4 April 2026
Beranda blog Halaman 42256

Rini Soemarno Benarkan Rifnaldi Firmansyah Calon Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN Rini Soemarno membenarkan nama Rinaldi Firmansyah masuk ke dalam bursa kandidat Dirut Pertamina. Dikatakannya bahwa nama-nama yang masuk nominasi nantinya akan di analisa.
“Semuanya (calon) nanti dianalisa,” kata Rini saat ditemui basement gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (10/11).
Kabarnya, Rinaldi Firmansyah mantan Direktur Telkom Pertamina ini akan diplot sebagai Direktur Pertamina. Ketika dikonfirmasi bahwa sejumlah kalangan mempertanyakan mengapa harus sosok Rinaldi Firmansyah  seorang mantan Dirut Telkom yang dinilai tidak paham sektor migas, Rini menjawab bahwa yang diutamakan adalah kemampuan sebagai pemimpin, bukan kemampuan teknis. 
“Yah kan nanti dianalisa total, dilihat minimal yang utamanya adalah kemampuannya sebagai pemimpin. Tehnikalnya atau kemampuan teknisnya itu bisa di dapat, tapi kemampuan memimpin dan integrasi itu sangat penting,” ujar Rini.
Rini menegaskan, yang diutamakan dalam analisa adalah keberanian untuk melakukan perubahan, integrasinya bersih atau tidak, kemampuannya memimpin srta karakter nasionalis yang berarti harus memikirkan kepentingan bangsa.
“Kalau teknis itu bisa dibeli,” ujarnya.
Sebelumnya, pengamat energi sekaligus Koordinator Indonesia Migas Watch Tri Widodo mengatakan bahwa BUMN sekaliber Pertamina sangat membutuhkan sosok seorang pemimpin yang ‘expert’ di bidangnya.
“Pertamina itu kan membutuhkan seorang yang paham expert. Membutuhkan seorang yang paham manajemen perusahaan perminyakan. Rinaldi kan orang keuangan,” kata Tri kepada Aktual.co kemarin.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapolda Jabar: Mestinya Polda Metro Jaga Bis Bobotoh

Bandung, Aktual.co — Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan menyayangkan tidak adanya pengawalan dari Polda Metro Jaya ketika suporter Persib mengklaim bisnya diserang usai menyaksikan tim kesayangannya dari Palembang. Padahal pihaknya telah melakukan koordinasi sebelumnya.
“Sudah kita lakukan (koordinasi). Mestinya dijaga itu Polda Metro. Kalau saya akan jaga sepanjang jalur,” ucapnya di Bandung, Senin (10/11).
Namun Iriawan berjanji, pihaknya akan mengusut kasus ini dan melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan menangkap pelaku.
“Kami akan melakukan koordinasi. Kita akan melihat siapa yang mendahului. Apakah mungkin mereka (rombongan bobotoh) berhenti tanpa ada provokasi dulu. Untuk apa mereka berhenti di tol,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pihak Polres Jakarta Selatan menjelaskan terjadi bentrok suporter Persib dengan warga di sekitaran tol Simatupang, Jakarta Selatan.
Polres Jakarta Selatan dan Polsek Metro Jagakarsa menyebut, bis suporter Persib tiba-tiba berhenti di jalan tol dan bahkan membuat api unggun yang menyebabkan kemacetan. Hal itu yang membuat warga sekitar marah karena suporter Persib juga melakukan pelemparan yang mengenai warga.

Prof Edi Swasono: Seleksi Direksi Pertamina Harus Transparan

Jakarta, Aktual.co — Pimpinan PT Pertamina harus ditempati oleh orang yang tepat, terutama orang yang memiliki latar belakang dan mengerti soal permigasan.
Demikian disampaikan Guru Besar Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia, Prof. Sri Edi Swasono, usai launching buku Marwan Batubara  bertajuk ‘Kembalikan Mahakam’, yang digelar di Ruang GBHN, Senin (10/11). 
Lalu, bagaimana seharusnya memilih orang yang tepat?
Profesor Sri Edi Swasono mengatakan bila ingin mendapatkan calon Dirut Pertamina seharusnya dalam seleksi melibatkan internal pertamina itu sendiri.
“Iya (diisi oleh orang yang tepat), dan tadi ada permintaan bagus sekali tolong orang-orang internal pertamina  dilibatkan dalam menentukan, karena mereka yang tau siapa yang sebenarnya begundal-begundal itu, dan itu bagus sekali,” ucap dia.
Lebih lanjut, ketika ditanya soal Rinaldi Firmansyah calon kuat Dirut Pertamina? Ia enggan membahasnya. Namun Prof menyebutkan  salah satunya yang harus dilakukan seleksi secara transparan dan kemudian disumpah betul-betul.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno membenarkan bahwa pihaknya menunjuk PT. Daya Dimensi Indonesia (DDI), perusahaan manajemen konsultan berlokasi di Mega Kuningan yang ditugaskan untuk memberikan penilaian calon direksi Pertamina.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Polda Jabar Janji Usut Pelaku Perusakan Kendaraan Pelat B di Bandung

Bandung, Aktual.co — Polda Jabar berjanji akan menyelidiki dan mengusut pelaku perusakan kepada beberapa mobil pelat B di Bandung, Minggu (9/11) kemarin.
“Masih diselidiki. Kalau ada indikasi siapa pelakunya kita akan proses. Tidak boleh itu kan perusakan namanya,” kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan di Bandung, Senin (10/11).
Disinggung jumlah kendaraan yang dirusak oleh oknum bobotoh, Kapolda menuturkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan.
“Masih simpang siur, ada juga memang yang diberhentikan tadi malam ada juga dipukul-pukul kap mesinnya. Kita masih mendata,” bebernya.
Ditanya soal ganti rugi yang akan dilakukan oleh Pemkot Bandung, Iriawan menyerahkan hal tersebut kepada pihak Pemkot.
“Itu Pak Ridwan Kamil (mengganti rugi). Apa yang disampakan ke media kemungkinan akan dilakukan (mengganti rugi kendaraan yang dirusak),” tutupnya. 

Bagi-bagi Kursi Pimpinan untuk KIH Selesai Besok

Jakarta, Aktual.co — Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan, perdamaian antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan Koalisi Merah Putih (KMP) di parlemen akan segera terwujud.
Upaya perdamaian tersebut, kata Zulkifli, akan diwujudkan dengan melibatkan KIH di setiap alat kelengkapan dewan.
“KIH tentu nanti akan berada di seluruh alat kelengkapan dewan,” kata Zulkifli di gedung Parlemen, Jakarta, Senin (10/11).
Menurut dia, pembagian jatah kursi alat kelengkapan dewan untuk KIH akan segera diselesailkan, paling lambat besok, Selasa (11/11).
Politikus PAN itu mengatakan, tidak akan ada penambahan komisi di Parlemen terkait upaya perdamaian antara KIH dengan KMP tersebut.
“Penambahan komisi saya kira tidak,” kata Zulkifli.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasatpol PP Himbau FPI Berhenti Tuntut Lengser Ahok

Jakarta, Aktual.co —Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengimbau ormas Front Pembela Islam (FPI) agar tidak terus menuntut lengsernya Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dari jabatannya.
Dia beralasan pengangkatan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta merupakan konstitusi yang harus dijalankan.
“Mau runding apa lagi sih. Pak Ahok itu sudah pasti jadi gubernur. Tinggal nunggu hari-H pelantikan saja. Itu bukan kata Pak Ahok tapi kata konstitusi,” ujar Kukuh, di Balaikota DKI, Senin (10/11).
Kendati demikian, dia memperbolehkan jika FPI ingin terus menggelar unjukrasa dengan tuntutan yang sama, asal tidak berakhir dengan aksi yang rusuh. 
“Tapi kita harapkan jangan rusuh dan merusaklah,” ujarnya.
Sebagai informasi, FPI yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) kembali menggelar demo menuntut Ahok agar lengser dari jabatannya. 
Dengan massa ribuan, mereka melakukan longmarch dari kawasan Bundaran HI menuju kantor DPRD DKI dengan mengenakan pakaian berwarna putih dan membawa bendera. 
Mereka menganggap bahwa Ahok tidak pantas menjadi Gubernur karena dinilai arogan. Selain itu, Ahok juga dinilai lantaran latar belakang keyakinan Ahok berbeda dengan mayoritas warga Jakarta. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain