7 April 2026
Beranda blog Halaman 42467

Berkas P19, Polisi Lengkap Keterangan Kasus Obor Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri tengah melengkapi berkas dua tersangka kasus ‘Tabloid Obor’ pada kampanye pilpres lalu sesuai dengan petunjuk yang diberikan jaksa penuntut umum (JPU).
Dalam kasus ini penyidik sudah menetapkan dua orang tersangka yakni Pemimpin Redaksi (Pimred) Tabloid Obor Rakyar Setyardi Budiono dan penulisnya Darmawan Sepriyossa.
“proses berjalan terakhir P19, ada beberapa keterangan yang perlu ditambahkan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri Jakarta, Senin (3/11).
Menurut Boy, penyidik akan memenuhi petunjuk dari jaksa penuntut umum untuk melengkapi berkas kedua tersangka agar segera bisa disidangkan di pengadilan.
“petunjuk dari JPU dan ini sedang berproses melengkapi, gak lama lagi di JPU tidak statis, ada petunjuk lanjutan dari JPU,” tandasnya.
Diketahui, dalam kasus ini penyidik telah menetapkan dua orang tersangka yakni Pemimpin Redaksi (Pimred) Tabloid Obor Rakyar Setyardi Budiono dan penulisnya Darmawan Sepriyossa. Penyidik menjerat dua tersangka itu dengan Undang Undang No 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan juga Pidana Umum yakni Pasal 156 KUHP dan atau 157 KUHP dan atau 310 KUHP dan atau 311 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PDI-P Temukan Tiga Persoalan di Rusun Pulo Gebang

Jakarta, Aktual.co —Fraksi PDI-P di DPRD DKI menemukan ada tiga persoalan yang dialami penghuni Rumah Susun Pulo Gebang Jakarta Timur, yang sempat berunjukrasa di Balaikota DKI di 28 Oktober lalu.
Sekretaris Fraksi PDI-P, Gembong Warsono mengatakan tiga persoalan itu yakni soal kelayakan tempat tinggal, masalah tarif, dan ketiga soal status rumah.
“Itu penghuni ada yang sudah mendapatkan surat, tapi ada juga yang belum. Artinya administrasinya gak bagus,” ujarnya, di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (3/11). Dia mengaku akan mendorong temuan itu agar segera diselesaikan Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Provinsi DKI sehingga bisa meningkatkan hidup warga rusun.
Kata Gembong, pada dasarnya dalam upaya meningkatkan taraf hidup warga yang kena gusur, Pemprov DKI baru sampai di tataran memberi tempat layak saja. 
“Tapi belum bisa membuat tempat yang layak menjadi hidup yang layak?” ujarnya.
Temuan itu didapat saat anggota fraksinya melakukan kunjungan ke lokasi. “Kebetulan ada temen-temen kami di dapil Jakarta Timur yang sudah kami tugaskan untuk meninjau lokasi rusun. Kalau nanti terbukti pengaduan dari warga rusun itu benar, maka akan kita disampaikan pada Dinas Perumahan,” ujarnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Udar: Jokowi Minta Spesifikasi Khusus Dalam Pengadaan Transjakarta

Jakarta, Aktual.co — Bekas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Udar Pristono mengaku mendapatkan hambatan ketika mengadakan pelelangan bus transjakarta tahun anggaran 2013.
Hal tersebut diakui Udar ketika memberikan kesaksian dalam sidang dua terdakwa kasus korupsi pengadaan bus transjakarta, Drajad Adhyaksa dan Setiyo Tuhu, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (3/11).
Udar mengaku, halangan paling utama adalah memenuhi kemauan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Joko Widodo, karena menginginkan semua bus itu menggunakan bahan bakar gas.
Dengan ada permintaan tersebut, dia mengaku kesulitan untuk memenuhi keinginan Jokowi dalam proyek pengadaan bus transjakarta. Karena dia menilai, tak banyak produsen membuat bus sesuai spesifikasi diminta Jokowi.
“DKI minta bus mesti berbahan bakar gas dan deknya 110 centimeter. Tidak banyak produsen yang bisa memproduksi itu. Saya sudah sampaikan ke pada Pak Gubernur waktu itu kesulitannya. Tapi Pak Gubernur tetap minta gas,” kata Udar.
Dia pun beralasan, dari seluruh produsen bus di dunia, hanya segelintir membuat bus berbahan bakar gas. Dia pun mengatakan, pemasok bus transjakarta berbahan bakar gas itu ada dari Indonesia melalui merek Inka. Kemudian produsen lainnya berasal dari Tiongkok dan Korea Selatan.
“Ada yang bilang bus Eropa harganya hanya Rp 3,4 miliar, kalau yang China Rp 3,6 miliar. Tapi kita harus ingat, bus Eropa pakai bahan bakar solar dan transmisi manual. Yang kita perlukan gas dan transmisi otomatis,” kata dia.
Udar berpendapat, karena ingin sesuai dengan pesanan Jokowi itulah, proses pelelangan beberapa kali gagal. Sebabnya adalah banyak produsen bus tak sanggup memenuhi spesifikasi diajukan Pemprov DKI. Padahal menurut dia, Pemprov DKI sangat butuh bus buat mempercepat perbaikan transportasi massal.
“Ini kan sudah masuk dalam rencana percepatan transportasi. Kalau dulu zaman Pak Fauzi Bowo paling banyak pesan 38-40 bus, tapi karena ini percepatan makanya jumlah paketnya besar,” kata dia.
Menurut dia, kemauan Jokowi itu juga menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam proses pelelangan melalui sistem paket. Karena tak banyak produsen bus bahan bakar gas, maka dia juga mesti memilih pabrikan mampu memproduksi bus sesuai permintaan dan dalam jumlah besar.
“Dasar sistem paket adalah kemampuan dasar dan efisiensi waktu. Itu usul dari sekretaris dan bawahan saya. Kemampuan dasar perlu karena pesanannya dalam jumlah besar.” kata dia,
Udar mengaku ada dua tipe pengadaan bus transjakarta. Pertama adalah impor utuh dan kedua hanya memasukkan rangka dan mesin saja, sedangkan karoserinya dibuat di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Presiden Tak Umumkan Nama Jaksa Agung Hari Ini

