18 April 2026
Beranda blog Halaman 42962

Polri Kalim Pengamanan Pelantikan Presiden Maksimal

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan pengamanan pelantikan presiden-wakil presiden terpilih Jokowi Widodo-Jusuf Kalla, Senin (20/10) telah dipersiapkan secara maksimal.
“Kesiapan Polri sudah lengkap dan maksimal setelah dilakukan ‘plotting’ (penempatan) anggota yang di titik pengamanan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie.
Ronny mengatakan, titik pengamanan yang dimaksud, yakni yang telah ditentukan sesuai rencana Operasi Mantap Brata 2014 seluruh Tanah Air.
Sementara itu, dia mengatakan, untuk pengamanan wilayah DKI Jakarta, personel yang disiagakan, yakni Operasi Mantap Brata Jaya Polda Metro Jaya.
Dia juga memastikan kesiapan pasukan TNI, pamdal dan Pemda Jakarta yang diperbantukan ke Polda Metro Jaya.
“Juga sudah dicek kesiapannya,” kata dia.
Ronny mengatakan Polri menjamin pelaksanaan pengamanan dari mulai pelantikan poresiden-wakil presiden hingga kirab budaya dan pesta rakyat di Monumen Nasional (Monas).
“Polri harus berani menjamin pengamanan besok aman, tertib dan lancar dibantu dengan dukungan semua pihak,” kata dia.
Sebanyak 24.815 personel akan disiagakan, baik personel Polri maupun TNI untuk mengamankan pelantikan lima tahunan itu.
Personel tersebut berasal tujuh polda yang ditarik ke Jakarta yakni Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Timur, Polda Lampung, Polda Banten, Polda Sumatera Selatan dan Polda Kalimantan Barat.
TNI juga berperan dalam pengamanan internal presiden, wakil presiden serta kepala negara atau kepala pemerintahan asing, selain itu juga diperbantukan untuk pengamanan langsung yang dikendalikan Pasukan Pengamanan Presiden Paspampres).
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menjamin proses pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada 20 Oktober akan berjalan aman tertib sehingga masyarakat diimbau menjalankan aktivitas seperti biasa.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan pesta rakyat secara berlebihan agar semua kegiatan berjalan aman dan nyaman.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Diminta Lindungi Petani dan Industri Tembakau

Jakarta, Aktual.co — Presiden Terpilih Joko Widodo diminta melindungi pertanian dan industri berbasis tembakau.
Ketua DPP Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nurtantio Wisnu Brata, mengklaim permintaan itu datang dari petani tembakau dan buruh industri tembakau. 
Karena sepanjang pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), para petani dan buruh merasa terpinggirkan dan tidak mendapat perlindungan yang memadai dari pemerintah. 
Kata Nurtantio, salah satu program Jokowi-JK yang dianggapnya bakal bisa melindungi mereka tercantum di dalam sembilan program prioritas ‘Nawa Cita’.
Yakni untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
Di sinilah APTI memandang sektor pertanian tembakau adalah salah satu komoditas unggulan pertanian di Indonesia yang keberadaannya saat ini justru didiskriminasi sepanjang pemerintahan SBY.
“Kami berharap Jokowi-JK konsisten dengan program “Nawa Cita” yang ia usung dengan melindungi keberlangsungan pertanian tembakau dan industri nasional hasil tembakau. Pasalnya, sektor ini telah menyumbang 60 juta tenaga kerja dan cukai rokok yang disetorkan ke negara tiap tahun sekitar 100 triliun,” ujar Nurtantio, dalam keterangan pers, ditulis Senin (20/10). 
Seperti diberitakan sebelumnya, kelompok anti tembakau mendesak Jokowi untuk mendukung aksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). 
Menanggapi desakan itu, Nurtantio meminta Jokowi menolak isi FCTC. Menurutnya Pasal 17 dan Pasal 26 Ayat 3 di dalam FCTC mengatur diversifikasi tanaman tembakau ke tanaman lain. Hal ini jelas bahwa FCTC sengaja mematikan kehidupan petani tembakau.
Padahal, jelas Nurtantio, keberadaan UU 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani memberikan kebebasan kepada petani untuk menanam tanaman yang dianggap baik.
“Kami berharap Jokowi menjadikan UU 19/2013 sebagai payung hukum untuk melindungi petani bebas menanam tanaman yang dianggap menguntungkan sebagai wujud pemihakan petani tembakau daripada membela kepentingan asing yang berbalut isu kesehatan,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Muhammadiyah Desak Jokowi-JK Wujudkan Trisakti

Jakarta, Aktual.co — Ketua Pengurus Muhammadiyah Lampung Nurvaif Chaniago mengatakan, presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla yang segera dilantik, harus mewujudkan gagasan Trisakti yang diusung agar negara ini menjadi makmur.
“Gagasan Trisakti yang diusung Jokowi-JK sangatlah baik, dan jika benar-benar terwujud negara ini akan makmur,” kata dia, di Bandarlampung, Minggu (19/10).
Dia menilai, dengan melihat kondisi politik nasional saat ini, cukup kondusif dan merupakan awal yang sangat baik untuk memulai pemerintahan baru, mengingat untuk mewujudkan semua itu pihak legislatif dan eksekutif haruslah sejalan.
Jika semua sejalan, saling menghargai satu dan yang lainnya, dapat dipastikan tidak akan ada yang menghambat kemajuan pemerintahan.
“Untuk mewujudkan program dan Trisakti sesuai ajaran Bung Karno, rakyat harus ikut berperan,” kata dia.
Dalam ajaran Trisakti tersebut, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan, jika terwujud tentu rakyat akan makmur tidak akan ada lagi yang miskin dan kaya.
“Pemerintah harus bisa membuat semua sejahtera, tidak ada lagi perbedaan antara kaya dan miskin, semua saling membantu.”
Apabila kesejahteraan rakyat bisa meningkat, tentunya keamanan pun akan ikut membaik. Selain itu, pemerintahan baru, menurut dia, harus bisa membingkai perbedaan dengan kebersamaan dalam prinsip Bhinneka Tunggal Ika, salah satunya dengan cara menjaga silahturahmi dengan baik.
“Hidup adalah kemampuan untuk membingkai perbedaan, dengan berkorban harta yang memiliki harta lebih dan ilmu yang mempunyai ilmu, serta tenaga bagi yang memiliki tenaga,” kata dia.
Keberagaman sangat indah, apabila setiap individu saling membantu dan menghargai.
“Semoga pemimpin baru ini dapat diberikan kemudahan dalam memimpin negara ini,” kata Nurvaif.

Artikel ini ditulis oleh:

Wali Kota Semarang Minta Pembangunan Jalan Dipercepat

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi minta progres pembangunan sarana jalan di berbagai titik di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu dipercepat. Sebab, ada beberapa proyek yang molor.
“Progres pembangunan Jalan Kudu, misalnya, baru mencapai lima persen,” kata Hendrar saat meninjau proyek pekerjaan jalan bersama jajaran dinas terkait di sejumlah titik di Kota Semarang, Minggu (19/10).
Hendrar bahkan merekomendasikan teguran kepada kontraktor yang menangani proyek jika tidak sanggup mengejar target penyelesaian pekerjaan sebagaimana yang diesepakati.
“Kalau sudah tiga kali ditegur kok masih molor, ya, harus di-‘blacklist’. Pembangunan Jalan Kudu (Woltermonginsidi) ini perlu perhatian serius. Saya minta Bina Marga terus memantau,” kata dia.
Dia menyoroti progres pembangunan Jalan Kudu dengan nilai Rp 3,2 miliar yang baru mencapai lima persen, padahal berdasarkan catatan Bina Marga seharusnya pada Oktober 2014 sudah mencapai 26 persen.
“Karena bibit pekerjaan sampai sekarang masih di bawah harapan atau jadwal yang telah ditetapkan, saya minta Kepala Bina Marga memantau terus, Kalau perlu setiap minggu kontraktornya dipanggil,” kata dia.
Kalau memang kontraktor tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan sesuai target, Hendi menegaskan masih ada waktu mencari kontraktor pengganti untuk menangani pengerjaan proyek jalan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Kader PDI-P Jateng Diminta Syukuran dengan Sederhana

Jakarta, Aktual.co —DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah menginstruksikan para kader menggelar syukuran pelantikan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Joko Widodo – Jusuf Kalla, secara sederhana agar situasi menjadi lebih kondusif.
“Inti dari syukuran adalah mendoakan kepemimpinan Jokowi-JK berjalan baik dan sesuai dengan amanah rakyat sehingga tidak perlu dirayakan dengan bermewah-mewahan serta hura-hura karena justru berpotensi mengganggu ketertiban umum,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Heru Sudjatmoko di Semarang, Minggu (19/10)
Ia mengungkapkan bahwa DPD PDIP Jateng hanya akan menggelar nonton bareng prosesi pelantikan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI di Panti Marhens di Jalan Brigjen Sudiarto Semarang, Senin (20/10), mulai pukul 10.00 WIB.
“Teman-teman di daerah silakan membuat acara sendiri, tapi kalaupun mau syukuran ya jangan berlebihan tapi sederhana saja,” ujarnya.
Heru yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jateng dijadwalkan menghadiri pelantikan Jokowi-JK di Jakarta bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Setelah itu Heru akan memenuhi undangan syukuran yang digelar kader di Kabupaten Rembang pada Selasa (21/10) dan di Kabupaten Klaten pada Rabu (22/10).
Ketua Tim Relawan Jokowi-JK Jawa Tengah Ganjar Pranowo minta sukarelawan pendukung Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla asal Jawa Tengah yang telah berada di Jakarta untuk ikut menjaga ketertiban.
“Bagi sukarelawan dan simpatisan PDI Perjuangan serta Jokowi-JK yang sudah telanjur berada di Jakarta, saya minta untuk menjaga ketertiban serta tidak terpengaruh pada hal-hal yang bersifat ekstrem,” katanya.
Menurut dia, para sukarelawan dan simpatisan Jokowi-JK tidak perlu datang langsung ke Jakarta untuk menghadiri syukuran atas pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden, Senin (20/10), tetapi cukup merayakannya di tempat masing-masing.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng mengatakan bahwa akan diadakan pesta rakyat di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang berupa orasi politik, pelepasan 750 lampion, hiburan rakyat, dan “teleconference” dengan Jokowi.
Pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan dilakukan di Gedung MPR/DPR/DPD RI Jakarta pada Senin (20/10).
Upacara pelantikan itu juga akan dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara seperti Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John F. Kerry, dan Menteri Perdagangan Rusia Denis Manturov.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Pelantikan Jokowi-JK, Polda Lampung Siagakan 3.000 Personel

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Daerah Lampung menyiagakan 3.000 personel, khusus untuk pengamanan pelantikan presiden priode 2014-2019.
“Untuk pengamanan pelantikan presiden, polda menyiagakan 3.000 personel,” kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, di Bandarlampung, Minggu (19/10).
Pengamanan dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di Lampung, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan ketika di Jakarta tengah melantik pemimpin negeri ini.
Dia menjelakan, 3.000 personil ini merupakan gabungan dari polres dan polresta yang ada di wilayah Lampung.
“Setiap polres dan polresta di Lampung telah siaga semua untuk membantu mensukseskan pelantikan,” kata dia.
Polda Lampung pun mengirim pasukan ke Jakarta, untuk membantu mengamankan jalannya pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla.
“Sejauh ini situasi di Lampung masih kondusif dan aman,” kata dia.
Dalam pengamanan ini, pihaknya pun meminta bantuan masyarakat agar turut serta dalam membantu menjaga keamanan Lampung.
“Menjaga keamanan Lampung, sama saja membantu keamanan negara ini. Jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan terjadi ketika pelantikan berlangsung.”
Personel tidak berseragam pun, telah disebar untuk membaca situasi di Lampung. Sehingga jika akan terjadi sesuatu sudah dapat diantisipasi.
“Kita punya rembuk pekon yang akan meredam permasalahan di tengah masyarakat yang akan bertikai,” katanya.
Seluruh masyarakat akan dikumpulkan dan bersama-sama memecahkan maslah yang terjadi, jangan sampai perpecahan terjadi ditengah kebersamaan yang tengah dibangun.
“Kami berharap selama pelantikan, pengamanan di Lampung khususnya dapat terkadali,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain