Jakarta, Aktual.com — Perombakan Kabinet Kerja Jilid II hingga kini belum juga dilakukan Presiden Joko Widodo. Padahal konflik internal menyangkut dualisme kepengurusan ditubuh Partai Golkar sudah selesai dengan terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketum.

“Katanya setelah selesai Golkar. Moga-moga tidak terlalu lama lagi,” kata Ketua DPP PAN Teguh Juwarno, Rabu (25/5).

PAN meyakini, jika melihat permasalahan yang ada secara obyektif, perombakan kabinet adalah sebuah keniscayaan. Terlebih dengan bergabungnya Golkar dalam barisan pendukung pemerintah.

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai perombakan kabinet akan dilakukan Presiden Jokowi setelah Golkar menyatakan bergabung ke pemerintah. Hanya saja, Presiden masih menunggu waktu yang pas untuk mengumumkannya ke publik.

Menariknya, selain perombakan kabinet, Presiden juga diyakin akan melakukan perombakan struktur kementerian atau lembaga. Misalnya dengan menambahkan kursi menteri muda atau wakil menteri. Perombakan dan perubahan ini patut ditunggu untuk mengakselerasi berbagai kebijakan pemerintah.

“Saya sampai sekarang masih yakin akan ada reshuffle. Selain reshuffle, ada yang menarik karena kemungkinan akan ada perubahan bentuk kabinet,” jelas Hendri saat dihubungi Aktual.com, Kamis (26/5).

Mengenai jatah bagi Golkar, ia mengatakan partai berlambang pohon beringin tersebut akan mendapatkan satu kursi. Kursi bisa diambilkan dari profesinal maupun kader partai politik di kabinet.

“Parpol sekelas Golkar ini akan dimanfaatkan karena posisinya yang strategis. Bisa nantinya diberi kursi dibawah Kemenko Perekonomian, misalnya Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Kemendesa, Kemenpan-RB. Ini menurut saya rawan sekali diisi oleh Golkar,” demikian Hendri.

()