18 April 2026
Beranda blog Halaman 38268

Akibat Doktrin Kekerasan, ISIS Jadi Musuh Bersama di Indonesia

Jakarta, Aktual.co —Ajaran Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kurang mendapat simpati masyarakat Indonesia. Bahkan masyarakat, cenderung menjadikan ISIS sebagai musuh bersama.

“Ulama, pemerintah dan masyarakat (Indonesia) memusuhi ISIS. ISIS itu sesat,” ujar mantan Wakil Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar di sela Islamic Book Fair (IBF) 2015, di Jakarta, Minggu (8/3).

Ajaran ISIS yang menghalalkan kekerasan, dinilai Nasaruddin, menjadi salah satu penyebab mengapa ISIS tak mendapat simpati masyarakat Indonesia.

“Budaya masyarakat Indonesia tidak mengenal istilah kekerasan untuk mencapai tujuan. Ajaran Islam sendiri masuk ke Indonesia melalui jalan damai, sehingga bila ada ajaran yang menggunakan kekerasan maka (ajaran) itu cenderung tak diterima masyarakat kita,” kata dia.

Apalagi, lanjut Nasaruddin, saat ini masyarakat mulai melihat ISIS pada titik yang memuakkan. “Mereka menyaksikan berbagai tindakan kekerasan seperti pembakaran, pembunuhan secara keji yang dilakukan pihak ISIS pada orang-orang,” kata Nasaruddin.

Kendati begitu, Nasaruddin tak menampik sejumlah orang di Indonesia telah bergabung menjadi pengikut ISIS. Namun, kata dia, jumlah ini tak sebanyak di negara lain.

“Indonesia itu jumlah umat Islamnya paling besar (di dunia) tetapi paling sedikit jumlah (pengikut) ISIS-nya. Jumlah pengikut ISIS di Australia misalnya mencapai 500 orang. Tetapi di sini (Indonesia) sekitar 200 orang,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

10.000 Warga Eropa Bergerilya di Irak dan Suriah

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Perdana Menteri Prancis Manuel Valls memperingatkan, Minggu (8/3), hingga akhir tahun ini ada 10.000 lebih warga Eropa yang mungkin  bergerilya di Irak dan Suriah.

“Saat ini, 3.000 warga Eropa sedang berada di Irak dan Suriah. Kalau kita memperkirakan berapa banyak dalam bulan-bulan mendatang, jumlahnya mungkin akan mencapai 5.000 orang sebelum musim panas dan 10.000 orang sebelum akhir tahun ini,” kata Valls kepada saluran televisi Prancis, iTele.

Ia mengatakan ada sekitar 1.400 orang, baik yang sudah berada di wilayah konflik, yang sudah pulang dari sana, atau yang berencana berangkat ke wilayah itu. “Apakah kita sadar ancaman apa yang dihadapi?” tanyanya.

Prancis, bersama Belgia, merupakan negara Eropa dengan jumlah sukarelawan terbesar yang bergabung dengan gerilyawan ISIS. Kelompok ini telah menguasai banyak wilayah Suriah dan Irak.  “Sudah ada 90 warga Prancis yang meninggal di sana dalam keadaan tangan mereka memegang senjata, memerangi nilai-nilai kita,” kata Valls.

Bulan lalu, Prancis menyita paspor-paspor enam warganya dan melarang 40 warganya ke luar negeri setelah dicurigai berencana ke Suriah dan Irak.   Itu langkah pertama kali Prancis, menyambut undang-undang baru November lalu tentang upaya memerangi terorisme.

“Kita terutama harus menghadapi tingkat ancaman tinggi di Prancis, di Eropa dan negara-negara lainnya,” ujar Valls dilansir dari AFP.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasukan Irak dan Milisi Syiah Terbentur Perlawanan Sengit ISIS

Jakarta, Aktual.co — Pasukan Irak dan milisi Syiah sulit merangsek ke kota al-Alam dan al-Dour dekat Tikrit, akibat perlawanan sengit para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Kami menghadapi perlawanan sengit dari kelompok teroris dan kami berusaha mengepung Daesh (ISIS) di dalam al-Alam dan al-Dour serta memotong jalur suplai mereka,” kata walikota al-Alam Laith al-Jubouri pada Minggu (8/3).

Tentara dan milisi memasuki bagian selatan dan timur al-Dour, Jumat lalu. Waktu itu para komandan menyatakan telah menguasai penuh kota. Namun para pejabat mengatakan hanya sebagian dari kota itu yang berhasil diduduki kembali.

Kanada mengatakan salah seorang tentaranya tewas dalam insiden penembakan tidak sengaja. Ini korban pertama orang Kanada dalam misi militer di Irak. Sementara tiga tentara Kanada lainnya terluka.

Keempat tentara Kanada ini berasal dari unit pasukan khusus dan keliru baku tembak dengan pasukan Kurdi begitu kembali dari pos pengamatan di belakang garis depan.

Sementara itu di berbagai tempat di Irak, serangan bunuh diri dan bom mobil telah membunuh sedikitnya 19 orang, kata polisi dan paramedis seperti dikutip Reuters.

Artikel ini ditulis oleh:

Periksa 49 Kepsek dan Pemenang Tender, Polda Metro Bongkar Korupsi UPS

Jakarta, Aktual.co —Penyidik Polda Metro Jaya hari ini akan memeriksa 49 kepala sekolah (Kepsek) dan 49 perusahaan pemenang tender terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan “Uninterruptible Power Supply” (UPS).

“Besok (Senin) kita jadwalkan pemeriksaan 49 Kepala SMA/SMK penerima UPS sebagai saksi,” kata Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Direktorat Resserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Aji Indra di Jakarta, Minggu.

Pemeriksaan saksi ini, menurut Indra, guna mendalami dugaan penyimpangan anggaran pengadaan UPS pada 49 sekolah di DKI Jakarta.

Polisi juga akan segera menetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara itu, setelah mengantongi minimal dua alat bukti.

Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa beberapa saksi termasuk mantan pejabat Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat berinisial AU dan mantan pejabat Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat berinisial ZS.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan ada penyantuman dana siluman pada RAPBD DKI Jakarta 2014 hingga Rp12,1 triliun. Salah satunya untuk pengadaan UPS di 49 sekolah yang menghabiskan dana Rp5,8 miliar per sekolah.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaksa Agung Tidak Cermat, Eksekusi Terpidana Narkoha Masih Tertunda

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung terbukti tidak cermat memproses finalisasi administrasi para terpidana mati bila penundaan eksekusi mati hanya karena masih ada proses hukum yang diajukan para terpidana.

“Itu (alasan penundaan eksekusi) menunjukkan bahwa jaksa agung kurang cermat dalam melakukan proses finalisasi administrasi dari para terpidana,” kata Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al Habsyi di Jakarta, Minggu (8/3).

Dia mengatakan daftar nama yang masuk ke dalam rencana eksekusi seharusnya hanya para napi yang sudah memiliki kekuatan hukum mengikat atau imkrach.

Jika proses hukum masih diajukan oleh seorang napi, menurut Aboe, seharusnya mereka itu tidak dimasukkan dalam rencana eksekusi.  “Penundaan eksekusi mati seperti ini akan membawa dampak buruk pada pemberian efek jera,” ujarnya.

Politisi PKS itu menilai para pengedar tak akan takut lagi dengan ancaman hukuman mati, karena semua masih bisa ditunda-tunda.  Sementara itu di sisi lain menurut dia, dampak narkoba terus berjalan, karena setiap hari sekitar 50 orang mati karena narkoba.  “Menunda eksekusi mati mereka sehari, sama saja kita mentolelir kematian 50 orang yang terpapar dampak narkoba,” katanya.

Menilik kasus Mustofa maupun Freddy Budiman yang meski telah divonis mati, masih bisa ‘bermain’ narkoba, menurut Aboe, itu menunjukkan eksekusi mati mau tak mau harus segera dilaksanakan. Hal ini penting sebagai pelajaran, agar mereka tidak bisa seenaknya bertransaksi lagi.

Aboe Bakar juga menilai penundaan eksekusi mati para bandar narkoba termasuk duo “Bali Nine” menunjukkan kelemahan diplomasi Indonesia .  Hal itu juga mengindikasikan posisi Indonesia selama beberapa waktu terakhir ini berada dalam tekanan masif Australia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Peran AS Diselidiki, Skandal Serangan Gagal Filipina atas Pejuang Muslim

Jakarta, Aktual.co — Musibah akibat serangan gagal terhadap tersangka pejuang Muslim garis keras, memicu kegentingan politik terburuk bagi Presiden Filipina Benigno Aquino. Sejauh mana peran Amerika Serikat dalam serangan gagal itu memperdalam kontroversi aksi militer tersebut.

Beberapa anggota parlemen Filipina, Minggu (8/3) mempertanyakan apakah tentara Amerika Serikat memainkan peran utama dalam gerakan pada Januari itu, yang berakhir dengan 44 polisi khusus tewas di ladang di bagian selatan negara tersebut.

Mereka menunjuk laporan bahwa pesawat nirawak (drone) Amerika Serikat yang menerbangi daerah tersebut saat itu dan dikabarkan memancarkan  kembali lagi gambar seketika kepada komandan negara adidaya itu saat kegagalan itu terjadi.

Ketua Senat Franklin Drilon, anggota kuat dari Partai Liberal berkuasa, adalah satu dari lima senator, yang mengangkat isu tentang apa yang Amerika Serikat tahu.

“Apakah FBI (Biro Penyelidikan Pusat) tahu sebelumnya tentang gerakan itu?” kata Drilon bertanya kepada kepala satuan polisi khusus Getulio Napenas, yang kehilangan jabatannya akibat peristiwa itu, dalam suatu sidang parlemen di Manila.

“Atau ada tentara Amerika Serikat? Apakah mereka tahu tentang gerakan?” katanya.

Menurut ketentuan penempatan pelatihan antiterorisme, Amerika Serikat tidak diizinkan terlibat dalam pertempuran di Filipina.

Pejabat pemerintah Amerika Serikat kepada AFP menyatakan pasukan Amerika hanya membantu upaya pengungsian korban. Tapi detail operasi gerakan itu direncanakan dan dilaksanakan oleh pejabat Filipina. Sehingga, pejabat ini menolak untuk  menanggapi lebih lanjut.

Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario menolak menjawab langsung tentang peran Amerika Serikat. Ia hanya berbicara secara umum tentang bantuan Amerika Serikat kepada Manila dalam menekan militansi.

“Dengan Amerika Serikat, kami memiliki kerjasama sangat erat kontraterorisme,” kata del Rosario kepada AFP melalui pesan tertulis.  Di tempat lain pun, Del Rosario berulang kali mengatakan operasi itu dipimpin pejabat Filipina.

Serangan prafajar oleh pasukan polisi khusus di desa pertanian terpencil yang dikuasai oleh para pemberontak Moro di selatan itu, direncanakan sebagai serangan mendadak untuk menangkap atau membunuh dua orang yang tercantum dalam daftar “teroris” paling dicari oleh pemerintah Amerika Serikat.

Meski ada juga seorang tersangka pejuang yang dilaporkan tewas, namun ratusan pemberontak itu dengan cepat berhasil mengalahkan serbuan polisi khusus itu. Mereka mampu menjebak pasukan besar penyerbu itu di ladang jagung dan membantai 44 polisi khusus tadi dalam pertempuran sengit sepanjang hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain