7 April 2026
Beranda blog Halaman 42433

Target Produksi Pertamina Naik

Pengunjung melihat maket SPBU saat pameran di kantor Pertamina, Jakarta, Selasa (4/11/2014). PT Pertamina (Persero) menargetkan produksi minyak dan gas pada 2015 mengalami kenaikan sekitar 9 % dibandingkan prognosa 2014. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Kendalikan Gratifikasi, Bank Mandiri Gandeng KPK

Jakarta, Aktual.co — PT Bank Mandiri Tbk menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk program pengendalian gratifikasi maupun implementasi sistem integritas.

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan komitmen yang dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin dan disaksikan Deputi Pencegahan KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa (4/11).

“Melalui Komitmen ini, Bank Mandiri ingin menjadi mitra strategis KPK dalam rangka implementasi Sistem Integritas Nasional. Harapannya, Bank Mandiri dapat ikut serta menularkan virus integritas kepada dunia usaha,” ujar Budi G Sadikin.

Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut merupakan wujud penerapan budaya integritas dan pengendalian gratifikasi guna memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau “Good Corporate Governance” (GCG).

Komitmen itu, lanjut dia, juga diharapkan dapat berperan dalam membangun Sistem Integritas melalui pendekatan budaya kerja dengan semangat memakmurkan negeri.

Budi G Sadikin juga mengatakan bahwa Bank Mandiri bersama KPK akan menyiapkan rencana aksi atau program-program berkelanjutan baik untuk program pengendalian gratifikasi, maupun implementasi sistem integritas.

Ia menambahkan selama ini Bank Mandiri telah memiliki komitmen kuat dan selalu konsisten dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG di setiap proses bisnis. Berkat konsistensi tersebut, Bank Mandiri telah meraih beberapa pengakuan dari beberapa lembaga independen lokal dan internasional.

Budi G Sadikin menyebutkan Indonesia Institute for Corporate Governance, misalnya, menyematkan penghargaan Perusahaan Sangat Terpercaya selama tujuh kali berturut-turut kepada Bank Mandiri.

Selain itu, lanjut dia, Jurnal Corporate Governance Asia memberikan penghargaan Icon on Corporate Governance kepada Bank Mandiri selama enam tahun berturut-turut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Dirasa Kurang, Menpora Minta Tambah Dana Asian Games 2018

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi berharap, anggaran persiapan Asian Games 2018, bisa bertambah. Hal ini karena Menpora merasa dana yang telah ditetapkan, masih kurang.

Pendanaan untuk persiapan Indonesia menghadapi olahraga ‘multi event’ di 2015, sebetulnya sudah di godok oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 dengan nominal Rp325 miliar. Namun, anggaran tersebut hanya diperuntukkan untuk persiapan kontingen Indonesia mengikuti SEA Games, Asian Paragames dan Kualifikasi Olimpiade.

Dikatakan Imam, untuk dapat menambahkan dana yang telah ditetapkan oleh DPR itu, baru bisa dilakukan dari APBN Perubahan (APBNP). Oleh karena itu dirinya berharap, untuk APBNP yang juga ditentukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), bisa mengalokasikan dana tersendiri untuk persiapan Asian Games 2018 nanti.

“Kami akan berusaha menjelaskan ini semua kepada Kemenkeu agar ke depan, untuk anggaran APBNP, bisa lebih konkret dan lebih besar lagi,” kata Imam ketika di temui di Gedung Kemepora, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11).

Selain itu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, juga akan meminta pertimbangan rekan-rekannya yang duduk di DPR. “Saya kira teman-teman DPR tidak akan menolak, karena ini hajat nasional, harga diri bangsa,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Terus Genjot Renovasi Taman dan Ruang Hijau

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Daerah DKI Jakarta rencananya akan memperbaiki  33 unit taman kota selama 2014.  Hal tersebut dilakukan yakni dengan tujuan untuk membuat keindahan dan memperbaiki sarana dan prasarana di Jakarta.
Demikian diutarakan oleh Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Nandar Sunandar, Selasa (4/11).
“Perbaikan yang dilakukan untuk taman-taman besar sepanjang 2014 di DKI Jakarta itu,” ujarnya.
Menurutnya kalau taman-taman yang diperbaiki tersebut di antaranya jalur hijau Imam Bonjol, Taman Pramuka dan Amir Hamzah. Nandar menjelaskan bahwa renovasi taman dan ruang hijau serta trotoar terus dilakukan dalam mengoptimalkan fungsinya.
“Taman-taman yang dibangun pemerintah daerah itu merupakan sebagai tempat edukasi, olahraga dan sarana bermain anak,” katanya.
Pihaknya berharap dengan adanya perbaikan sarana dan prasarana di setiap kawasan taman, maka masyarakat dapat memanfaatkan seoptimal mungkin sesuai dengan fungsinya.
“Artinya, jika ada yang memanfaatkan tidak sesuai fungsinya, kami berharap masyarakat dapat berperan aktif untuk menegurnya,” katanya.
Ia menyebutkan RTH di Provinsi DKI Jakarta tersebar di 2.523 lokasi dengan luas lahan 2.734 hektare. Nandar juga meyakini, seluruh taman-taman yang masuk program renovasi itu akan tuntas dikerjakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Masyarakat jangan Tertipu, Kegaduhan DPR Permainan Politik

Jakarta, Aktual.co — Terjadinya dualisme kepemimpinan di DPR semakin memprihatinkan. Terlebih, para politikus penghuni gedung Parlemen itu seakan tak peduli dengan fungsi dan tugas mereka sebagai wakil rakyat.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi WaliGereja Indonesia (KWI) Romo Benny mengatakan, kegaduhan yang terjadi di DPR merupakan permainan politik.
Dirinya berharap masyarakat tidak tertipu oleh permainan politik yang sedang dipertunjukan oleh para politikus di DPR.
“Kegaduhan sekarang ini merupakan permainan politik. Memang sistem politik kita harus dikoreksi secara mendasar,” kata dia dalam diskusi publik dengan tema “Hentikan Kegaduhan Di DPR Atau Bubarkan DPR”, di Galery Cafe TIM Cikini, Jakarta, Selasa (4/11).
Dirinya pun mengakui jika politik di Indonesia masih memakai politik transasksional, karena ada kekuasaan yang dominan. Maka dari itu, kata dia, yang perlu dikoreksi adalah visi dan misi tiap-tiap partai dalam kepentingan untuk republik ini.
Dia menilai jika kegaduhan yang terjadi di DPR sebaiknya dibiarkan saja. Sebab, kata dia, politik secara realita mudah diakal-akalin oleh orang-orang yang kalah.
“Untuk itu kita harus membiarkan kegaduhan politik ini. Nantinya akan deadlock dan ketemu jalan keluarnya sendiri,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Disdik DKI: KIP dan KJP, Klaim Tidak Akan Tumpang Tindih

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan tidak akan terjadi tumpang tindih antara program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan DKI, Lasro Marbu kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/11).
“Tidak akan terjadi tumpang tindih antara kedua program pendidikan tersebut (KJP dan KIP). Justru malah dua program itu akan saling mendukung,” ujarnya.
Dikatakan Lasro kalau hal tersebut tidak akan berbenturan lantaran adanya  pemisahan dalam kedua program pendidikan tersebut, khususnya terkait para penerima jaminan itu.
“Memang sepertinya akan ada pemisahan antara sasaran penerima KJP dan sasaran penerima KIP. Kita akan bahas ini lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait supaya tidak terjadi tumpang tindih,” katanya.
Perbedaan lainnya, dia menuturkan, yaitu terletak pada basis data yang digunakan. Untuk KJP, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan data kemiskinan faktual.
“Artinya, Pemprov menyesuaikan dengan fakta yang ada di lapangan. Sedangkan, data yang digunakan dalam program KIP, yakni data dari Badan Pusat Statistik (BPS),” tutur Lasro.
Dengan demikian, dia mengungkapkan pihaknya akan melihat harmonisasi diantara kedua program jaminan pendidikan itu terlebih dahulu sebelum mengambil langkah selanjutnya.
“Yang pasti, Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat akan terus melakukan koordinasi dan harmonisasi di lapangan untuk menghindari tumpang tindih tersebut,” ungkap Lasro.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain