9 April 2026
Beranda blog Halaman 42171

Pemerintahan Jokowi-JK Dinilai Kabinet Bersifat Transaksional

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik Rusmin Effendy prihatin dengan kabinet kerja pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Hal itu lantaran para menteri yang ada sekarang, hanya 30 persen saja yang sesuai bidangnya. Bahkan, kata dia, lainnya sama sekali tidak mengerti tugas dan tanggung jawab sebagai menteri. 
“Kan aneh, masak ada menteri melakukan blusukan, memangnya persoalan bangsa ini bisa diselesaikan dengan blusukan,” kata dia, Kamis (13/11).
Menurut dirinya, hal itu merupakan tanda-tanda penyusunan kabinet yang bersifat transaksional tanpa melihat kemampuan dan kualitas.
“Bahkan banyak yang kontroversial,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Ada Paket Mencurigakan di Bea Cukai Ngurah Rai

Denpasar, Aktual.co — Sebuah paket mencurigakan menggegerkan Kantor Bea Cukai Ngurah Rai.

Paket mencurigakan tersebut dikirim melalui Kantor Pos Renon, Denpasar. Awalnya, paket itu berada di Kantor Pos Renon. Saat melewati proses X-Ray di Kantor Pos Renon, terdapat benda mencurigakan. Paket tersebut lantas diserahkan kepada Bea dan Cukai.

Tak mau ambil resiko, tim Gegana Polda Bali diterjunkan untuk mengamankan paket tersebut. Sekira pukul 15.00 WITA, tim Gegana Polda Bali tiba di lokasi dan langsung menyeterilkan area. Selanjutkan, dengan hati-hati tim Gegana mengamankan paket berwarna coklat tersebut.

Belum diketahui isi paket tersebut. Kepala Bea Cukai Ngurah Rai, Budi Harjanto mengaku masih berada di luar kota. “Saya masih di Malang. Saya masih koordinasi terus soal itu,” kata Budi saat dihubungi, Kamis (13/11).

Sementara itu, Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Ngurah Rai, Piasdo Maranuli mengaku isi paket tersebut masih didalami. “Masih kita dalami isi paketnya. Nanti kita beri keterangan resmi jika sudah tahu,” ujarnya.

Kapolsek KP3 Bandara Ngurah Rai Komisaris Nini Nyoman Wismawati enggan berkomentar panjang perihal penemuan benda mencurigakan tersebut. “Tidak ada,” katanya, seraya mematikan telpon genggamnya.

Hingga kini petugas Bea dan Cukai beserta aparat kepolisian Polda Bali masih melakukan penyelidikan mengenai isi paket tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

BI: Defisit Neraca Migas Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) triwulan ketiga 2014 yang dilakukan siang tadi selain menetapkan BI rate juga membahas mengenai kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). NPI membaik pada triwulan ketiga ini, terutama didukung oleh defisit transaski berjalan.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan bahwa defisit transaksi berjalan pada triwulan ketiga 2014 mencapai USD6,8 miliar, membaik dari kuartal ketiga tahun 2013. Perbaikan tersebut didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan non-migas.

“Perbaikan tersebut sejalan dengan penurunan impor sebagai hasil kebijakan stabilisasi ekonomi yang ditempuh selama ini ditengah defisit neraca migas yang masih meningkat,” ujar Mirza saat konferensi pers RDG di Kantor Bank Indonesia Jakarta, Kamis (13/11).

Lebih lanjut dikatakan Mirza perbaikan tersebut juga didukung masih positifnya ekspor manufaktur. Hal itu karena berlanjutnya pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS).

“Selain itu perbaikan tersebut juga didukung oleh ekspor manufaktur yang positif, akibat berlanjutnya pemulihan AS. Lalu mulai pulihnya ekspor tambang pasca keluarnya izin ekspor mineral mentah juga mempengaruhi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kapolsek Janji Buru Pelaku Pemukulan Wartawan

Medan, Aktual.co — Kapolsek Sibolga Sambas Iptu Tohap Sibuea berjanji akan memburu pelaku pemukulan terhadap wartawan Waspada Poltak (50).

Hal itu diungkapkan Tohap kepada wartawan usai acara upa-upa (doa) kepada Poltak di jalan KH. Ahmad Dahlan, kelurahan Pancuranbambu, Kota Sibolga, lokasi terjadinya pemukulan, Kamis (13/11).

“Kami turut prihatin kepada wartawan atas pemukulan yang terjadi. Kami membenarkan adanya pengaduan di Polsek Sibolga sambas. Sejauh ini masih kita dalami, kita ekstra,” ujar Tohap.

Sejauh ini, lanjut Tohap, pihaknya sudah melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meminta visum hasil pemukulan tersebut. Sayangnya, menurut Tohap laporan itu masih membutuhkan saksi yang lebih banyak.

“Kita sudah cek TKP, meminta Visum, karena beliaunya ini melakukan pengaduan di Polsek tanpa ada saksi. Tapi ini akan terus kita dalami,” tuturnya.

Ditanya apakah pihaknya menargetkan pengejaran terhadap pelaku, Kapolsek agaknya tak mau berjanji lebih jauh. “Kita akan dalami,” ujarnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Poltak (50), jurnalis Harian Waspada terbitan Medan, mengalami pemukulan oleh orang tak dikenal. Pemukulan itu terjadi saat Poltak menjalankan tugas jurnalistiknya.

Tepatnya, usai meliput lokasi proyek cor beton berbiaya Rp 9,5 milyar di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Pancuranbambu Kecamatan Sibolga Sambas, sekira pukul 17.20 WIB, Selasa (11/11). Poltak dipukul pakai kayu berukuran 2×3 sepanjang 1 meter di bagian pundak.

Artikel ini ditulis oleh:

BI Klaim Rupiah Melemah Akibat Sentimen Global

Jakarta, Aktual.co — Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini memutuskan BI rate tetap berada pada level 7,5 persen. Selain itu, dalam RDG BI banyak melakukan review pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya pada nilai tuar Rupiah yang terus mengalami penurunan.

Gubernur BI, Agus Marto mengatakan bahwa nilai tukar Rupiah selama ini melemah karena adanya sentimen global. Selain itu, ia juga mengatakan adanya faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi nilai tukar Rupiah.

‘Rupiah mengalami pelemahan disebabkan sentimen global. Pada triwulan III 2015, Rupiah secara rata-rata melemah sebesar 1,2 persen. Adanya faktor eksternal dan internal juga mempengaruhi nilai tujar rupiah,” ujar Agus saat konferensi pers di Bank Indonesia Jakarta, Kamis (13/11).

Faktor internal yang mempengaruhi nilai tukar Rupiah menurut Agus yaitu perilaku investor yang menunggu program-program Kabinet Kerja. Faktor eksternalnya yaitu kekhawatiran terhadap normalisasi kebijakan The Fed.

“Faktor internal dari Indonesia mempengaruhi nikai tukar Rupiah seperti investor yang menunggu program Kabinet Kerja. Lalu faktor eksernal yaitu kekhawatiran normalisasi kebijakan The Fed yang rencananya akan dipercepat pada semester pertama tahun 2015,” pungkasnya.

Diketahui Rupiah pada triwulan ketiga 2014 secara rata-rata melemah 2,01 persen ke level Rp12.142 per dolar Amerika Serikat (AS).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tidak Boleh Keluar Negeri, Ridwan Kamil Curhat Ke Komisi I DPR RI

Bandung, Aktual.co —Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo berencana melarang kepala daerah di Indonesia untuk bepergian ke luar negeri.

Orang nomor satu di Kota Bandung, Ridwan Kamil mengaku nyalinya kini ciut karena program Pemerintah Kota Bandung, kebanyakan hasil kerjasama dengan beberapa negara maju.

Seperti diketahui beberapa program Pemkot Bandung seperti Brigadir RW, Bus Sekolah Gratis dan Sejuta Biopori hasil kerjasama dengan beberapa negara maju baik di Asia maupun Eropa.

“Saya agak ciut karena kepala daerah ga boleh ke luar negeri. Takutnya kerjasama dengan negara maju bisa terhambat,” kata pria yang akrab disapa Emil kepada Komisi I DPR RI yang menyambangi Kota Bandung, Kamis (13/11).

Emil menjelaskan, bila program Pemkot Bandung seluruhnya disokong oleh APBD Kota Bandung senilai Rp 5 Triliun tidak akan cukup.

“Setengahnya sudah digunakan untuk menggaji PNS. Saya takut terhambat deal (kerjasama) karena butuh proses. Namun bila hasilnya positif, tidak maslah tidak boleh ke luar negeri,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain