12 April 2026
Beranda blog Halaman 42420

Pasar Induk Batang Terbakar

Jakarta, Aktual.co — Pasar Induk Batang yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu pagi (5/11), ludes terbakar api sehingga peristiwa itu sempat menimbulkan kepanikan warga yang berada disekitar pasar itu.
Selain menimmbulkan kepanikan warga, terbakarnya Pasar Induk Batang juga menimbulkan antrean kendaraan dari arah barat (Jakarta) menuju ke timur (Semarang) atau sebaliknya karena lokasi pasar berada di dekat jalur pantai utara Batang.
Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kebakaran, berupaya memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke lokasi lain.
Warga dan pedagang pasar juga terlihat berkumpul melihat proses pemadaman karena asap hitam dan kobaran api masih terlihat mengepul pada sebuah ruko yang diduga sebagai penyebab kebakaran.
Banyaknya warga yang menonton kebakaran pasar itu membuat petugas kepolisian dan pemadam terpaksa mengusir warga agar tidak menggangu jalannya pemadaman api yang terus berkobar.
Sejumlah petugas yang lain nampak sibuk mengatur arus lalu lintas dan berusaha mengeluarkan benda yang mudah terbakar atau meledak, seperti tabung gas dan minyak tanah.
Ketua tim pencari dan penyelamat (SAR) Sotong Pekalongan, Hengky mengatakan kebakaran yang terjadi di Pasar Induk Batang diduga akibat hubungan arus pendek listrik.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Akan tetapi, masalah kerugian meterial, kami belum bisa memberikan keterangan karena masih dihitung,” katanya.
Ia mengatakan tim SAR belum mengatahui secara pasti berapa jumlah kios yang ludes terbakar api, termasuk besaran kerugian.
“Kami tidak menghitung besaran kerugian material yang disebabkan kebakaran itu, Kami hanya berusaha memedamkan kobaran api agar jangan sampai merembet ke lokasi bangunan lain,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ditombak Orang Tak Dikenal, Kerbau Bule Keramat Tewas

Jakarta, Aktual.co — Seekor kerbau bule keturunan Kiai Slamet yang sampai saat ini masih dikeramatkan milik Keraton Kasunanan Surakarta meninggal akibat tertusuk tombak dibagian perut dan bagian kaki.
“Kerbau keramat itu mati pada Selasa (4/11) malam di sebuah kandang milik keraton yang berada di Kabupaten Sukoharjo. Kerbau itu mati setelah tidak kuat menahan rasa sakit usai ditombak orang tidak dikenal beberapa waktu lalu,” kata KRMH Satrio Hadinagoro putra menantu mendiang Paku Buwono (PB) XII kepada wartawan di Solo, Rabu (5/11).
Ia mengatakan kerbau itu kemudian dibaawa ke kompleks Keraton Kasunanan Surakarta untuk dikebumikan layaknya manusia. Sebelum dimakamkan kerbau itu terlebih dahulu disucikan oleh kerabat keraton serta pawang kerbau kiai Slamet.
Setelah itu kerbau dibalut kafan kemudian dikubur di dekat kandang utama Keraton yang berada di alun-alun selatan.
“Kerbau itu langsung kami makamkan pada Selasa malam, pemakaman itu dibantu oleh abdi dalem keraton dan juga masyarakat sekitar Keraton,” kata Satrio Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, KP Winarno Kusumo, membenarkan adanya luka serius yang dialami oleh kerbau jantan yang mati tersebut. 
Menurutnya sebelum kerbau meninggal pihak keraton terlebih dahulu mengupayakan penyembuhan kerbau kesayangan sang raja itu.
Ia mengatakan, upaya penyembuhan itu dilakukan dengan cara melakukan operasi untuk mencabut tombak yang bersarang dalam perut kerbau. Tidak tanggung-tanggung operasi itu dilakukanoleh tim dokter hewan dari Dinas Pertanian Kota Solo.
Menurutnya operasi itu berhasil dan kerbau dalam masa penyembuhan dan ditempatkan di kandang di wilayah Sukoharjo.
Dikatakan, akan tetapi karena luka yang terjadi cukup serius, membuat sang kerbau tidak bisa bertahan hidup dan tutup usia pada Selasa malam. “Mata tombak itu sebelumnya mengeram di bagian perut kerbau, setelah dioperasi tombak bisa dikeluarkan, namun nyawanya tidak tertolong,” katanya.
Kejadian ini juga sudah dilaporkan kepada aparat keamanan kepolisian untuk bisa ditangani dan ditangkap pelaku penusukan kerbau bule tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Menghemat, Kendaraan Dinas Pejabat DKI Akan Gunakan Mobil Sewaan

Jakarta, Aktual.co —Demi menghemat anggaran, di tahun 2015 nanti para pejabat di jajaran Pemprov DKI dan DPRD DKI akan menggunakan mobil sewaan sebagai mobil dinas yang biayanya diambil dari APBD 2015.
Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan penggunaan mobil sewaan untuk mobil dinas dilakukan karena dianggap lebih hemat anggaran.  
Karena perawatannya akan ditanggung oleh pihak perusahaan yang menyewakan mobil. 
“Iya kita mau sewa aja. Untuk Kepala Dinas dan Anggota Dewan,” ujar Ahok di Balaikota DKI, Rabu (5/11).
Tapi kebijakan itu bukan keharusan. Kata Ahok pihaknya memberi alternatif pilihan bagi pejabat SKPD dan DPRD DKI untuk kendaraan dinas. 
Apakah mau menggunakan kendaraan dinas sewaan, atau menggunakan kendaraan pribadi namun dan mendapat tunjangan kendaraan sebagai pengganti biaya transportasi. 
Bagi pejabat Pemprov DKI, tunjangan kendaraan sebesar Rp12 juta. Tapi Ahok belum tahu besarnya tuntangan untuk anggota dewan. 
“Pokoknya mereka suruh milih barang atau uang. Soalnya sama aja. Kalau sewa kita engga usah mikir masalah perawatan kan udah ditanggung,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekda DKI Jakarta Saefullah mengatakan penggunaan mobil sewaan untuk mobil dinas pegawai sebenarnya sudah biasa dilakukan di luar negeri. Namun dia tidak menjelaskan negara mana yang dimaksudnya.
“Di luar negeri ternyata sudah biasa mobil dinas itu bukan dari dibeli, tapi disewa. Ini karena memang jauh lebih hemat, tapi besok kami akan bicarakan lagi,” ujar Saefullah di Balai Kota, Selasa (4/11).
Sejauh ini belum didapat informasi mengenai perusahaan penyewaan mobil mana yang akan dipakai, dan apakah akan dilakukan tender. 

Artikel ini ditulis oleh:

Politikus PDIP: Rini Soemarno, Sofyan Djalil dan Sudirman Said Orang JK

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon menuding Wakil Presiden Jusuf Kalla sengaja menempatkan orang-orangnya di sektor yang berkaitan langsung dengan minyak dan gas.
Bahkan, bekas calon Gubernur Sumatera Utara itu mengatakan kalau Menteri BUMN di kabinet kerja Jokowi-JK, Rini Soemarno adalah orang Jusuf Kalla.
Tak hanya Rini Soemarno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri ESDM Sudirman Said juga disebut orang JK oleh Effendi.
“Saya dengar Sofyan Djalil, Rini Soemarno, dan Sudirman Said itu katanya orang-orang JK. tidak ada unsur PDIP-nya,” kata bekas wakil ketua komisi VII DPR RI periode 2009-2014 itu, di gedung DPR (5/11).
Sebelumnya, Effendi Simbolon mengkritisi beberapa tokoh profesional yang dipilih sebagai menteri dalam kabinet kerja pimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Menurut eks wakil ketua komisi VII DPR RI periode 2009-2014 itu, para menteri berlatar belakang profesional di kabinet Jokowi-JK tak sejalan dengan ideologi PDI Perjuangan yang pro rakyat.
Para menteri yang dimaksud oleh bekas calon Gubernur Sumatera Utara itu, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri ESDM Sudirman Said.
“Sofyan Djalil, Sudirman Said, dan Rini Soemarno ini gak jelas. Ngapain mereka yang enggak sejalan dengan ideologi PDIP ditempatkan pada sektor vital seperti itu,” kata Effendi Simbolon di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (4/11) kemarin.
Tak hanya itu, dihari yang sama Effendi juga mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat bernafsu untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
“Pak JK (Jusuf Kalla) lebih nafsu daripada Presidennya (Joko Widodo) saya liat (soal penaikan harga BBM bersubsidi),” kata Effendi.
Untuk diketahui, bekas Kepala Staf Kantor Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno menempati posisi Menteri BUMN di Kabinet Kerja. Rini kembali masuk kabinet setelah pada era Presiden Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
Bekas istri Soewandi ini menjabat sebagai Menperindag pada periode 2001-2004. Setelah tak lagi menjabat sebagai menteri, Rini kembali sibuk berbisnis. Dia menjabat sebagai Presiden Direktur PT Kanzen Motor Indonesia pada tahun 2005 dan Komisaris Aora TV sejak 2008.
Rini dikenal sebagai salah satu orang dekat Megawati. Namanya kembali mencuat saat ditunjuk Jokowi untuk menjadi Kepala Staf Kantor Transisi. Sejak saat itu, Rini pun selalu berada di ring satu Jokowi hingga dilantik jadi presiden dan menggodok nama-nama menteri.

Artikel ini ditulis oleh:

Ruhut Sebut PDIP Bagaikan Buah Simalakama

Jakarta, Aktual.co — Ruhut Sitompul anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat mengumpamakan posisi PDIP seperti pribahasa bagai makan buah simalakama, terkait rencana pemerintah Jokowi-JK yang akan menaikan harga BBM bersubsidi.
Pasalnya, kata pria berjulukan Poltak Si Raja Minyak ini, dulu ketika masih berada di luar pemerintahan, partai berlambang banteng moncong putih itu paling keras setiap kali rezim Presiden SBY akan menaikan harga minyak.
“Kalau aku lihat sekarang PDIP ini bagaikan buah simalakama, dimakan bapak mati tidak dimakan ibu mati,” ucap dia, di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/11).
Ia pun mengatakan, agar PDIP bersikap untuk mendukung pemerintah, tidak perlu lagi melakukan drama dengan bersikap bertentangan dengan sebagian internalnya ada yang mendukung atau tidak.
“Soal isu kenaikan BBM mereka (PDIP) ini kan seperti aku (Demokrat) 5 tahun lalu saat jadi partai pemerintah (The Ruling Party). Tidak usahlah main sinetron seakan PDIP tidak mendukung kenaikkan BBM, rakyat sudah cerdas. Udah nggak eranya lagi PDIP pencitraan dengan tidak setuju soal menaikkan BBM,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Rotasi 202 Perwira Menengah, Polri Bantah Terkait Pemerintahan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Seiring dengan terbentuknya pemerintahan baru Presiden Joko Widodo (Jokowi), Mabes Polri melakukan mutasi besar-besaran di tingkatan perwira menengah yang sebagian besar merupakan jabatan strategis Kepala Kepolisian Resort (Kapolres).  
Sebanyak 202 perwira menengah dirotasi menempati jabatan baru, dimana 85 diantaranya merupakan jabatan Kapolres.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Agus Riyanto mengungkapkan pergantian jabatan di tubuh Polri ini, tak terkait dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang  baru terbentuk. Menurutnya, mutasi lumrah terjadi di tubuh Polri sebagai bagian dari pembinaan karir.
“Mutasi biasa  untuk pembinaan karir yang bersangkutan dan untuk kebutuhan organisasi,” kata Agus, Rabu (5/11). Menurut data yang diterima, Polda terbanyak dengan masing-masing berjumlah tujuh mutasi jabatan Kapolres adalah Polda Jawa Tengah (Kapolres Semarang, Kapolres Banjarnegara, Kapolres Cilacap, Kapolres Klaten, Kapolres Grobogan, Kapolres Jepara, Kapolres Pekalongan), Polda Bengkulu (Kapolres Muko-muko, Kapolres Bengkulu Utara, Kapolres Seluma, Kapolres Rejang Lebong, Kapolres Kaur, Kapolres Bengkulu, Kapolres Lebong) dan Polda Lampung (Kapolres Lampung Selatan, Kapolres Metro, Kapolres Lampung Utara, Kapolres Lampung Barat, Kapolres Lampung Timur, Kapolres Lampung Tengah, Kapolres Way Kanan).
Urutan selanjutnya dengan masing-masing pergantian enam kursi Kapolres adalah Polda Maluku (Kapolres Maluku Tengah, Kapolres Pulau Ambon dan PP Lease, Kapolres Pulau Buru, Kapolres Seram Bagian Timur, Kapolres Maluku Tenggara, Kapolres Pulau Aru.
Polda Sulawesi Selatan (Kapolres Bone, Kapolres Tanah Toraja, Kapolres Mamasa, Kapolres Enrekang, Kapolres Bantaeng), Polda Sulawesi Tenggara (Kapolres Kolaka Utara, Kapolres Konawe Selatan, Kapolres Kendari).
Sementara dua Polda yang melakukan pergantian untuk 5 kursi Kapolres adalah Polda Sumatera Barat (Kapolres Agam, Kapolres Padang Pariaman, Kapolres sawahlunto, Kapolres Sijunjung, Kapolres Solok) dan Polda Jambi (Kapolres Muaro Jambi, Kapolres Batang Hari, Kapolres Tebo, Kapolres Merangin, Kapolres Kerinci).
Pergantian empat jabatan Kapolres di wilayah hukumnya dilakukan oleh Polda Polda Jawa Timur (Kapolres Jember, Kapolres Bondowoso, Kapolres Probolinggo, Kapolres Magetan) dan Polda Sulawesi Utara (Kapolres Bolaang Mongondow, Kapolres Talaud, Kapolres Minahasa Selatan, Kapolres Sangihe).
Berada di urutan terbanyak selanjutnya untuk pergantian Kapolres adalah Polda Bali (Kapolres Buleleng, Kapolres Tabanan, Kapolres Badung), Polda NTB (Kapolres Lombok Timur, Kapolres Bima Kota, Kapolres Mataram), Polda Maluku Utara (Kapolres Halmahera, Kapolres Tidore, Kapolres Kepulauan Sula), Polda Kalimantan Selatan (Kapolres Hulu Sungai Selatan, Kapolres Tanah Bumbu), Polda Sumsel (Kapolres Enim, Kapolres Lahat, Kapolres Ogan Komering Olu Selatan), Polda Riau (Kapolres Dumai, Kapolres Rokan Hilir, Kapolres Iindragiri Hulu) serta Polda Kepulauan Bangka Belitung (Kapolres Bangka Barat, Kapolres Belitung, Kapolres Belitung Timur).
Lima Polda memutasi dua kursi Kapolres yaitu Polda Sumatera Utara (Kapolres Dairi, Kapolres Mandailing Natal), Polda Nusa Tenggara Timur (Kapolres Manggarai, Kapolres Sumba Barat), Polda Kalimantan Barat (Kapolres Singkawang, Kapolres Sekadau), Polda Jawa Barat(Kapolres Sukabumi Kota, Kapolres Ciamis) dan Polda Gorontalo (Kapolres Gorontalo, Kapolres Pohuwato).
Sementara lima Polda hanya memutasi satu kursi Kapolres masing-masing adalah Polda Kalimantan Timur (Kapolres Malinau), Polda Kalimantan Selatan(Kapolres Hulu Sungai Tengah), Polda Metro Jaya (Kapolres Kepulauan Seribu), Polda Aceh (Kapolres Aceh Besar) dan Polda Sulawesi Tengah (Kapolres Tojo Una-Una). Selain jabatan Kapolres, mutasi yang dikeluarkan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor 848/10/2014 tanggal 30 Oktober 2014 ini juga terjadi pada jabatan strategis di tingkatan Direktur Reserse.
Kombes Pol Dudi Nur Arief, Dirsabhara Polda Jabar dimutasi menjadi Wadirsabara Baharkam Polri. Posisinya digantikan Kombes Pol M Khaerudin yang sebelumnya menjabat Kakorsis Sespimma Sespim Polri Lemdikpol. Kombes Pol Opik Taaofik Nugraha, Direskrimsuus Polda Kaltim menempati posisi baru sebagai Kakorsis Sespimma Sespim Polri Lemdikpol. Kursi ditinggalkan Opik ditempati Kombes Pol Ade Rahmat yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidter Bareskrim Polri.
Sementara Dirresnarkoba Polda Kalteng Kombes Pol Koeshartono Arif Soedrajat menempati posisi baru sebagai Kasubdit IV Dittipidnrkoba Bareskrim Polri. Jabatan Koeshartono dipercayakan kepada Kombes Pol Akhmad Shaury yang sebelumnya menempati jabatan auditor Itwil V Itwasum Polri.
Kombes Pol Anton Santono Dirreskrimum Polda Smbar diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirreskrimsus Polda Kalteng. Kombes Pol R Dody Rachmat Tauhid, Tim Analis Bipdakt Pusiknas Bareskrim Polri diangkat sebagai Dirreskrimum Polda Sumbar. Dirreskrimsus Polda Kalteng Kombes Pol Yaya Ruhiat Hidayat menjabat posisi baru ssebagai Tim. Analis Bidpdakt Pusiknas. Bareskrim Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain