15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42448

Bisnis Kuliner Berbasis Budaya Bisa Perkuat Destinasi Pariwisata

Jakarta, Aktual.co — Pengembangan bisnis kuliner berbasis budaya akan memperkuat pengembangan kepariwisataan pada suatu destinasi pariwisata, kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Jabar), Lia Embasari.
“Kuliner berbasis budaya akan memperkuat pengembangan destinasi wisata, karena akan menjadi pemikat belanja wisatawan dan memberi nilai tambah kawasan itu,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Lia Embasari di Bandung, Kamis (23/10).
Menurut Lia, kuliner menjadi pendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan pemikat tingkat belanja wisatawan serta pelengkap kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanannya.
Untuk mencapai hal tersebut, menurut dia, harus ditopang oleh keberhasilan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk masyarakat pariwisata yang handal, kreatif dan inovatif.
Peran penting keberadaan SDM di industri pariwisata, adalah sebagai motor penggerak kelangsungan industri, pelaku utama yang menciptakan produk inti pariwisata serta salah satu faktor penentu daya saing industri.
“Wisata kuliner diharapkan mempunyai pemaknaan yang lebih mendalam ketimbang sekedar unsur pemuas selera lidah. Produk kuliner tidak hanya menampilkan makanan khas akan tetapi dapat berkembang menjadi suatu media interpretasi yang memperluas wawasan wisatawan,” ucapnya.
Wawasan itu, menurut dia, tidak hanya berkutat seputar cita rasa atau bumbu apa yang dipakai dalam hidangan, namun juga menambah pengetahuan tentang cara makan, gaya hidup, tradisi, kebudayaan, kesejarahan, sampai unsur geografis yang direpresentasikan lewat penyajian dan cita rasa hidangan tersebut.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar secara khusus menggelar pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kuliner yang dilaksanakan 22 hingga 24 Oktober 2014 di Kota Cimahi, yang diikuti 30 pengrajin kuliner yang seluruhnya berasal dari Kota Cimahi.
“Penyelenggaraan pelatihan tenaga kuliner kali ini, penting dan tepat waktu. Di tengah-tengah upaya pembangunan ekonomi, produk kuliner sebagai basis ekonomi kerakyatan, perlu terus-menerus dikembangkan,” katanya.
Semangat berkarya dan berkreasi perlu difasilitasi, diberikan kemudahan dengan memberikan kesempatan kepada para perajin, untuk mengembangkan produk-produknya.
Strategi Pemasaran yang tepat dari hasil kreativitas para perajin, akan membuat produksi kuliner Jawa Barat semakin dikenal, tidak saja di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

Artikel ini ditulis oleh:

Diduga Akan Bergabung ke ISIS, Gadis AS Dicegat di Jerman

Jakarta, Aktual.co — Tiga gadis remaja Amerika Serikat yang dicurigai ingin bergabung jihad dengan Negara Islam (IS) dipulangkan setelah mereka dicegat di Jerman.
“Ketiga gadis Colorado, keturunan Sudan dan Somalia itu, sedang menuju ke Turki ketika mereka dihentikan oleh pihak berwenang Jerman di bandara Frankfurt,” tulis CNN, Kamis (23/10).
Turki adalah titik kunci masuk bagi calon pejuang jihad yang ingin bergabung dengan kelompok garis keras Negara Islam (IS) di Irak dan Suriah.
Seorang pejabat penegak hukum mengatakan kepada ABC News, bahwa gadis-gadis itu berusaha “untuk memenuhi apa yang mereka yakini adalah beberapa visi yang telah dimasukkan pada kampanye media secara licin” oleh kelompok-kelompok radikal di Suriah.
Juru Bicara Biro Investigasi Federal, Paul Bresson, mengatakan kepada AFP bahwa lembaga itu “menyadari situasi dan membantu dengan membawa gadis-gadis itu kembali ke Denver, Senin.
“Para remaja itu dalam keadaan aman dan bersatu kembali dengan keluarga mereka,” katanya.
Mengutip dokumen Kantor Sheriff Arapahoe County, CNN mengatakan gadis-gadis itu meninggalkan rumah dengan paspor mereka dan 2.000 dolar AS uang tunai.
Keluarga mereka telah melaporkan tiga anak perempuan itu, yang berusia 15, 16, dan 17 tahun, hilang pada 17 Oktober.
FBI berbicara dengan gadis-gadis itu setelah mereka kembali, tetapi lembaga ini menolak untuk berkomentar lebih lanjut karena gadis-gadis itu masih remaja.

Di Festival Tabot Mukomuko Pentaskan Tari ‘Niqhung’

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menampilkan tari ‘Niqhung’ atau Tampi pada Festival Tabot yang digelar di Kota Bengkulu, mulai tanggal 24 Oktober 2014.
“Kami menampilkan Tari ‘Niqhung’ pada Festival Tabot,” kata Kabid Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Yulia, di Mukomuko, Kamis (23/10).
Ia mengungkapkan, tari Niqhung dari daerah itu akan menjadi salah satu peserta dalam lomba ajang kreativitas antarpelajar untuk kategori tari kreasi baru.
Yulia menyebutkan, sebanyak tujuh orang pelajar SMA terbaik di daerah itu dipilih untuk membawakan tarian ini pada Festival Tabot. Tujuh pelajar ini yang lulus seleksi untuk membawakan tarian tersebut.
“Tujuh orang yang kami pilih adalah pelajar SMA yang kreatif dalam membawakan tari Niqhung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa tari Niqhung merupakan persembahan dari sanggar seni bunga teratai kabupaten itu.
Tari Niqhung diangkat dari kehidupan masyarakat Kabupaten Mukomuko. Di mana pada zaman dahulu hingga sekarang para petani saat panen tiba selalu membawa alat untuk membersihkan hasil panen padi berupa Baku (Bakul) dan Niqhung (Tampi).
Menurutnya, penata tari mencoba menuangkan garapan ke dalam sebuah pertunjukan tari yang dikembangkan sesuai kebutuhan garapan.
Adapun gerakan dalam tari ini, lanjutnya, penata memadukan dari unsur gerak tari “gandai” dan gerak silat sebagai akar tradisi di daerah itu.
Selanjutnya, lanjutnya, dikembangkan menjadi bentuk sebuah garapan tari kreasi yang berjudul tari Niqhung.
Lebih lanjutnya, ia menjelaskan, tema garapan tari Niqhung adalah kegotongroyongan dan kebersamaan pada saat pesta panen padi sawah.

Artikel ini ditulis oleh:

Komite HAM PBB Serukan Pemilihan Terbuka di Hongkong

Jakarta, Aktual.co — Komite Hak Asasi Manusia PBB menyerukan kepada Tiongkok, untuk memastikan adanya hak pilih universal di Hongkong, serta menekankan bahwa hal itu juga termasuk hak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum.
Panel yang terdiri atas 18 pakar independen yang memantau kepatuhan terhadap pakta internasional mengenai hak sipil dan politik yang diratifikasi Hongkong, menyepakati langkah tersebut setelah menyuarakan keprihatinan terhadap rencana Beijing untuk menyeleksi kandidat dalam pemilu di bekas koloni Inggris itu.
“Komite menyepakati perlunya memastikan hak pilih universal, yang berarti hak untuk dipilih dan memilih. Keprihatinan utama para anggota komite fokus pada hak untuk dipilih tanpa pembatasan tak beralasan,” kata Konstantine Vardzelashvili yang memimpin sesi tersebut dalam kesimpulannya, Kamis (23/10).
Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di Hongkong memprotes rencana pemerintah pusat yang hanya membolehkan kandidat yang setia pada Beijing, bertarung dalam pemilu 2017 untuk memilih pemimpin Hongkong.
Dialog antara pemimpin pelajar dan pejabat senior pemerintah pada Selasa gagal memecahkan kebuntuan.
Christine Chanet, hakim Prancis yang juga menjadi anggota komite HAM PBB mengatakan: “Komite tidak ingin kandidat disaring. Masalahnya Beijing ingin menyeleksi kandidat. Sekarang kami memberikan beberapa tekanan, namun tidak terlalu keras, karena kami sangat membutuhkan kerja sama Tiongkok.” Emily Lau, anggota Dewan Legislatif Hongkong dan ketua Partai Demokratik Hongkong yang menghadiri sesi Jenewa itu menyambut baik sikap komite PBB.
“Satu orang satu suara, tetapi masalahnya adalah kandidatnya sangat terbatas. Komite ini jelas menyatakan bahwa apa yang diajukan Tiongkok tidak sesuai dengan perjanjian, ini bukan hak pilih universal,” kata Lau.
Perjanjian Internasional mengenai hak sipil dan politik, pakta yang diadopsi Majelis Umum PBB pada 1966, ditandatangani oleh Tiongkok pada 1998 namun tidak pernah diratifikasi. Pakta itu menjamin kebebasan dasar termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan pemilu yang bebas.
Law Yuk Kai, direktur Human Rights Monitor Hongkong mengatakan: “Komite dengan tepat menunjuk pada hak untuk ikut bertarung dan masalah pemeriksaan oleh komite penyeleksi yang tidak mewakili masyarakat Hongkong.”

Artikel ini ditulis oleh:

DPR: Pemilihan Komisioner KPK Telan Biaya Besar

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR Ruhut Sitompul menyatakan pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini dilaksanankan diketahui akan memakan biaya besar.
“Saat ini kita harus melakukan penghematan terhadap keuangan negara, disatu sisi kita mengeluarkan anggaran untuk melakukan pemilihan terhadap pimpinan KPK,” kata Ruhut saat diskusi ICW mencari pimpinan KPK yang berintegritas di Jakarta, Kamis (23/10).
Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat ini mengatakan dari bocoran yang diketahuinya biaya untuk pemilihan pimpinan KPK itu bisa memakan biaya hingga miliaran rupiah.
“Gimana kita bisa melakukan penghematan kalau pemilihan ini aja mengeluarkan biaya besar,” katanya.
Ia juga mengatakan dalam pemilihan pimpinan KPK ini nanti akan menjadi perdebatan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena adanya dua kekuatan yang berbeda dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP).
Namun dengan adanya dua kekuatan di parlemen itu diharapkan bisa menghasilkan pimpinan KPK yang ideal sesuai dengan harapan rakyat Indonesia.
“Kita jangan melihat dua kekuatan itu mari bersama-sama untuk menghasilkan yang terbaik agar Indonesia bisa bebas dari korupsi di pemerintahan yang baru ini,” ucapnya.
Pimpinan KPK ini harus segera ditetapkan siapa yang harus dipilih dari semua yang telah diusulkan panitia seleksi nantinya.
“Pertengahan Desember 2014 pimpinan KPK harus sudah ada dan final sebab kalau tidak ada maka akan terjadi kekosongan pimpinan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kisah 4 Mahasiswi RI Sehari Bersama Keluarga Fujieda (Bag. 2)

Pagi-pagi Chieko Fujieda memasak nasi, ikan salmon, sup miso, telur dadar, terung goreng dan paprika untuk sarapan. Hari itu ia kedatangan lima mahasiswa dari Indonesia yang sedang studi banding.
Makanan-makanan tersebut tertata rapi di piring-piring yang disusun di sebuah baki. Sudah menjadi kebiasaan orang Jepang menata makanannya. Mereka mempunyai prinsip makan tidak hanya dengan mulut, tetapi juga dengan mata.
Setelah selesai memasak ia menyajikannya di atas meja lengkap dengan buah kiwi yang baru saja dipetiknya. Ia dan suaminya sebagai petani memang menanam bermacam-macam tanaman di halaman rumah mulai dari beras, sayur-mayur hingga buah-buahan.
Siang harinya mahasiswa Indonesia ikut Akemi untuk belajar seni upacara minum teh. Chieko tidak dapat menemani karena tidak tahan lagi duduk bersimpuh. Dalam seni upacara minum teh, tamu harus duduk bersimpuh.
Sebelum menuju ke tempat belajar, Akemi berhenti sebentar di toko khusus yang menjual makanan manis untuk menemani minum teh. Setelah itu barulah mereka ke rumah guru, Satou Wakako.
Satou Wakako menyambut mereka dengan hangat. Dia mengenakan kimono dan siap mengajar Akemi beserta empat orang mahasiswa Indonesia.
Prosesi upacara minum teh cukup rumit, sehingga mahasiswa Indonesia kebingungan mengikutinya. Paling menarik adalah saat mereka berusaha tahan duduk bersimpuh, padahal kaki mereka sudah kesemutan.
Satou Wakako tertawa melihat mereka berempat bergoyang-goyang kecil karena tak tahan lagi.
“Sudah-sudah…. kalian boleh duduk seperti biasa,” ungkapnya.
Seusai kegiatan belajar, Satou mengajak mereka berkeliling rumah dan bercerita tentang keluarganya.
“Anak saya dua dan suami saya pelaut, nah itu bunga yang dikasih oleh ibunya Akemi,” sambil menunjuk bunga yang berada di dalam vas dekat pintu masuk.
Setelah berbincang-bincang mereka pun kembali ke rumah, Akemi membelikan kue kacang merah berbentuk kelinci yang lucu sekali.
“Aaa… aku ‘gak; tega makan kue ini, lucu sekali…, Orang Jepang memang suka sekali ‘bikin’ makanan yang lucu-lucu,” kata Dania.
Malamnya mereka diajak Chieko ke budokan, tempat Shota latihan Kendo. Kendo adalah seni bela diri menggunakan pedang asal Jepang yang biasanya digunakan oleh samurai.
Tempat itu tidak hanya digunakan untuk latihan kendo, tetapi juga judo, ilmu bela diri tangan kosong dan banyak menggunakan teknik membanting lawan dan kyudo, seni memanah.
Budokan tersebut berada di kawasan Kakunodate, kampung samurai yang dikelilingi oleh pohon Sakura. Kakunodate menjadi salah satu objek wisata terkenal di Senboku, Akita.
Setelah melihat Shota latihan, mereka pun pulang dan esoknya mereka harus berpisah dengan tuan rumah.
“Sedih juga harus berpisah denga keluarga Fujieda, mereka sangat baik aku enggak mau pulang,” kata Desy.
Agaknya, sehari tinggal bersama keluarga Fujieda memberikan mereka pengalaman baru yang tidak akan terlupakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain