Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi

Jakarta, aktual.com – Terjawab sudah “kegalauan” sejumlah kalangan mengenai penunjukan Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi sebagai Menteri Agama, lalu disusul Zainut Tauhid Saadi yang berasal dari kalangan Majelis Ulama Indonesia.

Fachrul yang tidak memiliki rekam jejak sebagai ulama atau aktivis organisasi kemasyarakatan seperti MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan ormas lainnya dituding menjadi dasar kekecewaan.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengatakan Kemenag memiliki sisi historis sebagai kementerian yang berdiri buah dari kompromi politik di awal kemerdekaan Indonesia untuk umat Islam atas dihapusnya sejumlah kata pada salah satu poin dalam Piagam Jakarta.

“Ada persoalan historis dan psikologis yang diabaikan, yakni penempatan menteri pada kementerian yang memiliki dimensi historis kuat seperti bidang agama dan pendidikan,” kata Din mengutip sari Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI Ke-44 sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (25/10).

Seiring hari berlalu, Jokowi melantik sejumlah wakil menteri, termasuk untuk pos Kementerian Agama. Dalam pelantikan Wamenag, Presiden meminta Zainut untuk dapat membantu Menag Fachrul.

“Beliau sudah lama menjadi Waketum MUI Pusat. Posisi barunya membantu Pak Menteri Agama,” kata Kepala Negara.

Sebagai pengurus MUI Pusat, Zainut yang juga tokoh Nahdlatul Ulama, mengemban posisi sebagai Wakil Ketua Umum bersama Yunahar Ilyas dari Muhammadiyah.

Ada satu posisi yang lebih tinggi dari mereka berdua di MUI yaitu Ketua Umum (nonaktif) KH Ma’ruf Amin yang kini menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Joko Widodo.

(Zaenal Arifin)