12 April 2026
Beranda blog Halaman 42419

Belum Lapor LHKPN, Rini Soemarno: Gak Sempat

Jakarta, Aktual.co — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno baru menyadari kalau belum menunaikan kewajibannya untuk melaporkan harta kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dia mengaku kalau hal itu belum dilakukannya lantaran dirinya belum sempat ke KPK. Dia pun mengaku baru tahu harus lapor karena baca berita.
“Selama ini belum sempat saja, kami sedang siapkan karena baru lihat berita, oh iya belum lakukan itu,” kata Rini, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (5/11).
Aka tetapi, Rini mengatakan kalau dia telah menerima formulir LHKPN dari sekretaris kementerian. Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini mengaku tidak ada kendala dalam mengisi formulir LHKPN. 
“Enggak ada kendala, cuma isi saja,” kata dia. 
Dia berjanji akan menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara ke KPK pekan depan.
Sebelumnya, KPK meminta para menteri Kabinet Kerja untuk segera menyampaikan LHKPN. Hingga hari ini, baru satu menteri yang melaporkan LHKPN-nya, yaitu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi.

Artikel ini ditulis oleh:

Perlu Verifikasi Ketat di Program KIS

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah telah meluncurkan program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Senin (3/11) lalu, untuk mengantisipasi rencana penaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di bulan November 2014. 
Pakar jaminan sosial Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Prof dr Laksono Trisnantoro mengingatkan perlunya verifikasi data secara ketat dalam peluncuran program KIS yang menggunakan anggaran dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebesar Rp20 triliun itu. 
“Verifikasi data menjadi penting, untuk memisahkan mana peserta BPJS yang PBI dan mana yang menjadi peserta karena menerima KIS,” kata Laksono Trisnantoro, Rabu (5/11).
Laksono sendiri mengaku menyambut baik peluncuran KIS karena hingga saat ini memang masih ada orang miskin dan kelompok terpinggirkan yang belum terlindungi oleh jaminan sosial, karena tidak termasuk sebagai PBI.
“Namun harus dipastikan PBI meskipun tidak menerima KIS, harus tetap menerima Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Sejahtera. Itu hak mereka sebagai orang miskin,” tutur guru besar Fakultas Kedokteran UGM itu.
Laksono mengatakan program KIS yang menjadi bagian dari BPJS Kesehatan pasti akan menambah pengeluaran dari lembaga tersebut.
“Pemasukan BPJS dari peserta mandiri memang lebih besar daripada pengeluaran. Namun, perlu dihitung betul pengeluaran BPJS apakah rugi atau tidak,” katanya.
Supaya BPJS tidak mengalami kerugian, Laksono mengatakan jumlah peserta mandiri BPJS harus ditingkatkan. Namun apa dan siapa yang bisa memaksa dan menjamin seluruh rakyat mendaftar menjadi BPJS.
“Yang terjadi adalah peserta mandiri BPJS banyak yang mendaftar karena sudah dalam kondisi sakit. BPJS berbeda dengan asuransi. Kalau mendaftar asuransi harus dalam kondisi sehat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

IHSG Ditutup Melemah 4,10 Poin ke Posisi 5.066,83

Jakarta, Aktual.co —   Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/11), kembali ditutup melemah tipis sebesar 4,10 poin seiring data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di bawah ekspektasi pasar.

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 4,10 poin atau 0,08 persen ke posisi 5.066,83. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menurun 0,23 poin atau 0,03 persen ke posisi 864,05.

“Indeks BEI bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah menyusul data ekonomi Indonesia kuartal III 2014 sebesar 5,01 persen atau sedikit di bawah estimasi analis,” ujar Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan bahwa sebagian kalangan analis memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal III tahun ini sebesar 5,1 persen.

Di sisi lain, lanjut dia, mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang terkoreksi juga menjadi salah satu faktor negatif bagi laju IHSG BEI setelah pada sesi perdagangan saham pagi tadi bergerak menguat.

Kendati demikian, menurut dia, ruang penguatan indeks BEI untuk kembali berada di area positif masih cukup terbuka menyusul pengumuman tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) pada pekan depan.

“Pada pekan ini, indeks BEI akan bergerak konsolidasi seraya menanti kebijakan BI rate menyusul akan dinaikannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah,” kata dia.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 186.786 kali dengan volume mencapai 3,83 miliar lembar saham senilai Rp3,51 triliun. Tercatat efek yang mengalami penguatan sebanyak 128 saham, turun sebanyak 179 saham, dan tidak bergerak nilainya atau stagnan 93 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 150,04 poin (0,63 persen) ke 23.695,62, indeks Nikkei naik 74,85 poin (0,44 persen) ke 16.937,32, dan Straits Times menguat 6,12 poin (0,19 persen) ke posisi 3.287,69.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Panglima TNI: Nasionalisme Kita Memudar

Jakarta, Aktual.co — Spirit kebangsaan nasional adalah nasionalisme Indonesia. Spirit ini dibangun di atas landasan bhineka tunggal ika atau persatuan dalam keberagaman. 
Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam ‘Silaturahmi Tata Ruang Peradaban’ di Kuningan, Jabar, beberapa waktu lalu. Pidato ini diwakilkan‎ Laksma TNI Uus Kustiwa.‎
“Hal ini telah kita sepakati sebagai wawasan kebangsaan. Dan ini yang harus terus digelorakan dan disegarkan,” kata Moeldoko.
Wawasan kebangsaan harus terus diaktualisasikan sebagai hikmah terbesar dari peringatan kebangkitan nasional dan sumpah pemuda yang diperingati bulan Oktober lalu.
“Nasionalisme merupakan konsep kontemporer yang bersifat dinamis. nasionalisme tidak kedap oleh perkembangan dan keterpengaruhan. Akan tetapi, lebih dari itu, saya berpendapat bahwa nasionalisme kita tengah mengalami pemudaran dan penurunan yang memprihatinkan,” jelasnya.
Dewasa ini, imbuh Moeldoko, ada kebutuhan mendesak untuk mempersegar kembali komitmen kebangsaan dan visi keindonesiaan. Hal ini harus dilakukan melalui upaya yang serius dan fokus dalam memantapkan nasionalisme dan wawasan kebangsaan.

Ruhut Nilai Rieke Dongkol Sama Jokowi, Namun SBY jadi Sasaran

Jakarta, Aktual.co — Peryataan politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi pada pemerintahan Jokowi-JK, akibat kesalahan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mengurus negara beserta keuangannya.
Hal itu pun dinilai Politisi Demokrat, Ruhut Sitompul jika sikap Rieke bentuk kedongkolan kepada Jokowi namun dilimpahkan ke orang lain.
“Jadi Rieke Diah Pitaloka, jangan begitu (analisanya) karena enggak jadi menteri ketenagakerjaan jadi marah sama pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” kata Ruhut kepada wartawan, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/11).
Anggota Komisi III DPR RI itu menyarankan, agar PDIP membenahi kondisi di internalnya saja, pasca penetapan kabinet kerja Jokowi-JK. Tanpa harus menuduh orang lain.
“Udahlah internal PDIP dengan pak Jokowi diselesaikanlah, jangan malah mengkaitkan ke penggagas dan pendiri partai demokrat yakni pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” tandasnya.
Sebelumnya sempat diberitakan, dalam otak-atik analisis yang dilakukan oleh Rieke Diah Pitaloka mempertanyakan, apakh betul kas negara kosong (devisit)? Berapa angka devisit yang ditinggalkan pemerintahan SBY? 80 T atau 109 T?
“Jika defisit benar adanya, artinya di akhir pemerintahannya SBY telah menegaskan “salah urus” negara plus keuangannya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta.
“Namun, kita tetap gunakan azas praduga tak bersalah, tanyakan saja langsung kepada Pak SBY dan para menterinyan terutama Menteri Keuangan, Khatib Basri, betulkah ada devisit? Berapa angka devisit yang sesungguhnya?,” tambah dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Jalan Amblas di Kawasan Tanah Abang Ancam Pengendara

Para pengendara bermotor melintas di samping lubang besar yang menganga di tengah jalan raya di kolong fly over Tanah Abang dari Stasiun Karet menuju Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (5/11/2014). Jalan aspal yang amblas tersebut membentuk lubang menganga dengan diameter kurang lebih 3 meter dan kedalaman sekitar 1 setengah meter. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Berita Lain