6 April 2026
Beranda blog Halaman 42442

Kabar Duka, Vokalis Static-X Meninggal Dunia di Usia 48 Tahun

Jakarta, Aktual.co — Vokalis band rock Static-X bernama Wayne Static meninggal dunia pada hari Sabtu 1 November 2014 di usia 48 Tahun. Dan dunia musisi rock ikut berkabung pada hari ini.
Static-X adalah band metal Amerika dari Los Angeles, California yang dibentuk pada tahun 1994. Terdiri dari Wayne Static (vokal dan lead guitar), Ashes (gitar), Andy Cole (bass) drum). Mereka mulai bergabung dengan Warner Bros Records dan telah merilis enam album. Band ini mulai terkenal dengan album debut mereka Wisconsin Death Trip, yang mendapat platinum pada tahun 2001. 
Musik mereka menggabungkan unsur nu-metal, industrial Metal, dan Groove Metal. Static-X menggambarkan genre musik mereka sebagai “Evil Disco”, static-X telah merilis enam album studio, satu album kompilasi, satu EP, dan dua belas single.
Sejak berita Wayne meninggal mencuat, Belasungkawa dari seluruh masyarakat, dan musisi hard rock terus mengalir di media sosial seperti Twitter. Beberapa musisi mengungkapkan kesedihan, di antaranya David Draiman, Ozzy Osbourne, Billy Corgan “Smashing Pumpkins”, Jacoby Shaddix ” Papa Roach”, dan lainnya.
“I am shocked to hear that Wayne Wells (Wayne Static) has passed away. I played with him in his first band, Deep Blue Dream, in 1987/88,” ungkap Billy Corgan, @BillyCorgan.

PSSB Bireuen “PeDe” Lolos ke Delapan Besar Piala Soeratin

Banda Aceh, Aktual.co — Setelah keluar sebagai juara grup I, Kompetisi Liga Remaja Piala Soeratin Regional Sumatera, kini PSSB Bireuen, Aceh, semakin percaya diri untuk lolos ke babak delapan besar. Tim besutan Darmawan itu kini sedang mempersipkan diri dengan menggelar latihan rutin di Stadion Cot Gapu, Bireuen.

Pelatih PSSB Bireuen, Darmawan kepada Aktual.co, ditulis Selasa (4/11) menyebutkan partai 16 besar akan digelar pada 12-17 November mendatang. Hingga saat ini, sambung Darmawan panitia belum memberikan jadwal laga pada pihaknya.

“Kabarnya partai 16 besar akan digelar di Bandung, Jawa Barat, namun informasi resmi belum kami terima,” sebut Darmawan.

Diungkapkan Darmawan, capaian anak asuhnya sampai hari ini, sangat menggembirakan tim Kota Juang. Pasalnya, tim itu tampil maksimal selama kompetisi itu digelar.

Untuk itu, pihaknya berharap agar Pemkab dan masyarakat Bireuen terus berdoa, sehingga tim itu bisa meriah juara pada kompetisi junior di Indonesia itu.

“Kami yakin dengan dukungan semua pihak, skuad PSSB tampil maksimal di laga babak 16 besar. Kepercayaan diri tim saat ini sedang bagus, sehingga sangat mungkin untuk mengalahkan lawan-lawan di babak 16 besar itu,” pungkas Darmawan.

Sebelumnya, PSSB berhasil keluar sebagai juara grup I, setelah mengalahkan PS Batanghari, Jambi, 2-1 di Stadion Mutiara, Asahan, Sumatera Utara. Kemenangan itu menghantarkan M Riski Aulia Cureh ke partai 16 besar nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Tak Lapor LHKPN, Jokowi Beri Contoh Kurang Baik

Jakarta, Aktual.co — Menteri di kabinet kerja hingga saat ini belum juga melaporkan harta kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini, menjadi contoh yang kurang baik bagi Presiden Joko Widodo, selaku nahkoda di kabinet kerja.
Demikian disampaikan pengamat hukum dari UII, Muzakir, ketika dihubungi Aktual.co, Senin (3/11).
“Seharusnya itu Jokowi selaku presiden sebelum mengangkat yang bersangkutan (menteri), harus memenuhi persyaratan. Maka mereka jauh hari diminta untuk menyerahkan tentang harta kekayaan baru setelah itu di angkat jadi menteri,” ujar Muzakir.
Menurut Muzakir, hal ini merupakan citra yang kurang baik bagi awal pemerintahan Jokowi karena kurang memperhatikan hukum administratif.
“Laporan harta kekayaan juga kan supaya kita memberi contoh yang bersih dalam jabatan. Tapi, kalau mungkin yang sebelumnya sudah menjabat dokumennya sudah ada, tinggal diperbaiki. Kalau belum kan harus menyusun kembali dari nol,” jelas Muzakir.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Zulkarnain mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengingatkan ataupun menyampaikan himbauan kepada para menteri tersebut untuk segera melaporkan harta kekayaannya.
Menurut dia, sebagai penyelenggara negara, harusnya para menteri tersebut sudah mengetahui kewajiban mereka. Para menteri ini semestinya menyadari bahwa laporan tersebut merupakan langkah awal sebagai komitmen para menteri untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pedagang Pasar Beringharjo Akan Hidupkan Lagi “Jagi Peken”

Jakarta, Aktual.co — Pedagang Pasar Beringharjo didukung oleh Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta menghidupkan kembali “Jagi Peken” atau menjaga pasar agar budaya yang mengutamakan gotong royong menjaga pasar tersebut tidak hilang.
“Budaya tersebut ada sejak 1960, namun seiring dengan proses renovasi pasar pada 1980, budaya itu hilang. Kini, kami bersama pedagang pasar ingin menghidupkan kembali budaya itu,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Maryustion Tonang di Yogyakarta, Senin (3/11).
“Jagi Peken” adalah sebuah kegiatan yang rutin dilakukan oleh tim pengamanan pasar sekitar satu jam menjelang penutupan pasar. Petugas akan berkeliling pasar sambil memukul “bende” atau gong kecil untuk mengingatkan pedagang agar bersiap-siap membereskan dagangannya karena pasar akan segera ditutup.
“Nantinya, akan ada petugas yang berkeliling pasar sekitar pukul 16.00 WIB untuk memukul ‘bende’, mengingatkan pedagang agar segera membereskan barang dagangannya,” sambungnya.
Menurut dia, akan ada banyak manfaat yang bisa diperoleh pedagang dengan dihidupkannya kembali “Jagi Peken” tersebut, baik dari aspek keamanan, sosial, pariwisata hingga ke aspek ekonomi.
“Dengan tertib berjualan, maka keamanan pasar akan lebih terjamin. Dari aspek pariwisata, kegiatan ini tentu akan menarik wisatawan dan pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” lanjutnya.
Maryustion menyebut, seluruh kegiatan tersebut dibiayai secara swadaya oleh pedagang serta adanya dukungan dari sejumlah sponsor. “Tidak ada anggaran dari pemerintah daerah yang dilibatkan di sini,” imbuhnya.
Meskipun baru diawali di Pasar Beringharjo, namun Maryustion berharap, kegiatan tersebut dapat dilakukan di seluruh pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Total pasar tradisional di Yogyakarta tercatat sebanyak 31 pasar dengan sekitar 16.000 pedagang.
“Dimungkinkan, dalam waktu dekat akan dilakukan di Pasar Kotagede. Pasar tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat penting,” terangnya.
Selain meluncurkan kegiatan “Jagi Peken”, seluruh pedagang pasar tradisional juga berkomitmen untuk mengenakan pakaian adat tradisional Yogyakarta setiap Kamis Pahing.
Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Hukum dan Pemerintahan Achmad Fadli mengatakan, memberikan apresiasi terhadap upaya pedagang melestarikan budaya dengan menghidupkan “Jagi Peken”.
“Saat ‘bende’ ditabuh, maka hal itu menjadi penanda bahwa petugas siap mengamankan pasar tradisional hingga keesokan harinya,” katanya.
Fadli menambahkan, kelebihan pasar tradisional adalah sisi tradisional yang dimiliki. “Namun demikian, pasar tradisional harus tetap berbenah agar tidak kalah dengan pasar modern. Pasar harus bersih, pedagang melayani dengan baik dan kondisinya aman,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tono Suratman Minta Perseteruan KONI-KOI Segera Selesai

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman, mengatakan bahwa perseteruan yang terjadi antara KONI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), mengakibatkan prestasi olahraga Indonesia di turnamen ‘multi event’ mengalami kemunduran.

“Dualisme yang terjadi antara KONI dan KOI harus segera selesai, karena ini menyangkut urusan prestasi olahrga kita. Mulai dari SEA Games di Myanmar sampai kepada Asian Games 2014 lalu, olahraga kita menjadi menurun,” kata Tono di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, ditulis Selasa (4/11).

Lebih jauh disampaikan oleh pria yang masa jabatannya sebagai Ketua Umum KONI tinggal satu tahun itu, bahwa proses penyatuan dua lembaga olahrga tersebut, tinggal menunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Meski begitu, Tono juga tidak dapat menyebutkan kapan MK akan membeberkan keputusannya.

“Tinggal tunggu keputusan MK. Tapi belum tau kapannya. Saya berharap keputusan MK adil untuk kedua lembaga,” tandasnya.

Seperti diketahui, perselisihan yang melibatkan KONI dan KOI telah menjadi buah bibir insan olahraga Indonesia. Sejak permasalahan itu mencapai titik klimaks seiring dengan kegagalan kontingen Indonesia pada gelaran Asian Games di Incheon, Korea Selatan, beberapa bulan lalu.

Pada Asian Games 2014 yang memperlombakan 37 cabang olahraga itu, Indonesia menempati urutan ke-17 dengan raihan empat medali emas, lima perak serta sebelas perunggu.

Artikel ini ditulis oleh:

PDGI Beri Pelayanan Kesehatan Gigi Secara Gratis

Jakarta, Aktual.co — Kupang, Aktual.co — Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) bekerja sama dengan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia dan PT Unilever Indonesia menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2014 dengan memberi pelayanan kesehatan gigi secara gratis.
“Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang perlu diperhatikan dengan baik, karena setiap hari dipergunakan,” kata Dekan Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Dr drg Paulus Januar, di Jakarta, Senin (3/11).
Dia mengemukakan BKGN kelima ini diselenggarakan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) pada 3-5 November 2014.
Pelayanan kesehatan gigi secara gratis kepada masyarakat pada BKGN 2014 meliputi pendidikan kesehatan gigi dan pemeriksaan gigi serta perawatan berupa penambalan gigi.
Selain itu, lanjutnya pencabutan gigi sulung maupun gigi tetap, pembersihan karang gigi, perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi”fissure sealant” serta rujukan.
“Semua pengobatan gigi itu diberikan kepada masyarakat secara gratis,” ujarnya.
Selama BKGN 2014 juga akan serangkaian seminar, ceramah, maupun konferensi pers mengenai kesehatan gigi. Serangkaian kegiatan BKGN 2014 akan dilakukan pada institusi pendidikan kedokteran gigi, seperti Universitas Baiturahman, pada 12-15 September 2014 Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Soedirman, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Mahasaraswati, Universitas Indonesia, Universitas Hang Tuah, Universitas Sumatera Utara, Universitas Padjajaran, Universitas Trisakti, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Airlangga.
“Kampus kami juga menggelar kegiatan yang sama,” sambungnya.
Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan, penyakit gigi dan mulut merupakan salah satu dari 10 masalah kesehatan yang terbanyak dikeluhkan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, kata dia penyebaran dokter gigi tidak merata, serta ketersediaan sarana pelayanan kesehatan gigi di banyak tempat di Indonesia masih kurang.
Sedangkan dari hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI ternyata 25,9 persen penduduk Indonesia bermasalah dengan kesehatan gigi dan mulutnya.
Namun dari mereka yang bermasalah dengan kesehatan gigi dan mulut hanya 8,1persen saja yang mendapatkan perawatan kesehatan gigi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain