerap anggaran 3,7 persen. Dinas Perhubungan DKI sendiri mendapat anggaran sebesar Rp 4,12 triliun namun anggaran yang baru terserap sebesar Rp120 miliar.
Rendahnya penyerapan anggaran tersebut dikarenakan penyidikan kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta yang menyeret mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono sebagai tersangka sehingga Plt Gubernur DKI Jakarta Ahok, memutuskan mencoret pengadaan 1.000 unit bus Transjakarta dan 3.000 unit bus sedang senilai Rp3,2 triliun pada APBD 2014.
“Mereka lebih berhati-hati atau sebanyak mungkin tidak mengadakan lelang. Kemarin saat kasus penyalahgunaan anggaran Transjakarta dan bus sedang tahun 2013 banyak pejabat juga yang dipanggil Kejaksaan Agung untuk menjadi saksi, makanya mereka mungkin takut menyerap anggaran,” kata Heru di Balai Kota, Rabu (5/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain