12 April 2026
Beranda blog Halaman 42494

GDR Desak KPK Transparan dalam Rekam Jejak Menteri

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak agar memprioritaskan penanganan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) kepada menteri kabinet kerja Jokowi.
Demikian disampaikan salah satu aktivis Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia, Chalid Muhammad dalam konfrensi persnya, usai bertemu dengan pimpinan KPK, di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (3/11).
“Kalau ini bisa diprioritaskan, maka dampaknya akan sangat besar untuk menimalisir kemungkinan terjadinya korupsi dikemudian hari,” ucap dia.
Tidak hanya itu, sambung dia, KPK pun juga diminta turut proaktif terlibat dalam seleksi pimpian direksi maupun komisaris badan usaha milik negara (BUMN) yang disinyalir adanya niat jahat untuk menempatkan orang-orang yang dapat membuat BUMN tidak jauh beda dengan pemerintahan sebelumnya.
“Kita minta KPK secara proaktif untuk terlibat dalam seleksi direksi dan komisaris BUMN, agar BUMN kita tidak lagi menjadi sapi perah dari praktek-praktek selama ini terjadi membuka peluang korupsi,” ucap dia. (Baca: Catatan Merah Menteri, KPK Terkena “Operasi”)
“Kalau BUMN kita sehat maka akan mudah berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. KPK mengatakan berdasarkan UU yang ada mereka akan menargetkan siapapun dari pejabat publik yang potensial menyalahgunakan kekuasaannya. Itu komitmen dari KPK,” tandasnya.
Seperti marak diberitakan media, meski sejumlah nama calon menteri Presiden Jokowi diberi tanda peringatan keras oleh KPK melalui kode merah dan kuning. Akan tetapi, Presiden dinilai tetap mengakomodir nama yang terkena tanda merah sebagai menteri.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

GDR Serahkan Nama Menteri Bermasalah ke KPK

Jakarta, Aktual.co — Gerakan Dekrit Rakyat dan Koalisi Masyarakat Sipil  untuk Pemerintahan Bersih telah melakukan pertemuan dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Adapun agendanya adalah meminta KPK untuk memanggil dan memeriksa menteri-menteri yang diduga memiliki catatan merah dan kuning, alias memiliki rekam jejak korupsi. Dan meminta kepada KPK untuk terlibat menelusuri rekam jejak para calon pejabat negara baik di pemerintahan maupun di BUMN
Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota Gerakan Dikrit Rakyat dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemerintahan Bersih, Ray Rangkuti mengaku, baru saja pihaknya telah menyodorkan nama-nama menteri yang terindikasi dapat stabilo merah dan kuning bersama dengan latar belakangnya.
“Kita telah menyodorkan nama-nama, baik dari eksekutif dan legislatif yang diduga terkena masalah kasus korupsi. Pada prinspinya kita memiliki pemikiran yang sama ya, paling utama adalah kita membuat seluruh pejabat publik atau pejabat struktural negara kita, bersih dari perilaku korupsi,” kata Ray di Gedung KPK, Senin (3/11).
Meski begitu, Ray tak menyebutkan soal nama-nama yang telah disodorkan ke KPK. Dia menyebut, hal tersebut merupkan domain KPK yang menindaklanjuti. “Ini kan menyangkut etika, dan kita tidak bisa, itu domainnya KPK, kita yakinlah,” kata dia.
Dia menilai, KPK mempunyai cara tersendiri untuk menelusuri nama-nama yang disodorkan oleh pihaknya. Terlebih, kata dia, dari awal KPK akan bekerja keras untuk mengungkapkan semua nama-nama yang telah disodorkan itu.
“Kita kan percaya karena KPK punya alat buktinya. Jadi ini hanya menunggu waktu, tekanan publik dan harapan publik, jadi ini kita yakin KPK bisa menyelesaikan semua,” kata dia.
Meski tak mau menyebutkan perihal nala-nama yang telah disodorkan ke KPK, Ray mengklaim penyerahan nama tersebut disertai dengan bukti. Terlebih, kata dia, KPK juga mempunyai data-data nama yang telah disodorkan ke KPK itu. 
“Tidak, tapi KPK punya data dan data itu tidak akan ditinggal diam, dan pasti akan ditindaklanjuti. Ya semuanya, bahkan yang tidak ditandai pun KPK akan mengadakan pemeriksaan dan pengawasan, karena itu bagian dari komitmen,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Gara-gara Puntung Rokok, Pabrik Kayu Ludes Terbakar

Denpasar, Aktual.co – Gudang kayu di kawasan Jalan Padang Galak Nomor 26 D, Sanur, Denpasar dilalap ludes terbakar. Api melahap gudang seluas 200 meter persegi itu sekira pukul 12.30 WITA. Api bermula dari puntung rokok yang dibuang secara sembarangan.

‎”Puntung rokok itu mengenai tiner, lalu api membesar,” kata Mangwi, saksi di lokasi kejadian, Senin (3/11).

‎Sedikitnya empat pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Api sendiri muncul dari bagian depan gudang yang menjalar ke seluruh bagian gudang secara cepat.

‎Petugas dengan cepat memadamkan api. Namun sayang, lantaran gudang kayu yang mudah terbakar, maka sedikit sekali barang yang bisa diselamatkan. Hanya beberapa barang seperti televisi yang perabotan rumah yang dapat diselamatkan karyawan.

Kala api melalap gudang milik Made Juniarta, hanya ada beberapa karyawan yang tengah bekerja. “Yang lainnya tengah mengerjakan proyek tak jauh dari sini,” kata adrian, karyawan setempat.

‎Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diduga menelan kerugian hingga miliaran rupiah tersebut. 

40 Petugas P3S Disiagakan Halau PMKS di Kampung Melayu

Jakarta, Aktual.co —Untuk menghalau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)yang kerap membuat resah di sekitaran Kampung Melayu, Jakarta Timur, Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Timur mulai hari Senin (3/11) akan menempatkan 40 personel bersiaga di bawah kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Menurut Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Masyudi petugas berjaga secara bergiliran sebanyak dua kali sehari, mulai pukul 06.00-15.00 dan pukul 15.00-21.00. 
“Kami siagakan 40 petugas P3S untuk mengantisipasi maraknya PMKS di kolong flyover Kampung Melayu,” katanya kepada wartawan, Senin (3/11).
Dikatakan Masyudi bahwa petugas P3S tersebut disiagakan agar kolong flyover Kampung Melayu benar-benar bersih dari PMKS. Bahkan kata Masyudi petugas P3S juga bertugas menghalau dan menangkap PMKS.
“Karena keberadaannya sudah sangat mengganggu ketertiban umum,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bos Mandiri: Tiga Kartu Sakti Dorong Masyarakat Kembali ke Sistem Perbankan

Jakarta, Aktual.co —  Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Sadikin menilai program tiga kartu “sakti” pemerintahan Jokowi memiliki kelebihan. Kelebihan pertama menurutnya yaitu dapat membatu masyarakat yang membutuhkan dan kedua untuk memasyarakatkan Layanan Keuangan Digital (LKD).

“Jangka panjangnya kita harapkan golongan bawah bisa memiliki akses keuangan. Nanti kedepannya otomatis kita akan mendapatkan benefit dari mereka dalam jangka panjang,” ujar Budi saat acara peluncuran Tiga Kartu Sakti di Kantor Pos Jakarta, Senin (3/11).

Budi menambahkan dengan adanya program ini diharapkan masyarakat Indonesia kembali ke sistem perbankan. Menurutnya saat ini sistem perbankan sedang kurang likuiditas, salah satunya karena masyarakat yang mempunyai rekening di bank masih sangat minim yaitu 60-70 juta jiwa, sedangkan populasi di Indonesia 240 juta jiwa.

“Pada masa orba pemerintah berhasil memasyarakatkan layanan perbankan melalui program Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas).Sekarang saya harapkan dengan adanya inisiatif dari pemerintah melakukan program itu, terulang lagi zamannya Tabanas,” imbuhnya.

Menurut Budi poetensi dana dalam program ini adalah sekitar Rp300-500 triliun dan masih relatif kecil dibandingkan dengan seluruh Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang mencapai Rp3.700-3.800 triliun.

Untuk diketahui bahwa hari ini Presiden Jokowi resmi meluncurkan program Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. Bank Mandiri dan Pos Indonesia ditunjuk menjadi pihak plekasana dalam program tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

‎Siapapun Itu, Ayo Bantu Korban Bencana Aceh

Banda Aceh, Aktual.co – DPP Partai Aceh, mengintruksikan seluruh mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di seluruh daerah untuk membantu korban banjir di kawasan Aceh Besar, Aceh Jaya, Singkil, Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan. Hal itu ditegaskan, juru bicara Partai Aceh, Adi Laweung dalam siaran pers yang diterima Aktual.co, Senin (3/11).

“Bencana ini terjadi secara simultan yang hampir di seluruh Aceh, belum lagi terputusnya jalan di sepanjang Kecamatan Lhong Aceh Besar yang mengkibat terhentinya aktifitas transportasi masyarakat pengguna jalan,” ujar Adi.

‎Jalan itu sambungnya, menghubungkan perjalan masyarakat dari dan ke ibukota Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat dan lintas barat selatan.

‎Sedangkan di Kabupaten Aceh Jaya dilaporkan tenggelamnya kapal nelayan yang berimbas belum didapatkan para nelayan sebanyak sebelas orang, ini suatu hal yang sangat terpukul bagi keluarga korban. 

‎“Maka kita intruksikan kepada seluruh kader dan simpatisan dalam DPW Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh masingg-masing wilayah untuk ikut nimbrung dalam kegiatan sosial ini, mereka sangat membutuhkan tenaga dan keterlibatan kita. Seluruh DPW PA dan KPA harus segera menangani mereka,” tegas Adi Laweung. 

‎Disebutkan, pihaknya mendesak Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota agar sesegera menangani penanganan para warga di masing-masing wilayah, baik dalam bentuk evakuasi maupun kebutuhan lainnya seperti penanganan makanan dan tempat sementara.

‎‎“Hal lain yang terpenting agar pemerintah mempersiapkan berbagai kebutuhan warga pasca pembersihan dan surutnya banjir, termasuk wabah penyakit di sekitar kawasan banjir,” ujarnya.

‎Adi juga mendesak agar Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota harus benar-benar menindak tegas para ilegal longing yang mengakibatkan rusaknya hutan dan berimbas kepada masyarakat. “Sehingga, banjir tak lagi terjadi di Aceh,” pungkasnya.

Berita Lain