18 April 2026
Beranda blog Halaman 42532

Para Bintang MotoGP Ikut Lelang Helm ‘Stop Cancer’

Jakarta, Aktual.co — Para bintang MotoGP seperti Valentino Rossi, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, Giacomo Agostini, Wayne Gardner, Randy Mamola, Wayne Rainey dan Mick Doohan menanda tangani sebuah helm istimewa bernama “Casco Stop Cancer” berwarna merah muda.
Helm itu pun telah dilelang disitus jual beli eBay. Hal itu dilakukan demi menggalang dana untuk penyembuhan penderita kanker. Gagasan ini datang dari Sporting Director LCR Honda, Oscar Haro.
Menurut situs resmi MotoGP, helm ini akan dipersembahkan kepada pemenang oleh sosok yang masih dirahasiakan, dan lelang ini akan ditutup bebarengan dengan MotoGP Valencia, Spanyol pekan depan.
Lelang bisa dilakukan dengan mengunjungi situs oscarharo8.wix.com/stopcancer. 

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Korban Banjir Kabupaten Asahan Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik

Medan, Aktual.co —Banjir kiriman akibat meluapnya sungai Asahan dan Sungai Sigura-gura dalam sepekan terakhir masih menggenangi 1.640 rumah di dua desa di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Air setinggi satu meter masih menggenangi di Desa Sei Dua Hulu dan Desa Simpang Empat.
Akibat banjir, sebagian besar warga kedua desa mengungsi ke tenda pengungsian yang terjamah air. Sedangkan sebagian lain memilih tetap bertahan di tempat tinggalnya.
Minimnya bantuan logistik dikeluhkan warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian, maupun yang bertahan di rumah. Seorang warga, Ahmad Syafii, mengatakan dirinya terpaksa memilih bertahan di rumah.
“Ini tetap bertahan di rumah, ya istilahnya alasannya sudah capek lah, nanti keluar, kering bawa perkakas lagi ke dalam. Ya kalau rumah masih bisa ditempati ya ditempati lah, kalau tidur ya pakai alas kursi kasih teriplek dan dikasih alas,” keluh Syafii, Minggu (2/11).
Dia sangat berharap ada bantuan logistik dari pemerintah, seperti selimut ataupun bahan makanan kepada mereka yang bertahan di rumah ataupun di pengungsian.
Diketahui, akibat banjir yang melanda kedua desa sejak seminggu lalu, satu bocah dilaporkan tewas tenggelam.
Rizki Ardiansyah, bocah kelas 1 SMP, anak dari pasangan Abdullah dan Asni, warga Dusun B, Desa Simpang Empat ditemukan tim pencari BPBD Kabupaten Asahan dalam kondisi tak bernyawa, Minggu (2/11), setelah hilang sejak Jumat lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Bocah Tewas Tenggelam di Banjir Kabupaten Asahan

Medan, Aktual.co —Banjir yang melanda Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, tepatnya di Kecamatan Simpang Empat selama sepekan terakhir telan korban jiwa.
Rizki Ardiansyah, bocah kelas 1 SMP, anak dari pasangan Abdullah dan Asni, warga Dusun B, Desa Simpang Empat ditemukan tim pencari BPBD Kabupaten Asahan dalam kondisi tak bernyawa, Minggu (2/11). 
Jenazah bocah malang yang sebelumnya dinyatakan hilang sejak Jumat (1/10) lalu itu pun langsung dikebumikan di pemakaman umum tak jauh dari rumah korban.
Orang tua korban, Asni menuturkan sebelum kejadian nahas itu anaknya sempat pulang ke rumah dari sekolah. Dia sempat ganti baju, lalu kembali pergi sambil bilang mau pergi ke rumah temannya untuk meminjam buku.
“Tapi setelah itu dia tak pulang-pulang. Saya cari kemana mana tak ketemu, dan tanya sama temannya juga tak jumpa. Jadi ada yang bilang dia hanyut di bawa arus, barulah ini ditemukan,” tutur Asni sambil terisak memegangi berkas Ijazah buah hatinya itu, Minggu (2/11).
Teman korban, Adit Kurniawan menyebutkan kalau Rizki dikenalnya sebagai anak yang berprestasi dan rajin mengaji. Rizki juga adalah anak yang patuh kepada orang tua.
“Dia kalau di rumah bantu orang tuanya, jaga adiknya, sering ngaji. Kalau di sekolah dia baik, dapat rangking sepuluh besar dan cuma laki-laki sendirian,” tutur Adit.

Artikel ini ditulis oleh:

Tagih Komitmen Presiden Jokowi, Buruh Akan Gelar Demo

Jakarta, Aktual.co — Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI)  Mudhofir mengatakan, mereka akan menggelar demo bersama serikat buruh lainnya di beberapa tempat DKI Jakarta, pada 4 dan 10 November. Hal itu untuk menagih komitmen Presiden Joko Widodo.
Aksi itu, kata dia, dilakukan di depan Istana Merdeka untuk menagih janji Presiden Joko Widodo atas komitmennya terkait tiga pilar kesejahteraan buruh berupa penghidupan layak, pekerjaan layak, dan upah layak.
Dimana sebelumnya, buruh telah mengajukan tuntutan kepada Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahja Purnama (Ahok) untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UP) DKI Jakarta sebesar Rp 3,2 juta per bulan.
Jika tuntutannya itu tidak dipenuhi, dia menegaskan KSBSI bersama elemen buruh lainnya akan melakukan tahapan aksi-aksi, yakni pada Selasa (4/11) dan pada hari Senin (10/11).
Di lain pihak, dalam memperjuangan tuntutannya itu, pihaknya akan gencar melakukan konsolidasi bersama dua konfederasi buruh besar lainnya, KSPI dan KSPSI, untuk menyamakan suara dengan menggelar aksi mogok nasional.
“Prinsip kami jika untuk kepentingan bersama, tidak menutup kemungkinan akan bersama-sama lagi dan satu suara melakukan mogok nasional,” kata Mudhofir di Jakarta, Minggu (2/11).
Dirinya menyebut tahapan aksi buruh pada 4 November, yakni mendatangi tiga titik sasaran, yaitu Kantor Gubernur DKI Jakarta, DPRD Jakarta, dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DKI Jakarta.
Pada 10 November, kata Mudhofir, para buruh akan menyambangi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD Jabar Dukung Pembangunan PLTSa Gede Bage

Bandung, Aktual.co —Meski masih ada pro kontra, Komisi IV DPRD Jabar mendorong program pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Gede Bage.
Pembangunan PLTSa itu dianggap sebagai solusi terbaik untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Bandung.
“DPRD khususnya dari Komisi saya yang membidangi masalah lingkungan berharap PLTSa bisa segera dilaksanakan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Jabar Yod Mintaraga, di Bandung, Jawa Barat, Minggu, (2/11).
Dijelaskannya, volume sampah yang dihasilkan di Kota Bandung saat ini terus bertambah seiring berkembangnya pembangunan dan bertambahnya penduduk.
Untuk itu dibutuhkan tempat pembuangan sampah yang memadai. “Sampah adalah masalah mendesak yang harus diselesaikan di Kota Bandung, apalagi masa pakai TPSA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat akan segera berakhir,” katanya.
Ia berharap, Pemerintah Kota Bandung memiliki keberanian dan ketegasan untuk terus melanjutkan pembangunan PLTSa, meskipun ada pihak tertentu yang melakukan penolakan.
Menurut dia, pro dan kontra terhadap program pembangunan merupakan hal biasa, tetapi kebijakan pemerintah tetap harus dijalankan, tidak terpengaruh oleh pihak yang menolak PLTSa.
“Meski ada alasan penolakan tetap harus menjadi bahan pertimbangan, namun yang jelas ini (PLTSa) sudah melalui mekanisme dan proses mendalam,” kata politisi Golkar itu.
Ia berharap, program pembangunan PLTSa dapat dipahami oleh seluruh pihak, karena kebijakan pemerintah itu tentunya untuk kebaikan masyarakat luas.
“Kalau ada dampak negatif, ya bagaimana meminimalisasi dampak negatifnya, agar tidak memberikan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Kami Tak Puas dengan Kabinet Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Direktur Institute for Ecosoc Right Sri Palupi mengaku kecewa dengan susunan Kabinet Kerja bentukan Presiden Joko Widodo. Namun, dirinya tetap memberi kesempatan kepada para menteri untuk bekerja.
“Kami tidak begitu gembira dan puas dengan susunan kabinet Jokowi,” kata Sri di Jakarta, Minggu (2/11).
Jokowi, kata dia, mencoba membawa angin perubahan dengan memunculkan inovasi dan ide baru dalam merancang kabinetnya. Dia memaklumi bahwa tradisi baru yang dibangun Jokowi memang tidak mudah dilakukan karena banyak tantangan yang ditemuinya. 
Menurutnya, integritas sejumlah menteri yang menghuni kabinet kerja masih belum bersih dari sejumlah permasalahan.
“Upaya Jokowi membuat kabinet bersih dari persoalan dengan menyerahkan ke KPK dan PPATK. Namun, tekanan sana sini buat mereka yang dinilai ada persoalan integritas tidak hanya korupsi semata, ada soal moral, mafia, dan HAM,” kata dia.
Selain itu, kata Sri, sejumlah menteri dianggap ditempatkan di pos yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. Konflik kepentingan di kabinet pun dirasakan begitu kuat oleh Sri. 
“Konflik terkait kepentingan partai, lalu persoalan bisnis. Kalau kita lihat banyak menteri yang pemilik bisnis dan beberapa jelas bisnisnya terkait dengan kementeriannya,” kata Sri.  

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain