13 April 2026
Beranda blog Halaman 42408

Aji Santoso Tetap Tangani Timnas U-23 untuk SEA Games 2015

Jakarta, Aktual.co — Aji Santoso akhirnya melanjutkan kebersamaan dengan Timnas Indonesia U-23, yang tugas pertamanya mempersiapkan tim untuk menghadapi SEA Games 2015 di Singapura.

Dengan adanya keputusan itu, pelatih asal Malang, Jawa Timur, itu kemungkinan besar tidak menerima pinangan klub asal Ibu Kota, Persija Jakarta, guna menangani Tim Macan Kemayoran dalam mengarungi Indonesia Super League (ISL) 2014/2015.

“Saya sudah memutuskan untuk terus bersama timnas,” kata Aji Santoso saat dikonfirmasi, Rabu (5/11).

Mantan Pelatih Persebaya Surabaya itu akan kembali mendapatkan tugas berat. Dengan sisa waktu sekitar enam bulan, dituntut menyiapkan tim terbaik demi meraih hasil positif pada kejuaraan dua tahunan itu.

Demi mempersiapkan tim terbaik, kata Aji, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Badan Tim Nasional (BTN) demi memaparkan program yang akan dijalani mulai dari pemusatan latihan hingga rencana pertandingan uji coba. Sesuai dengan rencana, pertemuan dilakukan pada 14 November.

“Untuk pemusatan latihan, rencananya mulai Desember. Ada sekitar 30 sampai 40 pemain yang akan kami panggil. Sistemnya keluar-masuk (promosi degradasi),” kata mantan pemain timnas itu.

Mantan Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-23 pada SEA Games 2013 itu menegaskan, demi mendapatkan pemain terbaik, pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan klub. Rekomendasi dari pelatih klub juga sangat dibutuhkan.

Selama menangani timnas, Aji Santoso terbilang cukup lumayan. Bersama dengan pelatih Rahmad Darmawan mampu menyumbangkan medali perak di SEA Games 2013. Setelah itu, mampu membawa timnas masuk 16 besar pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, beberapa waktu lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Rossi dan Lorenzo Akan Bersaing Ketat di Balapan Terakhir

Jakarta, Aktual.co — Dua pebalap MotoGP dari tim Yamaha Moviestar, Jorge Lorenzo dan Valentino, akan sama-sama berjibaku untuk bisa menjadi runner-up di gelaran balap motor kasta tertinggi di dunia musim 2014.

Pada daftar klasemen, The Doctor (julukan Rossi) unggul 12 poin di atas Lorenzo, dengan raihan 275 poin. Sedangkan seterunya Lorenzo, mengumpulkan 263 poin.

Namun, hal itu akan tidak berguna apabila Rossi tidak bisa meraih minimal podium kedua pada ‘grand prix’ terakhir MotoGP 2014 yang akan digelar di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, pada Minggu (9/11) mendatang.

Menghadapi kenyataan itu, pebalap berusia 33 tahun itu, berjanji akan berjuang keras. Namun, dirinya tetap waspada dengan ambisi yang juga dirasakan oleh Lorenzo.

“Balapan di Valencia nanti akan menjadi balapan yang sulit. Meski unggul 12 poin, hal itu tidak akan cukup jika saya berada di dua posisi di belakang Lorenzo. Dia (Lorenzo) pebalap yang ambisius, saya harus tetap mewaspadainya,” kata Rossi, seperti dikutip Crash.net, Rabu (5/11).

Di sisi lain, Lorenzo yang telah mengoleksi dua gelar juara dunia MotoGP mengatakan, kebangkitannya di enam seri terakhir MotoGP, akan dijadikan penyemangat bagi dirinya. Lorenzo mengkalim, sirkuit Valencia akan bisa dia kuasai.

“Valencia mempunyai sirkuit yang baik. Saya menang di sini (valencia) tahun lalu. Itu bisa dijadikan sebagai acuan saya,” ujar Lorenzo.

“Enam balapan terakhir juga bisa membangkitkan semangat saya. Itu jadi modal yang cukup bagi saya,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bonbin Bali Zoo Lepas 80 Tukik di Pantai Saba

Jakarta, Aktual.co — Pengelola kebun binatang Bali Zoo bersama wisatawan melepas 80 ekor tukik atau anak penyu hijau (Chelonia Mydas) di Pantai Saba, Kabupaten Gianyar, Rabu (5/11).
“Pelepasan anak penyu hijau itu dilakukan sebagai upaya melestarikan lingkungan dan satwa yang dilindungi undang-undang dan sekaligus memperingati Hari Cipta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) pada 5 November 2014,” kata Public Relations Executive Bali Zoo, Emma Kristiana Chandra.
Dalam kesempatan itu pihaknya juga mengajak anak-anak usia 4-7 tahun yang berasal dari Sekolah Cheeky Monkey Learning Centre dan Tunas Daud untuk turut berpartisipasi dalam acara pelepasan tukik ke habitat asalnya.
Ia menjelaskan bahwa anak penyu hijau yang dilepas berjumlah 80 ekor dengan ukuran panjang 6-7 cm dan baru berumur empat bulan.
Penyu hijau merupakan satwa lanGka yang oleh Internatioal Union for Conservation of Nature (IUCN) untuk dalam kategori satwa terancam punah, yang semakin hari semakin sedikit populasinya.
Species penyu hijau tersebar di wilayah tropis sepanjang perairan di Indonesia termasuk Bali dan Pantai Saba adalah satu-satunya tempat konservasi yang baik untuk penyu hijau di daerah Kabupaten Gianyar.
“Bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pada hari ini, Bali Zoo melakukan kegiatan pelepasan anak penyu sebagai upaya memperbesar peluang hidup penyu hijau di habitat alaminya,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Bali Zoo terhadap pelestarian satwa langka yang dilindungi.
Selain itu, Bali Zoo juga ingin menumbuhkan kesadaran dan kecintaan anak-anak terhadap satwa yang harus dilestarikan keberadaannya agar tidak punah.

Komdis Sesalkan Banding yang Dilakukan PSS Sleman

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Panjaitan, sesalkan pengajuan banding yang dilakukan oleh salah satu klub peserta kompetisi Divisi Utama (DU) Liga Indonesia, PSS Sleman.

Banding yang dilakukan oleh Elang Jawa (julukan PSS Sleman) kepada Komisi Banding (Komding) PSSI, ialah terkait keputusan Komdis yang mendiskualifikasikan PSS Sleman dari turnamen DU musim 2014.

Seperti diketahui, keputusan yang diambil oleh Komdis itu adalah buah dari kelakuan PSS Sleman ketika menghadapi PSIS Semarang pada laga babak delapan besar DU melawan PSIS Semarang beberapa waktu lalu.

Pada pertandingan tersebut, tim besutan Herry Kiswanto dengan sengaja melakukan dua gol bunuh diri, sehingga membuat laga tersebut populer dengan sebutan “sepakbola gajah”.

“Di mana akal sehat mereka? Itu adalah sebuah kejahatan sepakbola. Mereka main bukan untuk menang, tapi untuk kalah. Itu mencederai semangat ‘fair play’,” ungkap Hinca ketika ditemui di sekretariat PSSI, Jakarta, Rabu (5/11).

PSS Sleman resmi mengajukan banding dengan mengirimkan surat banding tersebut melalui fax. Pada Selasa (4/11), manajemen PSS Sleman telah menyerahkan surat banding resmi kepada Komding PSSI.

Bukan hanya PSS Sleman yang melakukan gol bunuh diri, lawannya, PSIS Semarang juga melakukan hal yang sama. Ironisnya, perbuatan memalukan tersebut dilakukan hanya untuk menghindari Borneo FC di partai semi-final DU.

Sebelumnya, kedua tim tersebut memang sudah diputuskan masuk ke babak semi-final kompetisi DU. Ada apa dengan Borneo FC, sehingga mereka rela mencoreng nama baik sepakbola Indonesia dengan melakukan gol bunuh diri?

“Dengan banding yang dilakukan oleh PSS Sleman, seolah-olah keputusan Komdis salah. Padahal jelas-jelas apa yang mereka lakukan itu salah,” sesal Hinca.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga Program yang Diprioritaskan oleh Menteri Siti Nurbaya Tahun 2015

Jakarta, Aktual.co — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan akan memprioritaskan beberapa program pada 2015, tiga di antaranya adalah pengelolahan sampah, rehabilitasi hutan, serta penyelesaian persoalan masyarakat adat di pinggiran hutan.
Siti Nurbaya Bakar mengatakan hal itu usai melakukan rapat kerja dan silaturrahmi dengan Komite II DPD RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.
Mantan Sekretaris Jenderal DPD RI itu menjelaskan, dalam menjalankan program kerjanya dirinya akan mengikuti gaya Presiden Joko Widodo yakni berkunjung langsung ke daerah.
Melalui kunjungan langsung ke daerah atau “blusukan”, menurut Siti Nurbaya, dapat memperolah fakta-fakta lapangan secara langsung sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah serupa di daerah lainnya.
Siti menyikapi secara positif gaya “blusukan” yang dilakukan Joko Widodo karena dapat menyerap secara langsung informasi, fakta-fakta, dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Dari blusukan itu, dapat diformulasikan solusi persoalannya dengan lebih cepat,” kata dia.
Menurut dia, para menteri di Kabinet Kerja akan melakukan pola blusukan dalam menyerap persoalan yang terjadi di masyarakat, sehingga dapat lebih cepat mengatasinya.
Perihal prioritas program yang akan dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menurut dia, pengelolaan sampah harus dikelola bersama-sama oleh masyarakat dan pemerintah daerah setempat, sehingga tidak mencemari lingkungan.
Kemudian soal rehabilitasi hutan, menurut Nurbaya, dengan memelihara hutan dan melakukan penghijauan terhadap kerusakan hutan.
Sedangkan soal batas wilayah hutan yang sering menjadi masyarakat antara pengelola sumber daya hutan dan masyarakat di sekitar hutan, menurut dia, juga akan menjadi perhatian utama.
“Soal lingkungan dan pemelihaan hutan ini masih kurang kampanye di ruang publik,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Serasa Naik Pesawat Terbang Saat Menaiki Kereta Cepat ke Bukit Bendera-Malaysia (Bag. 2)

Jakarta, Aktual.co — Telinga terasa berat seperti layaknya naik pesawat terbang di kala kereta cepat yang membawa rombongan Forum Silaturahmi Kulaan banjar Banua (FSKB) dan penumpang lainnya menaiki Bukit Bendera di Kota Penang, negeri Penang, Malaysia.
Hanya saja gerbong yang ditumpangi tersebut terlalu sesak oleh pengunjung, sehingga pandangan tak leluasa melihat kiri dan kanan yang berada di tengah hutan lebat bukit yang menjadi objek wisata andalan tanah Melayu tersebut.
Dari perjalanan naik kereta listrik cepat dari bawah ke puncak Bukit Bendera setinggi 830 meter itu, gerbong beberapa kali berhenti, saat itu tampak suasana alam hutan yang masih alami, aneka tanaman hutan seperti layaknya hutan tropis yang ada di Banua (Kalimantan Selatan).
Anggota FSKB, Mohamad Ary yang juga ketua rombongan dalam perjalanan muhibah ini menuturkan, setelah melakukan perjalanan selama sembilan hari 17-26 Oktober 2014 banyak pengalaman yang didapat dalam upaya menyambangi pemukiman-pemukiman Suku Banjar yang berada di negeri seberang tersebut.
Dalam beberapa kali pertemuan antara kedua belah pihak sepakat menjalin persaudaraan yang lebih dekat, dengan tujuan eratkan hubungan kekeluargaan yang selama ini agak terputus, sekaligus sebagai wadah atau wahana bagi siapa saja dikedua belah pihak untuk mencari juriat di dua negara berbeda tersebut.
Menurut Mohamad Ary, banyak Suku Banjar yang sudah lama bermukim di Malaysia ingin mencari juriat keluarga yang ada di banua asal Kalimantan selatan, tetapi setelah hubungan lama terputus sekarang sudah kehilangan jejak untuk mencari juriat tersebut.
Atau sebaliknya warga Banua di kalsel yang sudah kehilangan jejak pula untuk mencari juriat keluarga yang madam (merantau) ke Malaysia puluhan bahkan ratusan tahun silam.
Melalui FSKB dan Kulaan Malaysia inilah akan menjadi jembatan bagi mereka yang terputus hubungan keluarga tersebut untuk saling mengetahui kedua belah pihak, dan kalau perlu dipertemukan.
Sebagai Contoh saja, Mdnoh Rahidin keturunan Banjar Kalsel yang lama tinggal di Negeri Malaka, yang sempat menitikkan air mata setelah bertemu dengan rombongan FSKB tersebut.
Sebab ia tahu cerita keluarga hanya dari almarhum ayahnya yang sudah lama meninggal dunia, dan ayahnya berpesan ia harus mencari juriat keluarga yang ada di Indonesia, tetapi untuk mencarinya ia sendiri tidak mengerti harus bagaimana karena tak pernah ke Indonesia, apalagi ke Kalimantan Selatan.
Dalam kunjungan tersebut rombongan FSKB disambut dengan hangat para warga di beberapa lokasi tersebut, bahkan sempat menyaksikan festival budaya Banjar di Bukit Melintang.
Rombongan juga sempat bertemu dengan Mr Craig warga Amerika Serikat yang tinggal di Malaysia yang ternyata mendalami dan mahir bahasa Banjar.
Rombongan juga bertemu dengan tokoh masyarakat Banjar batu pahat, Jaini Musa yang ingin bertemu dengan para juriatnya yang berada di Kalsel.
Bahkan dalam perjalanan muhibah ini rombongan FSKB ikut dalam parade mobil Kulaan Adventure Team ke lokasi wisata peranginan.
Di Bukit Melintang, rombongan sempat menjenguk dua orang sepuh Suku Banjar yang sudah ujur dengan usia hampir satu abad yang dipercaya sebagai sepuh Suku Banjar yang dulunya membuka hutan wilayah Bukit Melintang sebagai kawasan pemukiman Suku Banjar.
FSKB juga bertemu dengan Rektor Universitas Islam Azlan Shah Nordin Kardi asli suku Banjar, serta Prof Jamil Hasim yang juga keturunan Banjar asal Lampihong, sepakat melakukan kerja sama pendidikan dengan FSKB yang sebagian anggotanya adalah anggota Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin.
Rombongan juga disambut hangat kulaan Banjar Malaysia di Desa Sungai Manik yang 80 persen penduduknya juga sebagai petani padi atau disebut pekerja bandang adalah orang Banjar yang membuka lahan sejak ratusan tahun silam.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain