7 April 2026
Beranda blog Halaman 42468

Panglima TNI: Kita Seperti Berdiri dengan Wajah Muram di Jalan Simpang Tiga‎

Kuningan, Aktual.co – Paradigma nasional seperti Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika tidak lagi dibanggakan. Paradigma nasional sebagai pembentuk Identitas dan jadi diri bangsa, oleh sementara pihak justru dicarikan alternatif pengganti.

‎‎Alhasil, bangsa ini nyaris jatuh ke krisis Identitas. Bangsa ini merasa enggan dengan milik sendiri, namun penggantinya yang baru dan tepat belum didapatkan. ‎Identitas dan jati diri bangsa memudar‎.

‎Demikian disampaikan Panglima TNI, Jenderal ‎Moeldoko dalam Forum Silaturahmi Tata Ruang Peradaban di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, Senin (3/11)‎. Pidato ini diwakilkan‎ oleh ‎Laksamana Madya TNI Uus Kustiwa‎.‎

‎”Ada yang mengilustrasikan, kondisi kebangsaan kita seperti kita berdiri dengan wajah muram di jalan simpang tiga, NKRI, federal dan di simpang jalan merdeka,” katanya.‎

‎Bukan hanya itu, Moeldoko pun mengatakan, etika dan moralitas pun menurun. Padahal, keduanya adalah pondasi utama untuk menghasilkan pikiran, sikap dan tindakan. ‎Deviasi etika dan moral membuat krisis keteladanan. 

Pimpinan DPR: Pemilihan Pimpinan Komisi Bisa Diulang, Asal…

Jakarta, Aktual.co — ‎Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, masih ada peluang kursi pimpinan komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dipilih ulang.
Asalkan, kata dia, Koalisi Indonesia Hebat mengikuti prosedur dewan. Prosedur dewan yang Fahri maksud, yakni PDIP Cs menyerahkan daftar nama-nama anggota mereka.
“Kita nggak bisa pemilihan kalau dia (KIH) nggak daftar. Daftar dulu, baru di situ bicara,” kata Fahri Hamzah di gedung DPR, Jakarta, ‎Senin (3/11), menanggapi KIH yang bersedia mengalah membubarkan DPR tandingan, asal ‘kursi’ pimpinan AKD dipilih ulang.
Menurut Fahri, apapun bisa dibicarakan asalkan‎ melalui prosedur dan perundangan yang ada, dalam hal ini mengacu pada UU MD3 yang mengatur mekanisme pemilihan pimpinan.
“Di paripurna semua hal bisa dilakukan. Masuklah dulu, ngomong dulu, jangan dari luar, kita jadi malu,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Raja Jordan Berikrar Akan Perangi Israel Soal Jerusalem

Jakarta, Aktual.co — Raja Jordania Abdullah II Ahad berjanji akan menentang setiap upaya Israel untuk mengubah status tempat suci Muslim atau Kristen di Jerusalem.
“Jordan akan terus menghadapi, dengan segala cara, kebijakan sepihak Israel dan langkah-langkah di Jerusalem serta melestarikan tempat-tempat suci Muslim dan Kristen, sampai perdamaian dikembalikan ke tanah yang damai,” kata raja dalam satu pidato.
Jordan, yang memerintah Jerusalem timur dan Tepi Barat sebelum negara Yahudi itu merebut wilayah Palestina dalam perang Timur Tengah 1967, memiliki tanggung jawab atas tempat-tempat suci di sektor timur yang dicaplok Israel.
Status Jordan sebagai kustodian diabadikan dalam perjanjian perdamaian 1994 dengan Negara Yahudi itu.
Kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem timur Kota Tua telah menjadi pusat perlawanan Palestina menghadapi upaya Yahudi yang akan mengambil kendali wilayah itu, dan memicu bentrokan antara demonstran dan polisi Israel untuk beberapa bulan terakhir.
Situs ini adalah suci bagi Muslim dan Yahudi.

Artikel ini ditulis oleh:

Udar: Pengadaan Transjakarta Diawasi Ketat Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Bekas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono mengklaim, proses pengadaan 14 paket bus transjakarta pada 2013 sudah sesuai prosedur pelelangan sejalan dengan kemauan dan aturan dibuat oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Joko Widodo.
Hal tersebut diakui Udar, ketika memberikan kesaksian dalam sidang dua terdakwa kasus korupsi pengadaan bus transjakarta, Drajad Adhyaksa dan Setiyo Tuhu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (3/11).
Dalam kesaksiannya Udar mengaku proses pelelangan sesuai aturan. Yakni Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa serta Surat Keputusan Gubernur. Klaim dia sebagai Pengguna Anggaran sudah menyerahkan sebagian tanggung jawabnya kepada Drajad selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
Namun demikian, Udar mengklaim hanya sebagai penggunaan anggaran dan meneken perjanjian kontrak kerja di akhir proses. “Karena itu memang tugas saya sebagai PA,” kata dia.
Menurut dia, proses pengadaan juga sudah sesuai visi misi Jokowi saat masih menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, dia mengaku Jokowi sangat keras mengawasi penyerapan anggaran dalam proses pengadaan. Apalagi, sambung dia, program pengadaan bus transjakarta sesuai rencana daerah.
“Ini visi misi Gubernur DKI Jakarta. Bahkan pernah diancam oleh Pak Gubernur kalau penyerapannya kecil dibatalkan saja. Karena DKI sangat ketat tentang penyerapan anggaran. Diawasi setiap minggu,” kata dia.
Udar mengklaim proses pelelangan pun bebas dari intervensi, sebab dilaksanakan secara elektronik. Dia mengatakan, tidak menanggung seluruh wewenang pengguna anggaran lantaran sudah diwakilkan kepada anak buahnya.
“Karena terjadi delegasi wewenang, maka proses selanjutnya dilakukan mereka. Pelelangan dilaksanakan melalui electronic procurement, kecuali tatap muka pada tahap akhir karena menandatangani kontrak kerja,” kata Udar. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Catatan Merah Menteri, Cendekiawan Muda Harap KPK Transparan

Jakarta, Aktual.co — Salah satu tokoh Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia, Yudi Latief mengatakan jika pelibatan KPK oleh Presiden Jokowi dalam melihat rekam jejak dinilai sebagai sebuah terobosan baru dalam pencegahan korupsi.
Semestinya ini harus dilakukan dengan usaha pengecekan yang sama terhadap pimpinan-pimpinan lembaga tinggi negara dan lembaga direksi kementerian BUMN lainnya. (Baca: Catatan Merah Menteri, KPK “Main Mata” dengan Penguasa
“Sehingga nanti dengan cara begitu pencegahan korupsi pada tingkat yang lebih parah bisa diantisipasi sedini mungkin,” ucap Yudi dalam konferensi persnya, usai bertemu dengan pimpinan KPK, di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (3/11).
Tidak hanya itu, cendikiawan muda ini juga meminta kepada institusi pimpinan Abraham Samad Cs untuk menindak lanjuti nama-nama menteri yang masuk daftar merah dan kuning KPK, salah satunya dengan mengumumkan nama-nama calon menteri yang terindikasi tidak bersih.
“Kami juga mempertanyakan bagaimana presiden dengan gagasannya yang sangat brilian untuk mengecek track record menteri ini terus menerus juga untuk konsisten menindaklanjuti nama-nama yang sudah diberi tanda agar ditindak lanjuti, meski kabinet sudah diumumkan
“Tetapi pemberantasan korupsi belum berhenti. Presiden harus terus konsiten melakukan pengawalan dan menindak lanjuti apa yang sudah menjadi rekomendasi KPK,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Terkait Penaikan BBM Subsidi, Jokowi Enggan Komentar

Jakarta, Aktual.co — Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang akan dilakukan sebelum Januari 2015 ternyata tidak mendapat tanggapan dari orang nomor satu di Indonesia itu. Presiden Joko Widodo bungkam saat ditanya oleh sejumlah rekan media mengenai kenaikan harga BBM subsidi.

“Tidak bisa saya sampaikan. Saat ini kan urusan membagikan kartu kesejahteraan untuk masyarakat,” ujarnya di Kantor Pos Indonesia, Jakarta, Senin (3/11).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kapan waktu kenaikan BBM subsidi, Presiden Jokowi kembali tidak memberikan jawaban.

“Tidak bisa saya sampaikan sekarang,” singkatnya.

Untuk diketahui bahwa kedatangan Presdien Jokowi beserta jajaran menteri lainnya ke Kantor Pos Indonesia untuk meresmikan peluncuran Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain