5 April 2026
Beranda blog Halaman 42458

PMKS di Kota Tua Membuat Resah Pengunjung

Jakarta, Aktual.co —Kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat nampaknya tak kunjung selesai menghadapi permasalahan pengemis dan pengamen yang masuk dalam penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).  
Bahkan para PMKS sendiri dalam meminta imbalan terhadap pengunjung Kota Tua tersebut kerap membuat kenyamanan pengunjung terganggu.
“Bukannya apa-apa, mereka kerap memaksa meminta imbalan dari pengunjung. Kami jelas terganggu,” katanya. 
Menanggapi hal tersebut Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Kadiman Sitinjak mengatakan kalau pihaknya segera mengintensifkan razia. 
“Setelah razia, kami juga akan gencar melakukan monitoring sehingga PMKS bisa betul-betul diminimalisir,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ruas Jalan di Kaki Gunung Geurute‎, Aceh Terputus

Banda Aceh, Aktual.co- Hujan deras yang terjadi dua hari terakhir, mengakibatkan banjir dan longsor di Aceh Jaya. Akibatnya, akses transfortasi lintas Aceh Jaya-Banda Aceh putus total.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Jaya, Amren Sayuna kepada Aktual.co, Senin (3/11) menyebutkan ruas jalan terputus berada di bawah kaki Gunung Geurute, Aceh Jaya. Selain itu, longsor juga terjadi di Kecamatan Setia Bakti dan Kecamatan Indra Jaya.

‎“Saat ini, alat berat milik Pemkab Aceh Jaya telah dikerahkan untuk membersihkan longsor di badan jalan. Diharapkan, pembersihan longsor itu segera selesai hingga akses transportasi menjadi lancar kembali,” ujar Amren.

D‎isebutkan, pihaknya terus memantau pengerjaan pembersihan longsor tersebut. Selain itu,sambung Amren, pihaknya kini sedang mendistribusikan bantuan masa panik untuk korban banjir di sembilan kecamatan dalam kabupaten itu. Sembilan kecamatan yang terendam banjir yaitu Kecamatan Jaya, Indra Jaya, Sampoiniet, Darul Hikmah, Setia Bakti, Krueng Sabe, Panga, Teunom, dan Kecamatan Pasir Raya, Aceh Jaya.

‎“Jika hujan terus terjadi, banjir dipastikan terus meluas. Untuk saat ini, kami mengerahkan seluruh kemampuan seperti tenaga medis, relawan, tim BPBD, tim SAR, RAPI dan lain sebagainya untuk membantu korban banjir,” pungkas Amren. 

BPS: Produksi Padi Turun, Namun Kedelai dan Jagung Naik

Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan data produksi pertanian tahun 2014 seperti padi, jagung, kedelai. Diantara produk tersebut, padi mengalami penurunan sebanyak 0.94 persen, sedangkan jagung dan kedelai mengalami kenaikan persentase. Produksi jagung naik 3,33 persen dan kedelai naik 18,12 persen dari tahun 2013.

Produksi padi tahun 2014 diperkirakan sebanyak 70,61 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Produksi tersebut mengalami penurunan 0.94 persen dibandingkatan tahun 2013, yaitu 0,67 juta ton GKG. Penurunan tersebut terjadi karena penurunan luas panen sebanyak 66,93 ribu Ha dan produktivitas sebesar 0,85 kuintal per Ha (1,75 persen).

“Penurunan produksi padi terjadi pada subround Januari-April dan subround Mei-Agustus masing-masing sebanyak 0,85 juta ton (2,26 persen) dan 0,22 juta ton (0,98 persen), sedangkan pada subround September-Desember produksi padi diperkirakan mengalami kenaikan sebanyak 0,40 juta ton,” ujar Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (3/11).

Untuk produksi jagung tahun ini paling besar berada di Provinsi Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, dan Lampung. Sementara itu Provinsi Jawa Barat, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali adalah provinsi yang mengalami penurunan produksi jagung yang relatif besar.

“Untuk kenaikan produksi kedelai tahun ini sebanyak 141,34 ribu ton (18,12 persen) terjadi pada subround Januari-April, subround Mei-Agustus, dan perkiraan subround September-Desember masing-masing sebanyak 46,72 ribu ton, 66,45 ribu ton, dan 28,18 ribu ton,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK Lanjutkan Pemeriksaan Mahfud Suroso

Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang Mahfud Suroso meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (3/11/2014). Dirut PT Dutasari Citralaras itu menjalani pemeriksaan lanjutan dalam kasus tersebut. AKTUAL/JUNADI MAHBUB

“Republik Cangik”, Persembahan Terbaru Teater Koma

Jakarta, Aktual.co — Teater Koma kembali menunjukkan seni dramanya pada bulan November 2014 ini. Kembali menampilkan lakon terbarunya di atas panggung dengan judul ‘Republik Cangik’ produksi teater koma ke 136 dan akan dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 13 hingga 22 November 2014.
“Program ini diharapkan memberikan ruang apresiasi bagi masyarakat terutama yang belum pernah menonton karya Teater koma sebelumnya, sehingga mereka menemukan referensi mengenai sajian atristik serta konsep dramaturgi yang detil dari karya teater koma,” jelas Renitasari selaku Program Director Bakti Budaya Djarum foundation, di Jakarta, Senin (3/11).
Teater Koma, sambungnya, secara konsisten menghadirkan beragam pertunjukkan yang tidak hanya menghibur, namun juga mengedukasi karena itu penampilannya selalu dinantikan oleh para pecinta seni tanah air. Konsistensi Teater Koma senantiasa menghasilkan karya yang berkualitas ini menjadi inspirasi bagi kita untuk berani mengeksplorasi ide-ide dan menghasilkan karya-karya kreatif dalam upaya melestarikan seni pertunjukan Indonesia,” lanjut Renitasari.
Dalam konference pers pertunjukan Teater Koma juga medatangkan Alex Komang selagi aktor senior yang berkomentar bahwa pertunjukan ini selalu tak jauh dari keadaan masyarakat Indonesia hingga saat ini. Beliau sangat mendukung acara teater yang harus diperkenalkan kepada anak-anak sekolah agar tahu tradisi teater dan mengurangi penyesatan acara televisi sinteron yang kurang mendidik.
Pementasan ini merupakan lako ke-4 yang berjudul ‘Republik’ dan menggunakan nama tokoh panawakan setelah sebelumnya telah menampilkan Republik Bagong, Republik Togog dan Republik Petruk. Tiap lirik lagu dalam Republik Cangik ini akan digubah menjadi komposisi musik oleh Idrus Madani dan diaransemen oleh Fero A. Stefanus, sedangkan arahan gerak oleh Elly Luthan.
“Untuk kostum Republik Cangik, saya terinspirasi dari wayang orang modern. Saya juga memasukkan unsur kain tradisional yang mendukung setting dunia wayang yang dipersiapkan. Ada sekitar 90 kostum yang dipersiapkan untuk pementasan ini dan membutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan, termasuk pembuatan detail asesoris kepala hingga kaki, dalam proses pembuatannya,” ujar Rima Ananda Omar, perancang kostum.
Buat Anda yang ingin memperkenalkan tradisi teater terhadap anak dan keluarga, Anda bisa melihatnya di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru pada tanggal 13 hingga 22 November 2014 (hari senin tidak ada pentas) pada pukul 20.00 dan hari Minggu pukul14.00 WIB. Untuk tiket dapat dibeli di Teater Koma.

GDR Meminta Pertanggungjawaban KPK

Jakarta, Aktual.co — Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan jika kedatangan sejumlah tokoh dan pegiat antikorupsi yang tergabung dalam Gerakan Dekrit Rakyat (GDR) Indonesia untuk meminta pertanggungjawaban KPK.
Terutama, terkait sejumlah nama calon menteri maupun menteri kabinet Jokowi-JK yang terindikasi tanda merah atau pun kuning.
“Sebetulnya ini meminta pertanggung jawaban KPK, dimana mereka sebelumnya sudah merilis nama-nama, di dalam kabinet bertanda merah dan kuning. Tetapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya,” kata dia usai bertemu dengan pimpinan KPK, di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (3/11).
“Entah yang bersangkutan dipilih sebagai anggota kabinet atau tidak, sudah seharusnya bagi KPK untuk segera menindaklanjuti kasus mereka,” tambah dia.
Lebih lanjut, sambung Ray, penanganan sejumlah kasus menteri maupun calon menteri terkategori sebagai kasus lama. Artinya, ucap dia, KPK mulai merubah pola penanganan kasus, dari semula relatif pada tindakan operasi tangkap tangan, kini membongkar kasus masa lalu.
“Belum pernah kita dengar prestasi KPK untuk membongkar kasus korupsi yang terkait kasus masa lalu, jadi kalau KPK masih menggunakan cara yang sama dalam konteks penanganan kasus korupsi, maka nama-nama yang diindikasikan oleh mereka merah itu akan lewat bgtu saja. Sekalipun nama-nama itu sudah masuk dalam kabinet atau tidak,” bebernya.
Oleh kerena itu, masih kata Ray, pihaknya mendorong KPK untuk membongkar kasus tidak sekedar tangkap tangan saja.
“Terlebih pada kasus-kasus Tipikor masa lalu, sekarang atau yang akan datang,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain