17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42162

Buruh Tolak Penetapan KHL Wilayah Serdang Berdagai

Medan, Aktual.co – Buruh di Sumatera Utara menyatakan menolak keputusan Dewan Pengupahan (Depeda) Sumut yang menetapkan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) senilai Rp1.271.000 khusus wilayah Serdang Bedagai.‎

“Serikat pekerja dan serikat buruh Sumut menolak keputusan dewan pengupahan sumut yang menetapkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) terendah di Sumut Rp1.271.000 di kabupaten Serdang bedagai,” ujar Ketua DPW FSPMI Sumut, Minggu Saragih kepada Aktual.co, Senin (3/11).

‎Menurut Minggu, dari survei yang telah dilakukan kalangan buruh, didapatkan nilai KHL yang jauh berbeda dengan hasil KHL yang ditetapkan Depeda Sumut.

‎”KHL di pasar perbaungan Rp2.009.000, pasar dolok masihul Rp2.012.000 dan di Pasar Sei Rampah juga sekitar Rp2 jutaan,” sebut Minggu.

‎Untuk itu, lanjut Minggu, pihaknya dengan tegas menolak keputusan Depeda. Minggu juga menyesalkan unsur serikat pekerja dan serikat buruh yang ada di dewan pengupahan yang menerima bahkan mendukung penetapan KHL itu.

‎Minggu mengaku malah bingung dengan hasil KHL untuk Kabupaten Serdang Berdagai itu. Pasalnya, untuk KHL tahun lalu di Kabupaten itu nominalnya Rp1,5 juta.

‎”Mengapa sekarang malah turun, apa ada harga kebutuhan yang turun? Kita mendesak Gubernur Sumut agar meninjau kembali hasil survei mereka karena tidak masuk akal dan terkesan dipaksakan, kita siap lakukan survei pembuktian,” tukas Minggu.

‎Lebih jauh, Minggu membeberkan dari beberapa item survei KHL versi Depeda Sumut yang dinilai tidak masuk akal diantaranya, harga daging khas Rp57ribu per kilo, biaya listrik selama sebulan Rp30ribu, biaya transportasi Rp6ribu per hari serta sewa kamar yang dinilai sangat rendah yakni Rp130 ribu sebulan.

‎”Pertanyaan saya apakah ada daging sapi atau lembu dengan harga seperti itu, hasil survei kita Rp95 ribu perkilo. Lalu soal transportasi, sekarang saja tidak dapat lagi harga segitu karena jarak tempat kerja dengan tempat tinggal sangat jauh, makanya kita survei biaya transportasi sebesar Rp10ribu perhari,” sebut Minggu.

‎”Dan untuk listrik apakah cukup untuk 900 watt dan masuk akalkah sedangkan survei kita Rp100 ribu per bulan, lalu sewa kamar survei kita Rp300 ribu perbulan,” timpal Minggu. 

GDR Desak KPK Transparan dalam Rekam Jejak Menteri

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak agar memprioritaskan penanganan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) kepada menteri kabinet kerja Jokowi.
Demikian disampaikan salah satu aktivis Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia, Chalid Muhammad dalam konfrensi persnya, usai bertemu dengan pimpinan KPK, di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (3/11).
“Kalau ini bisa diprioritaskan, maka dampaknya akan sangat besar untuk menimalisir kemungkinan terjadinya korupsi dikemudian hari,” ucap dia.
Tidak hanya itu, sambung dia, KPK pun juga diminta turut proaktif terlibat dalam seleksi pimpian direksi maupun komisaris badan usaha milik negara (BUMN) yang disinyalir adanya niat jahat untuk menempatkan orang-orang yang dapat membuat BUMN tidak jauh beda dengan pemerintahan sebelumnya.
“Kita minta KPK secara proaktif untuk terlibat dalam seleksi direksi dan komisaris BUMN, agar BUMN kita tidak lagi menjadi sapi perah dari praktek-praktek selama ini terjadi membuka peluang korupsi,” ucap dia. (Baca: Catatan Merah Menteri, KPK Terkena “Operasi”)
“Kalau BUMN kita sehat maka akan mudah berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. KPK mengatakan berdasarkan UU yang ada mereka akan menargetkan siapapun dari pejabat publik yang potensial menyalahgunakan kekuasaannya. Itu komitmen dari KPK,” tandasnya.
Seperti marak diberitakan media, meski sejumlah nama calon menteri Presiden Jokowi diberi tanda peringatan keras oleh KPK melalui kode merah dan kuning. Akan tetapi, Presiden dinilai tetap mengakomodir nama yang terkena tanda merah sebagai menteri.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

GDR Serahkan Nama Menteri Bermasalah ke KPK

Jakarta, Aktual.co — Gerakan Dekrit Rakyat dan Koalisi Masyarakat Sipil  untuk Pemerintahan Bersih telah melakukan pertemuan dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Adapun agendanya adalah meminta KPK untuk memanggil dan memeriksa menteri-menteri yang diduga memiliki catatan merah dan kuning, alias memiliki rekam jejak korupsi. Dan meminta kepada KPK untuk terlibat menelusuri rekam jejak para calon pejabat negara baik di pemerintahan maupun di BUMN
Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota Gerakan Dikrit Rakyat dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemerintahan Bersih, Ray Rangkuti mengaku, baru saja pihaknya telah menyodorkan nama-nama menteri yang terindikasi dapat stabilo merah dan kuning bersama dengan latar belakangnya.
“Kita telah menyodorkan nama-nama, baik dari eksekutif dan legislatif yang diduga terkena masalah kasus korupsi. Pada prinspinya kita memiliki pemikiran yang sama ya, paling utama adalah kita membuat seluruh pejabat publik atau pejabat struktural negara kita, bersih dari perilaku korupsi,” kata Ray di Gedung KPK, Senin (3/11).
Meski begitu, Ray tak menyebutkan soal nama-nama yang telah disodorkan ke KPK. Dia menyebut, hal tersebut merupkan domain KPK yang menindaklanjuti. “Ini kan menyangkut etika, dan kita tidak bisa, itu domainnya KPK, kita yakinlah,” kata dia.
Dia menilai, KPK mempunyai cara tersendiri untuk menelusuri nama-nama yang disodorkan oleh pihaknya. Terlebih, kata dia, dari awal KPK akan bekerja keras untuk mengungkapkan semua nama-nama yang telah disodorkan itu.
“Kita kan percaya karena KPK punya alat buktinya. Jadi ini hanya menunggu waktu, tekanan publik dan harapan publik, jadi ini kita yakin KPK bisa menyelesaikan semua,” kata dia.
Meski tak mau menyebutkan perihal nala-nama yang telah disodorkan ke KPK, Ray mengklaim penyerahan nama tersebut disertai dengan bukti. Terlebih, kata dia, KPK juga mempunyai data-data nama yang telah disodorkan ke KPK itu. 
“Tidak, tapi KPK punya data dan data itu tidak akan ditinggal diam, dan pasti akan ditindaklanjuti. Ya semuanya, bahkan yang tidak ditandai pun KPK akan mengadakan pemeriksaan dan pengawasan, karena itu bagian dari komitmen,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Gara-gara Puntung Rokok, Pabrik Kayu Ludes Terbakar

Denpasar, Aktual.co – Gudang kayu di kawasan Jalan Padang Galak Nomor 26 D, Sanur, Denpasar dilalap ludes terbakar. Api melahap gudang seluas 200 meter persegi itu sekira pukul 12.30 WITA. Api bermula dari puntung rokok yang dibuang secara sembarangan.

‎”Puntung rokok itu mengenai tiner, lalu api membesar,” kata Mangwi, saksi di lokasi kejadian, Senin (3/11).

‎Sedikitnya empat pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Api sendiri muncul dari bagian depan gudang yang menjalar ke seluruh bagian gudang secara cepat.

‎Petugas dengan cepat memadamkan api. Namun sayang, lantaran gudang kayu yang mudah terbakar, maka sedikit sekali barang yang bisa diselamatkan. Hanya beberapa barang seperti televisi yang perabotan rumah yang dapat diselamatkan karyawan.

Kala api melalap gudang milik Made Juniarta, hanya ada beberapa karyawan yang tengah bekerja. “Yang lainnya tengah mengerjakan proyek tak jauh dari sini,” kata adrian, karyawan setempat.

‎Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diduga menelan kerugian hingga miliaran rupiah tersebut. 

40 Petugas P3S Disiagakan Halau PMKS di Kampung Melayu

Jakarta, Aktual.co —Untuk menghalau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)yang kerap membuat resah di sekitaran Kampung Melayu, Jakarta Timur, Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Timur mulai hari Senin (3/11) akan menempatkan 40 personel bersiaga di bawah kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Menurut Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Masyudi petugas berjaga secara bergiliran sebanyak dua kali sehari, mulai pukul 06.00-15.00 dan pukul 15.00-21.00. 
“Kami siagakan 40 petugas P3S untuk mengantisipasi maraknya PMKS di kolong flyover Kampung Melayu,” katanya kepada wartawan, Senin (3/11).
Dikatakan Masyudi bahwa petugas P3S tersebut disiagakan agar kolong flyover Kampung Melayu benar-benar bersih dari PMKS. Bahkan kata Masyudi petugas P3S juga bertugas menghalau dan menangkap PMKS.
“Karena keberadaannya sudah sangat mengganggu ketertiban umum,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bos Mandiri: Tiga Kartu Sakti Dorong Masyarakat Kembali ke Sistem Perbankan

Jakarta, Aktual.co —  Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Sadikin menilai program tiga kartu “sakti” pemerintahan Jokowi memiliki kelebihan. Kelebihan pertama menurutnya yaitu dapat membatu masyarakat yang membutuhkan dan kedua untuk memasyarakatkan Layanan Keuangan Digital (LKD).

“Jangka panjangnya kita harapkan golongan bawah bisa memiliki akses keuangan. Nanti kedepannya otomatis kita akan mendapatkan benefit dari mereka dalam jangka panjang,” ujar Budi saat acara peluncuran Tiga Kartu Sakti di Kantor Pos Jakarta, Senin (3/11).

Budi menambahkan dengan adanya program ini diharapkan masyarakat Indonesia kembali ke sistem perbankan. Menurutnya saat ini sistem perbankan sedang kurang likuiditas, salah satunya karena masyarakat yang mempunyai rekening di bank masih sangat minim yaitu 60-70 juta jiwa, sedangkan populasi di Indonesia 240 juta jiwa.

“Pada masa orba pemerintah berhasil memasyarakatkan layanan perbankan melalui program Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas).Sekarang saya harapkan dengan adanya inisiatif dari pemerintah melakukan program itu, terulang lagi zamannya Tabanas,” imbuhnya.

Menurut Budi poetensi dana dalam program ini adalah sekitar Rp300-500 triliun dan masih relatif kecil dibandingkan dengan seluruh Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang mencapai Rp3.700-3.800 triliun.

Untuk diketahui bahwa hari ini Presiden Jokowi resmi meluncurkan program Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. Bank Mandiri dan Pos Indonesia ditunjuk menjadi pihak plekasana dalam program tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain