14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42435

Ini Alasan Ahok Pilih Yani Jadi Wagub DKI

Jakarta, Aktual.co —Puja dan puji sudah dilayangkan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Basuki Tjahaja (Ahok) mengenai sosok Siswono Handayani yang digadang-gadangnya untuk jadi Wakil Gubernur DKI dari kalangan non parpol.
Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani atau yang biasa disapa Bu Yani sudah disebutnya sebagai sosok jujur. 
Meskipun tak lama lagi akan memasuki pensiun, namun Ahok tetap mantap menyalonkan Yani jadi wagub.
Kata dia, pengalaman saat Yani menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI menunjukan dia sanggup mengerjakan tugas dengan baik.
“Dia kerja dua tahun nggak macem-macem, suruh apapun beres, dan kita udah nanya ke pengusaha nggak pernah janjiin macem-macem, yang kita butuhkan adalah orang jujur. Kita bicara Bappenas, kita bicara jalan layang termasuk Giant Sea Wall itu dia ngerti,” ujar Ahok di Balaikota, Kamis (23/10) kemarin.
Namun selebihnya Ahok menyerahkan semua keputusan kepada peraturan yang berlaku. Kalau dalam peraturannya dibolehkan memilih wakil yang non partai, maka ia akan kukuh memilih Bu Yani sebagai Wagub.
“Makanya saya juga gak tau nih, kalau emang boleh pilih yang bukan partai ya saya pilih Bu Yani,” ujarnya.
Ahok juga akan mengomunikasikan calonnya itu dengan DPRD. Dia yakin tak akan temui masalah berarti, karena Yani dianggapnya juga memiliki hubungan baik dengan dewan.
“Selama ini kan di Bappeda juga Bu Yani hubungannya baik-baik aja sama DPRD. Kita komunikasikan dengan baik lah,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Halmahera Barat Dilanda Gempa 5,2 SR

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan bahwa gempa bumi yang terjadi di barat laut Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara berkekuatan 5,2 skala Richter, Jumat (24/10) pukul 09.23 WIB, tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.
Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Yuharman, gempa itu berada pada koordinat Lintang 1.54 derajat Lintang Utara (LU) dan Bujur 126.38 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 km.
Lokasi gempa di Laut Maluku bagian utara; 132 km barat laut Halmahera Barat; 133 km barat laut Ternate Maluku Utara; 136 km timur laut Bitung Sulawesi Utara; 161 km barat laut Sofifi Maluku Utara; dan 2.335 km timur laut Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Bom Meledak Saat Unjuk Rasa Digelar di Pakistan

Jakarta, Aktual.co — Sebuah bom meledak di aksi unjuk rasa yang dilakukan partai politik keagamaan terkemuka Pakistan di barat daya negara itu yang bergolak, Kamis, menewaskan satu orang dan melukai 14 lainnya.
Maulana Fazlur Rehman, kepala Partai Jamiat Ulema-e-Islam Fazl (JUI-F), kelompok agama terbesar di parlemen Pakistan, mengatakan ia percaya ia adalah target serangan di Quetta, ibu kota Provinsi Baluchistan.
“Itu adalah ledakan bom, satu orang telah tewas dan 14 terluka,” kata Hameed Khan, seorang pejabat polisi di Quetta seperti yang dikutip dari AFP, Jumat (24/10).
Ledakan itu terjadi tak lama setelah pidato Rehman, yang lolos tanpa cidera.
“Saya berada di mobil antipeluru dan itulah mengapa saya selamat. Ada darah dan daging manusia di mobil saya,” kata ulama itu kepada stasiun televisi Geo.
“Mobil saya rusak parah, nyaris hancur. Kaca depan mobil saya benar-benar retak, kami menerima kejutan besar, tetapi saya dan teman-teman di dalam mobil aman dan hidup.” Hal ini setidaknya serangan ketiga menargetkan Rehman dalam tiga tahun terakhir.
Satu pemboman di sebuah reli pemilu JUI-F Mei 2013 menewaskan lebih dari 20 orang, sementara pemimpin itu ditargetkan dua kali dalam beberapa hari dengan pemboman pada tahun 2011.

KPK Kembalikan Fortuner Muhtar Effendi

 Jakarta, Aktual.co —  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/10)memeriksa Muhtar Effendi, yang tidak lain adalah orang dekat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Muhtar diperiksa sebagai saksi untuk Walikota Palembang, Romi Herton dan istrinya, Masyitoh.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RH (Romi Herton) dan M (Masyitoh),” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan publikasi KPK, Priharsa Nugraha, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/10).

Usai diperiksa, Muhtar mengaku KPK kembalikan mobil yang disita darinya .”Pengembalian mobil. Mobil fortuner,” jelas Muhtar singkat.

Istrinya yang juga datang ke KPK secara terpisah dengan Muhtar, membenarkan hal tersebut.

“Cuma pengembalian saja kok, Fortuner. Sama berkas-berkas,” ujar Lia Tri Tirtasari, istri Muhtar.

“Ikut sesuai prosedur saja. Sekarang sudah dikembalikan ya alhamdulillah. Kalau jazz sudah duluan,” tambahnya.

Muhtar disebut-sebut menjadi makelar suap untuk Akil di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberi keterangan palsu selama persidangan Akil.

Bersamaan dengan Muhtar, penyidik juga memeriksa 2 pihak lainnya, yakni Lia Tri Tirta Sari dan Marinus Wusing. “Mereka juga jadi saksi untuk tersangka RH dan M,” kata Priharsa.

‎Romi Herton dan istrinya, Masyitoh merupakan tersangka kasus dugaan suap hakim dalam menangani pengurusan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kota Palembang di Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka diduga memberikan
sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi keputusan.

Keduanya disangkakan KPK dengan pasal pemberian keterangan tidak benar di persidangan dan kasus ini merupakan pengembangan dari perkara Akil Mochtar.

Romi dan istrinya diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

IPW: Menteri Tak Cukup Profesional, Tapi Rekam Jejak Bagus

Jakarta, Aktual.co — Pengamat properti Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dalam membentuk kabinet Pemerintahan yang baru tidak salah dalam memilih sosok Menteri Perumahan Rakyat.

“Hendaknya pemerintahan yang baru tidak lagi salah pilih sosok Menteri Perumahan Rakyat yang saat ini membuat iklim penyediaan rumah rakyat tidak berjalan dengan baik,” kata di Jakarta, Jumat (24/10).

Menurutnya nama-nama calon yang masuk dalam bursa calon menteri di kabinet pimpinan Jokowi harus yang benar-benar mengerti seluk beluk masalah perumahan rakyat di Indonesia. Selain itu, dikhawatirkan pula isu nama-nama calon menteri yang beredar tidak mempunyai latar belakang yang cukup untuk dapat menggerakan roda perumahan rakyat.

“Seharusnya, Jokowi dapat memilih menteri tidak hanya semata-mata dilihat dari kacamata profesional. Karena intinya bukanlah hanya profesional, namun lebih dari itu yang harus telah terbukti track recordnya untuk perkembangan perumahan rakyat,” tuturnya.

Selain itu, dia juga menyarankan agar pemerintahan yang baru ini lebih berfokus mengurus public housing ketimbang mengurus perumahan umum komersial.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Lagi, Wapres JK Janji Umumkan Kabinet Hari Ini Atau Besok

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla lagi-lagi mengatakan kalau pengumuman kabinet pemerintahan Jokowi-JK bisa diumumkan hari ini atau besok.
Saat ditanya apakah sudah dipastikan ada perubahan kabinet dengan penambahan satu menko, yaitu menko bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. JK meminta publik untuk menunggu saja pengumuman kabinet.
“Tunggu saja besok, atau hari ini, atau besok,” kata Wapres JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (24/10).
Ketika ditanya lagi soal pengumuman akan dilakukan setelah salat Jumat nanti, JK pun meminta publik untuk bersabar.
“Tunggulah, sabar-sabar sedikit,” kata JK.
“Tunggu saja.” (Baca: Effendi Simbolon: Pengumuman Kabinet ‘Jumat Keramat’)
Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Effendi Simbolon memperkirakan jika Presiden Joko Widodo akan menumumkan nama-nama menterinya, Jumat (24/10) besok.
Hal itu diungkapkan bekas wakil ketua Komisi VII DPR RI periode 2009-2014, dalam acar talk show di salah satu stasiun televisi swasta, Kamis (23/10), terkait batalnya Presiden Jokowi umumkan kabinet di Tanjung Priok, Rabu (22/10) malam.
“Keyakinan saya akan diumumkan besok, sesudah (salat) Jumat,” kata dia.
Sedangkan menurut Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Presiden Jokowi tidak bisa mengumumkan kabinet pemerintahannya sebelum ada surat tanggapan soal nomenklatur kementerian dari DPR, yang sebelumnya dikirim oleh Jokowi ke lembaga wakil rakyat itu.
“Secara etika kan minta pendapat mau bentuk kabinet, lalu mau diumumkan kan itu mustahil,” kata Fahri di gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/10).
Menurutnya, jika surat itu tidak diberikan pada DPR, Jokowi bisa mengumumkan kabinet tersebut.
“Kecuali Presiden tidak masukkan surat, kan gak apa-apa juga. Tetapi karena surat udah masuk, ada masalah etika,  maka jika sudah serahkan surat pada lembaga negara minta pertimbangan, maka dia harus tunggu pertimbangan itu dalam tujuh hari (kedepan),” kata Fahri.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain