18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42486

Forum Inklusi Keuangan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad (kanan), berbincang dengan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi G. Sadikin disela-sela pembukaan International Financial Inclusion Forum (IFIF) di Jakarta, Kamis (23/10/2014). Mandiri Institute bersama International Finance Corporation menggelar IFIF untuk mendorong penciptaan ekosistem yang baik bagi pengembangan inklusi keuangan di Tanah Air. Inklusi keuangan menjadi agenda yang penting di Indonesia maupun global, karena peningkatan akses terhadap layanan keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

KontraS: Jokowi Tak Transparan Tentang Calon Menterinya

Jakarta, Aktual.co — Jokowi-JK juga didesak transparan dan membuka ruang partisipasi bagi warga negara melalui penyediaan informasi tentang calon menteri kabinetnya. Demikian disampaikan oleh Koordinator Kontras Haris Azhar, Kamis (23/10)
“Hal itu untuk menjamin kemudahan dalam memperoleh informasi agar warga negara dapat mempergunakan haknya untuk menyampaikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan,” paparnya
Seperti diketahui, sikap tertutup penjaringan figur kabinet dari pasangan Jokowi-Jk, mendapat kritikan dari berbagai elemen masyarakat yang ingin mengetahui bocoran nama-nama pejabat negara yang akan dipilihnya.
Ubedillah Badrun pengamat politik UNJ mengatakan kemungkinan Jokowi-JK bergandengtangan dengan kelompok Neoliberal khususnya dalam mengelola perekonomian nasional. 
Bahaya Neolib, sebenarnya dalam konteks bangsa ini akan cenderung stagnan secara ekonomi, angka pertumbuhan ekonomi tidak akan bertambah. Lebih lanjut, tertutupnya kabinet Jokowi bisa menjadi blunder kalau sampai diumumkan, lalu publik Indonesia dan internasional tidak menerima.

Artikel ini ditulis oleh:

Berikut Kementerian yang Diubah di Kabinet Jokowi-JK

Jakarta, Aktual.co — Beredar lampiran Surat Presiden Nomor R-242/Pres/10/2014, tanggal 21 Oktober, tentang Perubahan Kementerian.
Di antaranya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat digabung menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diubah menjadi Kementerian Pariwisata. 
Sedangkan kementerian yang dipecah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Ristek yang menjadi Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. 
Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup digabung menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sedangkan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dipecah menjadi Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. 
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat menjadi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Menanggapi isu surat itu, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto tak membantahnya. Menurut Agus, ada kesamaan antara isi surat yang diterima DPR dan yang beredar.
“Memang ada perubahan, ada yang dipisah dan digabungkan. Kementerian Pendidikan dipisah, dan Kementerian Lingkungan Hidup digabung dengan Kementerian Kehutanan,” kata dia di gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (23/10).
“Semuanya hak Pak Presiden. Kami hanya memberi pertimbangan,” kata Agus.

Artikel ini ditulis oleh:

KontraS Nilai Jokowi Abaikan HAM sebagai Ukuran Calon Menterinya

Jakarta, Aktual.co — Kontras juga menyorot Komnas HAM yang dinilai bersikap lamban dan minim inisiatif karena tidak secara aktif mendesak Jokowi menjadikan HAM sebagai ukuran penting dalam pemilihan anggota kabinet, serta tidak transparannya proses pemilihan.
Beragam tindakan itu, telah menyalahi prinsip tata kelola pemerintahan yang baik yang mengharuskan adanya prinsip akuntabilitas, transparansi, dan penegakan hukum.
“Dalam prinsip penegakan hukum, keputusan atau kebijakan yang diambil pemerintah harus memperhatikan penegakan hukum yang adil dan menjunjung tinggi HAM,” tegas Koordinator Kontras Haris Azhar.
Untuk itu, Kontras juga mendesak Jokowi-JK meminta masukan dari Komnas HAM serta mendengarkan suara korban pelanggaran HAM karena jika tidak sama saja menjauhkan pemenuhan keadilan oleh negara bagi korban pelanggaran HAM.
Seperti diwartakan, tertutupnya Jokowi dari proses seleksi calon anak buahnya bukan sebuah pilihan. Tantowi Yahya politisi Golkar memprediksi belum hadirnya nama-nama pasti calon menteri dianggap untuk mengakomodir deal-deal politik Jokowi-JK, sehingga besar kemungkinan Jokowi-JK masih tambal sulam kandidat.

Artikel ini ditulis oleh:

Didemo Buruh Soal UMP, Ahok Malah Curiga Demo Bayaran

Jakarta, Aktual.co —Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyindir para buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang rabu kemarin kembali menuntut kenaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 30 persen di Balaikota DKI.
Ahok menyindir dengan mengatakan tidak semua buruh yang demo berasal dari kalangan masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dia menyoroti motor yang dipakai para buruh yang berunjukrasa.
“Buruh-buruh juga banyak yang keren motornya, lihat saja demo-demo itu kan keren,” ujar Ahok di Balaikota, Rabu (22/10) kemarin.
Dia pun curiga curiga kalau banyak dari pengunjukrasa bukan merupakan benar-benar buruh. Tetapi orang yang dibayar untuk berdemo sebagai buruh alias demo bayaran. 
“Ini buruh atau pekerja buruh yang digaji buruh untuk demo, gitu lho. Kita enggak tahu,” ujarnya.
Terkait permintaan para pengunjukrasa untuk menaikkan UMP hingga 30 persen, Ahok menilai tidak rasional. Karena kenaikan UMP harus didasarkan pada survei kebutuhan hidup layak (KHL) dan proyeksi inflasi. 
Ketimbang menaikan UMP, Ahok mengaku lebih memilih memberikan subsidi kepada buruh dalam bentuk lain, seperti subisidi pendidikan, transportasi dan kesehatan. Alasannya, untuk membatasi pola konsumtif buruh sekaligus mengontrol penggunaan upah.
“Kalau itu bisa kita atasi dengan KJS atau KJP. Nanti transportasi juga bisa kita kasih diskon. Kan kita akan berikan Public Service Obligation (PSO). Jadi bus-bus itu bisa saja gratis di jam-jam tertentu atau bayarnya murah, nanti yang bayarin pemerintah. Subsidi dalam bentuk transportasi massal, enggak ada lagi subsidi per orangan, enggak bisa dicairin tapi didebit. Kita pengen subsidi yang manfaat untuk orang banyak,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

KonTras: Penentuan Kabinet, Jokowi Harus Hilangkan Rasa balas Budi

Jakarta, Aktual.co — Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla jangan menentukan pemilihan menteri dalam susunan kabinetnya dengan menggunakan politik balas budi.
“Kami mendesak bahwa dalam proses pemilihan anggota kabinet, Jokowi-JK harus memperhatikan standar dan prinsip Hak Asasi Manusia, tidak melakukan politik balas budi,” kata Koordinator Kontras Haris Azhar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (23/10).
Menurut Haris Azhar, pihaknya merasa kecewa dengan proses pemilihan anggota kabinet pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla karena standar pemilihan tidak jelas, terutama standar yang berkenaan dengan HAM.
Ia berpendapat bahwa Kontras tidak melihat rekam jejak HAM menjadi salah satu ukuran dalam pemilihan anggota kabinet pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
“Oleh karenanya, kami menolak nama-nama yang digadang-gadangkan akan menduduki posisi menteri atau posisi penting di institusi pemerintahan yang memiliki ‘track record’ (rekam jejak) sebagai pelaku pelanggaran hukum dan HAM,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain