21 April 2026
Beranda blog Halaman 42547

Presiden Jokowi Diminta Jangan Pilih Jaksa Agung dari Kalangan Parpol

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo, disarankan untuk tidak memilih Jaksa Agung dari partai politik. Hal ini untuk menghindari adanya konflik kepentingan dalam setiap penanganan kasus, yang melibatkan internal parpol itu.

“Nah kalau begitu, maka kasus yang mengenai partainya bisa di hentikan, (SP3),” kata Mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Chairul Imam dalam diskusi bertajuk “Polemik Calon Jaksa Agung asal Parpol” di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (2/10).

Dia mengatakan, jika presiden Jokowi ingin membantu kerjanya untuk memberantas korupsi, maka harus memilih Jaksa Agung dari internal kejaksaan. “Kalau Jokowi ingin melancarkan kerjanya, harus (pilih) orang dalam,” demikian bekas Jaksa yang mengabdi di korps Adhiyaksa selama 38 tahun itu.

Seperti diketahui Jokowi masih tarik ulur mencari posisi Jaksa Agung, banyak nama muncul di permukaan dari eksternal dan Internal. Dari Internal muncul nama kuat Plt Jaksa Agung Andhi Nirwanto, Jamidsus Widyo Pramono, Kajati Jawa Barat Ferry Wibisono, Staf Ahli Jaksa Agung Farid Haryanto. Kemudian Ketua PPATK M. Yusuf, mantan Jamwas Marwan Effendi dan mantan Jampidum 2006 H.M Prasetyo.

Sedangkan dari eksternal muncul nama mantan Ketua PPATK Yunus Husein, mantan anggota UKP4 Mas Achmad Sentosa serta Politisi PDI-Perjuangan Trimedja Panjaitan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pro-Kontra Kenaikan BBM

Jakarta, Aktual.co — Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang rencananya akan naik mulai 1 Januari 2015 mendapat pro-kontra dari sebagian masyarakat, salah satunya Koalisi Anti Uang (KAU).

Sekretaris Nasional KAU, Dani Setiawan mengatakan bahwa manfaat kenaikan BBM subsidi hanya dinikmati kalangan pasar, bukan rakyat kecil.

“Sekarang kita lihat saja, dimana-mana dukungan kenaikan BBM ini katanya untuk memperbaiki inflasi kita, defisit kita. Kenyataannya, kenaikan harga BBM subsidi ini akan menambah anggaran belanja pegawai, barang dan jasa, serta anggaran modal,” ujar Dani di Jakarta, Minggu (2/11).

Selanjutnya Dani menjelaskan bahwa dengan keniakan harga BBM subsidi akan mengurangi daya saing industri Indonesia. Mulai dari 2001 sampai dengan 2014 ini telah terjadi kenaikan harga BBM subsidi dan menurut Dani selama itu pula terjadi kenaikan anggaran belanja barang dan jasa, serta pegawai hampir 63 persen per tahunnya.

“Subsidi BBM 2001-2014 ada kenaikan, trjadi peningkatan belanja barang jasa dan pegawai yang signifikan, 63 persen per tahun peningkatamnya. Ini bohong, semua katanya subsidi. BBM naik yang senang itu pengusaha dan PNS yang naik gaji,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengunjung Indonesia X-Treme 4×4 Hari Kedua Lebih Ramai

Jakarta, Aktual.co — Hari kedua, Minggu (2/11) penyelenggaraan Indonesia X-Treme 4×4 Individual, menarik banyak perhatian masyarakat. Ini terbukti dengan membludaknya penonton dibandingkan pada hari pertama, Sabtu (1/11) kemarin.

Kejuaran ini mengusung tema “Lupromax Oil Indonesia eXtreme 4×4 Individual 2014”, di Sirkuit Sakura Sakapura, Gunung Goong, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Aktual.co di Jakarta, Minggu, pada hari ini para penonton lebih banyak dibandingkan dengan hari sebelumnya. “Meskipun para pembalap belum melakukan start, para penonton sudah mulai mendatangi dan memenuhi tribun penonton,” kata siaran pers itu.

Semakin siang, area event semakin penuh oleh penonton. Tak hanya tribun, tetapi pinggir-pinggir lintasan pun banyak penonton. Bahkan beberapa penonton juga membantu apabila salah satu kendaraan dari peserta mengalami insiden. Dan para penonton juga menyempatkan diri untuk berfoto dengan mobil-mobil pembalap pada saat di paddock dan di line up area.

Artikel ini ditulis oleh:

Kebijakan Presiden Jokowi Diharapkan Bisa Bawa Perubahan

Jakarta, Aktual.co — Koalisi Masyarakat Sipil berharap, Presiden Jokowidodo dan Wakilnya, Jusuf Kalla, mampu membawa perubahan dalam kebijakan anggaran. Hal itu berdasarakan janji keduanya untuk menjadikan Trisakti sebagai haluan dan garis ideologi dalam pengelolaan pembangunan nasional.

Seknas Forum Indonesia Transparansi Anggaran (FITRA), Yenny Sucipto mengatakan bahwa Presiden Jokowi seharusnya memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa, kabinetnya akan melakukan perubahan. Kabinet Trisakti juga harus bekerja lebih keras.

“Saat ini terjadi beda pandangan di parlemen harusnya lebih maju. Trisakti perlu kerja keras.  Struktur ini masih beyond Trisakti, masih ada struktur privatisasi, tida sesuai semangat APBN kita,” ujar Yenny dalam diskusi mengenai Kabinet Trisakti yang diusung Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Minggu (2/11).

Yenny menilai, APBN Indonesia selama ini memiliki beberapa kelemahan yang celahnya bisa diambil elite politik untuk meraup keuntungan, bukan masyarakat. Salah satunya adalah APBN yang di desain defisit dan tidak sesuai dengan konstitusi.        

“Ada persoalan APBN yang kita nilai lemah. Pertama itu APBN selalu di desain dfisit, ini kesempatan untuk praktek korupsi . Kedua, desain APBN tidak dimengerti instrumen ideologis  lalu asumsi ekonomi makro berdasarkan tujuan yang sempit, lifting gas minyak, inflasi, tapi tidak memunculkan kesenjangan antar wilayah ciri rasionya,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

ICW Sesalkan Jokowi Tak Ingatkan Menterinya Soal LHKPN

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla, disayangkan tak mengingatkan para pembantunya, yang telah resmi dilantik sebagai menteri di Kabinet Kerja, tak menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Peyelenggara Negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Saya pikirkan mereka sudah dilantik satu minggu yang lalu dan kemudian untuk mengisi LHKPN ini kan tidak sulit, jadi dia (menteri) cukup panggil KPK untuk asistensi untuk mengisi LHPKN ini,” kata Koordinator Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho di Jakarta, Minggu (2/11).

Dia mengatakan, jangan sampai hal yang mudah saja, para menteri yang bekerja di Kabinet Kerja Jokowi-JK tak mengindahkan itu. Karena, hal tersebut merupakan bagian kawajiban untuk menciptakan pemerintahan yang bersih bagi pemerintah Jokowi. “Tapi ini kan persoalanya, dia (menteri) mau atau tidak untuk melaporkan itu,” tanyanya.

Meski sudah menjabat sebagai pembantu Presiden Jokowi di pemerintahan kedepan, sebagian para menteri yang bekerja di Kabinet Kerja Jokowi sampai saat ini belum juga melaporkan LHKPN. Meski begitu, mereka mempunyai waktu dua hingga tiga bulan untuk menyerahkan LHKPN ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Mereka mempunyai waktu dua sampai tiga bulan menjabat sebagai menteri untuk melaporkan LHKPN,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kabinet Kerja Jokowi-JK jangan Lupakan Masalah Pertanian

Koordinator divisi investigasi ICW Tama Satrya Langkun, Wakil direktur Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Institute for Policy Research and Advocacy) (ELSAM) wahyu wagiman, Guru besar ui Bambang Laksmono dan Manajer kampanye walhi kurniawan saat menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema pekerjaan rumah menteri pertanian era Pemerintahan Jokowi-jusuf Kalla di Jakarta, Minggu (02/11). Dalam diskusi tersebut membahas Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo jangan sampai melupakan masalah pertanian, yang sampai saat ini belum terselesaikan. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Berita Lain