Jakarta, Aktual.com – Presiden Joko Widodo menjelaskan pemerintah sedang membangun perluasan kesempatan kerja bagi rakyat Indonesia.

“Ekosistem nasional yang kondusif bagi perluasan kesempatan kerja yang berkualitas harus kita bangun,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI tahun 2020 di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Presiden Jokowi juga menegaskan penataan regulasi harus dilakukan.

“Regulasi yang tumpang tindih, yang merumitkan, yang menjebak semua pihak dalam risiko harus kita sudahi,” ungkap Presiden.

Tujuan besar dari semua tindakan tersebut adalah untuk mewujudkan perekonomian nasional yang adil.

“Untuk kepentingan yang sudah bekerja, untuk kepentingan yang sedang mencari kerja, untuk mengentaskan kemiskinan, dengan menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas seluas-luasnya. Kita ingin semua harus bekerja. Kita ingin semua sejahtera,” tkata Presiden.

Prinsip keadilan dan kesejahteraan itu, menurut Presiden Jokowi, juga digunakan dalam membangun kawasan-kawasan industri lain.

“Termasuk pembangunan super koridor ekonomi pantai Utara Jawa. Kawasan Industri Batang serta Subang Majalengka sedang dikembangkan dalam waktu singkat, dirancang untuk mampu mengundang investasi berkualitas, yang bersinergi dengan UMKM kita,” tambah Presiden.

Singergitas tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah signifikan untuk perekonomian nasional, serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Kawasan industri serupa juga akan dibangun di berbagai daerah di seluruh Indonesia, yang selalu bersinergi dengan kewirausahaan masyarakat dan UMKM, untuk menyediakan kesempatan kerja bagi generasi muda yang belum bekerja, dan meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri,” kata Presiden.

Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2020 dihadiri oleh 435 anggota, yang terdiri atas 161 anggota hadir secara fisik di Gedung Parlemen Senayan dan 274 anggota mengikuti Sidang secara virtual.

Sidang Tahunan kali ini diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di tengah pandemi COVID-19. Presiden Joko Widodo yang mengenakan pakaian adat dari Nusa Tenggara Timur, Wapres Ma’ruf Amin, seluruh pimpinan dan anggota Sidang menerapkan jarak fisik dan mengenakan masker selama hadir di Gedung Parlemen Senayan. (Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)