14 April 2026
Beranda blog Halaman 42403

Suap Pilkada Lebak, KPK Periksa Kepala DPPKD Banten

Jakarta, Aktual.co —  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa dua orang terkait sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Lebak.
Dua orang tersebut adalah, Kepala DPPKD provinsi Banten Zainal Mutaqin dan Pegawai swasta Siti Halimah alias Lim. Keduanya akan diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka dalam kasus ini yaitu Amir Hamzah.
“Mereka akan diperiksa sebagai saksi AH (Amir Hamzah),” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha.
Amir Hamzah ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah Lebak yang menyeret Akil Mochtar, Ratu Atut Chosyiah, Tubagus Chaeri Wardana, serta Susi Tur Andayani. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Kasmin.
Mantan Wakil Bupati dan mantan calon Wakil Bupati Lebak itu  diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Standar Pelayanan Penumpang Commuterline

Suasana penumpang saat menaiki Kereta Commuter Line, Jakarta, Kamis (6/11/2014). Ditjen Kementerian perhubungan menerbitkan PM No.47/2014 yang mengatur perihal standar pelayanan minimun angkutan orang dalam kereta api. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Tak Khawatir BBM Naik, Ahok Yakin Tiga Kartu Jokowi

Jakarta, Aktual.co —Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak terlalu memusingkan dampak yang akan terjadi ketika harga BBM bersubsidi benar-benar dinaikkan.
Karena masyarakat nantinya akan dibantu dengan tiga kartu yang telah diluncurkan Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Ahok mengatakan ketiga program tersebut akan membantu mengurangi beban masyarakat akibat kenaikan harga BBM. 
KKS diharapkan dapat membantu keluarga yang tidak mampu dalam mencukupi kebutuhan hidupnya.
“Nanti kan ada Kartu Keluarga Sejahtera. Ada yang ngatur,” ujar Ahok di Balai Kota, Kamis (6/11).
Selain itu, terdapat KIS yang dikatakan  Ahok mirip dengan program kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
“KIS sama BPJS Kesehatan itu mirip. KIS ini hanya bahasa politik. BPJS Kesehatan sesuai UU SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional). Sudah jalan kok prgramnya,” ujarnya.
Ahok tidak menampik bahwa penerapan ketiga kartu tersebut belum merata di wilayah Jakarta. Namun ia mengatakan akan terus melakukan sosialisasi kepada warga dengan melibatkan pihak Kecamatan dan Kelurahan.
Sebagai informasi, KKS, KIP, dan KIS telah diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan beberapa menteri di Kantor Pos Jakarta Pusat, Senin lalu (3/11). 
Untuk di wilayah Jakarta, ketiga kartu tersebut diluncurkan di Kantor Pos Jakarta Pusat, Kantor Pos Jalan Pemuda Jakarta Timur, Kantor Pos Kebon Bawang Jakarta Utara, Kantor Pos Fatmawati dan Kantor Pos Mampang di Jakarta Selatan.
Jumlah penerima ketiga kartu di lima titik itu sebanyak 600 kepala keluarga. Sedangkan jumlah anggota keluarga yang mendapatkan bantuan pemerintah itu sebanyak 2.775 orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Menko Perekonomian Bantah Tak Pernah Perbaharui LHKPN

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengklaim, telah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2009.
Hal tersebut disampaikannya Sofyan di gedung KPK, Kamis (6/11) terkait dengan pemberitaan media massa yang menyebut dirinya melaporkan LHKPN pada tahun 2004.
“Tapi sebelum itu, seperti yang diketahui yang telah dilaporkan oleh teman-teman saya gak pernah melapor, terakhir 2004, itu tidak benar. Saya lapor 2001, 2004, 2007, 2009. Ini kelima kali, jadi pada tahun 2007 pergantian dari menko, ke BUMN selesai 2009 saya lapor lagi,” kata dia,di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/11).
Ketika ditanya perihal hartanya bergerak miliknya, Sofyan pun tak berkomentar. Dia lebih memilih untuk bergegas ke lobi KPK.
KPK, Rabu (5/11) mengklaim telah menerima laporan harta kekayaan penyelenggara negara dari tiga menteri Kabinet Kerja Joko Widodo. Mereka adalah Menpan-RB Yuddy Chrisnandi, Menteri Kesehatan Nilla Moeloek, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.‬
‪Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, dua menteri selain Yuddy menyerahkan laporan kekayaannya di gedung C-19 yang letaknya tidak jauh dari gedung utama KPK Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Jadi, kata Johan, tidak banyak yang tahu bahwa dua nama menteri terakhir telah melaporkan harta kekayaannya.‬
‪Johan mengatakan, dari tiga menteri yang menyerahkan LHKPN, hanya Nilla dan Amran yang diterima dan diberi tanda telah melaporkan harta kekayaannya. Berkas Yuddy terpaksa dikembalikan karena format penyusunannya tidak sesuai dengan format laporan harta kekayaan di KPK.‬
‪Yuddy sendiri mengaku leporan harta kekayaannya masih bersifat sementara karena belum final. Dia menaksir jumlah harta yang dilaporkan ke KPK mencapai Rp 20 miliar, terpecah dalam bentuk tabungan, rumah, dan kendaraan pribadi. “Sisa harta lainnya masih butuh autentifikasi,” kata Yuddy saat mendatabgi KPK, Rabu siang.‬
‪Meski baru tiga menteri yang melaporkan harta kekayaannya, Johan berharap publik tidak menghakimi menteri yang belum melaporkan harta tidak pro pada pemberantasan korupsi. Juru bicara yang merangkap Deputi Pencegahan KPK itu mengatakan masih ada waktu bagi para oejabat untuk melaporkan harta kekayaan, yakni hingga tiga bulan sejak dilantik.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Penyerapan Tenaga Kerja

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan MRT di Jakarta, Kamis (6/11/2014). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, penyerapan tenaga kerja di Indonesia masih didominasi pendidikan rendah, yakni yang berpendidikan Sekolah Menengah Pertama dan ke bawah, sebanyak 74,3 juta orang, atau sekitar 64,83% dari jumlah pekerja yang sebanyak 114,63 juta jiwa. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Perubahan Parkir Koin ke Elektrik di Sabang Molor Dua Minggu

Jakarta, Aktual.co —Demi efesiensi, pembayaran parkir meter yang diujicoba di Jalan Agus Salim (Sabang), Jakarta Pusat akan segera diganti dari menggunakan koin menjadi kartu elektronik.
Janji Dinas Perhubungan bahwa pembayaran parkir menggunakan kartu elektronik bisa dimulai di awal November, ternyata molor.
Kepala Unit Pelaksana (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Sunardi Sinaga, mengatakan perubahan itu akan secepatnya dilakukan. 
“Akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Mungkin sekitar minggu kedua dalam bulan ini,” kata Sunardi di Jakarta, Kamis (6/11).
Keterlambatan diakuinya memang ada dalam pemasangan perangkat pembayaran non cash. Sebab ada hambatan di pemasangan alat pembayaran elektrik yang dipasang di dalam mesin parkir meter. 
“Perangkat tambahan itulah nantinya yang akan terhubung dengan bank,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain