19 April 2026
Beranda blog Halaman 42313

Wali Kota Semarang Dukung Larang PNS Rapat di Hotel

Semarang, Aktual.co — Kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi yang melarang birokrat menggelar rapat di hotel mendapat respon positif dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
Menurut Hendrar Prihadi pihaknya akan memaksimalkan fasilitas negara untuk segala keperluan rapat para PNS di lingkungannya. 
“Kami setuju dengan kebijakan Menpan-RB melarang PNS mengadakan rapat di hotel-hotel. Ini akan cukup efektif untuk menghemat anggaran pemerintahan,” kata Hendi di Balai Kota Semarang, Senin (10/11).
Dia mengatakan, dukungan kebijakan Menpan-RB itu bakal memaksimalkan ruang meeting seadanya.
Adapun beberapa ruang rapat yang dapat digunakan adalah Gedung Moh Ihsan, Balai Kota Semarang, Raden Saleh, Manunggal Jati, Diklat Kota Semarang dan lain sebagainya.
“Jadi, kita akan maksimalkan penggunaan ruang rapat di situ. Sebab, daya tampungnya cukup memadai,” kata dia.
Hendi menyebut, kapasitas tiap gedung meeting cukup bervariatif. Bila di gedung Moh Ihsan bisa menampung 400 orang, di Balai Kota Semarang daya tampungnya sebanyak 500 orang, di Raden Saleh bisa menampung 800 orang, Gedung Manunggal Jati bisa menampung 1000 orang dan Diklat Kota Semarang sekitar 300 orang.
“Kapasitas gedung sebanyak itu bisa dimaksimalkan guna mendukung kebijakan pemerintah,” kata Hendi.
Berkaitan dengan surat edaran yang telah disebar oleh MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi untuk menerapkan kebijakan itu, Hendi akan mengecek kembali.
“Akan dicek kembali apakah surat edarannya sudah sampai atau belum,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Buang Sampah ke Sungai, Pemprov DKI Berikan Denda

Jakarta, Aktual.co —Banyaknya warga yang membuang sampah ke permukaan kali menyebabkan tumpukan sampah di sepanjang kali menggunung. Dengan begitu aliran sungai pun mengalami hambatan. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan sanksi kepada warga yang membuang sampah sembarangan, seperti ke sungai dan saluran-saluran pembuangan air.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas Kusumadewi kepada wartawan, Senin (10/11).
“Sanksi ini bukan bermaksud sekadar menghukum warga dan membebani warga dengan denda, namun memberi efek jera sehingga mereka nantinya tidak membuang sampah sembarangan,” katanya. 
Dikatakan Sapta kalau setiap warga yang membuang sampah sembarangan di wilayah DKI Jakarta akan mendapatkan sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan. Menurut dia, sanksi administratif yang akan diberlakukan kepada warga yang melanggar tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.
“Jenis sanksi yang diberikan disesuaikan dengan bentuk pelanggaran yang dilakukan dan besaran sanksi administratif untuk badan usaha didesain lebih berat dibanding sanksi untuk per orangan,” katanya.
Lebih lanjut Sapta menyebutkan sanksi yang diberikan bagi per orangan yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda administratif dari Rp500 ribu dan untuk badan usaha Rp50 juta.
Pihaknya meyakini dengan adanya sanksi berat tersebut maka akan membuat masyarakat untuk lebih tertib membuat sampah pada tempat yang telah ditetapkan bukan pada tempat yang dilarang.
Ia juga mengatakans aksi berat yang diberlakukan juga akan memberikan efek jera dan akan efektif untuk mengubah prilaku masyarakat di ibu kota Negara Republik Indonesia itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Rini Soemarno Benarkan Rifnaldi Firmansyah Calon Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN Rini Soemarno membenarkan nama Rinaldi Firmansyah masuk ke dalam bursa kandidat Dirut Pertamina. Dikatakannya bahwa nama-nama yang masuk nominasi nantinya akan di analisa.
“Semuanya (calon) nanti dianalisa,” kata Rini saat ditemui basement gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (10/11).
Kabarnya, Rinaldi Firmansyah mantan Direktur Telkom Pertamina ini akan diplot sebagai Direktur Pertamina. Ketika dikonfirmasi bahwa sejumlah kalangan mempertanyakan mengapa harus sosok Rinaldi Firmansyah  seorang mantan Dirut Telkom yang dinilai tidak paham sektor migas, Rini menjawab bahwa yang diutamakan adalah kemampuan sebagai pemimpin, bukan kemampuan teknis. 
“Yah kan nanti dianalisa total, dilihat minimal yang utamanya adalah kemampuannya sebagai pemimpin. Tehnikalnya atau kemampuan teknisnya itu bisa di dapat, tapi kemampuan memimpin dan integrasi itu sangat penting,” ujar Rini.
Rini menegaskan, yang diutamakan dalam analisa adalah keberanian untuk melakukan perubahan, integrasinya bersih atau tidak, kemampuannya memimpin srta karakter nasionalis yang berarti harus memikirkan kepentingan bangsa.
“Kalau teknis itu bisa dibeli,” ujarnya.
Sebelumnya, pengamat energi sekaligus Koordinator Indonesia Migas Watch Tri Widodo mengatakan bahwa BUMN sekaliber Pertamina sangat membutuhkan sosok seorang pemimpin yang ‘expert’ di bidangnya.
“Pertamina itu kan membutuhkan seorang yang paham expert. Membutuhkan seorang yang paham manajemen perusahaan perminyakan. Rinaldi kan orang keuangan,” kata Tri kepada Aktual.co kemarin.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapolda Jabar: Mestinya Polda Metro Jaga Bis Bobotoh

Bandung, Aktual.co — Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan menyayangkan tidak adanya pengawalan dari Polda Metro Jaya ketika suporter Persib mengklaim bisnya diserang usai menyaksikan tim kesayangannya dari Palembang. Padahal pihaknya telah melakukan koordinasi sebelumnya.
“Sudah kita lakukan (koordinasi). Mestinya dijaga itu Polda Metro. Kalau saya akan jaga sepanjang jalur,” ucapnya di Bandung, Senin (10/11).
Namun Iriawan berjanji, pihaknya akan mengusut kasus ini dan melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan menangkap pelaku.
“Kami akan melakukan koordinasi. Kita akan melihat siapa yang mendahului. Apakah mungkin mereka (rombongan bobotoh) berhenti tanpa ada provokasi dulu. Untuk apa mereka berhenti di tol,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pihak Polres Jakarta Selatan menjelaskan terjadi bentrok suporter Persib dengan warga di sekitaran tol Simatupang, Jakarta Selatan.
Polres Jakarta Selatan dan Polsek Metro Jagakarsa menyebut, bis suporter Persib tiba-tiba berhenti di jalan tol dan bahkan membuat api unggun yang menyebabkan kemacetan. Hal itu yang membuat warga sekitar marah karena suporter Persib juga melakukan pelemparan yang mengenai warga.

Prof Edi Swasono: Seleksi Direksi Pertamina Harus Transparan

Jakarta, Aktual.co — Pimpinan PT Pertamina harus ditempati oleh orang yang tepat, terutama orang yang memiliki latar belakang dan mengerti soal permigasan.
Demikian disampaikan Guru Besar Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia, Prof. Sri Edi Swasono, usai launching buku Marwan Batubara  bertajuk ‘Kembalikan Mahakam’, yang digelar di Ruang GBHN, Senin (10/11). 
Lalu, bagaimana seharusnya memilih orang yang tepat?
Profesor Sri Edi Swasono mengatakan bila ingin mendapatkan calon Dirut Pertamina seharusnya dalam seleksi melibatkan internal pertamina itu sendiri.
“Iya (diisi oleh orang yang tepat), dan tadi ada permintaan bagus sekali tolong orang-orang internal pertamina  dilibatkan dalam menentukan, karena mereka yang tau siapa yang sebenarnya begundal-begundal itu, dan itu bagus sekali,” ucap dia.
Lebih lanjut, ketika ditanya soal Rinaldi Firmansyah calon kuat Dirut Pertamina? Ia enggan membahasnya. Namun Prof menyebutkan  salah satunya yang harus dilakukan seleksi secara transparan dan kemudian disumpah betul-betul.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno membenarkan bahwa pihaknya menunjuk PT. Daya Dimensi Indonesia (DDI), perusahaan manajemen konsultan berlokasi di Mega Kuningan yang ditugaskan untuk memberikan penilaian calon direksi Pertamina.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Polda Jabar Janji Usut Pelaku Perusakan Kendaraan Pelat B di Bandung

Bandung, Aktual.co — Polda Jabar berjanji akan menyelidiki dan mengusut pelaku perusakan kepada beberapa mobil pelat B di Bandung, Minggu (9/11) kemarin.
“Masih diselidiki. Kalau ada indikasi siapa pelakunya kita akan proses. Tidak boleh itu kan perusakan namanya,” kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan di Bandung, Senin (10/11).
Disinggung jumlah kendaraan yang dirusak oleh oknum bobotoh, Kapolda menuturkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan.
“Masih simpang siur, ada juga memang yang diberhentikan tadi malam ada juga dipukul-pukul kap mesinnya. Kita masih mendata,” bebernya.
Ditanya soal ganti rugi yang akan dilakukan oleh Pemkot Bandung, Iriawan menyerahkan hal tersebut kepada pihak Pemkot.
“Itu Pak Ridwan Kamil (mengganti rugi). Apa yang disampakan ke media kemungkinan akan dilakukan (mengganti rugi kendaraan yang dirusak),” tutupnya. 

Berita Lain