9 April 2026
Beranda blog Halaman 42168

Terbitkan PP Gambut, Usaha Perkebunan Dilanda Kekhawatiran

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah siap mencari jalan tengah agar usaha perkebunan dan kehutanan yang telah beroperasi di lahan gambut tidak berhenti dengan terbitnya Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (PP Gambut).

Sekjen Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto menyatakan terbitnya ketentuan perlindungan dan pengelolaan gambut berupa PP No.71 tahun 2014 memang direspon dengan kekhawatiran akan berhentinya dunia usaha yang sudah berjalan selama ini.

“Untuk itu akan dicari jalan tengahnya agar upaya perlindungan bisa ditegakkan dan usaha di lahan gambut yang sudah ada pun tetap bisa berjalan,” katanya di Jakarta, (13/11).

Kekhawatiran usaha perkebunan dan kehutanan terutama soal ketentuan batas bawah muka air gambut yang ditetapkan 0,4 meter. Jika batas tersebut diterapkan akan membanjiri akar dan menyebabkan kematian pohon pada usaha perkebunan dan kehutanan.

” Kedalaman 0,4 meter itu kan hanya dua jengkal saja. Sementara akar pohon butuh ruang lebih karena bisa tumbuh sangat panjang,” kata Hadi.

Dia menegaskan, untuk pengelolaan gambut memang yang dibutuhkan sebenarnya adalah pengaturan tata airnya.

Hal itu memastikan saat musim penghujan tidak terjadi kebanjir, dan saat kemarau tidak kekeringan yang berpotensi menimbulkan kebakaran sehingga lahan gambut akan terjaga kelestariannya.

Sementara itu Sekjen Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) Suwardi sepakat soal perlunya perlindungan lahan gambut, lahan tersebut juga perlu dikelola mengingat potensi ekonominya yang besar.

Dia menjelaskan gambut dapat dimanfaatkan untuk menanam jenis tanaman tertentu yang dapat tumbuh di lahan dengan keasaman rendah, misalnya akasia, sawit, dan karet.

“Tanaman tersebut akan berproduksi dengan baik jika ditanam di lahan gambut dengan kedalaman lebih dari tiga meter. Berdasarkan penelitian, produktivitas tertinggi ada di gambut paling dalam karena mudah mengatur tata air,” katanya.

Soal adanya kebakaran di lahan gambut Suwardi menyatakan hal itu terkait dengan masalah sosial, bukan soal teknis pengelolaan lahannya.

Menurut dia, penyebab terjadinya kebakaran lahan selalu berkaitan dengan kegiatan manusia yang tidak bertanggungjawab.

“Untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan perlu dilakukan pendekatan secara sosial terkait proses pembukaan lahan masyarakat untuk perkebunan yaitu dengan tidak menggunakan api,” ujar Suwardi.

Sementara itu Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), menilai ketentuan itu bakal mengganggu operasional perkebunan kelapa sawit dengan nilai investasi paling sedikit Rp136 triliun dengan berkontribusi pada devisa negara sebesar 6,8 miliar dolar AS setiap tahunnya dan menjadi gantungan penghidupan 340.000 kepala keluarga.

Sekjen Gapki Joko Supriyono menyatakan kerugian akibat tergangggunya perkebunan sawit di gambut bukan hanya dirasakan oleh korporasi, tapi juga diderita oleh masyarakat petani sawit.

Dia mengungkapkan saat ini dari sekitar 9 juta hektare perkebunan sawit sebanyak 42 persen adalah perkebunan skala rakyat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Demo Anarkis, Rektor Universitas Makassar Persilahkan Mahasiswanya Ditangkap

Jakarta, Aktual.co — Rektor universitas di Makassar mempersilakan aparat berwajib untuk menangkap mahasiswa jika memang terbukti melakukan tindakan anarkis terkait demo penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak, dan dituntut sesuai hukum yang berlaku.
“Kami sudah ada komitmen dengan aparat seperti Kodam dan Kapolda bahwa kalau ada mahasiswa yang anarkis seperti menutup jalan dan bakar ban, maka aparat memiliki keleluasaan untuk melakukan (penangkapan),” kata Rektor Universitas Hasanudin Dwia Aries Tina Palubuhu kepada pers di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (13/11).
Hal tersebut dikatakan usai dirinya dengan sejumlah rektor di Makassar bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melaporkan tindakan anarkis yang diduga dilakukan mahasiswa.
Dia datang menghadap Wapres Jusuf Kalla bersama sejumlah rektor dari Universitas Negeri Makssar, Universitas 45, Universitas Muslim Indonesia, Univ Islam Negeri Alauddin, serta Universitas Muhammadiyah.
Dikatakan para rektor kepada wapres melaporkan hiruk pikuk dinamika mahasiswa yang belakangan ini banyak melakukan demonstrasi terkait penolakan kenaikan harga BBM.
“Sekalipun sering terjadi demo tapi Alhamdulillah situasi masih cukup terkendali,” katanya.
Dia menilai sampai saat ini demo yang dilakukan mahasiswa masih terkendali dan masih wajar sebagai upaya menyampaikan aspirasi.
Dalam pertemuan dengan Wapres, katanya, Jusuf Kalla minta kepada para rektor untuk mensosialisasikan rencana pemerintah menaikkan harga BBM kepada mahasiswa agar mereka mengetahui duduk persoalan sebenarnya.
Wapres juga berpesan kepada para rektor bahwa kenaikan harga BBM adalah kebijakan yang harus diambil karena subsidi akan dialihkan antara lain untuk perbaikan pendidikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kejagung Cari Tau Sosok Wanita Penerima Aliran Dana Udar

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) meralat pernyataannya yang menyatakan bahwa tim penyidik pidana khusus melakukan penggeledahan  dirumah tersangka Udar Pristono terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta di Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta tahun Anggaran 2013.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Tony T Spontana, menerangkan bahwa yang benar adalah tim bermaksud untuk mencari keberadaan Yanti Afandi (YA), wanita yang disebut-sebut sebagai rekan mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Udar Pristono.
“Diduga yang bersangkutan menerima aliran dana tersebut. Kemudian penyidik menuju ke sana di Jalan Wijaya Jakarta Selatan. Rumah itu diduga adalah rumah YA,” kata Tony saat ditemui dikantornya, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (13/11).
Lantaran tidak menemukan keberadaan YA, maka tim bergerak ke kantor kelurahan setempat, untuk mengecek data-data kependudukan tentang YA. “Jadi itu bukan rumahnya Udar melainkan rumah YA yang diduga terkait TPP Udar,” ujar Tony.
Lebih jauh Tony menjelaskan, kemudian, tim bergerak menuju lokasi yang berada di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan pada pukul 13.30 WIB. “Langsung menuju sasaran dan mengecek data-data kependudukan. Setelah melakukan pengecekan, tim lalu kembali ke Kejagung pada pukul 15.00 WIB,” jelasnya.
Rumah Yang Diduga Aset Udar Disewakan Menjadi Kantor Kelurahan?
Tim Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Kejaksaan Agung  kembali menyisir jejak Udar terkait sejumlah aset, dengan upaya penelusuran ke berbagai tempat.
Beranggotakan enam orang personel, penyidik bergegas melakukan penelusuran ke sebuah tempat yang beralamat di Jalan Wijaya IX No 14 Jakarta Selatan. Alamat tersebut diduga milik kerabat Udar, yakni Yanti Afandi (YA).
Berdasarkan penelusuran dilapangan, nyatanya alamat tersebut adalah kantor Kelurahan. Di lokasi tersebut, penyidik memintai keterangan beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) kantor Kelurahan Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, guna mengecek data kependudukan milik Yanti.
Menurut informasi yang dihimpun rumah tersebut milik YA. Kemudian disewakan kepihak kelurahan untuk dijadikan kantor Kelurahan sementara lantaran gedung Kelurahan utama dalam renofasi yang letaknya persis didepan rumah tersebut. Diduga bangunan yang kini dijadikan kantor tersebut, adalah benar milik Yanti.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

KMP Minta Fatwa MA, PKB: Mereka Tak Mengerti Hukum

Jakarta, Aktual.co —Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD DKI, Hasbialah Ilyas menuding politisi dari Koalisi Merah Putih DKI Jakarta tidak mengerti hukum.
Tudingan dilontarkannya menyusul tindakan KMP meminta fatwa Mahkamah Agung (MA) atas tafsiran Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) no 1 tahun 2014 terkait mekanisme pelantikan Plt Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur definitif.
“Apapun (langkah ke) ranah hukum, itu tidak bisa. Teman-teman di sana (KMP) mungkin enggak paham hukum. Silakan ditanya lagi harusnya bukan ke MA tapi ke MK (Mahkamah Konstitusi),” kata Hasbi dalam jumpa pers di Gedung DPRD DKI usai rapat pimpinan DPRD DKI, Kamis (13/11).
Diakuinya, PKB sangat bersyukur Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi belum menandatangani surat meminta fatwa ke MA tersebut. “Surat belum ditandatangani ketua dewan. Kalau ditandatangani, PKB yang marah ke ketua dewan.”
Diketahui, fraksi di DPRD DKI yang tergabung di KMP beberapa waktu lalu memang meminta rujukan ke MA untuk meminta pendapat dasar hukum pelantikan Ahok sebagai gubernur. Apakah menggunakan UU No. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah atau UU No. 29/2007 tentang Kekhususan DKI Jakarta, atau Perpu no 1 yang ditandatangani mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 
Sementara itu, Ketua KMP DKI yang juga Wakil Ketua DPRD, M Taufik, mempertanyakan rekan-rekannya sesama anggota dewan di Kebon Sirih yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan anggota Fraksi PDIP, NasDem, PKB, dan Fraksi Hanura. 
Yang dianggapnya tidak mengindahkan keputusan rapat sebelumnya untuk mengirimkan surat ke MA.
“Jadi begini, rapat pimpinan (rapim) yang lalu sepakat mengirim surat ke MA dan Kemendagri (mengenai pelantikan Ahok). Ini seharusnya dilakukan dulu. Kalau mereka enggak jadi kirim, ngomong dong. Tapi ini kan enggak,” sesal Taufik di kesempatan terpisah.
Atas dasar itu, dia menyesali sikap Pras, sapaan akrab Prasetyo Edi Marsudi, lantaran tak mengindahkan rapim sebelumnya dan malah ngotot menggelar sidang paripurna besok untuk mengumumkan pelantikan Ahok, mengikuti saran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saja.
“Ini kan (DPRD) lembaga negara, lembaga resmi yang punya aturan, bukan perusahaan. Saya kira, semua bisa menilai cara dia sebagai ketua (DPRD). Saya katakan sekali lagi bahwa, semua ada aturan main untuk apa saja, seperti rapat paripurna, kirim undangan,” pungkas mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Surabaya Ditetapkan Sebagai Tempat Pertemuan MDGs

Surabaya, Aktual.co — Surabaya menjadi kota dengan angka kematian yang terkecil dari kota-kota besar lainnya di kawasan Asia Pasifik.

Itu alasan penyelenggaraan Parliamentary Event On Millennium Developlement  (MDG’s) yang melibatkan 20 negara digelar di Surabaya selama dua hari.

Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Nurhayati Ali Asegaf, mengatakan bahwa menentukan lokasi acara MDGs, serta  dalam rangka persiapan menuju Post 2015 Development Agenda, DPR sebagai tuan rumah, dan  sudah sejak 2010 lalu melakukan riset dan survei di beberapa tempat.

“Dari hasil riset, pilihannya ada di Jawa Timur. Yaitu Surabaya. Di sini selain memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus, Jawa Timur juga mampu mengendalikan angka kematian pada ibu hamil,” ujar  Nurhayati saat jumpa pers di hotel Shangrila Surabaya dengan tema  “Penguatan Peran Parlemen Asia Pasifik dalam MDGs dan Post 2015 Development Agenda,” (13/11).

Nurhayati juga membeberkan, Surabaya selain kecil angka kematian ibu hamilnya,  pencapaian MDGs di Surabaya juga sangat membanggakan, seperti mutu pendidikan, dan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Apalagi, lanjutnya, Surabaya juga pernah mendapatkan gelar MDGs Award pada tahun 2013.

“Bahkan saat itu Surabaya mendapat dua penghargaan dari  kategori MDGs Award  yaitu kategori pendidikan dengan bidang pengembangan layanan perpustakaan umum dan kategori kesehatan ibu dan anak melalui pembentukan kelompok KB pria vasektomi,” ujarnya.

Sementara 20 delegasi parlemen dari negara  Asia Pasifik yang mengikuti kegiatan tersebut adalah dari Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Brunai Darussalam, Cambodia, Fiji, India, Indoanesia, Iran, Kazakhstan, Korea Selatan, Malaysia, Mongolia dan beberapa negara-negara Asia Pasifik lainnya.

Dalam deklarasi kali ini, para negara menekankan  pentingnya hubungan secara nasional dalam agenda-agenda pembangunan global.

“Kita ketahui bahwa  seringkali pemerintah itu tidak melaporkan apa-pun terkait MDGs. Sehingga dukungan politik terhadap capain MDGs tidak begitu kuat,” lanjutnya.

Deklarasi MDGs di Surabaya ini juga menyoroti masalah yang selama ini lepas dari agenda MDGs, seperti konflik, perang dan juga penguatan tata kelola yang memberikan dampak cukup besar bagi pembangunan.

Artikel ini ditulis oleh:

Sejak SD Bocah-bocah di Inggris Akan Diajarkan Menabung

Jakarta, Aktual.co — Untuk mencegah terlilit utang di masa depan, anak-anak di Inggris mulai dari usia empat tahun dapat bergabung dengan sejumlah klub menabung. Usulan tersebut diusung oleh Gereja Inggris, untuk membentuk jaringan sejumlah klub, yang dijalankan oleh serikat kredit, di sekolah-sekolah dasar untuk membantu meningkatkan kesadaran keuangan pada anak-anak. 
Berdasarkan sejumlah rencana, anak-anak tersebut dapat menabung dari jumlah uang terkecil secara teratur.Mereka juga dapat mengambil bagian untuk menjalankan sejumlah kelompok, seperti bekerja sebagai kasir junior atau manajer bank.
Selain anak-anak, para orangtua serta staf sekolah bisa juga mendaftar di kub tersebut. Para orangtua bisa mengatur rekening untuk menghemat beberapa biaya, semisa biaya seragam sekolah dan biaya perjalanan. 
Menurut pihak gereja, pembelajaran praktis ini akan diperkuat dengan sejumlah bahan pengajaran di kelas pelajaran amal. 
Sumber-sumber pengajaran yang diusulkan akan mencakup bidang-bidang seperti memahami peran uang dalam hidup kita, bagaimana mengelola uang dan mengelola risiko dan emosi yang terkait dengan uang.
Materi pelajaran akan dilengkapi dengan ide-ide praktis bagi sekolah untuk mempromosikan nilai-nilai seperti kedermawanan, termasuk sumbangan amal dan penggalangan dana. Dikup dari laman berita BBC, Kamis (13/11). 

Berita Lain