Di seluruh penjuru dunia, terdapat lebih dari 400 juta orang terkena herpes genital dikarenakan HSV-2. Di AS, sebanyak satu dari lima penduduk dewasa positif terinfeksi HSV-2, dan 1 juta infeksi baru terjadi setiap tahun.

Insiden herpes zoster adalah 1,2 – 3,4 per 1000 orang. Insiden sesuai usia yaitu kurang dari 1 per 1000 anak-anak, dan 12 per 1000 orang pada penderita berusia lebih dari 65 tahun. Meskipun dapat menyerang semua usia, herpes zoster sering terjadi pada orang dewasa dan usia lanjut.

Sekitar 80 persen dialami penduduk berusia lebih dari dua puluh tahun. Sekitar 30 persen diderita orang berusia lebih dari 55 tahun. Hanya 5 persen yang terjadi pada anak kurang dari 14 tahun. Herpes zoster dialami 10-20 persen populasi di periode tertentu kehidupan mereka.

Potret Klinis

Masa inkubasi herpes simpleks berkisar 2-12 hari. Munculnya vesikel (gelembung berdiameter kurang dari 1 cm, berisi cairan serum) di kulit dengan didahului rasa terbakar dan gatal. Terkadang disertai demam, rasa tak enak badan, selera makan menurun atau menghilang, dan nyeri otot. Selain itu, kelenjar limfe regional dapat membengkak.

Herpes zoster memiliki masa tunas 7-12 hari. Sering mengenai wajah, batang tubuh, termasuk dada. Lesi-lesi baru tetap timbul selama kira-kira seminggu. Ada riwayat menderita cacar air di masa anak. Dibandingkan herpes simpleks, herpes zoster boleh jadi lebih parah dan cenderung lebih lama pada orangtua.

(Abdul Hamid)