Lebih lanjut, Hardjuno kembali menegaskan jasa Soeharto yang saat itu berpangkat sebagai Letkol tidak dapat dipungkiri. Letkol Soeharto saat itu memang merupakan orang yang menjadi kepercayaan Jenderal besar Soedirman untuk melancarkan serangan terhadap Belanda yang saat itu menguasai Yogyakarta.

Saat itu, Letkol Soeharto bertugas selaku Komandan Brigade 10 Wehrkreise III dianggap sebagai ‘arsitek’ dalam serangan tersebut didukung oleh Sultan Hamengku Buwono IX selaku penguasa sipil Yogyakarta.

“Jangan sengaja melupakan atau membelokan sejarah. Jangan bodohi generasi yang akan datang hanya berdasarkan kebencian. Ini nggak baik dan nggak sehat bagi perjalanan bangsa ini kedepannya,” terangnya.

“Karena itu, saya minta, tidak boleh melupakan sejarah. Pak Harto jasanya besar bagi bangsa ini dan bapak pembangunan nasional,” pungkasnya.

(Zaenal Arifin)