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak ingin tergesa-gesa memilih Jaksa Agung.
Maka dari itu, kata dia, Presiden Jokowi belum akan mengumumkan nama Jaksa Agung hari ini, Senin (3/11). 
“Saya rasa beliau sudah punya rencana, tidak segera. tapi sudah punya rencana. Kita tunggu,” kata dia di kantor presiden, Jakarta, Senin (3/11).
Dirinya memberika alasan Presiden Jokowi tak segera mengumumkan nama Jaksa Agung, hal itu karena masukan dari masyarakat terhadap sejumlah nama yang sudah mencuat di publik.
“Karena itu, tidak mau terburu-terburu. sehingga dipilihnya Jaksa Agung bisa meredam yang terjadi di masyarakat,” kata dia.
Sebelumnya, Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan Jaksa Agung baru yang dipilih Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Basrief Arief akan diumumkan di Istana Kepresidenan Senin ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Akademisi: Penaikkan BBM Subsidi Dorong Kenaikan Harga

Jakarta, Aktual.co —  Pakar Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Agus T Poputra mengatakan jangan sampai kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menimbulkan spekulasi di dunia usaha.

“Kenaikan BBM bersubsidi pasti akan mendorong kenaikan harga barang dan sebaiknya tidak menimbulkan spekulasi di dunia usaha,” kata Agus, di Manado, Senin (3/11).

Agus mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi sebaiknya tidak menimbulkan spekulasi di dunia usaha sehingga terjadi penimbunan barang oleh penjual.

Jangan sampai muncul spekulan dan pembeli menjadi panik sehingga harga barang naik di atas seharusnya sehingga membebankan masyarakat secara berlebihan.

Pemerintah juga, katanya, perlu mengamankan distribusi barang agar tidak terjadi kekosongan.

Untuk jangka pendek bantuan langsung sementara dapat diberikan maksimum 1 tahun saja sebab kelamaan tidak mendidik.

Di samping itu, katanya, penghematan subsidi secepatnya dialihkan untuk pembangunan listrik di luar Jawa agar manufaktur bisa berkembang sehingga menciptakan lapangan kerja.

Perluasan lapangan kerja akan meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dapat mengurangi penurunan daya beli yang timbul dari kenaikan harga.

kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Hanny Wajong mengatakan kenaikan harga BBM nanti, belum mempengaruhi harga kebutuhan pokok di Kota Manado dan sekitarnya.

“Sampai saat ini, sejumlah kebutuhan pokok di Kota Manado masih dalam kondisi normal,” katanya.

Hanny mengatakan beras masih seharga Rp9.000 per kilogram (kg), minyak goreng seharga Rp12.000 per kg, gula pasir Rp11.500 per kg, tepung terigu Rp9.000 per kg.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPR Tandingan Gelar Rapat Tertutup di Ruang BAKN

Jakarta, Aktual.co — Pimpinan DPR tandingan bentukan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) hari ini, Senin (3/11) menggelar rapat konsultasi dengan perwakilan Fraksi PDIP, PKB, NasDem, Hanura, dan PPP. Rapat itu sendiri terkait penetapan pimpinan DPR sementara.
“Rapat konsultasi antar pimpinan yang kemarin ditunjuk rapat paripurna tanggal 31 Oktober. Hari ini rapat konsultasi dengan pimpinan fraksi untuk menetapkan apakah itu menjadi definitif atau tetap kolektif kolegial semata,” kata pimpinan DPR tandingan, Effendi Simbolon, di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (3/11).
Politikus PDIP yang juga bekas wakil ketua komisi VII DPR RI periode 2009-2014 itu mengatakan, alasan KIH tetap ngotot membentuk pimpinan DPR tandingan karena ingin memberikan koreksi terhadap kepemimpinan Setya Novanto cs. Dia menilai tidak mungkin DPR hanya bisa bergerak dengan lima fraksi saja.
“Karena kami intinya ingin melakukan koreksi terhadap pengurusan kelembagaan DPR ini. Ada sepuluh fraksi yang punya hak di sini,” kata bekas calon Gubernur Sumatera Utara itu.
Awalnya rapat konsultasi DPR versi KIH ini akan digelar di ruang Badan Musyawarah, tapi kemudian pindah ke ruang Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) yang lebih kecil. Rapat baru dimulai pukul 14.25 WIB dan digelar tertutup.
Pimpinan DPR tandingan yang sudah hadir dan masuk ke ruangan adalah Effendi Simbolon dan Syafruddin.
Seperti diketahui, selain Effendi Simbolon, empat pimpinan sementara DPR tandingan adalah Ida Fauziah (PKB), Syaifullah Tamliha (PPP), Syafruddin (NasDem), dan Dossy Iskandar (Hanura).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain