3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42244

Mungkinkah Rini Suwandi Jual BUMN?

Medan, Aktual.co — Kehadiran Rini Soemarno Soewandi dalam komposisi kabinet Jokowi-JK dinilai menjadikan kabinet pemerintahan baru periode 2014-2019 itu tak “kinclong”. Alasannya, Rini yang diplot sebagai Meneg BUMN terkait dengan sejumlah kasus lama.
Demikian dikatakan politisi asal Demokrat, Ramadhan Pohan menjawab Aktual.co di Medan, Selasa (28/10).
“Rini bikin Kabinet Jokowi ngga kinclong,” ujar Ramadhan.
“Menteri Rini disorot pasar dan publik. Media dan publik yang mengorek-ngorek kasus-kasus masa lalu dan mendugakannya dengan stabilo KPK yang beredar luas. Beberapa masalah, seperti BLBI, pembelian Sukhoi diduga melibatkan Rini dan disebut banyak media. Ada ketakutan publik, ketika dia jadi menteri, dia akan leluasa menjual BUMN,” ungkapnya.
Dikatakannya, terkait isu yang beredar luas itu, hingga kini belum ada bantahan yang kuat. Dan lagi-lagi, itu menyebabkan pasar malas merespon kabinet ala Jokowi.
“Tak terdengar bantahan kuat. Kabinet Jokowi jadinya ngga nyetrum. Pasar merespon dingin, malas-malasan. Pemerintah ini dimulai dengan trust makanya Jokowi terpilih. Tapi modal trust itu jadi percuma karena disia-siakan. Jika publik ngga punya trust ke pemerintah, gegara catatan masa lalu Menteri Rini, ya miris,” kata dia.

Terkait Dirut Pertamina, Rini Akui Kantongi Sejumlah Nama

Jakarta, Aktual.co — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa nama untuk dijadikan calon direktur utama Pertamina.

“Sekarang Dirut Pertamina sementara masih dijabat oleh Plt Muhamad Husen. Diperpanjang atau diganti dengan yang baru, hal itu masih menunggu rapat selanjutnya,” ujar Rini di Jakarta, Rabu (29/10).

Rini mengatakan, pihaknya saat ini sudah mengantongi nama-nama untuk diusulkan menjadi penggantinya.

Selain hal itu, terkait komisaris utama Pertamina Bambang Brodjonegoro yang terpilih menjadi menteri Keuangan, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto enggan berkomentar banyak mengenai pergantian komisaris tersebut.

“Masih akan dibahas di rapat internal dulu,” ucapnya saat ditemui di Lobby Gedung KBUMN sambil berjalan cepat menuju lift.

Sebagai informasi, berdasarkan pantauan Aktual, hingga saat ini Komisaris Utama Pertamina Sugiharto dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro masih berada di gedung Kementerian BUMN. Sementara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan terpantau telah meninggalkan KBUMN setelah menggelar pengangkatan Edi Kusmoro sebagai Dirut PT KAI yang baru.

Sebelumnya sudah ada nama kandidat dirut Pertamina seperti Darwin Silalahi yang saat ini menjabat sebagai CEO Shell Indonesia dan Taslim Yunus yang memiliki jabatan VP Representatif SKK Migas untuk Petrochina, Hanung Budya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ketua Komisi II DPR, Rambe Kamarul Zaman

Jakarta, Aktual.co — Rapat pemilihan pimpinan komisi II DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon memutuskan, Ketua komisi II dijabat oleh Rambe Kamarul Zaman dari fraksi Partai Golkar.
Sedangkan wakilnya, Ahmad Riza Patria (Gerindra), Wahidin Halim (Demokrat) dan Mustafa Kamal (PKS).
Usai diketuk dan menetapkan, Fadli menyerahkan palu pimpinan kepada ketua komisi II periode 2014-2019. Rambe pun yang bersama dengan wakil ketua lainnya, langsung memimpin rapat.
“Baik, mungkin kita perkenalan terlebih dahulu oleh anggota komisi,” kata Rambe di dalam ruang rapat komisi II DPR RI, Jakarta, Rabu (29/10). 

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Tujuh Komplotan Geng Motor XTC Ditangkap Polisi

Bandung, Aktual.co — Aksi kejahatan yang dilakukan oleh tujuh pentolan geng motor ini harus berakhir di balik jeruji besi tahanan Mapolsek Sukajadi. Mereka tertangkap tangan saat hendak melakukan aksi kejahatan.
Diar Johar alias Iyay (19), Habi Amir Mujib alias Cengbi (20), Yandi Gantina alias Bopeng (23), Deden (19), Yusep alis BF (21), Fajar alias Jarwo (19) dan sang pimpinan Firman Nugraha alias V-man (24) ditangkap dengan senjata tajam seperti samurai dan golok yang biasa digunakan untuk membacok korbannya.
“Awalnya kita tangkap 2 tersangka dengan membawa sajam. Kemudian kita tangkap 5 lainnya. Mereka akan melakukan tindak kriminalitas,” kata Kapolsek Sukajadi, AKP Dodi A, Rabu (29/10).
Dari hasil pemeriksaan diketahui komplotan geng motor XTC ini telah melakukan aksi kejahatan puluhan kali. Tidak jarang saat beraksi melakukan kekerasan kepada korbannya.
“Terakhir sepasang pemuda dibacok dan dirampas barang berharganya. Kadang komplotan ini membawa kabur sepeda motor,” ujarnya.
Disinggung modusnya sendiri, Dodi menuturkan modus yang digunakan komplotan ini adalah dengan mengikuti korbannya, ketika berada ditempat sepi para tersangka memepet dan mengancam korbannya.
“Kalau melawan langsung dihajar pakai sajam. Atau mereka langsung membacok. Sebelum aksi mereka menenggak minuman keras,” tandasnya.
Atas kejadian tersebut para tersangka dikenakan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 5 tahun penjara. 
Laporan: Iqbal Kukuh

Mendagri dan DPRD Bahas Pelantikan Gubernur DKI Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kedatangan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Rabu (29/10).
Kedatangan Prasetyo untuk  membahas agenda pelantikan Pelaksana Tugas Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur definitif DKI Jakarta.
“Alhamdulillah dengan adanya surat dari Kemendagri tertanggal 28 Oktober 2014, rapat dengan pimpinan DPRD untuk mengagendakan pelantikan Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) sebagai Gubernur DKI akan secepatnya dilakukan,” kata Prasetyo Edi seusai pertemuan dengan Mendagri di Gedung Kemendagri Jakarta.
DPRD DKI Jakarta telah menerima surat dari Kemendagri yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan terkait pembahasan mekanisme pemberhentian Basuki sebagai Wakil Gubernur guna mengisi kekosongan jabatan Gubernur DKI Jakarta.
Dalam Surat Nomor 121.31-38/Otda tersebut dijelaskan mekanisme penggantian Wagub menjadi Gubernur DKI Jakarta diumumkan oleh Pimpinan DPRD DKI Jakarta dalam rapat paripurna dan diusulkan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta kepada Presiden Joko Widodo melalui Mendagri Tjahjo Kumolo.
Pemerintah mendesak DPRD DKI Jakarta untuk segera menggelar rapat paripurna dengan agenda pengangakatan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI hingga sisa masa jabatannya berakhir pada 2017.
Sementara itu, Mendagri mengatakan surat tersebut dapat menjadi pedoman bagi DPRD untuk segera memulai proses pengisian jabatan kepala daerah Provinsi DKI Jakarta, sehingga kemudian dapat diisi pula posisi wakilnya.
“Secepatnya saja. Kami juga sudah menyampaikan kepada Ketua DPRD bahwa suara dan kebijakan dari Kemendagri adalah satu, jangan berpegang pada kata si A, si B,” kata Tjahjo. 

Artikel ini ditulis oleh:

Bacakan Pledoi, Eks Kepala Bappebti Memelas Minta Dihukum Ringan

Jakarta, Aktual.co — Bekas Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi pada Kementerian Perdagangan, Syahrul Raja Sampurnajaya berharap, Majelis Hakim yang menyidangkan perkaranya dapat memberikan hukuman ringan terhadap semua tuntutan Jaksa Penuntut Umum.
Hal tersebut disampaikan Syahrul ketika membacakan pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (29/10). “Saya merasa bahwa mungkin tuntutan jaksa yang begitu berat terhadap saya yaitu 10 tahun penjara dan lagi ditambah dengan opini publik. Walau berdasarkan situasi sepihak. Barangkali ini dirasa cukup ampuh utuk menringankan hukuman saya,” kata Syahrul.
Namun demikian, dia berharap dalam semua persidangan yang telah dilalui itu dapat terungkap keadilan. Terlebih, sambung dia, semua kebenaran yang ada dalam persidangan dapat menjadi dasar pertimbangan Majelis Hakim. “Saya juga percaya sepenuhnya bahwa yang mulia majelis hakim akan menerima dengan seksama berdasarkan prinsip.”
Meski begitu dia mengaku telah menyadari, bahwa atas kasus yang telah menjeratnya itu membuat dirinya tersadar. Namun, disisi lain dia mengaku sangat kecewa dengan sepak terjang jaksa KPK yang solah-olah terus menyudutkan dirinya.
“Dengan pengalaman saya di persidangan ini dan telah mengalami sendiri, begitu mudahnya jaksa KPK merangkai-rangkai kata-kata yang memojokan saya, begitu mudah menarik interpretasi yang tidak berimbang.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Berita Lain