18 April 2026
Beranda blog Halaman 42534

Panglima TNI Tiba di Filipina

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi, Koorsahli Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, Asrenum Mayjen TNI Sumedy, Aspers Laksda TNI Sugeng Darmawan, Aster Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, Kapuskersin TNI Laksma TNI Suselo, Pati Sahli Tk II Was Eropa & AS Brigjen TNI Endang Sodik, dan Penasihat Panglima TNI Bidlugri Marsma TNI (Purn) Prayitno, tiba di Bandara Colonel Jesus Villamor Air Base, Filipina, Minggu (2/11/2014). Kedatangan Panglima TNI dan rombongan disambut oleh Pangab Filipina Jenderal Gregorius P. Catapang. AKTUAL/PUSPEN TNI

Jokowi Harus Buktikan Dirinya Bukan ‘Presiden Boneka’

Jakarta, Aktual.co — Direktur Polltracking Hanta Yudha mengatakan, Presiden Joko Widodo harus mampu menjawab sejumlah tantangan agar mendapat dukungan publik yang lebih besar dari sekarang.
Terutama dukungan dari masyarakat yang selama ini ragu dengan kepemimpinannya karena dianggap tidak memiliki ketegasan dan hanya sebagai “presiden boneka”.
Salah satu permasalahannya yakni, ekonomi mengenai pertumbuhan yang dibarengi dengan pemerataan dan juga mengenai hubungan dengan masyarakat internasional.
“Bila semua permasalahan tersebut dapat diatasi maka, anggapan ‘presiden boneka’ tersebut dapat terbantahkan,” kata Hanta Yudha di Kemang, Jakarta, Minggu (2/11).
Tantangan lain yang berpengaruh terhadap dukungan publik bagi Jokowi adalah merealisasikan Nawacita yang selama ini digembar-gembirkan kepada masyarakat.
“Semua itu (Nawacita) mudah untuk diucapkan tapi sulit direalisasikan karena sulit menghindari kompromi politik. Apabila kesemuanya terjawab dengan baiik, maka Jokowi telah membentuk kabinet yang benar-benar siap bekerja.”
Dukungan publik menjadi  bertambah karena kekuatan publik bagi Jokowi penting mengingat partai pemerintah kalah dominan di parlemen dibandingkan oposisi.

Artikel ini ditulis oleh:

Penutupan Munas dan Konbes PBNU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj menyampaikan pandangan pada penutupan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PBNU Jakarta, Minggu (2/11/2014). Munas dan Kombes NU yang ditutup Oleh Rais Aam KH Mustofa Bisri tersebut menyepakati sistem pemilihan Rais Aam PBNU melalui beberapa orang terpilih yang dinilai layak menentukan pemimpin tertinggi di NU itu. AKTUAL/JUNADI MAHBUB

Polda Jateng Panggil Pelapor Kasus Dugaan Korupsi Ruislag Tower PLN

Semarang, Aktual.co —Direktorat Reserse Krimsus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Tengah memulai penyelidikan dugaan kasus pengalihan aset milik Pemerintah Kabupaten Kudus di Dewa Wates Kecamatan Undaan, di pendirian tapak tower jaringan listrik PLN Jateng-DIY. 
Untuk itu, Noor Said, selaku pelapor kasus bakal dipanggil Selasa empat November lusa.
Surat bernomor: B/ 404/X/2014/ Reskrimsus tertanggal 31 Oktober 2014, terkait permintaan dan keterangan laporan dokumen yang berisikan beberapa bukti dan dokumen tindak kasus korupsi sudah dilayangkan kepada Noor.
Tak hanya untuk kasus ruislag. Kasubdit III/ Tipikor Polda Jateng, AKBP Agus Setiawan, selaku penyidik mengatakan Noor juga akan dimintai keterangan mengenai kasus lain yang dilaporkannya.
Yakni kasus penyimpangan biaya, penyertifikat tanah, penggemukan sapi lokal, dan penyimpangan perjanjian kontrak kerja petani desa dalam bentuk bantuan hibah.
“Berkaitan dengan itu, guna kepentingan tugas pengumpulan bahan keterangan dan dokumen tersebut, maka pihak pelapor berkewajiban hadir memenuhi panggilan penyidik,” ujar dia, Minggu (2/11).
Pada pemanggilan hari Selasa depan Noor pun diminta membawa bukti keterangan dan data-data atas dugaan tipikor terkait beberapa kasus yang dimaksud. 
Menanggapi surat pemanggilan dari penyidik Polda Jateng, Noor Said selaku pelapor mengaku akan memenuhi panggilan penyidik, guna membongkar kasus dugaan tipikor yang sistemik dan terstruktur di Desa Wates Kecamatan Undaan Kabupaten.
“Jika tidak ada halangan, besok saya akan hadir sendiri. Dan membawa bukti-bukti laporan warga desa kami yang sudah geram tidak ada tindaklanjutnya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Tandingan, PDIP Cs Tak Siap Perubahan

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tidak siap menghadapi kekalahan dan perubahan, menanggapi dibentuknya DPR tandingan.
“Bukan hanya mengganggu ritme kerja DPR, manuver membentuk pimpinan DPR tandingan memperlihatkan perilaku KIH sebagai kekuatan politik yang menolak kesetaraan eksekutif-legislatif serta tidak dewasa dalam berpolitik dan berdemokrasi, bahkan cenderung ingin menguasai semua dari hulu hingga hilir,” kata Bambang, Minggu (2/10).
Padahal, kata dia, untuk mengikis perilaku korup para oknum birokrat sekaligus mewujudkan “good and clean governance”, kesetaraan eksekutif-legislatif menjadi syarat mutlak. Sehingga dikatakannya, DPR kini tidak boleh berada di bawah pengaruh pemerintah lagi agar bisa efektif menjalankan fungsi pengawasan.
Menurut dia, semangat Koalisi Merah Putih (KMP) untuk mewujudkan kesetaraan eksekutif-legislatif itu ditentang oleh KIH.
Dengan membentuk pimpinan DPR tandingan, menurut dia, KIH tidak ingin DPR bisa efektif menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintahan.
Bambang berpendapat, peta kekuatan di DPR saat ini sudah ideal dalam mewujudkan kesetaraan eksekutif-legislatif.
Dalam sistem pemerintahan presidensial, dibutuhkan legislatif yang kuat agar efektif mengawasi pemerintah. Menurutnya, banyak cabang kekuasaan berada dalam genggaman presiden. Bahkan, presiden pun memiliki hak prerogatif dalam lingkup eksekutif.
Jika DPR tidak bisa efektif melaksanakan fungsi pengawasan, akan ada banyak masalah yang berpotensi tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh presiden.
“Skandal Bank Century, praktek kartel minyak dan kartel-kartel komoditi lainnya adalah beberapa contoh kasus paling faktual yang sampai sekarang tidak bisa dipertanggujawabkan oleh pemerintah, karena kekuatan DPR dalam melakukan pengawasan terus dipreteli oleh pemerintah,” kata dia.
Dia menegaskan bahwa kesetaraan eksekutif-legislatif hingga saat ini belum pernah terwujud.
“Sepanjang era Orde Baru, DPR hanya menjadi tukang stempel. Bahkan 10 tahun periode kepresidenan SBY pun fungsi check and balances sama sekali tidak efektif karena DPR dipreteli oleh Sesgab pendukung pemerintah,” kata anggota Komisi III DPR ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Hanya BBM, Subsidi Pupuk dan Bibit Juga Perlu Dievaluasi

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap anggaran subsidi yang dinilai tidak tepat sasaran dan bahkan tidak efektif, sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi secara adil dan merata.
Diungkapkan peneliti dari Perkumpulan Prakarsa, AH Maftuchan konsep subsidi di Indonesia selama ini adalah intervensi harga agar masyarakat dengan daya belinya rendah dapat menikmati produk yang merupakan kebutuhan utamanya. 
Namun pada kenyataannya konsep tersebut belum dilaksanakan dengan baik sehingga muncul masalah terkait subsidi. 
Kata dia, masalah muncul tidak hanya di Bahan Bakar Minyak (BBM) saja.
“Bukan cuma energi, banyak subsidi lain seperti pupuk dan bibit yang bobrok pengelolaannya. Pupuk dan bibit bermasalah dan rawan penyalahgunaan sehingga hanya menguntungkan berbagai pihak saja,” ujar Maftuchan  dalam diskusi media siang tadi di Jakarta, Minggu (2/11).
Di mana selama ini yang diberikan keringanan hanya pihak-pihak tertentu. “Seperti perusahannya, dan bukan petani yang diberikan subsidi. Petani tetap saja bayar mahal,” ungkapnya.
Karena alasan itu, Maftuchan mengaku setuju anggaran subsidi direlokasi asal untuk kesejahteraan rakyat. 
Perlu diketahui bahwa pada 2014 ini anggaran subsidi pupuk sebesar Rp21 triliun, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp18 triliun. 
Tahun 2015 diperkirakan subsidi pupuk mencapai Rp35,7 triliun. Jumlah tersebut tentu lebih kecil dibandingkan dengan anggaran subsidi BBM yang tahun depan mencapai Rp194,9 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain