8 April 2026
Beranda blog Halaman 43016

Zulkifli Minta Pesta Rakyat Tak Barsamaan dengan Pelantikan Jokowi-JK

Jakarta, Aktual.co — Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta masyarakat tak menggelar pesta rakyat pada saat pelantikan Jokowi-JK, atau pada tanggal 20 Oktober. Dia berharap agar pesta pelantikan itu dilakukan setelah Jokowi-JK dilantik.
Namun, kata dia, jika memang terpaksa dilakukan pada hari itu juga, dirinya meminta agar pesta rakyat itu dilakukan dengan tertib.
“Menurut pendapat saya kalau ada pesta atau arak-arakan, apa tidak mungkin di lain hari?,” kata Zulkifli di gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (16/10).
Namun Zulkifli, tidak melarang adanya perayaan tersebut.
“Karena ini bersejarah, jadi, wajar menyambut presiden terpilih dengan karpet merah untuk menyambutnya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eks Gubernur BI: Defisit Transaksi Berjalan Sangat Fundamental

Jakarta, Aktual.co — Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan bahwa defisit transaksi berjalan merupakan hal fundamental yang harus diselesaikan dengan baik dan cepat.  Pada tahun ini tercatat defisit transaksi berjalan sebesar 2.25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Neraca pembayaran itu di dalamnya ada transaksi berjalan, struktur dan kekuatan ekonomi bangsa. Jadi ini adalah hal yang sangat fundamental bagi bangsa kita,” ujar Darmin di Jakarta, Kamis (16/10).

Menurutnya, defisit transaksi berjalan kental dengan faktor struktural yang berpengaruh langsung ataupun tidak langsung.

“Berbeda dengan neraca pembayaran nasional yang lain seperti APBN, defisit transaksi berjalan erat dengan faktor struktural, hanya kecil yang bersifat teknikal,” pungkasnya.

Seperti diketahui, hari ini Kamis, (16/10) acara bertema Bedah Tuntas Soluai Defisit Transaksi Berjalan yang diselenggarakan di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Emil Salim sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Darmin Nasution Gubernur Bank Indonesia tahun 2010-2013, serta Agustinus Prasetyantoko Ekonom dari Unika Atmajaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bantah Perdata, Jaksa: Perbuataan Anak Syarief Hasan Korupsi

Jakarta, Aktual.co —   Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Mia Banulita menganggap, perbuatan Direktur Utama PT Rifuel, Riefan Avrian terkait proyek pengadaan videotron di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah merupakan pidana korupsi.
“Perbuatan terdakwa merupakan perbuatan pidana yaitu tindak pidana korupsi yang akan dibuktikan di persidangan sehingga pendapat penasihat hukum yang menyatakan perkara a quo adalah perkara perdata adalah telah memasuki materi pokok perkara,” kata Jaksa Mia saat membacakan sanggahan eksepsi Riefan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/10).
Jaksa juga menyanggah pembelaan tim penasihat hukum, yang menyebut tidak terjadi kerugian keuangan negara dalam proyek videotron tersebut, sebab PT Imaji Media sudah mengembalikan kelebihan pembayaran pekerjaan proyek Rp 2,695 miliar.
“Pengembalian ini merupakan tindak lanjut rekomendasi audit BPK soal kelebihan pembayaran buka audit perhitungan kerugian negara.”
Padahal, kata Jaksa jumlah kerugian keuangan negara dalam proyek ini mencapai Rp 5,392 miliar berdasarkan audit BPKP ditambah hasil perhitungan dari Ahli Teknologi Indoemasi dari Institut Teknologi Bandung.
Selain itu jaksa juga menjawab keberatan tim penasihat hukum yang menyebut surat dakwaan tidak disusun secara cermat terkait rumusan pasal yang didakwakan.
Jaksa menegaskan penulisan Pasal 3 ayat 1 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi hanya kesalahan ketik. Seharusnya tim penasihat hukum memahami yang dimaksud dalam dakwaan subsidair adalah Pasal 3.
“Kesalahan pengetikan yang sifatnya redaksional dan tidak mengakibatkan dakwaan menjadi batal demi hukum,” ujar jaksa Andri Kurniawan.
Atas tanggapan ini, jaksa meminta majelis hakim yang diketuai Nani Indrawati menolak eksepsi tim penasihat hukum Riefan. “Menyatakan surat dakwaan penuntut umum telah memenuhi syarat yang ditentukan dalam Pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHAP,” kata Jaksa

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Satpol PP Bongkar Lapak PKL IRTI Monas

Jakarta, Aktual.co —Sumi (38) hanya bisa melihat pasrah saat lapaknya di lahan IRTI Monas dibongkar petugas Satpol PP DKI, Kamis (16/10).
Bersama 339 pedagang lainnya di IRTI yang senasib dengannya, mereka hanya bisa menonton saja saat 150 lapak yang biasa mereka tempati diratakan dengan tanah oleh alat berat yang dikawal 1.500 personel Satpol PP.
Sebelumnya mereka memang sudah diberitahu kalau lapak mereka dibongkar untuk kemudian akan dibangun Lenggang Jakarta, yakni tempat penampungan PKL Monas.
“Saya hanya pasrah sampai pembangunan Lenggang Jakarta jadi,” keluhnya, saat ditemui Aktual.co di Monas, Kamis (16/10).
Para pedagang pun mengaku bingung karena tidak bisa berdagang sampai selesainya pembangunan Lenggang Jakarta. Sedangkan saat ini dia mengaku belum tahu kapan pengerjaan Lenggang Jakarta itu selesai.
“Untuk sementara tanpa ada kepastian waktu Kita ga bisa dagang dulu, padahal kita juga punya kebutuhan lain dan harus mencari nafkah,” kata Sumi.
Menurut kabar yang dihimpun, pembongkaran dilakukan guna mempercepat pengelolaan Lenggang Jakarta yang diperkirakan rampung akhir November mendatang.
Ditemui di lokasi, Kasatpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso mengatakan untuk sementara selama pembangunan Lenggang Jakarta, para pedagang IRTI akan dilatih dan dibina oleh CSR.
“Mereka akan dilatih masak-masak, melayani pelanggan, dan beberapa pelatihan lainnya. Jadi mereka gak diperbolehkan berdagang, berlatih dulu,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Dua Tahun Pimpin Jakarta, Jokowi-Ahok Dapat Rapot Merah

Jakarta, Aktual.co —Pengamat politik Jakarta Amir Hamzah menilai dua tahun pemerintahan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memimpin Jakarta telah gagal. 
Ada dua hal yang menurutnya merupakan bentuk kegagalan atau ‘rapot merah’ bagi Jokowi – Ahok.
Pertama masih terkendalanya gagasan dari pasangan Jokowi-Ahok oleh regulasi dalam realisasinya.
Dia mencontohkan seperti realisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS).
Kedua program itu menurutnya berbenturan dengan program lain yang sudah mempunyai payung hukum.
“Dalam perundang-undangan itu tidak ada KJP. Untuk bidang kesehatan juga sudah ada  BPJS,” ujarnya saat dihubungi Aktual.co, Kamis (16/10).
Menurutnya, tiap gagasan yang akan dijalankan harusnya punya regulasi sebagai payung hukum. “Jangan sampai tidak ada payung hukum dan berbenturan dengan program lain,” ucapnya. 
Sedangkan bentuk kegagalan yang kedua, menurutnya ada di hasilpembangunan di DKI yang sulit terukur karena penyusunan APBD 2013 dan 2014 terlambat. Realisasinya pun masih jauh dari target.
Mengenai adanya penilaian bahwa sudah ada kemajuan dalam pembangunan di Jakarta, seperti pembangunan Waduk Pluit, menurutnya itu belum terbukti. “Berhasil atau tidaknya akan kita lihat pada bulan desember sampai Januari saat musim hujan datang,” paparnya.
Sedangkan mengenai proyek optimalisasi kali dan sungai di Jakarta yang saat ini sedang berjalan dan dianggap sebagai program Jokowi-Ahok, Amir membantah.
Kata dia, optimalisasi kali dan sungai di Jakarta merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum, dan bukan milik Jokowi- Ahok.
“Optimalisasi kali itu adalah program punya kementerian PU, dan dananya pakai APBN, tapi orang taunya itu Jokowi-Ahok. Itu tidak memakai APBD, artinya 2 tahun ini rapot merah,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Taruna Ilmu Pelayaran Tewas

Semarang, Aktual.co — Rio Arsa Kusuma Bahari, seorang Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dikabarkan meninggal dunia usai mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan di kampus setempat. Korban sebelumnya sempat pingsan pada Rabu (15/10) malam.
Informasi yang dihimpun di lapangan, Rio diketahui merupakan taruna tingkat II yang tengah menempuh pendidikan pelayaran di Politeknik Ilmu Pelayaran. Dia merupakan Taruna asal RT 07/RW II Dusun Kupang Dukuh Kecamatan Ambarawa Semarang.
Peristiwa yang menimpa taruna berusia 18 tahun itu berawal saat ada kegiatan apel malam bersama teman seangkatannya pada pukul 22.00 WIB malam kemarin. Ketika itu, seperti biasanya dia juga mengikuti apel malam.
Namun entah kenapa, taruna tersebut tiba-tiba pingsan di sela-sela acara. Oleh temannya, dia dibawa ke RS Roemani Semarang, sekitar pukul 22.00 Wib.
Namun sayangnya, di tengah perjalanan korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara ini, belum diketahui penyebab meninggalnya taruna Politeknik Ilmu Pelayaran itu apakah dianiaya atau sakit mendadak.
Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Yuni mengatakan, petugasnya masih menelusuri hal tersebut. Namun, dari hasil visum sementara tidak ditemukan luka di tubuh taruna tersebut. “Tapi saat ini masih dikembangkan termasuk memeriksa saksi mata,” ungkap Yuni.
Yuni menjelaskan, pemeriksaan masih dilakukan untuk mencari tahu penyebab tewasnya Rio. Meski dari keterangan yang ada, taruna tersebut tewas setelah mengikuti apel malam. “Dalam kondisi baris saat apel malam, dia mendadak jatuh pingsan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain