18 April 2026
Beranda blog Halaman 42963

APTI Minta Jokowi Perhatian ke Teknologi Pertanian Tembakau

Jakarta, Aktual.co —Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mendesak pemerintahan Joko Widodo nanti harus memberi perhatian lebih terhadap pengembangan SDM dan teknologi pertanian tembakau.
Ketua DPP APTI Nurtantio Wisnu Brata mengatakan teknologi pertanian dapat meningkatkan produktivitas pertanian tembakau sehingga bisa meningkatkan produksi secara total. 
Sedangkan saat ini, ujarnya, teknologi pertanian Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara-negara di kawasan. Hal itu dapat dilihat dari rendahnya produktivitas tembakau.
Untuk meningkatkan produktivitas tanaman tembakau, kata dia, salah satu caranya adalah dengan pemerintahan Jokowi  menghidupkan kembali fungsi dan peran Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas). Yang ironisnya telah dihapus keberadaannya oleh Kementerian Pertanian RI.
Selain itu, APTI juga berharap pemerintahan Jokowi mampu mewujudkan mandat UU Perkebunan yang belum lama disahkan DPR. 
Di dalam UU itu, kata dia, diatur mengenai perencanaan, penggunaan lahan, perbenihan, budi daya tanaman perkebunan, usaha perkebunan, pengolahan dan pemasaran, penelitian dan pengembangan, sistem data dan informasi, pengembangan SDM, dan pembinaan dan pengawasan.
“Pertanian tembakau sebagai salah satu sektor pertanian unggulan harus menjadi prioritas dan perhatian utama,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Lindungi Tembakau Lokal, Kebijakan Jokowi Diharap Tidak Pro Asing

Jakarta, Aktual.co —Pemerintahan Joko Widodo diminta tidak menelurkan kebijakan yang pro asing sehingga bisa merugikan industri tembakau lokal.
Disampaikan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman, Mukhyir Hasan Hasibuan, posisi buruh saat ini sangat rentan karena telah menjadi korban dari adanya penurunan kesejahteraan akibat regulasi yang memberatkan industri tembakau.
Problem yang bakal muncul di tenaga kerja akibat regulasi yang tidak berpihak pada industri tembakau, ujarnya, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga penutupan pabrik. 
Jika sampai terjadi penutupan pabrik, maka PHK besar-besaran tidak bisa dielakkan. 
Dia pun meminta agar pemerintah nantinya tidak membatasi rokok kretek lokal. Karena jika dilakukan, maka tanaman cengkeh khas Indonesia akan tergusur. Sedangkan rokok kretek merupakan produk budaya asli bangsa Indonesia yang menggunakan bahan tambahan cengkeh akan musnah.
“Petani cengkeh dan pekerja rokok kretek akan menjadi korban. Indonesia tidak sama dengan negara lainnya dalam hal skala, kontribusi dan permasalahan tembakau lainnya,” ujarnya, Minggu (19/10).
Untuk mengatur industri tembakau Indonesia, ujarnya, pemerintah tidak perlu mengacu kepada peraturan internasional seperti Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). 
Karena Indonesia, kata dia, telah memiliki berbagai aturan yang mengatur industri hasil tembakau. “Yakni UU No 11 tahun 1995, UU No 26 tahun 2009, PP No 109 Tahun 2012,” kata Mukhyir.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemuda Bawa Kabur Gadis Cilik, Dicabuli Pula

Semarang, Aktual.co —Entah apa yang dibenak pikiran NAF, gadis belia berusia 11 tahun warga kecamatan Mijen Semarang, hingga nekad memutuskan pergi dari rumah bersama pria yang tidak dikenalnya, tanpa seizin maupun sepengetahuan orang tuanya.
Korban diketahui kabur sejak Selasa (14/10) lalu. Saat itu, ibu korban YA (36) mulai panik akan nasib anaknya yang tidak pulang selama lima hari ke rumah.
Sang ibu pun memutuskan melaporkan menghilangnya puterinya berinsial (NAF) ke pihak kepolisian.
Saat itu juga, anggota Polrestabes Semarang unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang dibantu Reserse mobile langsung bergerak cepat menanggapi laporan tersebut dan mencari keberadaan korban.
“Petugas berusaha melacak melalui nomor ponsel yang digunakan NAF. Diketahui NAF berada di wilayah Kendal,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardiyanto saat ekpose perkara di Mapolres setempat, Minggu (19/10).
Lanjut dia, pihaknya pada Sabtu (18/10) malam langsung bergegas menuju titik lokasi di mana korban NAF berada. 
Sesampainya di lokasi, korban yang sudah lima hari menghilang tersebut didapati bersama pria bernama Muhammad Baitullah (25) warga Kaliwungu, Kendal.
Korban pun langsung digelandang bersama tersangka ke Polrestabes Semarang.
Kepada petugas, pelaku mengaku nekad membawa lari korban lantaran ada kemauan dari korban mengingat saat itu korban mengaku sedang ada masalah di rumah.
“Kami kenal lewat SMS, saya tidak ada niat menculik, dia yang ingin ikut, ” tuturnya pria bertato tersebut kepada wartawan.
Sementara, Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto, mengatakan, pelaku ditangkap dari hasil penyelidikan khususnya laporan orangtua korban. 
“Setelah kami selidiki ternyata korban dibawa kabur oleh dia. Bahkan, berdasarkan visum ABG itu sempat dicabuli. Makanya pelaku langsung diringkus saat di Kendal,” ungkap Wika.
Agar kejadian serupa tak terulang kembali, tak lupa ia  mengimbau para orangtua lainnya agar mengawasi lebih ketat anak-anaknya. Saat ini, akibat perbuatannya, pelaku dijerat UU Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Salim Segaf Al Jufri Pamitan dengan Sopir dan Para Pejabat Kemensos

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri melakukan acara pamitan sekaligus perpisahan dengan seluruh pegawai kementerian itu, mulai dari sopir, “office boy” hingga pejabat tinggi.
“Para ajudan, staf protokol, satuan pengamanan, hingga pejabat eselon I berkumpul dalam suasana guyub sambil menyantap bakso, ketoprak, dan sate yang biasa lewat di kawasan Pejaten, kediaman Mensos,” kata Tenaga Ahli Mensos Bidang Kehumasan Sapto Waluyo, Minggu (19/10).
Pamitan itu, kata dia, digelar di rumah Mensos di Pejaten Residence, Jakarta pada Sabtu (18/10) malam, sehubungan dengan akan berakhirnya masa tugas dalam Kabinet Indonesia Bersatu II masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang pada Senin (20/10) berakhir dan digantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam kesempatan itu, Mensos menyatakan bahwa semua staf pegawai tersebut adalah orang terdekat atau “inner circle” dengan pimpinan di Kemensos.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kerja keras selama ini, serta permohonan maaf jika ada kesalahan yang saya lakukan,” kata Mensos.
Selain itu, terkait pendataan fakir-miskin yang berhak menerima bantuan sosial seperti peserta Program Keluarga Harapan/PKH (3,2 juta keluarga sangat miskin/KSM) dan Penerima Bantuan Iuran (86,4 juta) untuk BPJS Kesehatan. Dia berharap pemerintahan Jokowi-JK dapat menyempurnakannya.
“Mudah-mudahan kebijakan strategis itu disempurnakan dan dilanjutkan oleh pemerintahan Joko Widodo. Agar permasalahan sosial di Indonesia dapat dituntaskan dan visi Indonesia Sejahtera tercapai,” kata Salim Segaf Al Jufri.

Artikel ini ditulis oleh:

SBY Tak Sambut Jokowi di Dalam Istana

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyambut presiden baru, Joko Widodo setelah dilantik, Senin (20/10).
Setalah Jokowi dilantik maka SBY bukan lagi Presiden Indonesia. Maka dari itu, kata Chairul Tanjung, penyambutan SBY tak dilakukan di dalam Istana Negara, melainkan di luar istana.
“Besok, setelah pulang dari Gedung MPR, Presiden SBY bukan Presiden lagi, jadi SBY akan menunggu Jokowi tidak di Istana, tapi menunggu di gedung Setneg bersama para menteri,” kata Chairul di kompleks Istana Kepresidenan, Minggu (19/10).
Dia mengatakan, apa yang dilakukan SBY ini untuk menghindari rumor tidak mengenakkan apabila SBY tetap menginjakkan kaki di istana. Setelah Jokowi mendekat ke istana, kata dia, SBY baru akan menyambut Jokowi di luar Istana Merdeka untuk selanjutnya menjalani proses militer.
Rencananya, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II akan hadir dalam upacara pisah sambut yang dijadwalkan pada pukul 14.00 esok hari itu. SBY akan membawa rombongan 30-40 orang demikian pula dengan rombongan yang akan dibawa Jokowi ke dalam istana.
Setelah upacara militer dilakukan, SBY akan kembali ke kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat dengan menggunakna mobil pribadi.

Artikel ini ditulis oleh:

FITRA: Dua Penyakit Baru di Dua Tahun Jokowi-Ahok

Jakarta, Aktual.co —Ada dua penyakit baru di jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sebelumnya dipimpin Joko Widodo lalu sekarang dipimpin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta. 
Yakni keterlambatan pembahasan Rencana Anggaran dan Belanja Daerah (RAPBD) dan pengesahannya, serta minimnya penyerapan anggaran tahunan.
Dikatakan peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi, keterlambatan pembahasan RAPBD DKI tahun 2015 bakal terjadi karena hingga saat ini belum ada pembahasan antara DPRD DKI dengan Pemprov DKI yang dipimpin Ahok.
“Ini artinya pengesahan RAPBD 2015 menjadi APBD 2015 akan tertunda lagi, dan pelayanan ke publik akan terganggu,” ujarnya, saat dihubungi Minggu (19/10).
Sedangkan minimnya realisasi penyerapan anggaran APBD tahun 2014 bisa terlihat di Triwulan IV (Oktober -Desember) sekarang. “Realisasi penyerapan APBD DKI Jakarta 2014 baru di atas 30 persen. Ini sungguh memalukan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain