18 April 2026
Beranda blog Halaman 42533

Tagih Komitmen Presiden Jokowi, Buruh Akan Gelar Demo

Jakarta, Aktual.co — Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI)  Mudhofir mengatakan, mereka akan menggelar demo bersama serikat buruh lainnya di beberapa tempat DKI Jakarta, pada 4 dan 10 November. Hal itu untuk menagih komitmen Presiden Joko Widodo.
Aksi itu, kata dia, dilakukan di depan Istana Merdeka untuk menagih janji Presiden Joko Widodo atas komitmennya terkait tiga pilar kesejahteraan buruh berupa penghidupan layak, pekerjaan layak, dan upah layak.
Dimana sebelumnya, buruh telah mengajukan tuntutan kepada Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahja Purnama (Ahok) untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UP) DKI Jakarta sebesar Rp 3,2 juta per bulan.
Jika tuntutannya itu tidak dipenuhi, dia menegaskan KSBSI bersama elemen buruh lainnya akan melakukan tahapan aksi-aksi, yakni pada Selasa (4/11) dan pada hari Senin (10/11).
Di lain pihak, dalam memperjuangan tuntutannya itu, pihaknya akan gencar melakukan konsolidasi bersama dua konfederasi buruh besar lainnya, KSPI dan KSPSI, untuk menyamakan suara dengan menggelar aksi mogok nasional.
“Prinsip kami jika untuk kepentingan bersama, tidak menutup kemungkinan akan bersama-sama lagi dan satu suara melakukan mogok nasional,” kata Mudhofir di Jakarta, Minggu (2/11).
Dirinya menyebut tahapan aksi buruh pada 4 November, yakni mendatangi tiga titik sasaran, yaitu Kantor Gubernur DKI Jakarta, DPRD Jakarta, dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DKI Jakarta.
Pada 10 November, kata Mudhofir, para buruh akan menyambangi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD Jabar Dukung Pembangunan PLTSa Gede Bage

Bandung, Aktual.co —Meski masih ada pro kontra, Komisi IV DPRD Jabar mendorong program pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Gede Bage.
Pembangunan PLTSa itu dianggap sebagai solusi terbaik untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Bandung.
“DPRD khususnya dari Komisi saya yang membidangi masalah lingkungan berharap PLTSa bisa segera dilaksanakan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Jabar Yod Mintaraga, di Bandung, Jawa Barat, Minggu, (2/11).
Dijelaskannya, volume sampah yang dihasilkan di Kota Bandung saat ini terus bertambah seiring berkembangnya pembangunan dan bertambahnya penduduk.
Untuk itu dibutuhkan tempat pembuangan sampah yang memadai. “Sampah adalah masalah mendesak yang harus diselesaikan di Kota Bandung, apalagi masa pakai TPSA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat akan segera berakhir,” katanya.
Ia berharap, Pemerintah Kota Bandung memiliki keberanian dan ketegasan untuk terus melanjutkan pembangunan PLTSa, meskipun ada pihak tertentu yang melakukan penolakan.
Menurut dia, pro dan kontra terhadap program pembangunan merupakan hal biasa, tetapi kebijakan pemerintah tetap harus dijalankan, tidak terpengaruh oleh pihak yang menolak PLTSa.
“Meski ada alasan penolakan tetap harus menjadi bahan pertimbangan, namun yang jelas ini (PLTSa) sudah melalui mekanisme dan proses mendalam,” kata politisi Golkar itu.
Ia berharap, program pembangunan PLTSa dapat dipahami oleh seluruh pihak, karena kebijakan pemerintah itu tentunya untuk kebaikan masyarakat luas.
“Kalau ada dampak negatif, ya bagaimana meminimalisasi dampak negatifnya, agar tidak memberikan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Kami Tak Puas dengan Kabinet Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Direktur Institute for Ecosoc Right Sri Palupi mengaku kecewa dengan susunan Kabinet Kerja bentukan Presiden Joko Widodo. Namun, dirinya tetap memberi kesempatan kepada para menteri untuk bekerja.
“Kami tidak begitu gembira dan puas dengan susunan kabinet Jokowi,” kata Sri di Jakarta, Minggu (2/11).
Jokowi, kata dia, mencoba membawa angin perubahan dengan memunculkan inovasi dan ide baru dalam merancang kabinetnya. Dia memaklumi bahwa tradisi baru yang dibangun Jokowi memang tidak mudah dilakukan karena banyak tantangan yang ditemuinya. 
Menurutnya, integritas sejumlah menteri yang menghuni kabinet kerja masih belum bersih dari sejumlah permasalahan.
“Upaya Jokowi membuat kabinet bersih dari persoalan dengan menyerahkan ke KPK dan PPATK. Namun, tekanan sana sini buat mereka yang dinilai ada persoalan integritas tidak hanya korupsi semata, ada soal moral, mafia, dan HAM,” kata dia.
Selain itu, kata Sri, sejumlah menteri dianggap ditempatkan di pos yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. Konflik kepentingan di kabinet pun dirasakan begitu kuat oleh Sri. 
“Konflik terkait kepentingan partai, lalu persoalan bisnis. Kalau kita lihat banyak menteri yang pemilik bisnis dan beberapa jelas bisnisnya terkait dengan kementeriannya,” kata Sri.  

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Buka Nama Menteri Tanda Merah, KPK ‘Main Mata’ dengan Koruptor

Jakarta, Aktual.co — Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi mengatakan, KPK harus buka nama-nama menteri Presiden Joko Widodo yang diduga memiliki catatan jelek atau dapat tanda merah.
Hal itu, kata dia, penting sebagai pertanggungjawaban lembaga antirasuah kepada publik. “KPK harus membuka nama-nama menteri yang berlapor merah. Nama-nama menteri penting dibuka oleh KPK, sebagai pertanggungjawaban pernyataan mereka ke publik,” kata Uchok, Minggu (2/11).
Jika tidak bersedia membuka nama-nama tersebut, kata dia, KPK sama saja sudah membuang isu liar soal menteri berapor merah ini ke masyarakat. Apalagi, pekerjaan menteri amat penting demi kelancaran pemerintahan.
“Tanpa mereka buka ke publik, KPK sama saja sedang ‘main mata’ dengan koruptor,” kata dia.
“Selain itu, dengan membuka nama-nama menteri berlapor merah, berarti kecurigaan publik kepada KPK lenyap, dan KPK clear tidak bisa dituduh bahwa masuk angin oleh uang koruptor.”
Seperti diketahui polemik tinta merah menteri di kabinet Jokowi terus bergulir. Tidak sedikit pihak yang meminta pihak berwenang membukanya saja, agar tak menjadi isu liar di partai politik.Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad  sempat berjanji akan membuka menteri yang diberi tanda merah dan kuning oleh pihaknya.
Tetapi, hingga saat ini, KPK belum juga membuka rekam jejak para menteri yang diduga terlibat sejumlah kasus korupsi ini tersebut.
Kabar berkembang, satu di antara nama yang diduga masuk dalam daftar merah, yakni Menteri BUMN Rini Soemarno. Rini yang pernah menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan jadi Ketua Tim Transisi Jokowi-JK kerap disebut-sebut terlibat sejumlah kasus.
Misalnya terkait proses imbal dagang pesawat jet tempur Sukhoi, helikopter, dan peralatan militer Rusia. Bahkan Rini yang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Astra Internasional dinilai telah melanggar UU Pertahanan dan UU APBN.
Selain itu kabar terima juga ada nama Tjahjo Kumolo, yang diduga berkaitan dengan kasus travel cek pemilihan Miranda Swarai Goeltom menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tawuran di Manggarai, Polisi Tembakan Gas Air Mata

Jakarta, Aktual.co —Tawuran kembali pecah sore tadi di kawasan Manggarai, Jakarta Pusat, Minggu (2/11).
Kali ini tawuran terjadi antar dua kelompok pemuda di Pintu Air Manggarai, yang masuk wilayah Jakarta Selatan.
Mereka saling berjibaku di tengah jalan, sehingga menutup jalan di terowongan Manggarai.
Polisi datang dan membubarkan kedua kelompok yang tawuran dengan menembakan gas air mata dan tembakan peringatan.
Akibat kejadian tersebut, kemacetan terjadi lantaran banyak pengendara mobil dan motor yang memilih memutar balik kendarannya, dan tak mau ambil resiko kena sasaran dari tawuran.
Rahman, seorang warga di sana saat dimintai keterangan mengatakan kalau saat ini suasana sudah lumayan aman, karena kedua kelompok yang tawuran sudah langsung kabur begitu polisi datang dan melemparkan gas air mata.
Kejadian tawuran di kawasan Manggarai memang sudah sering terjadi. Pada 28 September lalu tawuran antar warga juga terjadi di Jalan Dr. Saharjo Manggarai, Jakarta Pusat. 
Akibatnya, kemacetan panjang terjadi dan pengemudi kendaraan disarankan mengambil jalan lain untuk ke tempat tujuan.

Artikel ini ditulis oleh:

Ketua PPP Djan Faridz Sambangi PBNU

Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj (kedua kanan), Mundzir ‘Aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah wal Mu’tabarat An Nahdliyyah Habib Lutfi bin (kiri), menerima Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar VIII Djan Faridz di kantor PBNU Jakarta, Minggu (2/11/2014). Ketua PBNU berharap PPP yang sedang berseteru dapat segera islah agar segera kembali menjalankan roda organisasi partai. AKTUAL/JUNADI MAHBUB

Berita Lain