11 April 2026
Beranda blog Halaman 42160

SPKP Nilai Seleksi Dirut Pertamina Dipolitisir Penguasa

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pertamina haruslah orang yang mempunyai jiwa kemandirian, sehingga penempatannya jangan banyak dipolitisir oleh penguasa. Sehingga, jangan sampai perusahaan yang terbilang besar ini, hanya menguntungkan pihak asing.
Demikian disampaikan Koordinator Serikat Pensiunan Karyawan Pertamina (SPKP), Binsar Effendi Hutabarat, ketika dihubungi, di Jakarta, Jumat (14/11).
“Yang harus ditekankan adalah bahwa pendapatan di sektor minyak dan gas ini merupakan andalan negara, sangat besar dari sektor ini. karena itu pertamina ini seharusnya dikerjakan oleh mereka yang punya jiwa kemandirian. Pertamina dan pihak-pihak lain hendaknya memahami ini, dimengerti baik-baik dengan jujur jangan dipolitisir. jangan sampai yang terpilih nantinya hanya menguntungkan pihak asing,” ucap dia.
Selain kemandirian, sambung dia, jiwa dan sikap nasionalisme dengan mengembalikan kedaulataan sumber daya alam (SDA) Indonesia kepada rakytny pun harus dimiliki oleh orang nomor satu di perusahaan yang mengatur perminyakan tersebut.
“Rakyat Indonesia itu yang punya minyak, gas, jangan sampai ke depan dirampok terus oleh negara lain. jangan sampai proyek-proyek migas dipegang orang lain,” ucap di.
Namun demikian, ketik ditanya soal proses seleksi Dirut Pertamina yang tertutup? Ia pun mengaku dalam posisi yang bingung. Pasalnya, karena dalam seleksi jabatan dirut perusahaan yang menentukan adalah rapat umum pemegang saham (RUPS).
“Soal seleksi ini kita juga dalam posisi susah, memang itu seharusnya memalui fit and proper test. tapi karena ini seleksi dirut perusahaan maka yang menentukan adalah RUPS, jadi ada ditangan RUPS,” ujarnya
“(Disisi lain) masalahnya adalah ini satu-satunya BUMN yang terbesar meberikan pemasukan bagi negara, pemasukannya diambil dari kekayaan alam kita,” tambah dia.
Oleh karena itu, sambung Binsar, perlu aturan baru yang mengatur seleksi direktur pertamina, misalnya melalui DPR Komisi VII. Jadi nanti terbuka ke publik siapa calon dan panitia seleksinya, tidak seperti sekarang.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Korupsi Wisma Atlet, KPK Periksa Karyawan DGI

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap  Karyawan PT DGI Mumu Mulyadi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011.
Mumu bakal dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Rizal Abdullah. “Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Jumat (14/11).
Dalam persidangan kasus suap wisma atlet SEA Games di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, bekas Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis mengungkapkan jika Grup Permai menggelontorkan dana miliaran rupiah ke DPR untuk mengawal penganggaran proyek wisma atlet SEA Games.
Uang ke DPR yang besarnya 5 persen dari uang muka wisma atlet senilai Rp 33 miliar itu diberikan kepada seseorang bernama Wafid, Paul, dan Wisler. Namun, saat itu Yulianis tidak mengenal siapa Wafid, Paul, dan Wisler tersebut.
Yulianis belakangan mendengar nama Wafid Muharam yang merupakan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga. Menurut Yulianis, pembagian uangnya yakni sebesar Rp 500 juta untuk Wafid, Rp 150 juta untuk Paulus, Rp 50 juta lagi untuk Wafid, dan Rp 100 juta untuk dinas pekerjaan umum, kemudian Rp 150 juta untuk Wisler.
“Itu menurut pengajuan Bu Rosa (Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang).”
Rizal Abdullah sendiri sebelumnya telah mengakui bahwa dirinya telah menerima fee sebesar Rp 400 juta dari PT Duta Graha Indah. Rizal mengakui jika pemberian uang secara tunai itu diberikan secara bertahap.
“Buat saya sendiri ada Rp 400 juta,” ungkap Rizal Abdullah saat bersaksi untuk Manager Marketing PT Duta Graha Indah Tbk Mohammad El Idris di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Menurut Rizal, pertama kali dirinya menerima Rp 250 juta secara tunai. Selanjutnya, dirinya menerima tiket perjalanan ke Singapura dan Australia, yang olehnya dinilai seharga Rp 50 juta saat mengembalikannya ke KPK, dan terakhir dirinya menerima Rp 100 juta tunai pada akhir 2010.
Uang tersebut sebagai succses fee pembangunan wisma atlet SEA Games atas keikutsertaan PT Duta Graha Indah (DGI) pada proyek tersebut. “Terdakwa dalam pihak DGI minta ikut dalam pembangunan wisma Atlet,” ucap Rizal.
Menurut Rizal, permintaan untuk keikutsertaan PT DGI juga sebelumnya sempat disampaikan oleh Sesmenpora, Wafid Muharam sebagai tersangka kasus suap pembangunan wisma tersebut. “Mohon nanti dibantu PT DGI dalam pembangunan wisma atlet,” imbuh Rizal mengisahkan permintaan Wafid.
Uang itu sendiri, kata Rizal, diterimanya langsung dari Idris di ruangan kerjanya. Namun, Rizal mengaku uang itu sudah dikembalikannya kepada KPK.
“Ini ada sesuatu,” kata Idris kala menyerahkan fee-fee itu seperti dituturkan Rizal.
KPK diketahui telah menetapkan Rizal Abdullah sebagai tersangka kasus tersebut. Rizal diduga melakukan mark up atau pengelembungan anggaran. Kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp 25 miliar. Dia disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Ahok Siap Dilantik Hari Ini di DPRD

Jakarta, Aktual.co —Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan siap menghadiri rapat paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dengan agenda pengumuman pelantikannya sebagai gubernur definitif.
“Saya akan hadir, makanya pakaian menyesuaikan hari ini,” katanya ketika ditanya wartawan di Balai Kota, Jakarta, Jumat.
Ahok yang biasanya menggunakan pakaian batik, Jumat pagi memang terlihat menggunakan kemeja putih. Kemeja dipadu dengan jas memang menjadi pakaian wajib di paripurna DPRD.
Rapat paripurna DKI Jakarta dengan agenda pengumuman pelantikan gubernur defenitif rencananya akan digelar pada pukul 11.00 WIB.
Dalam jadwal paripurna di DPRD, pihak eksekutif yang akan menghadiri sidang paripurna tersebut akan diwakili Sekretaris Provinsi DKI Jakarta Saefullah.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menyatakan siap melantik Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Instruksi dari Menteri Dalam Negeri untuk melantik Pak Ahok siap saya laksanakan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada anggota dewan yang tidak setuju,” kata Prasetyo.
Sebelumnya, kata dia, sudah digelar rapat pimpinan pada Kamis (13/11) membahas pelantikan Ahok.
Selanjutnya pada Jumat (14/11) akan diadakan rapat paripurna untuk mengumumkan secara resmi terkait pelantikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Ahok direncanakan akan dilantik sebagai gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo pada rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta pada 18 November 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Periksa Dirjen Planogi Kemenhut Terkait Kasus Riau

 Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Dirjen Planologi Kementrian Kehutanan, Bambang Soepijanto, terkait dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau tahun 2014 Kepada Kementerian Kehutanan. Ia akan diperiksa untuk tersangka pengusaha Kelapa Sawit, Gulat Manurung.
“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi GM (Gulat Manurung),” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/11).
Bambang diketahui, juga pernah diperiksa KPK terkait kasus rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor sebagai saksi untuk tersangka Kwee Cahyadi Kumala (KCK).
Dalam kasus ini, Gulat Medali Emas Manurung dijadikan tersangka bersama dengan Gubernur Riau Nonaktif. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan Satgas KPK pada Kamis 25 September 2014 di Cibubur.
Gulat mempunyai kebun kelapa sawit seluas 140 hektar yang masuk kedalam Hutan Tanaman Industri (HTI). Ia menginginkan kebun kelapa sawitnya diberikan izin untuk berubah wilayah.
Pengusaha kelapa sawit tersebut diduga menyuap Annas Maamun senilai 156 ribu dolar Singapura dan Rp 500 juta atau setara dengan Rp 2 miliar. Uang itu diduga diberikan Gulat kepada Annas terkait perizinan lahan hutan dan ijon proyek lainnya.
Atas perbuatannya, Gulat Manurung disangkakan pasal melanggar pasal 5 ayat 1 a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
Sedangkan Annas disangkakan pasal melanggar pasal 12 a atau 12 b atau pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pekerja Proyek Apartemen Saint Morris yang Tewas, Dimakamkan di Purwokerto

Jakarta, Aktual.co —Jenazah Eko Suprayitno (38), korban tewas dari kecelakaan kerja yang terjadi di Tower President Saint Morris di CNI, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (13/11) kemarin, hari ini akan dibawa ke kampung halamannya di Karang Talung Kidul, Purwokerto, Jawa Tengah. 
Saat ini jenazah Eko masih berada di Kamar Jenazah RS Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat untuk menjalani otopsi. 
Istri korban, Sawiyah (38), mengatakan keluarga rencananya akan membawa jenazah Eko untuk dimakamkan siang ini. 
“Kita bawa jenazah Mas Eko ke kampung untuk dimakamkan di sana,” ucapnya sambil menangis, di kediamannya di Jalan H. Gaim RT 06 RW 02, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jum’at (14/11).
Seorang tetangga Eko bernama Samsul, mengaku mengenal korban sebagai sosok yang biasa saja. Dia mengaku kaget saat mendengar kabar kematian Eko sekitar jam 15.00Wib kemarin.
Namun saat tengah berbincang dengan Samsul, seorang pria bertubuh besar datang menghampiri dan berbicara dalam bahasa Jawa mengatakan, “Pokoke mengko aja ngomong apa-apa ya. Meneng bae angger ana sing tanya, (Pokoknya nanti jangan ngomong apa-apa ya, diam aja kalau ada yang bertanya),” ujar si pria tersebut. 
Belakangan diketahui kalau pria tersebut adalah mandor di tempat Eko bekerja di Tower President Saint Morris di CNI, Kembangan Utara Jakarta Barat.
Pesan yang mengandung intimidasi yang disampaikan si mandor seperti memperkuat kesan bahwa pihak pengembang proyek tersebut memang menutup-nutupi kasus tersebut.
Dari keterangan Kanit Reskrim Polsektro Kembangan, AKP R. Manurung kejadian tersebut berawal saat korban sedang bekerja di lantai bawah proyek. Korban diketahui sebagai operator Alimax dipengerjaan proyek tersebut.
“Korban ini tugasnya mengoperasikan Allimax. Jadi berada di bawah,” kata Manurung di Jakarta, Kamis (13/11).
Manurung menjelaskan, saat kejadian itu korban memang sedang mengoperasikan Allimax. Hanya saja naas bagi korban, tiba-tiba pulikabel dari lantai 25 jatuh dan menimpanya. 
“Korban tertimpa Pulikabel dan langsung meninggal seketika di tempat dengan luka yang cukup parah di bagian kepala,” tuturnya.
Kemarin, sejumlah saksi sudah diperiksa di Mapolsek Kembangan.
Dari pantauan di lokasi kejadian Kamis malam, aktivitas proyek tetap berjalan tanpa ada pemberhentian meski satu pekerjanya tewas.
Salah seorang petugas jaga di lokasi yang tak mau disebut namanya, bahkan mengatakan tak ada kecelakaan kerja di lokasi tersebut. “Tak ada kecelakaan mas, aman-aman saja dari siang,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jalan Pasar Induk Cipinang Sudah Dibetonisasi

Jakarta, Aktual.co —Suku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jalan Jakarta Timur melakukan perbaikan dengan betonisasi di Jalan Pasar Induk Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur dengan menggunakan anggaran perbaikan yang masuk APBD DKI 2014. 
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Suku Dinas PU Jalan Jakarta Timur, Arif Faisal Ritonga, mengatakan meski biayanya lebih mahal ketimbang pengaspalan, betonisasi dilakukan karena lebih kuat untuk jangka panjang. 
“Tindakan itu merupakan upaya kami untuk meminimalisasi kerusakan dari banyaknya kendaraan besar yang melintas. Kami pikirkan untuk jangka panjang. Takutnya kalau diaspal saja tidak tahan lama karena kendaraan berat sering lalu-lalang di sana,” ujarnya, di Jakarta, Jum’at (14/11).
Rusaknya jalan, kata Arif, diakibatkan oleh volume kendaraan yang melintas jalan tersebut didominasi oleh truk dan mobil dengan muatan berat, seperti pembawa beras dan kebutuhan sembako lainnya.
Kondisi jalan yang rusak terlihat semakin parah saat musim hujan tiba. Jalanan berubah jadi kubangan-kubangan besar.  Diperparah lagi dengan tersumbatnya saluran air di kedua sisi jalan oleh sampah dari pasar dan pasir, yang mengakibatkan naiknya air pembuangan ke permukaan jalan dan  menambah semrawut suasana Pasar Induk Cipinang. 
Diakui Arif, perbaikan jalan sepanjang 450 meter dan lebar tujuh meter itu merupakan tindaklanjut dari aspirasi masyarakat. Warga sekitar memang sudah mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan sering jatuh korban kendaraan tergelincir di kubangan.
Setelah selesai menggarap Jalan Pasar Induk, Dinas PU selanjutnya menggarap Jalan Cipinang Kebembem. “Saat ini masih dalam tahap pengerjaan,” jelasnya.
Zulfikar (36) seorang warga sekitar, mengaku senang dengan perbaikan yang dilakukan Dinas PU di Jalan Pasar Induk Cipinang. 
“Sekarang sudah agak lumayan kalau lewat kawasan itu. Walaupun masih banyak pangkalan pengangkut pasir dan batu semoga bisa diurus pemkot agar dipindahkan biar ngga ganggu jalan aja,” ujarnya, saat ditemui Aktual.co.
Dari informasi yang dihimpun Aktual.co, upaya betonisasi di Jalan Pasar Induk Cipinang sebenarnya juga sudah pernah dilakukan sekitar dua tahun lalu. Namun betonisasi belum merata, sehingga saat hujan air menggenang di bagian jalan yang belum tersentuh beton.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain